cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII SMPN 1 KUNINGAN ASHARI, ACHMAD ALBER; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3509

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of guided inquiry learning model to the science process skills of students on the concept of environmental pollution in Class VII SMPN 1 Kuningan. This study uses quasi-experimental method with pre-test post-test Control group design conducted in Class VII SMP Negeri 1 Kuningan with a sample population of 421 students taken using cluster random sampling technique which is divided into two classes, one experimental class using guided inquiry learning model and one control class using PBL learning model. Instrument of data collection in the research conducted in the form of essay tests, performance assessments, questionnaires and observation sheets. Hypothesis test conducted using T test the results showed (1) t test pre-test t count 31 > T table 2.66 which means there are differences in the skills of the initial science process of students between experimental classes and control classes in Class VII of SMP Negeri 1 Kuningan., (2) t test post-test t count 29.78 > t table 2.66 which means there are differences in the final science process skills in the experimental class and the control class at SMP Negeri 1 Kuningan. By using a guided inquiry learning model students are encouraged to learn through their own active involvement with concepts and principles , so that it can explore students ' science process skills. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII SMPN 1 Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test kontrol group design yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kuningan dengan jumlah populasi sampel sebanyak 421 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu satu kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan satu kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Instrument pengambilan data dalam penelitian yang dilakukan berupa tes essay, assesmen kinerja, angket dan lembar observasi. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t hasil penelitian menunjukkan (1) Uji t Pre-test t hitung 31 > t tabel 2,66 yang berarti terdapat perbedaan keterampilan proses sains awal siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di kelas VII SMP Negeri 1 Kuningan., (2) Uji t post-test t hitung 29,78 > t tabel 2,66 yang berarti terdapat perbedaan keterampilan proses sains akhir pada kelas eksperimen dan kelas control di SMP Negeri 1 Kuningan. Dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing siswa di dorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep – konsep dan prinsip - prinsip , sehingga hal tersebut dapat menggali keterampilan proses sains siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX ANANDA, CHEVIN; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3510

Abstract

The purpose of this research is to determine the level of students 'problem solving abilities, and students' abilities at each stage of problem solving. This study used qualitative research methods. The sample in this study were students of class IX, to determine the research subject using a purposive sample, 3 subjects were selected to represent the 3 categories of students' problem solving abilities to provide information about problem solving abilities for each criterion. The methods used to collect data are test, interview and documentation methods. The steps in data analysis are reduction, presentation, and drawing conclusions. Based on the research, it can be concluded that: out of 10 students, 2 students (20%) had the problem solving ability in the "high" category, 2 students (20%) were included in the "medium" category, and 6 students (60 %) is included in the "low" category. This shows that the students' mathematical problem solving abilities in the matter of equations and quadratic functions tend to be low. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa, dan kemampuan siswa pada setiap tahapan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX, untuk menentukan subjek penelitian menggunakan (purposive sample), dipilih 3 subjek untuk mewakili 3 kategori kemampuan pemecahan masalah siswa untuk memberikan informasi tentang kemampuan pemecahan masalah untuk setiap kriteria. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam analisis data adalah reduksi, penyajian, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: dari sebanyak 10 orang siswa diperoleh sebanyak 2 orang siswa (20%) memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori “tinggi”, 2 orang siswa (20%) termasuk kedalam kategori “sedang”, dan 6 orang siswa (60%) termasuk kedalam kategori “rendah” Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi Lingkaran.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP SIKAP ILMIAH IPA (SURVEI PADA SMP ISLAM SWASTA DI KOTA BEKASI) SUPANDI, DEDI; KHOTIMAH, KHUSNUL; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3514

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of Self-Efficacy and Creativity in students' learning on scientific attitudes in science. The research method used was the survey method (questionnaire) and the sample in this study was 83 students. The population and sample were analyzed using path analysis. The analysis of the research results tested included (1) there is a significant direct effect of self-efficacy on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 4.034 < t table = 2.000. The self-efficacy variable contributes 16.08% to scientific attitudes in science. (2) There is a significant direct effect of students' learning creativity on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The student's learning creativity variable contributes 6% to scientific attitudes in science. (3) There is a significant direct effect of self-efficacy on students' learning creativity. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The magnitude of the direct influence of self-efficacy on students' learning creativity is 9.06%. (4) There is an insignificant indirect influence of self-efficacy on science scientific attitudes through students' learning creativity. This is evidenced by the t-value = 0.715 <t-table = 2.000 at a significance level of 0.05. The magnitude of the indirect influence is 0.54%. Thus, it can be concluded that the intervening variable (i.e. students' learning creativity) is not significantly affected by the science scientific attitudes of private Islamic junior high school students in the Bantargebang District of Bekasi City. The implication in this study is that by having good self-efficacy, not giving up easily, always wanting to try, it can foster enthusiasm, learning motivation and will directly affect students' learning creativity abilities so that it will improve their science scientific attitude abilities. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Efikasi Diri dan Kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey (angket) dan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang siswa Populasi dan sampel dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Analisis hasil penelitian yang diuji meliputi (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA siswa.Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 4,034 < ttabel = 2,000. Variabel efikasi diri memberikan kontribusi sebesar 16,08% terhadap sikap ilmiah IPA. (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Variabel kreativitas belajar siswa memberikan kontribusi sebesar 6% terhadap sikap ilmiah IPA. (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Besarnya pengaruh langsung efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa adalah 9,06%. (4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA melalui kreativitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung = 0,715 < ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh tidak langsung adalah sebesar 0,54%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel intervening (yaitu kreativitas belajar siswa) tidak terpengaruh secara signifikan terhadap sikap ilmiah IPA siswa SMP Islam swasta di wilayah Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi. Implikasi dalam penelitian ini adalah dengan memiliki efikasi diri yang baik, tidak mudah menyerah, selalu ingin mencoba, dapat menumbuhkan semangat, motivasi belajar dan secara langsung akan mempengaruhi kemampuan kreativitas belajar siswa sehingga akan meningkatkan kemampuan sikap ilmiah IPA.
IMPLEMENTASI MARKET DAY ONLINE SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (STUDI KUALITATIF DI KELAS VII SMP NEGERI 41 JAKARTA) ARTIYA, YULIA SIRRIL; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3515

Abstract

This qualitative research on entrepreneurship projects is motivated by the lack of creativity among seventh-grade students at SMP Negeri 41 Jakarta. This is evident when given assignments; around 70% of students produce work that is identical to that of their peers. In terms of independence, students still lack this quality. Approximately 75% of students are still late in submitting assignments. Additionally, students often ask their friends or teachers for help when completing tasks. Cooperation among students is still lacking. Based on observations, it was found that in a group of six students, only about two students worked together to complete the task. This qualitative research aims to cultivate students' enthusiasm for having the Pancasila Student Profile through online market day entrepreneurship projects and to foster students to be creative, independent, and cooperative. The entrepreneurship project was carried out by all seventh-grade students, divided into 42 groups with six students in each group. This project focused on cultivating the spirit of independence, creativity, and cooperation. Each group created a product from raw materials into a finished product with unique advantages and then marketed it using online media. The project ended with a report in the form of a proposal and a demo day presentation using PowerPoint. The results of this project show a significant positive development in most students, as they began to display the Pancasila Student Profile, namely independence, creativity, and cooperation. ABSTRAKPenelitian kualitatif tentang proyek kewirausahaan ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa kelas VII SMP Negeri 41 Jakarta, kurang kreatif. Hal ini terbukti pada saat diberikan penugasan, sekitar 70% siswa menghasilkan karya yang identik dengan karya siswa lain. Sedangkan dilihat dari segi kemandirian siswa masih kurang. Terdapat sekitar 75% siswa masih terlambat dalam pengumpulan tugas. Selain itu siswa masih sering bertanya kepada teman ataupun guru pada saat mengerjakan tugas. Kerjasama antarsiswa masih kurang baik. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa dalam satu kelompok yang terdiri dari 6 siswa, hanya sekitar 2 siswa yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas. Penulisan penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat siswa memiliki profil pelajar pancasila melalui proyek kewirausahaan market day online dan memupuk siswa agar memiliki jiwa kreatif, mandiri, dan bergotong-royong anatarteman. Proyek kewirausahaan ini dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas VII, terdapat 42 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa. Dalam proyek ini difokuskan untuk menumbuhkan semangat kemandirian, kreatif, dan gotong-royong. Dengan cara, setiap kelompok membuat produk dari bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki keunikan dan keunggulan, selanjutnya memasarkannya menggunakan media online. Proyek ini diakhiri dengan pelaporan dalam bentuk proposal dan demo day presentasi proyeknya menggunakan sarana powerpoint. Hasil proyek ini menunjukkan bahwa secara signifikan positif sebagian besar siswa berkembang sesuai harapan yaitu mulai menampilkan profil pelajar pancasila, yaitu mandiri, kreatif, dan gotong-royong.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE ZERO SUFFIX YANG DISEMPURNAKAN DENGAN METODE ALTERNATE MANSI DALAM MENENTUKAN SOLUSI OPTIMAL PADA MASALAH PENUGASAN NUGRAHA, EKA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3518

Abstract

This study discusses the problem of assignment. In this study, two methods are compared, in determining the optimal solution of the assignment problem, namely the Enhanced Zero Suffix method and the Alternate Mansi method. The Enhanced Zero Suffix method is a method of determining the optimal solution by reducing the rows and columns with the smallest values ??in each row and column to later find at least one zero value in the row and column then add up the value entries in the row and column that have zero values ??divided by the number of zero values ??in the row and column that have the corresponding zero values. The Alternate Mansi method looks for the minimum value in each row that has a unique value related to the column. The concept of this method is applied to three different cases with balanced data and the results obtained are that both methods produce the same optimal solution but the Alternate Mansi method excels in iteration efficiency in determining the optimal solution. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang masalah penugasan. Pada penelitian kali ini membandingkan dua metode, dalam menentukan solusi optimal masalah penugasan yaitu metode Zero Suffix Yang Disempurnakan dan metode Alternate Mansi. Metode Zero Suffix Yang Disempurnakan adalah sebuah metode menetukan solusi optimal dengan cara mengurangi baris serta kolom dengan nilai terkecil pada masing-masing baris dan kolom untuk nantinya mencari minimal satu nilai nol pada baris dan kolom kemudian menjumlahkan entri nilai pada baris dan kolom yang memiliki nilai nol dibagi dengan banyaknnya nilai nol pada baris dan kolom yang memiliki nilai nol yang bersesuaian. Metode Alternate Mansi mencari nilai minimum disetiap baris yang mempunyai nilai unik yang berkaitan dengan kolom. Konsep metode ini diaplikasikan pada tiga kasus yang berbeda dengan data yang seimbang dan hasil yang diadapat adalah ke dua metode sama- sama menghasilkan solusi optimal yang sama namun metode Altenate Mansi unggul pada efisiensi iterasi dalam penentuan solusi optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5