Jurnal VORTEKS
Ruang lingkup utama VORTEKS JURNAL adalah menerbitkan artikel penelitian yang asli di bidang Teknik Mesin, Elektro, Sipil dan Industri . Tim editorial bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dan inovasi berkualitas tinggi dan sangat terapan yang berpotensi untuk disebarluaskan, dengan mempertimbangkan potensi teknik mesin yang dapat dihasilkan dengan fokus khusus pada: Teknologi Material :Material Science, Composite and Smart Material, Micro and Nano Engineering, Powder Metallurgy. Teknologi Energy : Thermal Engineering, Energy Conversion, Energy Conservation, Renewable Energy, Energy Technology, Energy Management Teknologi Mekanikal : Applied Mechanics, Automobiles and Automotive Engineering, Tribology, Biomechanics, Dynamic and Vibration, Mechanical System Design, Mechatronics and Robotics. Electrical Power dan Energy : ketenaga listrikan, Telekomunikasi dan Proses Sinyal : sistem informasi web, sistem operasi, Kontrol Automasi : Teknik kendali, Manajemen data, Teknologi Informasi :Kecerdasan Buatan, jaringan komputer Energi terbarukan : Bio Disel, Bio Ethanol, Panel Surya, Energi keterlanjutan (perpetual), Turbin, Kincir Manajemen Proyek :Rekayasa Transportasi, Sumberdaya Air (Hidroteknik), Konstruksi Rekayasa : Struktur, Geoteknik, Lingkungan, Material, Perencanaan Wilayah dan Kota Manajemen Industri : Pengendalian kualitas, Pengendalian tenaga kerja,Pemeliharaan dan perawatan mesin industri, Forecasting, Pengendalian Bahan baku, Proses Produksi, Perencanaan Biaya dan Ekonomis Ergonomi dan Analisa Perancangan Kerja : Keselamatan Kerja, Antropometri, Analisa tempat kerja dan bahan Rantai Pasok : Analisa Jaringan Kerja, Manajemen Risiko Sistem Pendukung keputusan (DSS) : Database Sistem, Pengelolaan Informasi Riset Operasi dan Sistem Modeling
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021"
:
10 Documents
clear
Analisis Pengujian Karakteristik Dan Perbandingan Transformasi Pada Trafo 1 Fasa
Maharani Putri;
Ibnu Hajar;
Cholish Cholis;
Abdullah Abdullah;
Andri Ramadhan
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.33
Berdasarkan data hasil pengujian pada magnetisasi inti transformator, diperoleh saat pengisian (trafo mulai diberikan tegangan dari rendah ke tinggi) arus akan mengalir dan terus meningkat. Pengukuran V dan I dilakukan pada saat tegangan dinaikkan sampai 120 % nominal dan tegangan diturunkan sampai I sama dengan nol. Pada saat batas minimum arus tidak bernilai nol tetapi 8,7 mA, sedangkan pada saat tegangan maksimum 250 V arus bernilai 44,2 mA. Hal ini dikarenakan adanya magnet sisa yang terdapat dalam belitan trafo maka akan terjadi rugi Hysteresis. Pengujian perbandingan transformasi pada trafo satu fasa melakukan percobaan 1 pada sisi primer tegangan rendah dan percobaan 2 sisi primer tegangan tinggi. Adapun nilai tegangan V2 yang didapat 26,6 V pada sisi primer tegangan rendah V1 sebesar 6 V, sedangkan nilai tegangan V2 bernilai 5,9 V pada sisi primer tegangan tinggi V1 sebesar 25 V di mana nilai idealnya ar = 0,225 dan at = 4,237
Analisis Karakteristik Hasil Pengukuran Terhadap Arus Dan Tegangan Pada Suatu Resistansi
Sinta Marito Siagian;
Samaria Chrisna HS
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.34
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai arus dan tegangan pada suatu resistansi melalui pengukuran dengan alat ukur amperemeter dan voltmeter. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan analisis kuantitatif yang memanfaatkan angka atau data pada suatu pengukuran yang terbaca. Adapun tegangan yang dihasilkan pada pengukuran yaitu 160 mV, 350mV, 390mV dengan menggunakan nilai hambatan sebesar 47 ? dan arus yang diperoleh adalah 85mA, 170 mA, 240 mA sedangkan dengan menggunakan hambatan sebesar 220 ? diperoleh nilai tegangan 160 mV, 130 mV, 110 mV dan untuk arus melalui R tersebut diperoleh 129 mA, 109 mA, 83 mA. Pada saat dirangkaikan secara seri maupun paralel nilai tegangan pengukuran dan tegangan dari power supply tidak terlalu berbeda jauh. Namun, hasil perhitungan secara praktik maupun teori didapati perbedaan dengan persentase rata-rata sebesar 3.6%. hal itu terjadi karena adanya nilai tahanan dalam yang terdapat pada suatu alat ukur sebesar 0,01 ohm.
Rancangan Sistem Multi Item Single Supplier Sebagai Pengendali Jumlah Dan Frekuensi Pemesanan Beberapa Bahan Baku Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan (Studi Kasus di PT. X)
Abdul Azis Syarif;
Budi Santri Kusuma
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.35
Pengendalian persediaan dibutuhkan untuk melancarkan proses produksi, memaksimalkan kepuasan konsumen dan meminimasi biaya pengadaan persediaan. Penelitian ini membahas sistem pengendalian bahan baku surat kabar yaitu kertas dan plate dengan menggunakan metode Multi Item Single Supplier, dimana bahan bakunya berasal dari supplier yang sama sehingga pemesanan dilakukan secara bersamaan agar dapat meminimasi biaya total yang dikeluarkan dari perusahaan. Metode Multi Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan dan total biaya persediaan untuk beberapa bahan baku yang berasal dari satu supplier. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan metode Multi Item Single Supplier perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar 36,2% hingga 38,7% dibandingkan dengan total biaya persediaan aktual perusahaan sebelumnya
Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young
Mifthahul Ahyan;
Eddy Kotto;
Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36
PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.
Analisis Reschedule Terhadap Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Bawah Gedung FMIPA UNIMED
Muhammad Yusup
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.37
Dari hasil analisis urutan pelaksanaan diperoleh bahwa metode pelaksanaan pekerjaan pilecap dilakukan setelah pekerjaan pondasi selesai seratus persen. Hal ini menyebabkan adanya durasi waktu yang terbuang tanpa ada pelaksanaan yang bisa dilakukan, dengan menunggu pekerjaan pondasi selesai. Seharusnya ada pekerjaan yang dapat dilakukan secara bersamaan seperti pekerjaan pengeboran pondasi dan pengecoran sektor 2 dapat dilakukan bersama dengan pekerjaan pile cap disektor 1. Metode kerja juga dibagi menjadi dua zona pelaksanaan yaitu sektor 1 dan sektor 2, dimana masing masing sektor dibagi dalam pekerjaan yang sama yaitu pengeboran pondasi sekaligus pengecoran pile dan pekerjaan pile cap. Pembagian kerja ini juga selain memudahkan pekerjaan, juga dapat mempercepat durasi pelaksanaa pekerjaan struktur bawah gedung tersebut. Persiapan kerja seperti pengukuran, pembebasan lokasi kerja, kesiapan material, mobilisasi alat berat, dan keandalan man power yang terdiri dari pekerja dan manajemen pengawasan menjadi pendukung kuat keefektifan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Struktur kerja dan kecakapan teknik lapangan yang terstruktur dengan baik akan memberikan analisis dan keputusan lapangan yang solutif juga sangat diharapkan sebagai komponen manajemen lapangan yang baik
Analisis Pengujian Karakteristik Dan Perbandingan Transformasi Pada Trafo 1 Fasa
Maharani Putri;
Ibnu Hajar;
Cholish Cholis;
Abdullah Abdullah;
Andri Ramadhan
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.33
Berdasarkan data hasil pengujian pada magnetisasi inti transformator, diperoleh saat pengisian (trafo mulai diberikan tegangan dari rendah ke tinggi) arus akan mengalir dan terus meningkat. Pengukuran V dan I dilakukan pada saat tegangan dinaikkan sampai 120 % nominal dan tegangan diturunkan sampai I sama dengan nol. Pada saat batas minimum arus tidak bernilai nol tetapi 8,7 mA, sedangkan pada saat tegangan maksimum 250 V arus bernilai 44,2 mA. Hal ini dikarenakan adanya magnet sisa yang terdapat dalam belitan trafo maka akan terjadi rugi Hysteresis. Pengujian perbandingan transformasi pada trafo satu fasa melakukan percobaan 1 pada sisi primer tegangan rendah dan percobaan 2 sisi primer tegangan tinggi. Adapun nilai tegangan V2 yang didapat 26,6 V pada sisi primer tegangan rendah V1 sebesar 6 V, sedangkan nilai tegangan V2 bernilai 5,9 V pada sisi primer tegangan tinggi V1 sebesar 25 V di mana nilai idealnya ar = 0,225 dan at = 4,237
Analisis Karakteristik Hasil Pengukuran Terhadap Arus Dan Tegangan Pada Suatu Resistansi
Sinta Marito Siagian;
Samaria Chrisna HS
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.34
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai arus dan tegangan pada suatu resistansi melalui pengukuran dengan alat ukur amperemeter dan voltmeter. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan analisis kuantitatif yang memanfaatkan angka atau data pada suatu pengukuran yang terbaca. Adapun tegangan yang dihasilkan pada pengukuran yaitu 160 mV, 350mV, 390mV dengan menggunakan nilai hambatan sebesar 47 ? dan arus yang diperoleh adalah 85mA, 170 mA, 240 mA sedangkan dengan menggunakan hambatan sebesar 220 ? diperoleh nilai tegangan 160 mV, 130 mV, 110 mV dan untuk arus melalui R tersebut diperoleh 129 mA, 109 mA, 83 mA. Pada saat dirangkaikan secara seri maupun paralel nilai tegangan pengukuran dan tegangan dari power supply tidak terlalu berbeda jauh. Namun, hasil perhitungan secara praktik maupun teori didapati perbedaan dengan persentase rata-rata sebesar 3.6%. hal itu terjadi karena adanya nilai tahanan dalam yang terdapat pada suatu alat ukur sebesar 0,01 ohm.
Rancangan Sistem Multi Item Single Supplier Sebagai Pengendali Jumlah Dan Frekuensi Pemesanan Beberapa Bahan Baku Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan (Studi Kasus di PT. X)
Abdul Azis Syarif;
Budi Santri Kusuma
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.35
Pengendalian persediaan dibutuhkan untuk melancarkan proses produksi, memaksimalkan kepuasan konsumen dan meminimasi biaya pengadaan persediaan. Penelitian ini membahas sistem pengendalian bahan baku surat kabar yaitu kertas dan plate dengan menggunakan metode Multi Item Single Supplier, dimana bahan bakunya berasal dari supplier yang sama sehingga pemesanan dilakukan secara bersamaan agar dapat meminimasi biaya total yang dikeluarkan dari perusahaan. Metode Multi Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan dan total biaya persediaan untuk beberapa bahan baku yang berasal dari satu supplier. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan metode Multi Item Single Supplier perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar 36,2% hingga 38,7% dibandingkan dengan total biaya persediaan aktual perusahaan sebelumnya
Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young
Mifthahul Ahyan;
Eddy Kotto;
Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36
PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.
Analisis Reschedule Terhadap Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Bawah Gedung FMIPA UNIMED
Muhammad Yusup
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.37
Dari hasil analisis urutan pelaksanaan diperoleh bahwa metode pelaksanaan pekerjaan pilecap dilakukan setelah pekerjaan pondasi selesai seratus persen. Hal ini menyebabkan adanya durasi waktu yang terbuang tanpa ada pelaksanaan yang bisa dilakukan, dengan menunggu pekerjaan pondasi selesai. Seharusnya ada pekerjaan yang dapat dilakukan secara bersamaan seperti pekerjaan pengeboran pondasi dan pengecoran sektor 2 dapat dilakukan bersama dengan pekerjaan pile cap disektor 1. Metode kerja juga dibagi menjadi dua zona pelaksanaan yaitu sektor 1 dan sektor 2, dimana masing masing sektor dibagi dalam pekerjaan yang sama yaitu pengeboran pondasi sekaligus pengecoran pile dan pekerjaan pile cap. Pembagian kerja ini juga selain memudahkan pekerjaan, juga dapat mempercepat durasi pelaksanaa pekerjaan struktur bawah gedung tersebut. Persiapan kerja seperti pengukuran, pembebasan lokasi kerja, kesiapan material, mobilisasi alat berat, dan keandalan man power yang terdiri dari pekerja dan manajemen pengawasan menjadi pendukung kuat keefektifan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Struktur kerja dan kecakapan teknik lapangan yang terstruktur dengan baik akan memberikan analisis dan keputusan lapangan yang solutif juga sangat diharapkan sebagai komponen manajemen lapangan yang baik