cover
Contact Name
Nikki Aldi
Contact Email
nikki.aldi@unib.ac.id
Phone
+6287885050404
Journal Mail Official
jukeraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Bagian Pendidikan Kedokteran FKIK Universitas Bengkulu, Jl. WR Supratman Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24773778     EISSN : 26228343     DOI : 10.33369
Core Subject : Health, Science,
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
EFEK PEMBERIAN PARASETAMOL INTRAVENA PADA PASIEN PASCA OPERASI SUATU TINJAUAN KEPUSTAKAAN SISTEMATIK Daud Habinsaran Gultom; Julian Famil; Hernita Taurustya
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.12922

Abstract

Latar belakang: Pada kasus pasca operasi, nyeri menyebabkan perubahan mendasar pada metabolisme. Opioid sering digunakan sebagai obat anti nyeri yang kuat, akan tetapi karena efek sampingnya yaitu dependensi yang cukup berbahaya maka diperlukan alternatif analgesik nonopioid untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi penggunaan opioid. Parasetamol yang biasanya digunakan sebagai obat antipiretik, juga dapat digunakan sebagai pengganti atau pelengkap obat untuk mengendalikan rasa sakit pasca operasi. Parasetamol bekerja dengan cara menekan sintesis prostaglandin yang terutama dipengaruhi oleh hambatan pada siklus enzim Siklooksigenase.Metode: Pencarian jurnal melalui data base literatur kedokteran dan kesehatan yaitu PubMed pada tanggal 10 Juni 2020. Kata kunci yang digunakan yaitu parasetamol (acetaminophen) intravena, efek analgesik, post-operasi dan dewasa. Jurnal yang digunakan adalah jurnal dari tahun 2015 sampai 2020.Hasil: Dari 4 jurnal jenis randomized controlled trial (RCT) yang memenuhi kriteria inklusi terdapat total 614 pasien dengan 306 pasien kelompok yang diberi parasetamol intravena, 40 pasien kelompok pembanding yang diberi ibuprofen intravena dan 268 adalah pembanding yang menggunakan placebo. Hasil menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna pada skor nyeri kelompok parasetamol dan placebo pada pasien post-operasi dan 2 jam setelah operasi.Kesimpulan: Pemberian parasetamol intravena terbukti lebih baik dalam menurunkan intensitas nyeri. Kata kunci: Parasetamol/Acetaminophen, Post-operasi, Visual Analog Scale, Numeric Rating Scale
Peranan Free Living Amoeba - Achantamoeba sebagai patogen penyebab kelainan pada otak dan mata Ryan Halleyantoro; Ika Puspa Sari
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.14540

Abstract

The free-living amoeba (FLA) group of protozoa that can be found in various types of conditions in nature, one of which is the genus Acanthamoeba. Although, the number of infections caused by this protozoan is low, the diagnosis was still difficult to confirm and therefore there were a higher mortality, especially those associated with encephalitis. This review presents some information about the biology, pathogenesis, clinical symptoms caused by Acanthamoeba in humans, as well as diagnostic and therapeutic methods. Acanthamoeba infection in humans can cause disorders such as granulomatous amoebic encephalitis (GAE), acanthamoeba keratitis and cutaneous acanthamoeba. In addition, this parasite can also act as a vector of pathogens.
GAMBARAN JUMLAH KASUS COVID-19 DI KOTA BALIKPAPAN, KOTA SAMARINDA, DAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PERIODE MARET 2020 - JANUARI 2021 Swandari Paramita; Alif Bareizy; Mita Ellyana Ashadi; Muhammad Yusuf Aditya Prawira; Fauziah Bahar; Bara Al-Ayubi W
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.15680

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Kasus COVID-19 pertama di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 atau sekitar 4 bulan setelah kasus pertama di Cina. Kota Balikpapan, kota Samarinda dan kabupaten Kutai Kartanegara menempati urutan teratas kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kalimantan Timur. Penelitian ini membahas gambaran jumlah kasus COVID-19 di kota Balikpapan, kota Samarinda, dan kabupaten Kutai Kartanegara periode Maret 2020-Januari 2021. Penelitan ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, data diambil pada bulan Maret 2020- Januari 2021 dari catatan COVID-19 di situs web Dinas Kesehatan Kalimantan Timur pada bulan Maret 2020-Januari 2021. Kota Balikpapan, kota Samarinda dan kabupaten Kutai Kartanegara menempati urutan teratas periode Maret 2020-Januari 2021 dengan jumlah total kasus terkonfirmasi sebanyak 3.904 kasus di Balikpapan, 2.236 kasus di Kutai Kartanegara dan 1.799 kasus di Samarinda. Sementara  kasus kematian dengan jumlah terbanyak ditemukan di kota Balikpapan yaitu 90 kasus pada bulan Januari, sebanyak 69 kasus kematian di kota Samarinda pada bulan September dan sebanyak 31 kasus kematian di kabupaten Kutai kartanegara pada bulan Januari 2021. Kata Kunci : COVID-19, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN 2017-2018 Tyagita Widya Sari; Zatil Aqila Rahmadhani
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.16678

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data World Malaria Report tahun 2015, malaria telah menyerang 106 negara di dunia. Secara nasional angka kejadian malaria selama tahun 2009-2016 cenderung menurun yaitu dari 1,8 per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 2009 menjadi 0,84 per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 2016. Pada tahun 2016 Annual Parasite Incidence (API) Provinsi Riau adalah sebesar 0,05%, dengan tingkat API tertinggi terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu yaitu dengan jumlah 172 sediaan darah positif yang diperiksa. Berdasarkan data tahun 2016, di Puskesmas Peranap terdapat sebanyak 93 orang positif malaria, sedangkan pada tahun 2017 terdapat sebanyak 46 orang dan pada paruh pertama tahun 2018 terdapat 14 orang positif penyakit malaria. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian malaria antara lain faktor lingkungan, faktor pengetahuan, faktor perilaku, dan faktor sosial-ekonomi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan malaria dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018. Metode:  Penelitian yang dilakukan merupakan analitik observasional dengan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan sampel kasus dilakukan dengan cara Total Sampling sebanyak 50 sampel kasus, sedangkan teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan teknik Purposive sampling dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:1. Hasil: Perilaku keluar rumah pada malam hari (p-value=0,000; OR=84,33), perilaku menggunakan kelambu (p-value=0,000; OR=441), perilaku menggunakan kassa anti nyamuk (p-value=0,000; OR=359,33), perilaku menggunakan obat anti nyamuk (p-value=0,000; OR=47,25) berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018.  Kesimpulan: perilaku keluar rumah pada malam hari, perilaku menggunakan kelambu, perilaku menggunakan kassa anti nyamuk, dan perilaku menggunakan obat anti nyamuk berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018.
TOXICITY TEST OF WHITE TURMERIC (CURCUMA ZEDOARIA) ON LIVER ORGANS IN WHITE MALE RATS Araminta Marella Zega; Erny Tandanu; Fiska Maya Wardhani
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.19102

Abstract

AbstractWhite turmeric is often used by the people of Indonesia as an herbal plant that has many benefits for the body, one of which is for the liver. But there are still many people who do not know the right and correct dosage in using this white turmeric. The purpose of this study was to determine the toxic dose of white turmeric extract to estimate the degree of damage caused by the extract to the liver. This research design uses experimental research methods by means of Post Test Only Control Group Design. The sample used in this study consisted of 5 rats in each group with a number of groups of rats consisting of 6 groups with a total sample of 30 male white rats of the Wistar strain and in each group different treatments were carried out. Sampling was done using the Simple Random Sampling technique. Rats were divided into 2 control groups, namely equates negative control and NaCMC positive control, and also 4 treatment groups with a dose of 250 mg/kg BW, 500 mg/kg BW, 750 mg/kg BW, and 2000 mg/kg BW. From the results, it was found that the histopathological picture of the control group did not show significant changes, but in the treatment group, the doses of 250 mg/kg BW and 500 mg/kg BW were very clear where there was a lot of severe damage and hydrophilic degeneration began to occur where cell swelling, vacuoles were also found. fat. However, this happens because the liver sample already has a history of disease so that it gives a picture of degeneration. Keywords: acute toxicity test, extract of white turmeric (Curcuma zedoaria), liver histopathology, male white rat Wistar strain Abstrak                            Kunyit putih sering sekali digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya bagi organ hati. Tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dosis yang tepat dan benar dalam menggunakan kunyit putih ini. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui dosis toksik dari ektrak kunyit putih untuk memperkirakan derajat kerusakan yang diakibatkan oleh ektrak tersebut terhadap organ hati. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan cara Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 ekor tikus setiap kelompok dengan jumlah kelompok tikus terdiri dari 6 kelompok dengan jumlah total sampel 30 tikus putih jantan jenis galur wistar dan di setiap kelompok dilakukan perlakuan yang berbeda- beda. Pengumpulan sampel dilakukan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Tikus dibagi menjadi 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif aquades dan kontrol positif NaCMC, dan juga 4 kelompok perlakuan dengan dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 750 mg/KgBB, dan 2000 mg/KgBB. Dari hasil di dapatkan bahwa gambaran histopatologi kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, tetapi pada kelompok perlakuan dosis 250 mg/KgBB dan 500 mg/KgBB terlihat sangat jelas dimana banyak kerusakan yang berat dan mulai terjadi degenarasi hidrofilik dimana pembengkakan sel, adanya di jumpai juga vakuola lemak. Namun hal ini terjadi kemungkinan sampel hati sudah memiliki riwayat penyakit sehingga memberikan gambaran degenerasi. Tetapi pada dosis 750 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB dijumpai sel yang mulai membaik dengan menunjukkan adanya perbaikan dimana berkurangnya degenerasi parenkimatosa dan degenerasi hidrofik tetapi masih dijumpai kelainan hati yang abnormal yaitu masih adanya pembengkakan pada sel-sel. Dengan kesimpulan semakin tinggi diberikan dosis dalam perlakuan maka memberikan efek yang positif atau baik terhadap perbaikan kerusakan hati. Keywords: uji toksisitas akut, ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria), histopatologi hati, tikus putih jantan galur wistar  

Page 1 of 1 | Total Record : 5