cover
Contact Name
Andreas Ryan Sanjaya
Contact Email
jurnalkomunikasi@unika.ac.id
Phone
+6224-8441555
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi@unika.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum dan Komunikasi, Universitas Katolik Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Dhuwur, Semarang 50234, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Komunikasi dan Media
ISSN : -     EISSN : 27468364     DOI : https://doi.org/10.24167/jkm
Core Subject : Education,
Artikel yang diterbitkan adalah artikel hasil penelitian, baik penelitian lapangan, analisis teks, maupun studi literatur. Topik artikel yang difokuskan dalam jurnal ini adalah komunikasi strategis, komunikasi publik, kajian media dan budaya, jurnalisme, dan teknologi komunikasi dan informasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Mei 2022" : 6 Documents clear
Penyebarluasan Pesan Toleransi: Analisis Isi Konten Instagram #Meyakinimenghargai Yohanes Thianika Budiarsa
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4590

Abstract

Perkembangan internet menimbulkan sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah pandangan intoleransi yang berkembang di kalangan anak muda yang mengakses topik-topik keagamaan melalui internet. Situasi tersebut mendorong sejumlah pihak untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Di Indonesia, kelompok aktivis perdamaian menginisiasi aksi kolektif secara online untuk mengampanyekan toleransi melalui media sosial. Salah satu kampanye sosial tersebut adalah kampanye toleransi di Instagram melalui tagar #meyakinimenghargai. Kendati topik intoleransi selalu relevan menjadi bahan kajian, tetapi belum ditemukan studi yang berfokus pada analisis pesan Instagram dalam menyebarluaskan pesan toleransi. Mengingat hal tersebut, studi ini dimaksudkan untuk menginvestigasi tipe pesan yang disebarkan oleh pegiat perdamaian dalam mengampanyekan toleransi melalui tagar #meyakinimenghargai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya ditemukan akun personal di Instagram mendapatkan lebih banyak engagement dibandingkan akun organisasi. Dari sisi sentimen, lebih dari separuh postingan (61,7%) terindikasi secara eksplisit atau implisit memperoleh respons positif. Tipe pesan yang paling banyak dibagikan adalah pernyataan (statement) (56,8%) yang mendokumentasikan partisipasi peserta kampanye dalam berbagai forum atau kegiatan yang mempromosikan perdamaian dan toleransi. Selain tipe pesan, ditemukan bahwa sebagian besar aktivis perdamaian mengaitkan konten yang mereka unggah dengan afiliasi organisasi (93,8%). Selain menggunakan tagar #meyakinimenghargai, para aktivis perdamaian juga menyematkan tagar lain pada konten mereka. Dari total 216 tagar yang juga disematkan oleh peserta kampanye, terbanyak atau sekitar 27,0% menunjukkan kesesuaian dengan tema inklusivitas (inclusiveness).
Dampak New Media Podcast Terhadap Radio Lokal di Kota Semarang Nita Sheila Santoso
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4538

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dampak media baru podcast terhadap industri radio lokal di Kota Semarang. Hadirnya podcast menjadikan radio sebagai media massa tertua ini semakin terancam. Podcast dikemas semakin mengikuti kebutuhan masyarakat. Masyarakat bebas mendengarkan podcast di mana saja, kapan saja, dan masyarakat bebas memilih topik yang sedang ingin mereka dengarkan. Oleh karena itu, podcast memiliki potensi untuk menggantikan media massa tertua ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan program director radio di Semarang yang memiliki podcast, yaitu Radio Ichthus, Radio Rhema, Radio Imelda dan Radio Idola. Hasil penelitian ini adalah rata-rata keempat radio lokal yang menjadi objek penelitian ini memiliki  segmentasi pendengar masyarakat kaum muda. Mereka cenderung memilih untuk beralih dan mendengarkan podcast, maka strategi yang dilakukan oleh industri radio lokal di Kota Semarang adalah dengan membuat Radio Podcast untuk memikat pendengar muda. Podcast radio dibuat tanpa menghilangkan karakteristik radio, namun tetap dikemas dengan karakteristik media baru. Kesimpulannya, kehadiran podcast berdampak pada radio lokal di Kota Semarang. Dampak yang dirasakan radio lokal di Kota Semarang meliputi berbagai aspek sehingga perkembangan teknologi membuat radio lokal wajib memutar strategi untuk mengikutinya agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Menggunakan podcast sebagai strategi membuahkan hasil yang maksimal. Podcast berhasil memperluas pendengar radio lokal di Kota Semarang.
Persepsi Penggemar Seventeen Tentang Komunikasi Interpersonal yang Terjadi di Media Sosial Whatsapp (Grup Chat Whatsapp Carat) Versatie Holiday Lado
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4552

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan salah satu bentuk komunikasi dengan konsep pengakraban diri yang dilakukan oleh dua orang atau lebih baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi interpersonal memperlihatkan aktivitas komunikasi yang tidak hanya mengutamakan isinya melainkan juga hubungan yang terjalin. Selama proses tersebut, pelaku komunikasi saling menumbuhkan persepsi terhadap komunikasi yang mereka lakukan. Selain itu, persepsi terbentuk karena adanya kesamaan terhadap minat pelaku komunikasi. Musik Kpop sekarang ini mengambil alih perhatian masyarakat yang tentu tidak jauh dari aktivitas penggemarnya. CARAT yang merupakan sebutan bagi penggemar SEVENTEEN – boy group asal Korea Selatan telah melakukan aktivitas komunikasi interpersonal secara tidak langsung melalui fitur WhatsApp yaitu Grup Chat WhatsApp. Selama proses komunikasi tersebut, terbentuklah persepsi diantara individu yang tergabung dalam grup tersebut. Penelitian ini, bertujuan untuk melihat persepsi penggemar SEVENTEEN terhadap komunikasi interpersonal yang terjadi di grup chat WhatsApp. Untuk itu, penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam dengan pertanyaan terbuka dan bersifat fleksibel terhadap CARAT yang bergabung dalam grup chat WhatsApp serta dokumentasi lainnya sebagai data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan CARAT memiliki persepsi yang baik terhadap komunikasi interpersonal CARAT yang terjadi di grup chat WhatsApp melalui karakteristik keefektifan komunikasi interpersonal.
Pengaruh Penggunaan Instagram @Kemenparekraf.ri terhadap Tingkat Pemahaman Isi Pesan dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi di Masa Pandemi Covid-19 Sofian Sofian; Elly Yuliawati
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4721

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial populer dan mempunyai banyak pengguna saat ini terutama di masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggunakan akun Instagramnya @Kemenparekraf.ri untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi pengikutnya di masa pandemi COVID-19 ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan Instagram @Kemenparekraf.ri oleh para pengikutnya terhadap pemahaman isi pesan dan pemenuhan kebutuhan informasi mereka di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpul melalui kuisioner secara daring dengan jumlah responden 400 orang pengikut akun instagram @Kemenparekraf.ri yang telah memenuhi kriteria penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling. Peneliti menggunakan SPSS versi 25 untuk melakukan analisa regresi linear sederhana pada data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memberikan respon yang baik terhadap penggunaan Instagram @Kemenparekraf.ri yang menjelaskan adanya pengaruh positif dan signifikan serta mempunyai hubungan kuat antara variabel penggunaan Instagram dengan pemahaman isi pesan dan pemenuhan kebutuhan informasi.
Makna Pesan Salam 3 Jari dalam Foto Jurnalistik di prachatai.com Jane Reynoaldo; Bambang Srigati; Mohammad Solihin
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4551

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk membaca makna sebuah foto jurnalistik yang ada di media online khususnya foto demonstrasi pro-demokrasi di Thailand yang menunjukkan foto simbol tiga jari pada unggahan prachatai.com selama periode Oktober 2020. Faktor utama kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan dilakukan dari tanda-tanda fotografi yang muncul dari foto tersebut untuk merepresentasikan makna yang sedang diteliti. Dalam menganalisis data menggunakan metode dan teknik analisis data semiotik Roland Barthes dengan 2 sistem yang biasa disebut dengan two order of signification. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivis dengan tipe penelitian deskriptif, dan menggunakan dua data yaitu data primer dan sekunder. Secara keseluruhan, simbol tiga jari identik dengan novel serta Film The Hunger Games ini terus menjadi simbol tidak resmi menentang rezim pemerintahan berbasis militer. Di Thailand, salam tiga jari melambangkan tiga tuntutan yaitu reformasi parlemen, reformasi konstitusi, dan pengakhiran intimidasi terhadap rakyat. Dari Thailand, penghormatan menyebar ke Hong Kong, Beijing dan Myanmar. Sehingga oleh penulis dari hasil temuan penelitian ini memberikan makna bahwa salam 3 jari merupakan salam kebebasan.
Analisis Brand Equity Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang pada Mahasiswa Nicholas David Setiawan; Rotumiar Pasaribu; Stevanus Hardiyarso
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4513

Abstract

Brand equity memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai suatu merek dan menciptakan daya tarik bagi konsumen, termasuk dalam dunia sektor pendidikan yaitu perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi yang memiliki brand equity tinggilah yang akan sanggup bertahan dan meningkatkan eksistensi dalam dunia pendidikan tinggi. Selain itu, brand equity  juga menjadi salah satu hal penentu yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, yang mana dalam hal ini ialah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)  dalam menentukan perguruan tinggi untuk menempuh studi lanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai brand equity berdasarkan masing-masing nilai sub-variabel yang ada. Sub-variabel tersebut yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty. Seluruhnya memiliki dimensinya masing-masing yang saling berkontribusi dalam menciptakan nilai ekuitas merek. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang dengan tahun akademik 2017/2018, dengan sampel penelitian 332 responden menggunakan teknik simple random sampling. Setelah melakukan penelitian, maka diperoleh data yang dianalisis secara deskriptif dan statistik pada program IBM SPSS Statistic 26. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa nilai brand equity pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang berada pada kategori baik. Subjek penelitian berhasil menempati posisi Top of Mind dengan nilai 86% pada bagian brand awareness, mendapatkan nilai rata-rata 2,87 untuk bagian brand association, mendapatkan nilai rata-rata 2,98 untuk bagian perceived quality, dan membentuk piramida terbalik pada bagian brand loyalty dengan 82% responden berada pada tingkatan committed buyer.

Page 1 of 1 | Total Record : 6