cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2021)" : 8 Documents clear
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERBAGAI BENTUK PECAHAN MELALUI MAKE A MATCH DI UPT SD NEGERI 12 GRESIK BUDI RIYANTO
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar peserta didik kelas IV di UPT SD Negeri 12 Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik dalam memahami pembelajaran Matematika pokok bahasan berbagai bentuk pecahan melalui penerapan model pembelajaran Make A Match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data kemampuan peserta didik dalam memahami berbagai bentuk pecahan dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan hasil belajar peserta didik kelas IV di UPT SD Negeri 12 Gresik dalam memahami pembelajaran Matematika pokok bahasan berbagai bentuk pecahan melalui penerapan model pembelajaran Make A Match. Secara kuantitatif terjadi peningkatan hasil belajar berbagai bentuk pecahan dari siklus I ketuntasan klasikal sebesar 73% ke siklus II sebesar 88%. Hasil ini menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap berbagai bentuk pecahan sebesar 15%. Secara kualitatif kemampuan peserta didik dalam memahami berbagai bentuk pecahan meningkat dari kualifikasi sedang ke tinggi. Dengan demikian, penerapan Model Pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar berbagai bentuk pecahan pada peserta didik kelas IV UPT SD Negeri 12 Gresik Tahun Pelajaran 2019/2020.
PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL ARMI YUSTINA; MARIA MELANI IKA SUSANTI; MARIA INDARTI RUSTAMTI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.297

Abstract

Pembelajaran jarak jauh masa pandemi covid-19 berdampak pada proses pembelajaran siswa seperti rendahnya kedisiplinan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendiskripsikan upaya peningkatan kedisiplinan dan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) meningkatkan kedisiplinan siswa; dan (3) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SD Kanisius Kalasan melalui pendekatan kontekstual. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian adalah 52 siswa kelas III. Teknik dalam pengumpulan data adalah non-tes berupa wawancara, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas III SD Kanisius Kalasan dengan menerapkan 7 komponen utama yaitu: konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penilaian sebenarnya (authentic assessment), (2) Penggunaan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dari kondisi awal sebesar 67, meningkat pada siklus I menjadi 78 dan pada siklus II menjadi 84, (3) Penggunaan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas III dari kondisi awal 70, meningkat pada siklus I menjadi 79 dan menjadi 86 pada siklus II.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENGENAL MALAIKAT DAN TUGASNYA MELALUI METODE MAKE A MATCH DENGAN MENGGUNAKAN KARTU SOAL DI KELAS 1V SEMESTER GENAP SDN 029 BALIKPAPAN TENGAH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 MUTHMAINNAH MUTHMAINNAH
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.298

Abstract

Model pembelajaran kooperatif terdapat beberapa macam teknik, salah satu teknik tersebut adalah menggunakan kartu soal siswa diajak untuk belajar sambil bermain, dengan cara saling menjodohkan kartu yang dimilikinya sehingga pembelajaran Agama Islam menjadi lebih menarik dan siswa dapat menyukai pembelajaran Agama Islam dan dapat dengan mudah memahami isi materi di sampaikan oleh guru sehingga hasil belajar siswa akan meningkat.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode make a match terhadap hasil belajar siswa dalam mengenal malaikat dan tugasnya di Kelas IV SDN 029 Balikpapan Tengah Tahun pelajaran 2019/2020, Materi dalam penelitian ini adalah Mengenal Malaikat dan Tugasnya menggunakan Metode Make a Match Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus 2 kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa dan obyek penelitian ini adalah penggunaan Metode Make a Match.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi untuk mengetahui nilai dasar dan pengelompokan siswa, observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, teknik tes untuk mengetahui nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa.Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus, siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dengan 1 kali tes di akhir pertemuan, dan siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 1 kali tes di akhir pertemuan, teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, presentase dan grafik. Yang bertindak sebagai pelaksana dalam pembelajaran adalah peneliti sekaligus menjadi obsevator.Hasil analisis data menunjukkan bahwa Peningkatan tersebut dapat dilihat pada setiap siklusnya, yaitu nilai rata-rata sebelum tindakan perbaikan pembelajaran dengan dengan rata-rata 66,29 meningkat menjadi 76,15 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 78,75 sedangkan peningkatan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan yaitu ketuntasan sebelum adanya tindakan perbaikan pembelajaran yaitu siswa yang tuntas siswa yang tuntas hanya 38,10 % meningkat menjadi 75 % pada siklus I kemudian pada siklus II meningkat menjadi 90%.
MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETELITIAN DAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA DESTA HARLITA; AGNES HERLINA DWI HADIYANTI; ALBERTUS SAPTORO
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.328

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Ketelitian dan keterampilan membaca menjadi kendala bagisiswa kelas II SD Kanisius Demangan Baru. Dimana hasil belajar sangat dipengaruhi denganbagaimana guru memilih model penyampaian materi di kelas. Maka dari itu tujuan penelitianadalah memberikan referensi terkait model pembelajaran yang dalam penerapannya telah terbuktimeningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitianini dilakukan di SD Kanisius Demangan Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan teknikobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan ketelitian dan keterampilan membaca. Halini ditunjukan dari data skor rata-rata awal ketelitian siswa yaitu 46,4, setelah akhir siklus I meningkat sebesar 58, dan siklus II sebesar 86 serta rata-rata awal keterampilan membaca siswa yaitu 51, setelah akhir siklus I meningkat sebesar 61, dan siklus II sebesar 82.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 PADANGKERTA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 NI KETUT SURYANINGSIH
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.343

Abstract

Perkembangan hasil belajar matematika sangat penting bagi siswa. Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu disajikan dengan cara inovatif agar dapat mengurangi kesan sulit dan menakutkan seperti yang telah melekat pada pelajaran matematika selama ini. Dengan adanya upaya inovasi dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar diharapkan matematika tidak diajarkan latihan secara rutin atau menghafal rumus-rumus tetapi matematika dapat disajikan dalam bentuk kegiatan siswa dan menekankan pada penguasaan kompetensi akan konteks matematika yang terkandung didalamnya dengan menyajikan materi matematika secara sederhana dan menyenangkan sehingga mudah dipahami siswa. Untuk menyajikan matematika dalam suasana yang menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk belajar matematika beberapa upaya yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian dan motivasi siswa dalam belajar matematika, salah satunya dengan kegiatan permainan. Dalam penelitian ini model yang akan diterapkan di SD Negeri 2 Padangkerta adalah model pembelajaran kooperatif Make a Match, karena model pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong keaktifan, membangkitkan minat dan kreatifitas belajar siswa agar dapat meningkatkan hasil belajarnya dan siswa mampu memahami materi pembelajaran. Berdasarkan latar belakang dtersebut adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa Kelas II SD Negeri 2 Padangkerta Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 ? dan adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui model make a match pada siswa Kelas II SD Negeri 2 Padangkerta Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model make a match meningkatkan hasil belajar siswa, hasil nilai rata-rata dari penelitian pra siklus yang belum menerapkan model ini dari 59,52, siklus I dengan nilai rata-rata 66,19 dan siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 76,67. Selain itu melalui penerapan model pembelajaran make a match maka dapat diketahui tingkat Ketercapaian Ketuntasan Minimal (KKM) terlampaui. Dari penelitian pra siklus yang belum menerapkan model ini 33,33 %.Namun setelah dilaksanakan siklus I meningkat menjadi 61,90 % , kemudian pada siklus II meningkat sangat signifikan yaitu 85,71 %. penerapan model make a match meningkatkan hasil belajar siswa karena dilakukan dengan mudah, menyenangkan dan tidak membosankan peserta didik, sehingga mereka dapat merespon materi pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 PADANGKERTA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 NI WAYAN EKA JUNIANTARI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.357

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika setelah diterapkan model pembelajaran tutor sebaya siswa kelas V semester genap SD Negeri 5 Subagan tahun pelajaran 2016/2017.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester genap SD Negeri 5 Subagan tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 33 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran tutor sebaya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar agama Hindu dari siklus I ke siklus II sebesar 17,42 pada siklus I mencapai 66,52dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 83,94dengan kategori baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP SD NEGERI 5 SUBAGAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SABAR HATIJAH
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.359

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika setelah diterapkan model pembelajaran tutor sebaya siswa kelas V semester genap SD Negeri 5 Subagan tahun pelajaran 2016/2017.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester genap SD Negeri 5 Subagan tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 33 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran tutor sebaya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar agama Hindu dari siklus I ke siklus II sebesar 17,42 pada siklus I mencapai 66,52dengan kategori cukup dan pada siklus II mencapai 83,94dengan kategori baik.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN TEMA BENDA DISEKITARKU DI KELAS 3 SD NEGERI PENGADILAN 5 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 SRI LUSNIASARI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v1i3.547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA tentang tema Benda Di Sekitarku melalui media pembelajaran Di Kelas 3 SD NEGERI Pengadilan 5 Semester 1 Tahun Pelajaran 2019 – 2020 Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 3 SD NEGERI Pengadilan 5 yang terdiri dari 32 peserta didik . Proses penelitian tindakan kelas ini dilakukan tiga siklus, setiap siklus terdiri dari empat tindakan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Akhir dari setiap siklus dilaksanakan tes menggunakan instrumen soal. Kemudian hasil yang diperoleh pada pertemuan pertama , kedua dan pertemuan ketiga dirata – ratakan untuk menjadi hasil akhir dari setiap siklus. Jika dilihat kenaikan hasil belajar dari siklus I ke siklus II, terjadi kenaikan persentase ketuntasan sebesar 25% yaitu ketuntasan belajar pada siklus II sebesar 28% menjadi 53%, sedangkan dari siklus II ke siklus III,terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar 34,5 % yaitu dari 53% menjadi 87,5 %. terjadi kenaikan nilai rata-rata dari 58,13 menjadi 69,38, berarti kenaikan sebesar 11,25. Peserta didik yang memperoleh nilai mencapai KKM dari siklus 1 sebanyak 9 orang atau sebesar 28 % menjadi 28 orang atau sebesar 87,5% yang berarti kenaikanya sebesar 59,5%. Peserta didik yang memperoleh nilai belum mencapai KKM pada siklus I sebanyak 23 orang atau sebesar 72 %, berkurang menjadi sebanyak 4 orang atau 12,5%.. Peserta didik yang memperoleh nilai mencapai KKM dari 9 orang atau sebesar 28% menjadi 28 orang atau sebesar 87,5%, berarti kenaikan sebanyak 19 orang atau sebesar 59,5%. Sedangkan peserta didik yang memperoleh nilai belum mencapai KKM yang semula sebanyak 23 orang atau sebesar 72% berkurang menjadi sebanyak 4 orang atau sebesar 12,5%, berarti terjadi penurunan sebanyak 19 orang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8