cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 15 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DAN MODEL MELALUI DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ORGAN PENCERNAAN MANUSIA SISWA KELAS V MIN 2 LUMAJANG ARIS RAHMAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1413

Abstract

Class situation in learning science, the situation is not the same as learning other knowledge. In learning science students must be active in the learning process. The reality in the field is that the teacher's role is still very dominant, students are seen as objects only. Even though this is not necessarily wrong, the reality in the field is that there are still many students who have difficulty in learning science. The problem needs to be found a way out, for that it is necessary to apply alternative learning models that can activate students, are fun and more meaningful. If students learn happily, it is expected that student learning outcomes will increase. One of the learning models that can activate and delight students is optimizing the use of video media and models through group discussions. The purpose of this study was to determine whether or not there was an increase in learning outcomes of the Human Digestive Organ. The success indicator is determined that at least 85% of students get a minimum score of 65. Group activity scores obtained from cycle to cycle always increase. On the other hand the score of teacher activity in the learning process the score obtained is at least 75%. The results showed that the mean, the initial test results were 59.46, the first cycle was 65.75 and the final average of the second cycle was 69.28. Meanwhile, students who finished studying in the initial test scored 46.43%, the first cycle was 71.42% and the second cycle was 85.71%. The average score of teacher activity in learning, the first cycle is 82.5% and the second cycle average is 86.25%. ABSTRAKSituasi kelas dalam belajar IPA, situasinya tidak sama dengan belajar pengetahuan lainnya. Dalam belajar IPA siswa harus aktif dalam proses pembelajaran. Kenyataan di lapangan peran guru masih sangat dominan, siswa dipandang sebagai objek saja. Miskipun hal ini belum tentu salah, namun kenyataan di lapangan masih banyak siswa yang kesulitan dalam belajar IPA. Masalah tersebut perlu dicari jalan keluarnya, untuk itu perlu menerapkan model pembelajaran alternatif yang bisa mengaktifkan siswa, menyenangkan dan lebih bermakna. Apabila siswa belajar dengan senang diharapkan hasil belajar siswa meningkat. Salah satu model pembelajaran yang bisa mengaktifkan dan menyenangkan siswa adalah mengoptimalkan penggunaan media video dan model melalui diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya peningkatan hasil belajar Organ Pencernaan Manusia. Indikator keberhasilan itu ditentukan sekurang-kurangnya 85 % siswa mendapat nilai minimal 65. Aktivitas kelompok skor yang didapat dari siklus ke siklus selalu naik. Disisi lain skor aktivitas guru dalam proses pembelajaran skor yang diperoleh minimal 75 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata, hasil tes awal sebesar 59,46, siklus I sebesar 65,75 dan rerata akhir siklus II sebesar 69,28. Sedangkan siswa yang tuntas belajar pada tes awal skor yang dicapai 46,43%, siklus I sebesar 71,42% dan siklus II sebesar 85,71%. Rerata Skor aktivitas guru dalam pembelajaran, siklus I sebesar 82,5% dan rerata siklus II sebesar 86,25%.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MULTIMEDIA POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD N 1 MUTIHAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022 MUHAMMAD ARIFIN
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1414

Abstract

Based on the research that the researcher has done, the researcher concludes that the use of multimedia powerpoint in thematic learning of theme 9 sub-theme 2 in class V SDN 1 Mutihan has a positive impact on increasing student learning outcomes. This can be seen from the increase in the acquisition of learning outcomes shown in each cycle. The acquisition of learning outcomes in the pre-cycle there were only 9 students out of 20 students or only 45% of students who completed. After using multimedia powerpoint in learning in the first cycle, the acquisition value was quite increased to 14 students from 20 students or 70% of students who completed. The acquisition of learning outcomes in cycle II also experienced a significant increase in learning outcomes, namely 18 students who completed from 20 students or 90% of students who completed. Based on these data, it can be concluded that the use of multimedia powerpoint in thematic learning of theme 9 sub-theme 2 can improve the learning outcomes of fifth grade students of SDN 1 Mutihan. ABSTRAKBerdasarkan penelitian yang peneliti telah lakukan, maka peneliti memberikan kesimpulan bahwa penggunaan multimedia powerpoint dalam pembelajaran tematik tema 9 subtema 2 pada kelas V SDN 1 Mutihan memberikan dampak positif dalam meningkatkan perolehan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan perolehan hasil belajar yang ditunjukkan pada setiap siklusnya. Adapun perolehan hasil belajar pada pra siklus hanya ada 9 siswa dari 20 siswa atau hanya 45% siswa yang tuntas. Setelah menggunakan multimedia powerpoint dalam pembelajaran di siklus pertama nilai perolehan cukup meningkat menjadi 14 siswa dari 20 siswa atau 70% siswa yang tuntas. Perolehan hasil belajar pada siklus II juga mengalami peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan kenaikannya, yaitu 18 siswa yang tuntas dari 20 siswa atau 90% siswa yang tuntas. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia powerpoint dalam pembelajaran tematik tema 9 subtema 2 dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Mutihan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM PADA PEMBELAJARAN DARING ISTIQOMAH ISTIQOMAH
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1429

Abstract

This study aims to determine the improvement of student learning outcomes in class IVA MI Miftahul Jannah Cijantung by utilizing the Google Classroom application in online learning as a learning strategy during the Covid-19 pandemic on the circular shape material. This research is a classroom action research which was carried out for two cycles. Each cycle consists of stages of planning (planning), action (action), observation (observation), and reflection (reflection). The learning strategy used is by utilizing the Google Classroom application. The advantage of this application is that it can make it easier for teachers to manage learning and convey information precisely and accurately to students. The results of this study indicate that learning strategies by utilizing technology in the form of the Google Classroom application for online learning during the Covid-19 pandemic can improve student learning outcomes for the material around flat shapes for class IVA MI Miftahul Jannah Cijantung for the 2020-2021 academic year as evidenced by test results at the end of the cycle. First, there were 19 students with a percentage of completeness of 59.4% and an increase in the percentage of completeness in the second cycle of 78.13% from 32 students. This shows that the target percentage of students' completeness has exceeded the minimum limit value. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa kelas IVA MI Miftahul Jannah Cijantung dengan memanfaatkan aplikasi google classroom pada pembelajaran daring sebagai salah satu strategi pembelajaran selama pandemi Covid-19 pada materi keliling bangun datar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Strategi pembelajaran yang digunakan dengan memanfaatkan aplikasi google classroom. Kelebihan dari aplikasi ini adalah dapat mempermudah guru dalam mengelola pembelajaran dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada peserta didik. Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi berupa aplikasi google classroom pada pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi keliling bangun datar kelas IVA MI Miftahul Jannah Cijantung Tahun pelajaran 2020-2021 dibuktikan dengan hasil tes pada akhir siklus I terdapat 19 peserta didik dengan persentase ketuntasan sebesar 59,4% dan mengalami peningkatan persentase ketuntasan pada siklus II sebesar 78,13% dari 32 peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa target persentase ketuntasan peserta didik telah melebihi dari nilai batas minimal.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SAINS PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MELALUI PENERAPAN MODEL PBL DI SD N 1 SEWON TAHUN PELAJARAN 2021/2022 AFIYANI AFIYANI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1435

Abstract

This study aims to determine the understanding of fourth grade students at SDN 1 Sewon. This research is motivated by the low understanding of students on science material or more familiar with science. Based on the results of observations made on the teaching process, teachers still use conventional methods, namely lectures when learning. Students are less directly involved in the learning process. In addition, based on the results of direct observations when learning in class students are less active when participating in learning, many students think that science material is difficult so that when students work on questions in the form of descriptions only with short answers without any explanation. After asking questions, students only understand the material in outline without knowing the material in its entirety. This study uses quantitative and qualitative research subjects with fourth grade students of SD N 1 Sewon totaling 15 people. Data collection methods used are observation, interviews and tests. Based on the results of the research conducted, there was an increase in the value of students' scientific understanding in each cycle, namely in the initial conditions the average value of students' scientific understanding was 70, the first cycle the average value of students' scientific understanding was 73, and the second cycle the average value. students' understanding of science is 82.9. The level of completeness of the value of understanding the science of students in the initial conditions is 6 students or 40%. In the first cycle there were 10 students or 67%, while in the second cycle there were 13 students or 87%. This shows that there is an increase from cycle I and cycle II by 20%. Thus, classically the students' understanding of science has achieved complete learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujun untuk mengetahui pemahaman peserta didik kelas IV di SDN 1 Sewon. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi Sains atau lebih kita kenal dengan IPA. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap proses mengajar, guru masih menggunakan metode konvensional yaituceramah ketika pembelajaran. Peserta didik kurang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain itu berdasarkan hasil pengamatan langsung ketika pembelajaran di kelas peserta didik kurang aktif ketika mengikuti pebelajaran, peserta didik banyak yang menganggap bahwa materi Sains itu susah sehingga ketika peserta didik mengerjakan soal bentuk uraian hanya dengan jawaban singkat tanpa adanya penjelasan. Setelah dilakukan tanya jawabpeserta didik hanya mengerti materi secara garis besarnya saja tanpa mengetahui materi secara utuh. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan kualitatif dengan subjek penelitian peserta didik kelas IV SD N 1 Sewon yang berjumlah 15 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan tes. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terjadi peningkatan nilai pemahaman sains peserta didik pada setiap siklusnya, yaitu pada kondisi awal nilai rata-rata pemahaman sains peserta didik 70, siklus I nilai rata-rata pemahaman sains peserta didik 73, dan siklus II nilai rata –rata pemahaman sains peserta didik adalah 82,9. Tingkat ketuntasan nilai pemahaman sains peserta didik kondisi awal sebanyak 6 peserta didik atau 40%. Pada siklus I sebanyak 10 peserta didik atau 67%,sedangkan pada siklus II sebesar 13 peserta didik atau 87%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari siklus I dan siklus II sebesar 20%. Dengan demikian secara klasikal pemahaman sains peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar.
PENERAPAN METODE QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS I SD NI WAYAN RANTAU WATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1436

Abstract

This study used two cycles with each cycle carried out in 2 meetings. Each cycle has 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. In the learning process, the learning outcomes obtained by students still have not obtained the KKM score, namely a minimum completeness value of 60. Because students are still in grade 1, where students at this level still have to play a lot, one of the learning methods is chosen, namely the quantum teaching method. The Quantum Teaching method is a more relaxed and fun learning method because the learning process is accompanied by music. Students become more active because in Quantum Teaching learning, the object that is the main goal is students. The interaction of students with the learning environment is also the purpose of this method. A pleasant learning environment can lead to self-motivation of students so that it can directly affect the learning process and can increase the academic potential and creative potential of students. With the application of the Quantum Teaching method, Indonesian language learning outcomes for grade IA students at SD Negeri 6 Tianyar Barat can increase. This increase can be seen from the data in cycle I and cycle II. In the first cycle, students' learning mastery achieved 73% with an average score of 64. While in the second cycle, students' learning mastery reached the level of 100% with an average value of 72. ABSTRAKPenelitian ini menggunakan dua siklus dengan setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam proses pembelajaran, hasil belajar yang diperoleh siswa masih ada yang belum memperoleh nilai ?KKM yaitu nilai ketuntasan minimal sebesar 60. Karena siswa masih kelas 1, dimana siswa di tingkat ini masih harus banyak bermain maka dipilihlah salah satu metode pembelajaran yaitu metode quantum teaching. Metode Quantum Teaching merupakan metode pembelajaran yang lebih santai dan menyenangkan sebab proses belajar diiringi musik. Siswa menjadi lebih aktif karena dalam pembelajaran Quantum Teaching, objek yang menjadi tujuan utama adalah siswa. Interaksi siswa dengan lingkungan belajar juga merupakan tujuan metode ini. Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat menimbulkan motivasi diri siswa sehingga secara langsung dapat mempengaruhi proses belajar dan dapat meningkatkan potensi akademik maupun potensi kreatif yang dimiliki siswa. Dengan penerapan metode Quantum Teaching hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IA SD Negeri 6 Tianyar Barat dapat meningkat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari data pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I ketuntasan belajar yang dicapai siswa adalah 73% dengan nilai rata-rata 64. Sedangkan pada siklus II, ketuntasan belajar siswa mencapai tingkat 100 % dengan nilai rata-rata 72.

Page 2 of 2 | Total Record : 15