cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
OPTIMALISASI SUPERVISI AKADEMIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) KLASIKAL SMP PADA SEKOLAH BINAAN KOTA MATARAM Dwi Astuti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Salah satu tugas pengawas sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik Supervisi Akademik yang dimaksud adalah merupakan salah satu cara yang dilakukan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pembinaan kepada guru. Adapun yang melatarbelakangi penelitian tindakan sekolah ini adalah masih ada guru BK yang belum optimal dalam melaksanakan bimbingan dan konseling dalam bentuk klasikal melalui proses pembelajaran. Dengan mengoptimalkan pelaksanaan Supervisi Akademik diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru-guru BK SMP yang menjadi binaan peneliti dan sekaligus merupakan subyek penelitian. Teknik pengambilan data yang digunakan dengan observasi, evaluasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisa data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dengan pelaksanaan supervisi akademik kemampuan guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis rerata skor pencapaian hasil pengamatan kelas pada siklus I untuk persentase ketercapaian 71.54% dengan kategori cukup, sedangkan pada siklus II menjadi 93% dengan kategori Baik Sekali; ada peningkatan 21.46%.
DEVELOPMENT OF INDUCTION TECHNOLOGY ON AGARWOOD CULTIVATION - A REVIEW I Gde Adi Suryawan Wangiyana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agarwood is one of high valuable non-timber forest commodity produce by family thymeleaceae, especially genus Aquilaria and Gyrinops. Agarwood commodity on the market only could be sold from cultivated species. Thus, agarwood cultivation method should be fully understood by agarwood farmers and agarwood researchers. Induction technology is one of the most important things on agarwood cultivation method. Induction procedure could induce resin production on agarwood cultivated species. This resin has an aromatic fragrance which well known as “gubal” on the market. It is imposible for cultivated agarwood species to produce gubal without induction process. Induction tehnology has been developed form old traditional method into new modern method. Each method has seraval advantages and disadvantages. Old traditional method induced agarwood physically using traditional equipment such as: machete, chopper and nail. It is simple method but only produce resin in very small area. Modern method induces agarwood using chemical liquid or microorganism culture that could spread all over agarwood stem. This method could induce resin in a very wide area compare to traditional method. Resin productivity using modern method is higher than those traditional methods. Thus this modern method induction technology could be best solution for agarwood farmers to increase their agarwood resin.
ANALISIS BERAT JENIS DAN BESAR PENYERAPAN AGREGAT KASAR rial Pringga Baya Kab. Lombok Timur Dan Material dari Slowjan Kab. Lombok Tengah) I Gede Utama Hadi Sutrisna
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galian merupakan aktivitas atau lokasi tempat manusia melaksanakan ekstraksi, ekskavasi, atau pengembangan batuan dan bahan bangunan lainnya. batuan adalah benda padat yang terbentuk secara alami dan tersusun dari mineral atau mineraloid. Pulau Lombok terdapat beberapa sumber batuan alam yang melimpah sehingga ini dapat di maanfaatkan oleh masyarakat lombok sebagai bahan konstruksi jalan dan bangunan. Material batuan tersebut ada beberapa yang dapat di pergunakan dan ada yang tidak dapat dimanafkan sebagai bahan konstruksi tertentu karena dapat mempengaruhi target produksi dilihat dari berat jenis dan dari segi besar penyerapan material terhadap air walaupun dari tingkat keausannya memenuhi, diambil dipilih lokasi material yaitu di daerah slowjan, Kecamatan batu kliang, kab Lombok tengah dan Swela, kecamatan Suwela, kabupaten Lombok Timur. Agregat yang dipakai tertahan saringan No. #4 atau maksimum 37,5 mm (1½ in). Pengujian mengacu pada hasil yang dilaksanakan dari material quary didapatkan untuk batu Selowjan Berat jenis curah (Sd) mencapai 2.563 gram, Berat jenis jenuh kering permukaan (Ss) mencapai 2.610 gram, Berat jenis semu (Sa) mencapai 2.689 gram , Penyerapan air (Sw) mencapai 1.834 gram, dan untuk batu Pringga baya Berat jenis curah (Sd) mencapai 2.674 gram, Berat jenis jenuh kering permukaan (Ss) mencapai 2.708 gram, Berat jenis semu (Sa) mencapai 2.768 gram , Penyerapan air (Sw) mencapai 1.272 gram. Jadi dari hasil penelitian nilai penyerapannya masih dibawah batas spesifikasi 2018 yang di ijinkan yaitu maksimal 3%.
PREFERENSI PEMILIHAN PERUMAHAN DI KECAMATAN LABUAPI, KABUPATEN LOMBOK BARAT Rohmayadi Rohmayadi; Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari Indriani; Baiq Rindang Aprildahani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan terhadap rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia setelah pangan dan sandang.Tingginya tingkat kegiatan di Kota Mataram dan menjadi daya tarik bagi penduduk untuk mempunyai tempat tinggal yang dekat dengan pusat kegiatan.Menurut Kebijakan Tata Ruang di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Labuapi ditetapkan sebagai wilayah utama yang direkomendasikan kepada pengembang untuk membangun perumahan.Saat ini, sudah terdapat banyak lokasi perumahan di Kecamatan Labuapi yang menawarkan produknya bahkan dalam kondisi belum dibangun.Sedangkan, banyak juga perumahan yang telah siap namun belum digunakan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perumahan akan memonopoli lahan terbangun, selain itu menjadikan tanah berkembang menjadi komoditi perdagangan dan sarana investasi. Penghuni perumahan tentunya mempunyai faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih perumahan yang akan ditinggali. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang menjadi preferensi masyarakat dalam memilih perumahan di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan metode analisis statistik deskriptif yang digunakan dalam penyajian data sehingga memudahkan dalam penafsiran hubunganantara 50 indikator dan preferensi pemilihan perumahan di Kecamatan Labuapi. Terdapat 6 indikator yang mendapat persentase terbesar pada kategori sangat menentukan yang berarti sebagai penentu pemilihan perumahan di Kecamatan Labuapi, yaitu tersedianya jaringan listrik (60%), keamanan (55%), kenyamanan (49%), luas tanah (58%), tipe rumah (48%), bukan daerah bencana (60%).
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA SEMAYAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Desa Semayan Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko.Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Desa Semayan berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan pembangunan saluran drainase, penyedian jaringan air bersih, dan perbaikan bangunan.
RAMAPENO ( GERAKAN PEMANFAATAN SAMPAH BERNILAI EKONOMI) DI RW 10 KELURAHAN BRANG BIJI TAHUN 2018 Sri Hartati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramapeno” adalah sebuah program inovasi di Puskesmas Unit II Kecamatan Sumbawa singkatan dari geRAkan peMAnfaatan samPah bernilai EkoNOmi yang bertujuan agar masyarakat mampu melakukan pemilahan sampah rumah tangga dan mengolahnya dengan metode komposting dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan bank sampah oleh masyarakat. Proses pelaksanaan program Ramapeno dibagi dalam 3 tahapan (catur wulan) mulai dari proses sosialisasi, pencanangan, pembentukan bank sampah, pelatihan-pelatihan,pembinaan dan pendampingan komunitas serta monitoring dan evaluasi program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan populasi sebanyak 168 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan total keseluruhan warga Rukun Warga (RW) 10. Melaui program Ramapeno, masyarakat RW 10 Kelurahan Brang Biji telah mampu melakukan pemilahan sampah organik dan an organik. Sampah organik (sampah dapur dan daun-daun kering dihalamannya) diolah menjadi kompos cair/ EM4 sementara sampah an organik (botol plastik, kardus, dijual ke bank sampah unit Ramapeno dan sebagian lagi diolah menjadi kerajinan yang menghisai rumah rumah mereka ( gorden dari koran bekas, bantal kursi cantik dari bungkus permen dan snack, serta tempat tisu, piring buah dari tutup gelas air minum kemasan).
EVALUASI KEGIATAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN KONVENSIONAL PASCA BENCANA DI BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN MARIA DONGGOMASA KABUPATEN BIMA Budhy Setiawan; Rato Firdaus; Muhamad Husni Idris
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan di wilayah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggomasa Kabupaten Bima merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sari. Kajian ini merupakan upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan tanaman hasil penanaman RHL Konvensional Pasca Bencana Tahun 2017 di wilayah BKPH Maria Donggomasa. Metode kajian untuk evaluasi tanaman dilakukan melalui teknik sampling dengan Systematic Sampling with Random Start. Intensitas Sampling (IS) yang digunakan sebesar 5%. Penempatan petak ukur seluas 0,1 ha, berbentuk persegi panjang (40x25 m). Jarak antar titik pusat petak ukur adalah 100 m arah utara-selatan dan 200 m arah barat-timur. Setiap petak ukur mewakili luasan 2 (dua) hektar. Hasil evaluasi tanaman selanjutnya diolah dengan pendekatan statistik diskrit untuk menduga nilai parameter populasi tanaman sehingga dapat ditarik konklusi (kesimpulan). Kriteria yang digunakan mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 9/MenhutII/2013, dengan kriteria berhasil apabila jumlah tanaman pada akhir tahun ke-0 (P0), memiliki persen tumbuh tanaman lebih besar dari 70%. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan pembuatan tanaman (P0) di wilayah BKPH Maria Donggomasa Kabupaten Bima Provinsi NTB dikategorikan berhasil mengingat prosentase tumbuh tanaman diatas 70% dari jumlah tanaman baru. Kondisi biofisik areal tanaman (P0) RHL konvensional pasca bencana di wilayah BKPH Maria Donggomasa yang terbebas dari gangguan berupa penggembalaan ternak lepas dan keberadaan tumbuhan bawah berkontribusi besar terhadap keberhasilan penanaman di lapangan.
PENGUJIAN SIFAT FISIK DAN MEKANIK TANAH SEBAGAI REKOMENDASI TEKNIS DALAM PERENCANAAN BANGUNAN STRUKTUR (Studi Kasus Zona Seteluk dan Pototano) I Gde Dharma Atmaja
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peta GeologiLembar Sumbawa, Nusa TenggaraBarat, tatanan stratigrafi Pulau Sumbawa terdir dari berapa formasi batuan. Pulau Sumbawa merupakan salah satu gugusan kepulauanNusa Tenggara yang terletak pada Busur Kepulauan Banda dan merupakan Zona Solo. Keunikan morfologi pembentuk Pulau Sumbawa ini menjadikan karakteristik yangharus di perhitungkan dalam pengerjaan struktur diatasnya, agar dicapai lingkungan yang aman dan stabil. Pelaksanaan pekerjaan lapangan dilakukan untuk mengetahui karakteristik danjenis lapisan tanah sehingga dapat diketahui sifat-sifat tanah. Pengujian lapangan dilakukan dengan melakukan pemboran inti, Standard Penetrasi Test (SPT), sedangkan pengujian laboratorium dilakukan dengan pengujian sifat fisik dan sifat mekanik. Lokasi penyelidikan lapangan berada di Desa Bangket Monteh Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa geomorfologi lokasi tersebt, merupakan medan bergelombang dengan kemiringan antara 5o – 25o , dengan kondisi permukaan berupa endapan aluvium yangbersifat lepas dan belum terjadi litifikasi. Hasil Boring Log pada beberapa titik didapatkan nilai N-SPT antara 35 – hingga lebh dari 60 yang berarti memiliki tingkat kepadatan yang sangat padat. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai kohesi antara 0,15 – 0,24. Berdasarkan uraian tersebut rekomendasi yang dapat diberik an bahwa untuk pondasibangunan struktur akan bertumpu pada lapisan dengan NSPT> 45 dengan tingkat konsistensi yang keras, maka pondasi yang cocok adalah pondasi bored pile dengan kedalaman pondasi 4 m. Namun untuk perencanaan detail desain, perhitungan harus dilakukan sesuai dengan desain bangunan stuktur.
ANALISA STANDAR WAKTU PELAYANAN PENYEDIAAN DOKUMEN BERKAS REKAM MEDIK DI RSUD AWET MUDA NARMADA LOMBOK BARAT TAHUN 2019 Murtiana Ningsih; Endang Purnomo
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data rekam medik di RSUD Awet Muda Narmada Lombok Barat dalam 3 bulan terakhir yakni dari bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun 2018 terdapat berkas rekam medik pasien di poli rawat jalan sebanyak 3.432 berkas, dan 565 diantaranya terdapat berkas yang tidak lengkap. Kondisi ini mengakibatkan sistem pelayanan medis yang dilaksanakan akan terganggu terutama waktu menunggu sejak memasukkan kartu sampai pada diserahkannya berkas rekam medik pasien di poli. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di RSUD Awet Muda Narmada Lombok Barat Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik, yaitu survei atau penelitian yang mencoba menggali tentang hubungan ketersediaan dan kelengkapan berkas rekam medik pasien dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di Rumah Sakit Awet Muda Narmada. Berdasarkan hasil uji SPSS dengan menggunakan uji koefisien kontigensi C diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,318 artinya tingkat kekuatan hubungan antara variabel ketersediaan berkas dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik adalah 0,318 atau hubungan cukup artinya korelasi bernilai signifikan pada angka signifikasi sebesar 0,001. Angka koefisien korelasi pada hasil diatas, bernilai positif, yaitu 0,318, sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah (jenis hubungan searah). Berdasarkan hasil uji SPSS diketahui nilai signifikasi sebesar 0,001 karena nilai sig < dari 0,005 atau 0,001 maka artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara variabel ketersediaan berkas dengan standar waktu pelayanan penyediaan dokumen berkas rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Awet Muda Narmada Lombok Barat. Saran untuk pihak rumah sakit khususnya kepada Kepala Komite Medik agar menugaskan staf terkait untuk mematuhi SOP mengenai alur kelengkapan berkas rekam medis.
PENERAPAN PENDEKATAN SUPERVISI KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MEMOTIVASI SISWA DI SD BINAAN Ida Bagus Alit
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah masih banyak guru mengalami kesulitan dalam memotivasi siswa ketika melaksanakan proses pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan supervisi kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memotivasi belajar siswa di SD binaan pada semester I tahun pelajaran 2019/2020.Teknik pengambilan data yang digunakan dengan observasi, evaluasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisa data adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan pendekatan supervisi kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memotivasi siswa, ini dapat dilihat dari hasil analisis keterlaksanaan PBM sebagai berikut; Pada siklus I guru A baru memperoleh nilai 70.59 dan pada siklus II meningkat menjadi 94.12, terjadi peningkatan sebesar 19.62%, sedangkan untuk subyek C pada siklus I baru memperoleh nilai 76.47 dan pada siklus II meningkat menjadi 100, terjadi peningkatan sebesar 23.53%.

Page 1 of 41 | Total Record : 402