Rotumiar Pasaribu
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Soegijapranata

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Optimalisasi Media Online Sebagai Solusi Promosi Pemasaran Umkm Di Semarang Pada Masa Pandemi Covid-19 Rotumiar Pasaribu
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 1: November 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i1.2848

Abstract

Masa pandemi Covid-19 menjadi masa yang sulit bagi beberapa aspek termasuk dunia pemasaran. Hal tersebut juga dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM. Melalui pendampingan bagi beberapa mitra pada Mata Kuliah Komunikasi Pemasaran maka penting untuk mencari tahu apakah penggunaan media online dapat membantu pertahanan dan perjalanan hidup UMKM. Tolok ukur yang digunakan untuk mencari tahu ketepatan penggunaan media online dapat dilihat dari segi mode transmisi, waktu, konteks, format dan reception. Responden yang menjadi mitra penelitian adalah para pelaku UMKM yang baru menjalankan usahanya dan belum memiliki mode pemasaran yang stabil. Selain itu, pemilihan responden juga dilihat dari merosotnya penjualan selama masa pandemi Covid-19 ini muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online memberikan dapak positif bagi stabilitas kehidupan usaha. Kombinasi dari mode transmisi, waktu, konteks dan format yang tepat pada media online ini menghasilkan dampak positif pada timbal balik, baik dari segi proses komunikasi maupun dari peningkatan penjualan.  Selain itu alat komunikasi pemasaran seperti periklanan, direct marketing, sales promotion, E-WOM dan public relations dapat tetap diorganisir dengan menggunakan media online. Alat pemasaran yang paling menunjukkan hasil yang signifikan adalah penggunaan direct marketing dan sales promotion. Meskipun demikian, para pelaku usaha mengaku bahwa pesan promosi pemasaran masih terdampak lebih besar jika dilakukan dengan tatap muka langsung.
Peranan Guru Dalam Memberikan Literasi Hoaks Rika Saraswati; Rotumiar Pasaribu; Abraham Wahyu Nugroho
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1, No 2: Mei 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v1i2.3182

Abstract

Berita bohong atau Hoaks menjalar keseluruh lapisan masyarakat Indonesia dan merambah di segala usia, gender, dan status sosial. Penyebaran berita bohong atau hoaks sangat mudah dilakukan melalui media sosial seiring dengan kemudahan teknologi dan akses kepemilikan pada perangkatnya, seperti handphone.  Data menunjukkan bahwa remaja menjadi pelaku menyebaran hoaks dengan berbagai jenis berita. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengedukasi  remaja mengenai hal ini melalui orang-orang terdekat, salah satunya adalah guru. Guru memiliki peran dalam mendidik dan mengevaluasi kemampuan perkembangan peserta didik secara akademik dan nonakademik. Oleh sebab itu, tulisan ini berfokus pada peranan guru dalam memberikan literasi tentang hoaks di sekolah. Sekolah yang menjadi lokasi penelitian adalah SMA Sint Luis, SMA Daniel Creative School, SMA Santo Yosep dan SMA Theresiana.   Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif ini menunjukkan hasil bahwa para guru telah berperan serta dalam memberikan literasi hoaks kepada para siswa. Akan tetapi, masih terdapat kekurangan mengenai durasi, kebaruan informasi dan metode menyampaian. Literasi hoaks yang dilakukan juga tidak diselenggarakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu perlu upaya untuk membuat suatu program dalam rangka menjamin para siswa mendapatkan literasi hoaks melalui cara atau metode yang lebih baik sangat diperlukan. 
IKLAN BKKBN: REPRESENTASI PERAN PEREMPUAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Rotumiar Pasaribu
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.578 KB) | DOI: 10.20527/mc.v4i1.6352

Abstract

ABSTRACTThe purpose of public service advertising is to inform and educate the public so that the lives of the people will become more prosperous. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) which informs the welfare of the community in reducing the amount of population density in Indonesia. However, the majority of BKKBN advertisements illustrate how women's roles are always responsible for household needs, activities and problems. This is an important concern to know about how BKKBN advertisements convey the message described through these public service advertisements. This study uses qualitative methods and semiotic analysis from Charles Sanders Pierce as an focus analysis. The object of the research is advertisements from BKKBN, namely the advertisement version of “GenRe (Generasi berencana)”, “KB Mandiri”, “2 Anak Lebih Baik”, “4 terlalu dekat 3 terlalu terlambat” dan “Pernikahan Dini”. The results showed that the advertisements from the BKKBN illustrate gender bias. Where the responsibility of the household and the negative risks in marriage are more borne by women. In addition, in these advertisements, it is illustrated that violence against women still occurs a lot. Therefore BKKBN advertisements must pay attention to the formation of messages and impressions on their advertisements. Instead of prospering the people in terms of population density, these ads represent a biased role of women.Keywords: BKKBN, public service advertisements, gender, semiotics.ABSTRAKTujuan dari iklan layanan masyarakat adalah untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat agar hidup masyarakat semakin sejahtera. Serupa halnya dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menginformasikan kesejahteraan masyarakat dalam mengurangi jumlah kepadatan penduduk di Indonesia. Akan tetapi mayoritas iklan BKKBN menggambarkan bagaimana peran perempuan selalu yang menjadi penanggung jawab penuh atas kebutuhan, kegiatan dan permasalahan rumah tangga. Hal ini menjadi perhatian penting untuk diketahui tentang bagaimana iklan BKKBN menyampaikan pesan yang digambarkan melalui iklan yang bersifat layanan masyarakat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce sebagai pisau analisis. Objek penelitiannya adalah iklan-iklan dari BKKBN yaitu yaitu iklan versi “GenRe (Generasi berencana)”, “KB Mandiri”, “2 Anak Lebih Baik”, “4 terlalu dekat 3 terlalu terlambat” dan “Pernikahan Dini”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan-iklan dari BKKBN tersebut menggambarkan adanya bias jender. Dimana tanggungjawab rumah tangga dan resiko negatif dalam berumah tangga lebih banyak tanggung oleh perempuan. Selain itu, dalam iklan-iklan tersebut digambarkan bahwa kekerasan pada perempuan masih banyak terjadi. Oleh sebab itu iklan BKKBN harus memperhatikan pembentukan pesan dan kesan pada iklannya. Alih-alih mensejahterakan rakyat dalam hal kepadatan penduduk, iklan tersebut justru merepresentasikan peran perempuan yang bias.Kata Kunci: BKKBN, iklan layanan masyarakat, gender, semiotika.
Anti Hoax Movement For Students: Skills Training, Whole Person Education And Technology In Semarang City Rika Saraswati; Abraham Wahyu Nugroho; Rotumiar Pasaribu
SISFORMA Vol 9, No 1: May 2022
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.109 KB) | DOI: 10.24167/sisforma.v9i1.3106

Abstract

Indonesian children mostly are active users of online social media. However, they are easy to be influenced by false information or fake news (hoax). The spreading of hoax itself has threatened Indonesian principle of unity in diversity and destroyed the capacity building of Indonesian children. In order to prevent the children become the victims or the perpetrators of hoax, the need to give the children knowledge of and the way to identify false information is very important. Giving children the right information is the right of the children that is   guaranteed by Indonesian Children Protection Act 2014. The right of the child to obtain the right information rather than false information must be fulfilled because hoax is rampant in Indonesia. The method used to give this knowledge and skills was undertaken through a service learning program by introducing them about the understanding of hoax, the type of hoax, the legal aspect of hoax, the literacy, and the campaign.  After training the students have obtained more knowledge to identify hoax using the software.
Analisis Brand Equity Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang pada Mahasiswa Nicholas David Setiawan; Rotumiar Pasaribu; Stevanus Hardiyarso
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 2: Mei 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i2.4513

Abstract

Brand equity memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai suatu merek dan menciptakan daya tarik bagi konsumen, termasuk dalam dunia sektor pendidikan yaitu perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi yang memiliki brand equity tinggilah yang akan sanggup bertahan dan meningkatkan eksistensi dalam dunia pendidikan tinggi. Selain itu, brand equity  juga menjadi salah satu hal penentu yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian, yang mana dalam hal ini ialah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)  dalam menentukan perguruan tinggi untuk menempuh studi lanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai brand equity berdasarkan masing-masing nilai sub-variabel yang ada. Sub-variabel tersebut yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty. Seluruhnya memiliki dimensinya masing-masing yang saling berkontribusi dalam menciptakan nilai ekuitas merek. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang dengan tahun akademik 2017/2018, dengan sampel penelitian 332 responden menggunakan teknik simple random sampling. Setelah melakukan penelitian, maka diperoleh data yang dianalisis secara deskriptif dan statistik pada program IBM SPSS Statistic 26. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa nilai brand equity pada Perguruan Tinggi Swasta di Kota Semarang berada pada kategori baik. Subjek penelitian berhasil menempati posisi Top of Mind dengan nilai 86% pada bagian brand awareness, mendapatkan nilai rata-rata 2,87 untuk bagian brand association, mendapatkan nilai rata-rata 2,98 untuk bagian perceived quality, dan membentuk piramida terbalik pada bagian brand loyalty dengan 82% responden berada pada tingkatan committed buyer.
#banggabuatanindonesia Social Marketing of #banggabuatanindonesia as Indonesian National Identity Campaign in Social Media Rotumiar Pasaribu
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 15 No 1 (2023): Ultimacomm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v15i1.2818

Abstract

#banggabuatanindonesia is one of social marketing campaign activity which focus on building selling andbuying habit for the Indonesian people. This activity is created to raise the Indonesian economic sector bycampaigning the domestic product. The worries also came while the Indonesian people are prouder to usethe product from foreign country. This problem brings the bad effect weather for the economic cycle ofdomestic product selling. Furthermore, this case also wants to solve the nation identity crisis from economicsector by campaigning #banggabuatanindonesia. The purpose of this campaign is to educate the seller whosell the product and the customer to be proud of domestic product. Beside make the cycle of nationeconomic more stable, this activity also aims to create Indonesia Nation Identity campaign by domesticproduct. This campaign uses social media to spread the information. From that information, this researchwants to focus on the measurement of the campaign which use social marketing tool in social media withhashtag #banggabuatanindonesia. The measurement of the campaign uses input, output, outtake andoutcome tools. The social marketing activities focus on marketing mix which consist of product, price,place and promotion. This research uses qualitative approach which focus on content analysis method. Theresult show that there are so many new account members which use #banggabuatanindonesia socialmarketing as promotion strategy and help campaigning Indonesia identity. That activity gives the lessonfor the seller to create good domestic product and marketing activity. in other side, the consumer gets thelesson and can buy domestic product. As a result of understanding Indonesia nation identity, between theseller and consumer create #banggabuatanindonesia campaigning activity from transactional activity insocial media. Finally, this activity gives good impact such as the development of selling domestic product,having Indonesia economic positive circulation and also establishing Indonesian nation identity campaign.
WORD OF MOUTH MARKETING DAN PERSONAL SELLING PADA PENGELOLAAN BRAND AWARENESS BATIK SEMARANGAN DI KAMPUNG BATIK REJOMULYO SEMARANG Lenny Setyowati; Rotumiar Pasaribu; Fidelis Aggiornamento Saintio
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 4, No 2: Mei 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v4i2.11811

Abstract

Kampung Batik Rejomulyo dikenal masyarakat sebagai sentra Batik Semarangan tentu tidak terlepas dari brand awareness masyarakat. Jika seseorang sadar dan tahu akan suatu merek pastinya orang tersebut akan menjadi tertarik dan memiliki niat untuk mencoba membeli suatu merek tersebut. Brand awareness dapat dibentuk melalui Word of Mouth Marketing (WoM)  dan personall selling. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis marketing communication tools berupa WoM dan kegiatan personal selling yang ditemukan pada pengelolaan brand awareness Batik Semarangan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 5 orang narasumber perajin, penjual, pemilik toko Batik Semarangan di Kampung Batik Rejomulyo Semarang dan 6 orang pengunjung yang telah melakukan pembelian. Aktifitas WoM terjadi secara organik oleh konsumen yang pernah berkunjung ke Kampung Batik Rejomulyo. Mereka menceritakan kembali kepada teman, saudara baik secara lisan maupun tertulis melalui pesan di Whatsapp. Word of Mouth Marketing dalam 4 aturannya yaitu be interesting, make it easy, make people happy dan earn trust and respect ditemukan pada penelitian ini. Sumber konsumen menerima WoM dari teman, keluarga, pihak hotel tempat menginap wisatawan sehingga membuat mereka tertarik untuk berkunjung ke Kampung Batik Rejomulyo Semarang. Pembicaraan secara alami terjadi karena konsumen yang pernah berkunjung mengalami, mendapatkan kualitas positif pada saat berkunjung ke Kampung Batik Rejomulyo.  6 tahapan pada personal selling sudah diterapkan yaitu mencari calon pelanggan, pra pendekatan, presentasi dan demonstrasi, mengatasi keberatan, tindak lanjut dan pemeliharaan, serta tahap penutupan. Ada tahap yang belum dilakukan maksimal yaitu pada tahap mencari calon pelanggan karena ada perajin, penjual dan pemilik toko yang belum aktif mencari pelanggan, lebih pada menunggu pengunjung datang ke tokonya.  Bentuk pengelolaan brand awareness dilakukan oleh perajin, penjual dan pemilik toko dengan cara menjaga kualitas produk, pelayanan personal dengan memberikan rekomendasi pilihan batik, mengedukasi cara mencuci, menjemur Batik Semarangan dan seni batik. Info produk baru disampaikan kepada konsumen melalui Whatsapps, paket belajar membatik juga ditawarkan kepada pengunjung agar mereka tetap mengingat Batik Semarangan Kampung Batik Rejomulyo.