cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 42 Documents clear
PENGARUH MODEL HANDS ON ACTIVITY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA KELAS V SD 4 GONDOSARI GEBOG KUDUS Faizah Kusuma Ningrum, Noor; Rahmawati, Septina; Aufia Abshor, Devy; Cahya Rohim, Dhina; Aris Prasetiyanto, Moh
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6822

Abstract

Improving science learning outcomes in elementary schools, particularly in rural areas with limited resources, remains a persistent challenge. At SD 4 Gondosari Gebog Kudus, instruction is still dominated by lecture-based methods, resulting in passive student participation and low academic achievement. This study aims to examine the effect of the Hands-On Activity model on the science learning outcomes of fifth-grade students. A quantitative approach was employed using a One Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 13 fifth-grade students, and the research instrument was a 20-item multiple-choice test that had been validated and tested for reliability. Data analysis included the Shapiro-Wilk test for normality, Levene’s test for homogeneity, simple linear regression, and paired sample t-test. The results showed an increase in the average score from 61.54 (pretest) to 82.69 (posttest), with the t-test yielding a significance value of p = 0.000 (< 0.05), indicating a significant effect of the Hands-On Activity model. These findings reinforce the effectiveness of active learning in enhancing students’ conceptual understanding and engagement, especially in resource-constrained educational environments. The Hands-On Activity model offers a contextual and practical alternative instructional strategy for elementary education. ABSTRAK Peningkatan hasil belajar IPA di sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan dengan keterbatasan sarana, masih menjadi tantangan. Di SD 4 Gondosari Gebog Kudus, pembelajaran masih didominasi metode ceramah yang membuat siswa pasif dan berdampak pada rendahnya capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Hands-On Activity terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 13 siswa kelas V, dengan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji normalitas (Shapiro-Wilk), homogenitas (Levene), regresi sederhana, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 61,54 (pretest) menjadi 82,69 (posttest), dengan uji t menghasilkan p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model Hands-On Activity. Temuan ini memperkuat efektivitas pembelajaran aktif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA dan keterlibatan siswa di lingkungan belajar dengan sumber daya terbatas. Model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif di sekolah dasar.
STRATEGI GURU BAHASA INGGRIS DALAM MENGAJAR KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Widiyanti, Leny; Umami, Mashlihatul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.7095

Abstract

The purpose of this study was to describe the strategies used by English teachers in teaching speaking skills to fifth grade students at Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Kandangan, Temanggung. The research method used is a descriptive qualitative approach that involves collecting data through observation, interviews and documents. The research findings reveal that teachers adjust speaking materials based on students' needs analysis, use small group discussion methods, listening and repetition techniques, and interactive approaches such as educational games. These strategies are effective in increasing active participation, improving pronunciation, and creating a conducive classroom atmosphere. The main challenges faced by teachers are students' low confidence and anxiety when speaking, lack of parental support, and limited school facilities. To overcome these obstacles, teachers create a supportive learning environment, give appreciation for students' efforts, and utilize technology as learning media. This study recommends the implementation of varied, relevant and interactive learning strategies so that students' speaking skills can develop optimally at the primary level, and appreciation of each learning process is key in optimizing students' speaking skills in a sustainable manner. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan strategi yang digunakan guru Bahasa Inggris dalam mengajar kemampuan berbicara pada siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Kandangan, Temanggung. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menyesuaikan materi berbicara berdasarkan analisis kebutuhan siswa, menggunakan metode diskusi kelompok kecil, teknik mendengarkan dan mengulangi, serta pendekatan interaktif seperti permainan edukatif. Strategi ini efektif meningkatkan partisipasi aktif, memperbaiki pengucapan, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah rendahnya rasa percaya diri dan kecemasan siswa saat berbicara, kurangnya dukungan orang tua, serta keterbatasan fasilitas sekolah. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menciptakan lingkungan belajar yang suportif, memberikan apresiasi atas usaha siswa, dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran yang variatif, relevan, dan interaktif agar kemampuan berbicara siswa dapat berkembang optimal di tingkat dasar, serta apresiasi terhadap setiap proses belajar merupakan kunci dalam mengoptimalkan kemampuan berbicara siswa secara berkelanjutan.