cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017" : 13 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN TATO PERMANEN DAN ALAT CUKUR SECARA BERGANTIAN TERHADAP INFEKSI VIRUS HEPATITIS B DI KOTA DILI TIMOR–LESTE H Da Silva; I. D. N Wibawa; Pinatih Indraguna; Mulyanto
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tato permanen dan silet cukur bergantian masih kerap sekali dijumpai pada penduduk Kota Dili, Timor-Leste. Hal ini berdampak pada terjangkitnya virus menular Hepatitis B. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruhpenggunaan tattoo permanen danalat cukur (silet atau pisau cukur) dengan kejadian infeksi virus hepatitis B. Penelitian ini dilakukan dengan metode diskriptif korelatif.Analisis statistik menggunakan regresi binary logisticpada taraf signifikansi 5%. Sampel penelitian ditentukan dengan caramultistage random samplingsehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 110. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yangsignifikan (p<0,05) antara penggunaan tattoo permanendan alat cukur secara bergantian secara simultan terhadap infeksi Virus Hepatitis B. variabel prediktor penggunaan tatto permanen terhadap infeksi virus hepatitis B diperoleh hubungan positif yang signifikan, sedangkan prediktor penggunaan alat cukur bergantian terhadap infeksi virus hepatitis B diperoleh hubungan positif yang tidak signifikan. Secara simultan penggunaan tatto permanen dan alat cukur secara bergantian mempengaruhi kejadian infeksi virus hepatitis B sebesar 16,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan tattoo permanen dan alat cukur bergantian terhadap kejadian infeksi virus hepatitis B di Kota Dili, Timor-Leste.
ANALISIS VEGETASI HUTAN DI DUSUN EMBUNG JAYA DESA MUMBU KABUPATEN DOMPU Wahyu Yuniati Nizar
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutandi Dusun Embung Jaya Desa Mumbu Kabupaten Dompu telah di laksanakan pada bulan Juli 2016. Teknik pengambilan dengan metode inventarisasi dengan penempatan jalur dilakukan dengan streep sampling with random start. Vegetasi tingkat pohon kerapatannya sangat kecil, hal ini dikarenakan telah banyak ditebang oleh masyarakat pada saat melakukan aktifitas pemungutan hasil hutan terutama kayu Songga dan madu hutan. Pohon Binong mendominasi karena merupakan pohon yang menjadi sarang lebah madu hutan. Songga juga mendominasi karena jenis ini cocok dengan kawasan hutan setempat, dan songga ini banyak dimanfaatkan penduduk setempat sebagai obat herbal. Terdapat dinamika stratifikasi pohon dalam kawasan hutan di Dusun Embung Jaya Desa Mumbu. Sebaran vertikal dari tinggi pohon dalam kawasan Hutan di Dusun Embung Jaya Desa Mumbu menunjukkan dinamika pada komposisi jenisnya. Jenis Songga, Jabon, Binong dan Katowi mendominasi pada tingkat lapisan bawah. Songga, Binong, dan Jabon mendominasi pada lapisan tengah. Pada lapisanatas yang memiliki pohon tertinggi didominasi oleh jenis Binong, Jabon, Katowi dan Asam.
KADAR HEMOGLOBIN DAN PARITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO PERDARAHAN POSTPARTUM PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS AMPENAN KOTA MATARAM M Karjono
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum adalah perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml yang merupakan risiko kematian maternal terbanyak. Pada SDKI tahun 2012, Angka Kematian Ibu naik menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup. Risiko terbesar kematian ibu di Indonesia selama tahun 2010-2013 yaitu perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin dan paritas ibu bersalin dngan perdarahan postpartum di Puskesmas Ampenan tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Ampenan Kota Mataram sejak bulan Januari sampai dengan bulan Oktober tahun 2015 yaitu sebanyak 246 orang. Sampel penelitian sebanyak 71 orang yang ditentukan denganalfa 0,01. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaituCoefficient Contingency C.Hasil uji statistik bivariat terhadap masing-masing variabel independen (kadar hemoglobin dan paritas ibu bersalin) dengan variabel dependen (perdarahan postpartum) menemukan bahwa ada hubungan antara kadar hemoglobin (p = 0,013) dan paritas ibu bersalin (p = 0,045) dengan perdarahan postpartum. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan kadar hemoglobin dan paritas ibu bersalin dengan perdarahan postpartum di Puskesmas Ampenan tahun 2015. Disarankan tenaga kesehatan memberi penyuluhan tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dan penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan.
PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS AIR SUSU SAPI PERAH PADA KEBUNTINGAN TRIMESTER I DAN TRIMESTER II Lalu Faesal Fajri
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

saha untuk meningkatkan kualitas air susu yaitu dapat dilakukan dengan manajemen peternakan, manajemen pakan, dan manajemen pemerahan yang baik sehingga sapi perah dapat melakukan proses produksi yang teratur agar menghasilkan air susu yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas (protein, lemak, berat jenis, bahan kering, bahan kering tanpa lemak) air susu pada sapi perah pada kebuntingan trimester I dan kebuntingan trimester II. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel air susu segar yang berasal dari lima belas ekor ekorsapi perah pada kebuntingan trimester I (P1), dan air susu segar yang berasal dari lima belas ekor sapi perah pada kebuntingan trimester II (P2). Sapi diperah dua kali dalam satu hari pada pukul 12.00 dan 24.00 WIB. Sapi yang dipilih adalah sapi yang berumur 4 tahun dan sedang berproduksi pada laktasi II. Hijauan diberikan sebanyak 10% dari berat badan sapi, yaitu 40kg/ekor/hari dan konsentrat diberikan sebanyak setengah dari produksi air susu, yaitu sekitar 5kg/ekor/hari.
PERKAWINAN USIA DINI MENURUT HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Farida Ariany
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan awal dari terbentuknyasebuah keluarga. Namun ketika perkawinan itu menyangkut masalah umur, menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat disebabkan perspektif dari regulasi perkawinan masing-masing berbeda dalam menentukan batasan umur antara hukum nasional yang diatur dalamUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan hukum agama yang diatur dalam Fiqih Islam serta Kompilasi Hukum Islam. Perbedaan batasan usia pernikahan ini baik dalam Islam maupun dalam UU No. 1 tahun 1974 masih jadi persoalan yang belum dapat diselesaikan. Dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan menganut prinsip bahwa calon suami dan isteri harus telah masak jiwa raganya untuk dapat melangsungkan pernikahan, agar dapat mewujudkan tujuan pernikahan secara baik tanpa berakhir padaperceraian dan mendapatkan keturunan yang baik dan sehat, untuk itu harus dicegah adanya perkawinan antara calon suami dan isteri yang masih dibawah umur. Dalam agama Islam secara tegas tidak terdapat kaidah-kaidah yang sifatnya menentukan batas usia perkawinan, berdasarkan hukum Islam pada dasarnya semua tingkatan usia dapat melakukan ikatan perkawinan. Dalam Islam syarat perkawinan itu adalah‘aqildanbalighyang tidak memandang batas usia. Berdasarkan perbedaan inilah penulis ingin meneliti terkait perbedaaan ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) yakni dengan membaca dan menela’ah bukubuku serta tulisan-tulisan yang ada kaitannya dengan objek pembahasan, yakni pernikahan usia dini, menurut hukum Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini antara lain: bahwa ulama berbeda pendapat terkait baligdalam usia perkawinan, antara lain: Imam Malik, berpendapat bahwa batas usia baligh adalah tumbuhnya bulu-bulu di sekitar kemaluan, sementara kebanyakan para ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa batasan usia haid untuk perempuan dan lakilaki adalah 17 tahun atau 18 tahun. Abu Hanifah berpendapat bahwa usia baligh adalah 19 tahun atau 18 tahun bagi laki-laki dan 17 tahun bagi wanita. Imam Syafi’i, berpendapat bahwa hal itu adalah pada usia sempurna 15 tahun. Menurut Undang-undang perkawinan No. 1/1974 sebagai hukum positif yang berlaku di Indonesia, menetapkan batas umur perkawinan 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan, (pasal 7 ayat (1), namun batas usia tersebut bukan merupakan batas usia seseorang telah dewasa yang cukup dewasa untuk bertindak, akan tetapi batas usia tersebut hanya merupakan batas usia minimal seseorang boleh melakukan pernikahan.
PEMETAAN POLA INTRUSI AIR LAUT DI BEBERAPA DAERAH YANG MENJADI DESTINASI PARIWISATA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Ni Putu Ety Lismaya Dewi; Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

North Lombok (KLU) is actively developing the tourism sector. One of the tourism sector with huge potential in KLU is the beach tourism. Various regions in KLU which became a tourist destination, local, national and international, among others Nipah beach, Malimbu, Pandanan, Gili Kodeq, Gili Indah, and Sire Beach. However, efforts to develop the tourism sector is experiencing various obstacles. One of the problems is a major constraint in the development of tourism sector in different regions KLU is the lack of existing facilities at tourist sites. Such facility including clean water, toilet facilities and security facilities. To that end, the provision of clean and adequate water into this matter urgently. The availability of clean water is often a visitor consideration in choosing a travel destination. The evaluation of the problem of seawater intrusion in coastal resorts North Lombok extremely important in efforts to manage groundwater resources, it is that the quantity and quality of groundwater supply in the long term to support tourism activities in KLU. The purpose of this study was to determine the patterns of freshwater availability vertically coastline as a result of salt water intrusion in some areas KLU tourism. In this research will be the process of digitization of the dots seawater intrusion in coastal resorts of North Lombok regency that will produce distribution maps of seawater intrusion in coastal resorts of North Lombok regency. The data obtained will then be analyzed descriptively and presented in the form of images, tables and graphs and discussed based on the need to address concerns and research purposes. Based on the analysis results can be seen that the highest level of salinity are in wells that were located closest to the shore while the lowest salinity values are in the wells were located 230 m from the beach. Wells salinity level citizens well residing in Malimbu Beach be in the range of 0.4% -1.233%. While the level of salinity of wells that were in Nipah Beach is in the range of 0% - 0.8%. Because salinity levels in the two sites are under 3%, then the water in the two sites are in the classification of freshwater. From this study it can be concluded that the availability of fresh water in Malimbu and Nipah are in good condition and able to support the needs of tourism in both locations.
PERANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERPADU (LEMPERMADU) BERBASIS MASJID DALAM PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI RAKYAT DI NUSA TENGGARA BARAT Mashur
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Institutional breeder is an umbrella organization for farmers to perform activities of agribusiness farms, from upstream to downstream, establish coordination with relevant stakeholders. Institutional role of farmers is very important and strategic in order to realize the relationship between farmers in the cooperative network with stakeholders to build and strengthen institutions, in order to encourage the growth of agribusiness farms more efficient, effective and sustainable. Each institutional breeders have the opportunity to shape and develop institutions breeders, however, institutional breeders should be formed based on the need to develop business activities. After institutional breeders formed, it is necessary to facilitate the form of assistance by the department/agency responsible for the function of the farm districts/cities, provinces and the center so that institutions can be run professionally and able to develop itself into an institution breeder independent, as well as improving its business as business entities commercial. To that end, the necessary facilities for economic institutional breeders, among others: (1) Strengthening the institutional capacity of business managerial economics breeders; (2). The development of networks and partnerships; (3). Development of information services, apprenticeships and training for prospective breeders economic institutions. The objective is to convey the idea of thinking of alternative models of institutional empowerment of cattle farms of the people in an integrated manner by optimizing the function of the mosque for the prosperity of the people, through economic empowerment for the community, especially the livestock farmers in the cattle business people who constitute the bulk of the cattle farmers in NTB partially great is mukiminmosque. Thus, this model is expected to be developed in order to reduce poverty, especially in rural areas.
SISTEM PENGELOLAAN ENERGI DAN PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK DI KAWASAN GEOPARK (Studi Kasus : Desa Pinggan dan Desa Blandingan) Tjok Istri Widyani Utami Dewi Sudira
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat penting. Kegitan seharihari masyarakat kini banyak dibantu oleh ketersediaan energi listrik. Energi Listrik disuplai dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, ketersediaan listrik tidak perlu dikhawatirkan. Namun lain halnya dengan masyarakat yang tinggal di kawasan pedalaman. Perusahaan Listrik Negara belum mampu menjangkau hingga kawasan terpencil. Solusi yang tepat untuk mengatasi ketiadaan energi listrik di daerah tersebut adalah mengubah cahaya matahari yang melimpah menjadi energi listrik menggunakan teknologi photovoltaic.Solar Home System(SHS) merupakan sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang sangat sederhana. PLTS-SHS ini diperuntukan bagi penduduk di pedesaan yang belum mendapatkan jaringan listrik PLN. Didesain untuk pemakaian rumahrumah di pedesaan untuk penerangan dan untuk menyuplai peralatanelektronik sederhana.Penyusunan junal ini menjadi pembuka dan pemberi informasi seputar ketersediaan dan potensi energi listrik yang dapat dikembangkan dikemudian hari. Sumber energi listrik yang dapat teridentifikasi saat ini di kawasan Geopark adalah dilayani oleh PLN, pada Kawasan di Dalam Kaldera Geopark Batur masih terdapat desa yang tingkat pelayanan listriknya belum optimal. Diharapkan adanya peningkatan pelayanan terhadap titik-titik lokasi yang belum atau sulit dijangkau oleh PLN, sehingga tidak ada lagi desa-desa yang terbelakang dengan menggunakan penerangan yang berasal dari bahan bakar minyak tanah. Kata kunci :energi listrik, kawasan geopark
ANALISIS PENERPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) INSTALASI RADIOLOGI MENGGUNAKAN METODE PRISM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Moch Taufiq Hidayatullah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarangsudah menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) instalasi radiologi sejak tahun 2003. Namun masih ada masalah seperti waktu tunggu pasien lama (5-15 menit), beban kerja petugas bertambah dan waktu kerja petugas juga bertambah serta informasi yang dibutuhkan manajemen tidak selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Pada Bussines PlanRSUD Tugurejo akan mengembangkan SIMRS instalasi radiologi mulai tahun 2013 sampai 2016, akan tetapi SIMRS instalasi yang diterapkan saat ini belum pernah di analisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis SIMRS instalasi radiologi sebagai langkah awal untuk mengembangkan SIMRS instalasi radiologi.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif yaitu untuk menggali secara mendalam mengenai penerapan SIMRS instalasi radiologi dan memperoleh gambaran komprehensif mengenai penerapan SIMRS instalasi radiologi dilihat dari faktor teknis, organisasi dan perilaku, pengolahan data sertakualitas informasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan SIMRS instalasi radiologi sudah sesuai artinya SIMRS instalasi radiologi sudah terintegrasi dengan beberapa unit di RSUD Tugurejo. Namun prosedur manual belum tersedia, desain SIM sudah mudah dipahami dan mudah digunakan namunbelum sampai pada format laporan, kompleksitas TI sudah lengkap namun sering terjadi permasalahan seperti komputer sering erorr dan lambat, perecanaan sudah dilakukan, pelatihan hanya beberapa orang saja yang pernah mengikuti, supervisi dilakukan pada saat terjadi permasalahan SIM, petugas instalasi radiologi tidak bisa menyelesaikan permasalahan SIM, petugas sangat termotivasi menggunakan SIM, pengolahan data masih ada yang dilakukan secara manual, informasi yang dibutuhkan belum lengkap pada SIM, informasi belum berkualitas karena masih dibuat secara manual. Saran untuk manajemen agar membuat prosedur manual, membuat desain SIM sampai pada format laporan, meningkatkan pelatihan dan supervisi. Mengembangkan SIM supaya pengolahan data tidak dilakukan secaramanual dan supaya kualitas informasi menjadi lebih meningkat.
FUNGSI GELOMBANG SPIN SIMETRI UNTUK POTENSIAL SCARF HIPERBOLIK PLUS COULOMB LIKE TENSOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE POLYNOMIAL ROMANOVSKI Alpiana Hidayatulloh
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fungsi gelombang dari persamaan Dirac untuk potensial Scarf trigonometrik plus potensial tensor tipe coulomb untuk kasus spin symetri dengan menggunakan metode Polynomial Romanovski . Penyelesaian persamaan Dirac dengan Polynomial Romanovski dilakukan dengan cara mereduksi persamaan differensial orde dua menjadi persamaan differensial tipe Hipergeometri melalui substitusi variabel dan fungsi gelombang yang sesuai. Dengan membandingkan persamaan differensial orde dua tipe Hipergeometri dengan persamaan differensial standar untuk Polynomial Romanovski diperoleh persamaan energi relativistic dan fungsi bobot. Fungsi gelombang relativistik diperoleh dari fungsi bobot dan dinyatakan dalam bentuk polynomial romanovski. Karena hasil energinya tidak bisa diselesaikan secara analitik, maka energy relativistic diperoleh dengan metode numerik menggunakan Matlab 2011.

Page 1 of 2 | Total Record : 13