cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 5 Documents clear
ANALISIS BIBLIOMETRIK TENTANG SKILL PADA PENDIDIKAN KEJURUAN SEPTIAN RAHMAN HAKIM; EKOHARIADI EKOHARIADI; SUPARJI SUPARJI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2353

Abstract

This study aims to determine the role, trends, and development of skills in vocational learning. The research method used is bibliometric method using VOSviewer tool. VOS viewer is used to analyze the distribution of documents each year in various countries, institutions, journals, authors, and the relationship between keywords that appear. The findings show that the Journal of Physics Conference Series is the journal that publishes the most publications related to vocational education skills in Indonesia. Research implications for researchers and policy makers (1) Research and development needs to be carried out in depth related to the growing trend of vocational education student skills. (2) Cooperation and collaboration between schools and universities to increase publications. (3) The need for continuous research to follow emerging trends. (4) The results of the research can be a reference for policy makers in making rules. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, tren, dan perkembangan skill dalam pembelajaran kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode bibliometrik dengan menggunakan alat bantu VOSviewer. VOS viewer digunakan untuk menganalisis sebaran dokumen setiap tahunnya di berbagai negara, institusi, jurnal, penulis, dan hubungan antar kata kunci yang muncul. Hasil temuan menunjukkan bahwa Journal of Physics Confrence Series menjadi Jurnal yang paling menerbitkan publikasi terkait skill pendidikan kejuruan di Indonesia. Implikasi penelitian bagi peneliti dan pengambil kebijakan (1) Penelitian dan pengembangan perlu dilakukan secara mendalam terkait tren skill pendidikan kejuruan yang sedang berkembang. (2) Kerjasama dan Kolaborasi antar sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan publikasi. (3) Perlunya penelitian yang berkesinambungan untuk mengikuti tren yang sedang berkembang. (4) Hasil dari penelitian bisa menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam membuat aturan.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI ATPH SMKN SPP TASIKMALAYA PADA MATA PELAJARAN PEMBIBITAN DAN KULTUR JARINGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING EMMA RACHMAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2403

Abstract

This study aims to increase the activity and learning outcomes of students in class XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya in nursery and tissue culture subjects using discovery learning models. The subjects of this study were 22 students of class XI ATPH at SMKN SPP Tasikmalaya. in this study carried out the discovery learning learning model. The tools that will be used to collect data are Observation Sheets and Tests. Observations are made to observe students from a teaching material delivered. Based on the results of observations made in the initial conditions of student activities. Pre-action learning outcomes. In each cycle I activity there were 22 people using the Discovery Learning learning model showing that the affective aspect of the whole class percentage was 77.05% and the psychomotor aspect of the class percentage was 60.00%. cycle II Based on data on the learning outcomes of cycle I using the Discovery Learning learning model it shows that the affective aspect of the whole class percentage is 86.36% and the psychomotor aspect of the class percentage is 85.45%. The average value of pre-action students was 44.5, an increase of 1.68 points from the average initial data of 63.8 in cycle 1. In the pre-research conditions, 11 students completed and 11 students completed in cycle I. as many as 11 students. Meanwhile, in cycle 2, there were 21 students who completed the KKM standard or had exceeded the KKM standard which was set at 65%. In this cycle, it can be seen that students have made good observations of classification, drying, stripping, and observing flowers. Has been able to work together with group members in carrying out morphological classification of seeds and fruit flowers planted in polybags. The learning atmosphere looks more lively, full of productivity, and cohesiveness ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya pada mata pelajaran pembibitan dan kultur jaringan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya yang berjumlah 22 orang. dalam penelitian ini dilaksanakan  Model Pembelajaran discovery learaning. Alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah Lembar Observasi dan Tes. Observasi dilakukan untuk mengamati peserta didik dari suatu materi ajar yang disampaikan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada  kondisi awal Aktivitas siswa  Hasil Belajar Pra Tindakan  ketuntasan hasil belajar klasikal masih jauh di  yaitu hanya 3 orang siswa atau 13,65%. Pada setiap kegiatan siklus I terdapat 22 orang  dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning menunjukkan bahwa aspek afektif persentase keseluruhan kelas sebesar 77,05% dan aspek psikomotorik persentase kelas sebesar 60,00 %. siklus II  Berdasarkan data hasil belajar siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning   menunjukkan bahwa aspek afektif persentase keseluruhan kelas sebesar 86,36% dan aspek psikomotorik persentase kelas sebesar 85,45%. Nilai rata-rata peserta didik pra Tindakan 44,5 naik 1,68 poin dari rata-rata data awal sebesar 63,8 pada siklus 1. Pada kondisi pra penelitian peserta didik yang tuntas sebanyak 11 peserta didik dan peserta didik yang tuntas pada siklus  I  sebanyak  11 peserta didik.  Sedangkan pada siklus 2 ini peserta didik yang tuntas adalah 21 peserta didik atau telah melampui standar KKM yang ditetapkan sebesar 65 %. Pada siklus ini terlihat siswa telah dengan baik melakukan pengamatan klasifikasi, penjemuran, pengupasan, hingga pengamatan terhadap buah bunga. Telah dapat bekerjasama dengan anggota kelompoknya dalam melakukan klasifikasi morofologi biji dan bunga buah hasil penanaman di polibag. Suasana belajar tampak lebih hidup, penuh produktivitas, dan kekompakan
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA SMKN 1 DEWANTARA DALAM PEMBELAJARAN PAI DENGAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW SAID MARZUKI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2404

Abstract

This study aims to determine the increase in student activity in PAI learning through the jigsaw cooperative model for students of SMK Negeri 1 Dewantara. The method used in this research is a class action research method (CAR). Data collection techniques through interviews, observation, tests, documentation and data were analyzed descriptively. This research was conducted in 3 cycles, namely pre-cycle, cycle I and cycle II. The research subjects were 30 class XII OP students at SMKN 1 Dewantara for the 2020/2021 academic year. The results of research using the cooperative jigsaw model were able to increase student learning activities. This can be seen by researchers from several things as follows; Students can take part in the learning process more enthusiastically and enthusiastically, the emergence of students' courage in conveying ideas or thoughts, growing students' self-confidence in expressing their opinions, increasing students' sense of responsibility in participating in learning, very few students roaming around and disturbing friends. If it is calculated that students' activeness in cycle I was only 42.78% active, in cycle II student activity increased to 74.45%. Means an increase of 31.67%. Thus it means that the Jigsaw cooperative learning model is very suitable to be applied in the learning process of Islamic Religious Education at SMK Negeri 1 Dewantara, North Aceh Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran PAI melalui model kooperatif jigsaw untuk siswa SMK Negeri 1 Dewantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, tes, dokumentasi dan data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus yaitu prasiklus, siklus I dan siklus II. Subjek penelitian adalah 30 orang siswa kelas XII OP SMKN 1 Dewantara tahun pelajaran 2020/2021. Hasil penelitian dengan menggunakan model kooperatif jigsaw ternyata dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Ini dapat peneliti lihat dari beberapa hal sebagai berikut; Siswa dapat mengikuti proses pembelajaran lebih bergairah dan bersemangat, Timbulnya keberanian siswa dalam menyampaikan ide atau pikiran, Tumbuhnya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapatnya, Meningkatnya rasa tanggungjawab siswa dalam mengikuti pembelajaran, Sangat kurang sekali siswa yang berkeliaran dan maupun mengganggu teman. Jika di kalkulasikan keaktifan siswa pada siklus I hanya 42,78 % saja yang aktif, pada siklus II aktivitas siswa meningkat menjadi 74,45 %. Berarti terjadi peningkatan 31,67 %. Dengan demikian berarti model pembelajaran kooparatif Jigsaw sangat cocok diterapkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Dewantara Kabupaten Aceh Utara.
UPAYA MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GADGET PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI KELAS XI DKV2 SMK NEGERI 1 JUWIRING ERNA KURNIAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2405

Abstract

The purpose of this research is to reduce the negative impact of gadgets on teaching and learning activities through classical tutoring services. Classical guidance services are information and orientation programs that benefit students face to face and are scheduled between the Guidance and Counseling (BK) teacher and all students in the class. Students are given classical guidance services by the counseling teacher with the hope that they can find out an overview of the negative effects of gadgets, so that students are better able to manage their time and are even wiser in using gadgets properly. The research subjects were 35 students of class XI DKV2 SMKN 1 Juwiring. The research method used is a qualitative method with the aim of finding out whether the implementation of classical tutoring services can reduce the negative impact of gadgets during teaching and learning activities. From the results of the study, data was obtained that by using classical tutoring services, the negative impact of gadgets on teaching and learning activities was reduced. This is shown by data which states that most students give positive statements, namely students understand the negative impact of gadgets during teaching and learning activities. The data is shown in the response explaining the percentage of 100% (35 students), the percentage of 97.14% (34 students), the percentage of 94.29% (33 students), the percentage of 91.43% (32 students). So it can be concluded, if classical tutoring services are very effective in reducing the negative impact of gadgets on teaching and learning activities. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar melalui layanan bimbigan klasikal. Layanan bimbingan klasikal merupakan program pemberian informasi dan orientasi yang bermanfaat bagi siswa secara tatap muka dan terjadwal antara guru Bimbingan dan Konseling (BK) dengan seluruh siswa di kelas. Siswa diberikan layanan bimbigan klasikal oleh guru BK dengan harapan agar dapat mengetahui gambaran tentang dampak negatif gadget, sehingga siswa lebih bisa mengatur waktu dan lebih bijak lagi dalam menggunakan gadget dengan baik. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DKV2 SMKN 1 Juwiring yang berjumlah 35 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan layanan bimbigan klasikal dapat mengurangi dampak negatif gadget pada saat kegiatan belajar mengajar. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dengan menggunakan layanan bimbigan klasikal, dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar berkurang. Hal ini ditunjukkan dengan data yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa memberikan pernyataan positif yaitu siswa memahami dampak negatif gadget saat KBM berlangsung. Data tersebut ditunjukkan pada respon yang menjelaskan prosentase sebesar 100% (35 siswa), prosentase sebesar 97,14% (34 siswa), prosentase sebesar 94,29% (33 siswa), prosentase sebesar 91,43% (32 siswa). Sehingga dapat disimpulkan, jika layanan bimbigan klasikal sangatlah efektif untuk mengurangi dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING DALAM MENGANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA PADA SISWA SMKN 1 SURABAYA NUR AINIYAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2406

Abstract

Teaching and learning activities are one unit of two unidirectional activities. Learning activities are primary activities, while teaching is a secondary activity intended for optimal learning activities to occur. A conducive and enjoyable learning condition is expected to be able to make students learn, because indirectly students will be motivated to be active in teaching and learning activities in class. In reality the teacher as a class facilitator is still not able to maximize learning activities, this can be seen from the presence of students who are less active in learning and student scores are still below the KKM (Minimum Completeness Criteria). Starting from this condition, the teacher conducts classroom action research by applying the Problem Base Learning Model in Analyzing Simple Financial Statements for Class XII OTKP 3 SMKN 1 Surabaya so that learning outcomes achieve KKM (Minimum Completeness Criteria) scores. The various instruments used in this study included learning achievement test sheets consisting of and in the form of student respondent questionnaires, pre-tests and post-tests, observation sheets, interview sheets, student response questionnaires, and also student worksheets. After conducting classroom action research there was a significant increase. From the results of the Pre-Cycle with learning completeness only 42%, the results obtained from Cycle I were 80% and Cycle II were 100%. ABSTRAKKegiatan belajar mengajar merupakan satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar merupakan kegiatan sekunder yang dimaksudkan untuk dapat terjadi kegiatan belajar yang optimal. Suatu kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan diharapkan mampu membuat siswa belajar, karena secara tidak langsung siswa akan termotivasi untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Dalam kenyataannya guru sebagai fasilitator dikelas masih belum bisa memmaksimalkan kegiatan belajar, hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang aktih dalam pembelajaran dan nilai siswa masih banyak dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Bertolak dari kondisi ini guru yang mengadakan penelitian tindakan kelas dengan Penenerapan Model Problem Base Learning Dalam Menganalisis Laporan Keuangan Sederhana Pada Siswa Kelas XII OTKP 3 SMKN 1 Surabaya agar hasil belajar mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berbagai instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar tes hasil belajar yang terdiri dari dan berupa angket responden siswa, pre tes dan post tes, lembar observasi, lembar wawancara, angket respon siswa, dan juga lembar kerja siswa. Setelah diadakan penelitian tindakan kelas ada peningkatan yang signifikan. Dari hasil Pra Siklus dengan ketuntasan belajar hanya 42 %, diperoleh hasil Siklus I sebesar 80% dan siklus II sebesar 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5