cover
Contact Name
Aan Budianto
Contact Email
jurnaleltarikh@radenintan.ac.id
Phone
+6282289930331
Journal Mail Official
jurnaleltarikh@radenintan.ac.id
Editorial Address
Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung JL. Sukarame, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung, Lampung 35131
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal El Tarikh: Journal of History, Culture, and Islamic Civilization
ISSN : 27747999     EISSN : 27748723     DOI : https:dx.doi.org/10.24042
JHCC covers all areas and periods in Indonesian, Southeast Asia,and World history, culture, and Islamic civilization. It deals with all aspects of the history including of Islamic, Language, Education, Economics, Culture, Politics, Social, Antropologi, Exegesis, Hadits, and Philology. All historical approaches are also welcomed. This journal accepts on diverse formats includes the article from scientific forums, review essays, and special issues. The editor also received a book review to be published in a special section of the publication. The articles can be written to be submitted in Indonesia and English.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh" : 6 Documents clear
Menanamkan Nilai Persatuan Dan Kesatuan Melalui Pembelajaran Sejarah Lim, Mus
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.6486

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pendidikan sejarah dalam upaya menanamkan nilai-nilai patriotisme melalui keteladanan tokoh sejarah masa pergerakan nasional. Metode kajian ini, kualitatif deskriptif, metode yang menyajikan temuan dalam bentuk deskriptif kalimat yang rinci, lengkap, mendalam untuk mendukung penyajian data. Hasil kajian: 1) Wujud materi sejarah masa pergerakan nasional, 2) Pembinaan nilai-nilai keteladanan dalam pendidikan sejarah. Pertama, berbicara. Dalam berbicara peserta didik diharuskan menggunakan kata-kata yang baik dan tutur kata yang sopan. Kedua, tingkah laku. Peserta didik akan cenderung selalu meniru perilaku orang dewasa, dalam hal ini ialah gurunya sendiri, karena itu guru sejarah harus berusaha semaksimal mungkin menampilkan perilaku terpuji. Ketiga, keteladanan sikap, adil, jujur, tanggung jawab, dan juga mengajarkan pada peserta didik bagaimana menghargai sesama teman yang berbeda dengannya baik itu kaitannya dengan suku, ras, dan lingkungan sosial budaya lainnya dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan nasional serta semangat patriotisme.
Sejarah Konversi Khalifah Al-Rasul Menjadi Khalifatullah Khoiri, Mif tahul
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.7440

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas sejarah konversi khalifah al-rasul menjadi khalifatullah, yang mana, dalam perjalanan sejarah Islam pasca wafatnya rasulullah, kepemimpinan dalam Islam mengalami beberapa kali pergantian. Setelah rasulullah wafat, kepemimpinan di kendalikan oleh empat sahabat nabi, yakni Abu Bakar As-Shidiq, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Tholib. Yang mana keempat sahabat ini dikenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin. Pasca kepemimpinan khulafaur rasyidin, kepemimpinan selanjutnya beralih ke Dinasti Umayyah yang terdiri dari empat belas pemimpin. Kemudian setelah dinasti Umayyah tumbang, munculah kepemimpinan Dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh 37 pemimpin. Yang mana dari munculnya dinasti abbasiyah inilah gejolak selain khalifah Abu al-Abbas al-Saffah, konversi dari khalifah al-rasul menjadi khalifatullah mulai tampak. Di akhir berdirinya dinasti abbasiyah tersebut, ketika abbasiyah mulai lemah, berdirilah dua kekhalifahan yakni, kekhalifahan Fatimiyah di Afrika Utara dan kekhalifahan Dinasti umayyah II Andalusia.Kata kunci: Sejarah, Konversi, Khalifah al-rasul, khalifatullah. AbstractThis article discusses the history of conversion of the caliph of al-rasul to khalifatullah. Which, in the course of Islamic history after the death of the apostle, leadership in Islam experienced several changes. After the Prophet's death, leadership was handled by four Companions of the Prophet, Abu Bakr As-Shidiq, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, and Ali Bin Abi Tholib. Which these four friends are known as Khulafaur Rasyidin. After the rulership of khulafaur rasyidin, the leadership then shifted to the Umayyad Dynasty consisting of fourteen leaders. Later after the Umayyad dynasty collapsed, the leadership of the Abbasid Dynasty led by 37 leaders. Which of the emergence of this abbasiyah dynasty is the turmoil besides Caliph Abu al-Abbas al-Saffah, the conversion of the caliph al-rasul to khalifatullah began to appear. At the end of the abbasiyah dynasty, when abbasiyah began to weaken, stood two caliphate namely, the Fatimid caliphate in North Africa and the Caliphate of the umayyah Dynasty of Andalusia II.Keywords: History, Conversion, Caliph al-rasul, khalifatullah.
Dampak Pemikiran As-Syaibani Bagi Pembangunan Perekonomian Dinasti Abbasiyah (750- 804 M) Gurdachi, Ahmad; Afabel, Hasan
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.7759

Abstract

Tulisan ini mencoba mengemukakan pemikiran ekonomi Abu Abdullah Muhammad bin Hasan bin Farqad Jazariya As-Syaibani atau yang lebih dikenal dengan As-Syaibani. Ia lahir di kota Wasith 132 H/750 M. Pemikiran ekonomi As-Syaibani ia tuangkan dalam lima unsur pokok yaitu 1. Al-Kasb (Kerja), 2. konsep kekayaan dan kefakiran, 3.  Mengklasifikasi usaha-usaha perekonomian 4. kebutuhan-kebutuhan ekonomi dan 5. distribusi pekerjaan. Menurut As-Syaibani, usaha-usaha dalam memajukan perekonomian Islam pada masa Dinasti Abbasiyah terbagi menjadi empat, yaitu: 1). Sewa-menyewa, 2). Pertanian, 3). Perdagangan dan 4). Perindustrian. Pemikiran As-Syaibani akhirnya berdampak pada ekonomi Dinasti Abbasiyah.dalam memajukan perekonomian Abbasiyah, As-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian dari pada dengan yang lainnya, hal ini bertujuan agar menyejahterakan  masyarakat bawahan, dimana kebutuhan primer dan sekunder didapatkan dari dari hasil  bertani yang menunjang berbagai kebutuhan masyarakat.As-Syaibani juga menganjurkan untuk berbondong-bondong membangun berbagai usaha dalam bidang industri, sehingga kota baghdad akhirnya menjadi kota yang ramai, dan menjadi kota pusat perniagaan.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan fenomenologi, penelitian sejarah karena konteksnya adalah masa lampau, sedangkan pendekatan fenomenologi menganalisis tentang fenomena dan pengalaman tokoh As-Syaibani dalam membahas pemikiran ekonomi dan pembangunan pada masa Dinasti Abbasiyah. Kata kunci: Pemikiran, Ekonomi Islam, As-Syaibani
Islam dan Demokrasi di Pakistan Wulandari, Fitri
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.7882

Abstract

Pakistan is an Islamic country with the third largest Muslim population in the world. However, the size of the Muslims here is inversely proportional to the recognition of Pakistan as an insecure and conflict-prone country. In fact, the use of Islam as the state ideology is not always easy in implementing Islamic law perfectly. Islam, which is manifested as an ideology in its elaboration, has not yet reached a national consensus, especially to find a common ground between Islam and democracy. This journal writing aims to examine more deeply the application of Islam and democracy in Pakistan. To approach the problem, this study uses a political sociology approach by referring to the theory put forward by John L. Esposito and James P. Piscatory. Collecting data in this study using techniques library research, while in the analysis using qualitative sources and other supporting sources. This research results in the finding that there is a mutually interesting relationship between Islam and democracy in government in Pakistan. This occurs because of differences in views between Islamic groups in interpreting Islam as the state ideology. This difference is what causes the application of Islamic law to not necessarily coincide with democratic practices in Pakistan.
Historiografi Islam Kesarjanaan Barat dalam Tinjauan Ortodoksi dan Heterodoksi Majdi, Ahmad Labib
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.7886

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis historiografi Islam kesarjanaan Barat dalam sudut pandang ortodoksi dan heterodoksi. Narasi dan historiografi Islam kesarjanaan Barat yang berusaha untuk didudukkan posisinya adalah karya-karya historiografi yang tergolong pada karya-karya revisionis moderat dan radikal. Untuk tujuan ini, dirumuskan konsep ortodoksi-heterodoksi dalam kajian sejarah Islam. Artikel ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif kepustakaan dengan sifat analisis deskriptif-eksplanatif-interpretatif dan menggunakan pendekatan historis-filosofis sebagai alat bantu analisis. Temuan yang didapatkan adalah jika dilihat dari narasinya, maka karya historiografi revisionis dapat dipandang heterodoks, tetapi jika dilihat dari epistemolog-metodolog, maka dapati diposisikan sebagai ortodoks. Namun, karena dua istilah ini kadang tidak diterima begitu saja, maka artikel ini juga menawarkan kajian sejarah Islam kesarjanaan Barat yang menghasilkan historiografi Islam revisionis sebagai sebuah kajian yang ada pada tataran ortopraksi. Dengan tawaran demikian, karya historiografi Islam revisionis tidak perlu ditolak dari segi epistemologi dan metodologinya, walaupun tidak dapat diterima sepenuhnya dari sisi hasil temuan atau kesimpulan.
Jaringan Tarekat: Pemikiran Dan Gerakan Keagamaan Di Sulawesi Tengah Abad XIX-XX M Azis, Muhammad Nur Ichsan
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 2 No. 1 (2021): El-Tarikh
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jhcc.v2i1.8456

Abstract

Gerakan Tarekat merupakan isu yang berkembang di Nusantara pada masa-masa awal penyebaran Islam, terutama  abad ke-14 M. Perkembangan gerakan ini tidak lepas dari banyaknya penyebar ajaran Islam yang melihat bahwa masyarakat Nusantara memiliki keunikan khusus dalam mempraktikkan kehidupan beragama. Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 gerakan tarekat menjadi salah satu altrenatif masyarakat Muslim untuk dapat terus eksis. Tulisan ini menggunakan metode sejarah: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari kajian ini dtemukan bahwa gerakan tarekat yang berkembang di Sulawesi Tengah membentuk jejaring, baik melalui relasi guru-murid, atau bahkan jejaring niaga. Mereka juga mengembangkan cara berfikirnya melalui gerakan-gerakan keagamaan yang mudah diterima di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui afiliasi dan gerakan politik, namun juga pada ranah pendidikan. Di Sulawesi Tengah jaringan tarekat berkembang melalui relasi pendidikan atau hubungan guru-murid yang mendalami ajaran Islam hingga sampai ke Haramayn. Selain itu, mereka juga menanamkan ajaran pemikiran yang tetap melihat konteks masyarakat Muslim di daerah tersebut.Kata Kunci: Tarekat, Jejaring, Sulawesi Tengah

Page 1 of 1 | Total Record : 6