Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Komunikasi Politik Daring: Studi Perbincangan Politik Di Twitter Pada Masa Kampanye Pemilihan Presiden Indonesia 2019 Yohanes Thianika Budiarsa, MGMC; Wahyu Nova Riski
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 1: November 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i1.2845

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana polarisasi politik terjadi secara daring. Pengumpulan dan analisis data Twitter dalam studi ini dilakukan melalui social network analysis berbasis komputer. Dua kata kunci yang dipilih untuk pengumpulan data adalah #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi. Hasil analisis data menemukan adanya polarisasi politik secara daring berdasarkan topik dan figur politik yang terlibat. Studi ini menyimpulkan bahwa perbincangan politik secara daring yang melibatkan kata kunci #2019GantiPresiden secara konsisten menunjukkan polarisasi politik. Di sisi lain, perbincangan dengan kata kunci #2019TetapJokowi secara konsisten terfragmentasi.
Penyebarluasan Pesan Toleransi: Analisis Isi Konten Instagram #Meyakinimenghargai Yohanes Thianika Budiarsa
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4590

Abstract

Perkembangan internet menimbulkan sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah pandangan intoleransi yang berkembang di kalangan anak muda yang mengakses topik-topik keagamaan melalui internet. Situasi tersebut mendorong sejumlah pihak untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. Di Indonesia, kelompok aktivis perdamaian menginisiasi aksi kolektif secara online untuk mengampanyekan toleransi melalui media sosial. Salah satu kampanye sosial tersebut adalah kampanye toleransi di Instagram melalui tagar #meyakinimenghargai. Kendati topik intoleransi selalu relevan menjadi bahan kajian, tetapi belum ditemukan studi yang berfokus pada analisis pesan Instagram dalam menyebarluaskan pesan toleransi. Mengingat hal tersebut, studi ini dimaksudkan untuk menginvestigasi tipe pesan yang disebarkan oleh pegiat perdamaian dalam mengampanyekan toleransi melalui tagar #meyakinimenghargai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya ditemukan akun personal di Instagram mendapatkan lebih banyak engagement dibandingkan akun organisasi. Dari sisi sentimen, lebih dari separuh postingan (61,7%) terindikasi secara eksplisit atau implisit memperoleh respons positif. Tipe pesan yang paling banyak dibagikan adalah pernyataan (statement) (56,8%) yang mendokumentasikan partisipasi peserta kampanye dalam berbagai forum atau kegiatan yang mempromosikan perdamaian dan toleransi. Selain tipe pesan, ditemukan bahwa sebagian besar aktivis perdamaian mengaitkan konten yang mereka unggah dengan afiliasi organisasi (93,8%). Selain menggunakan tagar #meyakinimenghargai, para aktivis perdamaian juga menyematkan tagar lain pada konten mereka. Dari total 216 tagar yang juga disematkan oleh peserta kampanye, terbanyak atau sekitar 27,0% menunjukkan kesesuaian dengan tema inklusivitas (inclusiveness).
Komunikasi Politik di Masa Pandemi: Analisis Isi Unggahan Instagram mengenai Program Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Yohanes Thianika Budiarsa; Andreas Pandiangan
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 26 No 2 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/jskm.2022.4865

Abstract

Mengingat persoalan komunikasi politik pada masa krisis pandemi Covid-19, penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi politik pemerintah, partai pendukung pemerintah, partai oposisi, dan anggota DPR, terkait kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Konten yang dianalisis adalah unggahan Instagram dari para komunikator politik pada periode 1 April 2020 hingga 31 Agustus 2021. Dari analisis isi terhadap 172 unggahan, ditemukan bahwa pemerintah merupakan komunikator politik yang paling aktif membicarakan program pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Komunikasi politik tersebut paling banyak disampaikan dalam bentuk gambar/ foto dan video. Kendati memiliki rata-rata jumlah tagar paling sedikit, komunikasi politik yang dilakukan pemerintah memiliki tingkat engagement tertinggi dari pengikutnya dibanding komunikator politik lain. Studi ini juga menemukan bahwa frekuensi kemunculan pesan tentang program pengendalian Covid-19 lebih tinggi dibanding program pemulihan ekonomi. Pembicaraan mengenai kedisiplinan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak) paling banyak muncul dalam komunikasi politik. Sementara itu, pesan mengenai program penerapan 3T (tracing, testing, treatment), pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi melalui program pemberian bantuan ditemukan dengan frekuensi kemunculan yang lebih sedikit.
Does Risk Perception and Knowledge of Covid-19 Correspond with Vaccination Decision? Rouli Manalu; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Yohanes Thianika Budiarsa
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2023): June 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i1.843

Abstract

This research examines the correlation between perception of risk of Covid-19 and knowledge of Covid-19 to reach vaccination decisions. A number of researches have shown that among many factors that are associated with people’s decision to get vaccinated are the perception of how vulnerable are they to be infected by the virus and the perception of how severe is  the impact of the virus on  them as well as how knowledgeable are they about  the disease being prevented. This research aims to investigate the same finding in the context of a group of respondents in Indonesia. With the online survey that collected data of more than three hundred research participants, the result of the data analysis in this research, however, does not corroborate the finding in the previous research. Part of the possible explanation is the approach to drive the vaccination through the implementation of the vaccine mandate. The policy of vaccine mandate in Indonesia was implemented since the vaccine was first available in the country. The proof of vaccination was used as a requirement to have access to public transportations and other public services. This vaccine mandate continued progressively to the second and even third or booster  vaccination. This policy of mandatory vaccination became an approach to increase vaccine uptake, which was rather different from other vaccinations that allow some room for voluntary choices.
Peningkatan Nilai Tambah Paket Edukasi Desa Wisata Kandri Melalui Perancangan Instrumen Penilaian Psikologi Budiarsa, Yohanes Thianika; Permatasari, Damasia Linggarjati Novi; Nugroho, Adrianus Bintang Hanto
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v6i1.4421

Abstract

Kandri adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Desa ini ditetapkan sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Semarang Nomor 556/407 yang berlaku sejak 12 Desember 2012. Potensi wisata alam, budaya, dan edukasi di Desa Wisata Kandri selama ini dikelola salah satunya oleh Kelompok Sadar Pariwisata Pandanaran (Pokdarwis Pandanaran). Di masa pandemi Covid-19, Pokdarwis Pandanaran dihadapkan pada tantangan menurunnya jumlah kunjungan wisata. Situasi tersebut mendorong tim pengelola untuk berinovasi dengan tujuan meningkatkan kembali jumlah peminat wisata alam, budaya maupun edukasi. Salah satu inovasi yang coba dilakukan adalah memberikan nilai tambah pada paket wisata yang ditawarkan. Untuk mewujudkannya dirancanglah paket wisata edukasi dengan penilaian aspek psikologi. Bekerjasama dengan mahasiswa peserta KKN Pandemika kelompok 48, kami menyusun instrumen pengukuran yang dapat digunakan oleh pemandu wisata edukasi untuk menilai aspek psikologis peserta. Dengan memberikan nilai tambah berupa penilaian psikologis, diharapkan jumlah peminat wisata edukasi semakin meningkat dan pada gilirannya dapat menghidupkan kembali perekonomian warga di sekitar Desa Wisata Kandri.
Strategi Komunikasi Pemerintah Provinsi di Indonesia Dalam Program Vaksinasi Booster Melalui X Yohanes Thianika Budiarsa; Wildan Namora Ichsan Setiawan; S. Rouli Manalu; Naura Iftika Ramadhanti
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i2.38217

Abstract

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, akun X Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta (@DKIJakarta) paling banyak membuat cuitan terkait program vaksinasibooster.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dalam promosi kesehatan program vaksinasiboosteroleh pemerintah provinsi melalui X. Metode campuran yaitu kombinasi antara analisis tematik dan analisis isi kuantitatif digunakan untuk menganalisis 74tweetsyang diunggah oleh akun X Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali pada periode Januari hingga Juni 2022. Data cuitan akun X provinsi-provinsi tersebut dianalisis menggunakan kerangka pemikiran fungsimicrobloggingyaituinformation,community, danaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga fungsimicroblogging, tidak ada pemerintah provinsi yang menerapkan tiga fungsi sekaligus dalam produksi pesan promosi kesehatan merekadan tidak ada satu pun dari keempat pemprov tersebut yang menerapkan fungsi komunitas. Pemprov DKI Jakarta danJawabBarat menerapkan fungsi informasi danaction,sedangkan pemprov Bali dan Yogyakarta hanya menerapkan fungsi informasi.Compared to other provinces in Indonesia, the X account of the DKI Jakarta ProvincialGovernment (@DKIJakarta) posted the most tweets related to the booster vaccination program.This study aims to identify communication strategies for health promotion of the boostervaccination program by provincial governments through X. A mixed-method approach,combining thematic analysis and quantitative content analysis, was used to analyze 74 tweetsuploaded by the X accounts of the provincial governments of DKI Jakarta, West Java, YogyakartaSpecial Region, and Bali between January and June 2022. The tweets were analyzed using themicroblogging function framework: information, community, and action. The findings reveal thatnone of the provincial governments applied all three microblogging functions simultaneously intheir health promotion messagesandnone of the four provincial governments employed thecommunity function. DKI Jakarta and West Java utilized the information and action functions,while Bali and Yogyakarta only applied the information function.
“MELAWAN KOTAK KOSONG”: ANALISIS MARKETING POLITIK ENAM PASANGAN CALON TUNGGAL PADA PILKADA 2020 DI JAWA TENGAH Sanjaya, Andreas Ryan; Budiarsa, Yohanes Thianika
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.13.1.115-134

Abstract

This study aims to understand the political marketing strategies implemented by campaign teams of single candidates in the contest of 2020 local election. Based on the literature review, there are only a few studies investigating the political marketing of single candidates in Indonesia’s local election. Given that, this study attempted to understand how the campaign teams of six electoral regencies in Central Java undertook their strategies to defeat the empty box. Data were collected by documenting the campaign materials uploaded on social media accounts that are officially registered to the General Election Commission (KPU). In addition, a series of interviews were administered to get data from several campaign team leaders. Afterward, the data analysis was done using the qualitative method. This study found that (1) the message formation process is very dependent on the characteristics of the prospective voters; 2) the campaign leader manages the cyber team to run campaigns through social media more effectively; 3) the campaign team integrates online and offline campaigns to build relationships with potential voters; and 4) the campaign team carries out a special strategy to deal with the power of the empty box movement.
Electric vehicles narratives in public conversation: the underrepresentation of scientific knowledge in media coverage Manalu, S Rouli; Budiarsa, Yohanes Thianika
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 14, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.14.1.17-40

Abstract

This study examines the representation of electric vehicle (EV) issues in Indonesian mass media to understand how science, policy, and public discourse intersect in the context of sustainable transportation. Through a mixed-method content analysis of three major online news outlets—Kompas.com, Detik.com, and CNN Indonesia—spanning the years 2023–2024, the research reveals that media coverage is dominated by government narratives, focusing heavily on policy initiatives, subsidies, and market trends. Meanwhile, perspectives from civil society, academics, and environmental advocates remain underrepresented. Scientific information—particularly concerning EV lifecycle emissions, battery supply chains, and broader environmental trade-offs—is largely absent or presented without sufficient depth or balance. The study argues that the media must adopt a more inclusive, evidence-based approach to science communication to better inform the public, support democratic participation in policy-making, and promote informed societal engagement with Indonesia’s transition to sustainable transport.
Why do people seek information about PM2.5 air pollution? A theory of planned behaviour perspective Amin, Kholidil; Budiarsa, Yohanes Thianika
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 13, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v13i2.68449

Abstract

Background: PM2.5 is a hazardous pollutant that affects human health. Therefore, initiatives to seek information about this air pollution are important so that individuals can be prepared to protect themselves from the dangers of this pollution. Purpose: To examine psychosocial factors in predicting information-seeking intent about PM2.5, and how this intention is related to seeking behaviour regarding PM2.5. Methods: A cross-sectional survey was applied in six provinces on Java Island. A total of 385 respondents were recruited in this study using convenience sampling. PLS-SEM was applied to analyse the collected data and answer the hypotheses. Results: The results reveal that the three psychosocial factors, namely attitude, subjective norms, and perceived behavioural control, significantly affect intention, and subsequently intentions influenced PM2.5 information-seeking behaviour. Another finding also shows that intention can mediate the association between psychosocial factors and information-seeking behaviour. Implication: Theoretical and practical implications are discussed based on the results of this study, including that these findings are useful in the development of health and environmental risk communication, particularly in relation to air pollution in Indonesia. Interventions with a multi-component strategy that addresses attitudes, norms, and perceived control would have the most impact on the development of long-term information-seeking behaviour regarding PM2.5 air pollution.