Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kaderisasi dan Regenerasi dalam Lingkungan Keluarga: Studi Analisis Tematik terhadap Ayat-ayat Pendidikan Komaruddin, Koko; Majdi, Ahmad Labib
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2021): Islamic Educational Studies
Publisher : Graduate Program, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36667/jppi.v9i2.732

Abstract

This paper wants to describe three issues that are the subject of discussion, namely the regeneration and regeneration of children in the family, the position of regeneration and regeneration of children in the family and educational values ​​in the process of regeneration and regeneration of children in the family. The regeneration of children referred to in this study has the meaning of efforts to prepare future generations or the next generation, namely children based on Islamic values ​​contained in the Koran. The method used in this study is a qualitative research method using a content analysis research design. This qualitative approach with content analysis method is then collaborated with the thematic interpretation method (maudhu'i). The results of the research in this paper are (1) the regeneration of children in the family environment according to the Koran is a planning system to educate, guide, and foster the regeneration of successors so that they are able to live properly and survive with the environment of their era; (2) the Koran has placed the position of regeneration as a necessity for mankind; (3) the educational values ​​for the regeneration of children in the family environment according to the Koran are the cultivation of mental attitudes to form a generation that is strong in faith, knowledge, and charity characterized by the cultivation of the values ​​of honesty, justice, trustworthiness, ta'awun, tasamuh, and istiqamah.
Fred McGraw Donner tentang al-Qur’an: Pemikiran dan Catatan Kritis terhadap Kesarjanaan Non-Muslim Ahmad Labib Majdi; Iik Arifin Mansurnoor
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Qur'an and Hadith Academic Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v10i2.22273

Abstract

This paper aims to discuss Fred McGraw Donner’s thoughts on the Qur’an and the Qur’anic studies among non-Muslim scholars. By using a concept/thought studies research design and library research, this paper outlines Donner’s thoughts on the Qur'an, which is available on various works in the form of journal articles, book chapters, monographs, or review work. The findings of this paper claim that as historian Donner succeeded in presenting critical thoughts by not accepting traditional explanations at face value and not tending to reduce the Qur’an’s theological status and its historicity. On the issue of the historicity of the Qur’an, Donner has also offered three things or three steps that can be considered as a method in the search for the historical truth of the Qur’an. These three things are starting with the Qur’an text itself, comparing the hints inside it with sira literature, and looking at the religious phenomenon of the late antique Near East.
Khairu Ummah dalam Pandangan K.H. Irfan Hielmy Ahmad Labib Majdi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.711 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i2.1841

Abstract

This paper discusses about K.H. Irfan Hielmy and his ideas about khairu ummah. Khairu ummah is a phrase in the Qur'an that shows an ideal society that has three dimensions of amalgam, amr bi al-ma`ruf, nahy `an al-munkar dan tu`minuna billah. Moving on from these descriptions, K.H. Irfan Hielmy seeks to provide a step for the people and nation of Indonesia to bring civilization khairu ummah, so as to erode the nature and bigotry, exclusive and intolerant. With the beginning of Muslims themselves, according to K.H. Irfan Hielmy, the mutual respect between religious people is not just mere wishful thinking. Coupled with the socio-political conditions of the people who were warm discuss the concept of State, decent proposed and put forward ideas that are expected to be moderate concrete and tangible solutions to the sustainability of the Unitary Republic of Indonesia. The realization of khairu ummah is the situation and condition of all people can live together and side by side without any mutual accusations that are now becoming more frequent.Keywords: biography, k.h. irfan hielmy, khairu ummah thought Abstrak Tulisan ini membicarakan tentang K.H. Irfan Hielmy dan pemikirannya tentang khairu ummah. Khairu ummah adalah sebuah frasa dalam al-Quran yang menunjukkan sebuah tatanan masyarakat ideal yang memiliki tiga dimensi amaliah, yaitu amr bi al-ma`ruf, nahy `an al-munkar dan tu`minuna billah. Beranjak dari keterangan tersebut, K.H. Irfan Hielmy berusaha memberikan langkah bagi umat dan bangsa di Indonesia untuk mewujudkan peradaban khairu ummah, sehingga mampu mengikis sifat dan sikap fanatik, ekslusif dan intoleran. Dengan berawal dari umat Islam sendiri, menurut K.H. Irfan Hielmy, maka saling menghormati dan menghargai antar dan intra umat beragama bukan sekedar angan-angan belaka. Ditambah dengan kondisi sosial-politik masyarakat yang tengah hangat membicarakan konsep Negara, layak dikemukakan dan diketengahkan pemikiran-pemikiran moderat yang diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan nyata terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realisasi khairu ummah adalah situasi dan kondisi seluruh masyarakat dapat hidup bersama-sama dan saling berdampingan tanpa ada saling tuding-menuding dan tuduh-menuduh yang kini justru semakin sering dilakukan.Kata Kunci: biografi, k.h. irfan hielmy, pemikiran khairu ummah
Metodologi Pembaruan Neomodernisme dan Rekonstruksi Pemikiran Islam Fazlur Rahman Ahmad Labib Majdi
NALAR Vol 3, No 1 (2019): Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.09 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v3i1.1196

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk memaparkan pemikiran Fazlur Rahman sebagai seorang tokoh pemikiran Islam masa kontemporer. Karena itu, sifat dari tulisan ini lebih bersifat informatif. Akan tetapi, di sisi lain tulisan ini juga bermaksud sebisa mungkin untuk memberikan penuturan yang koheren, sehingga sedikit banyak tulisan ini juga bersifat interpretatif dan deskriptif. Beberapa ide dan pemikiran dari Fazlur Rahman yang dihadirkan adalah mengenai teologi, filsafat dan tasawuf serta neomodernisme. Alasan pembatasan ini adalah disebabkan pemikiran Fazlur Rahman begitu komprehensif meliputi segala persoalan dan permasalahan yang bermunculan di kalangan umat Islam pada masanya. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian analisis konten, sehingga tulisan ini juga merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber-sumber primer adalah buku-buku karangan Fazlur Rahman sendiri serta buku-buku lain yang menuliskan tentang Fazlur Rahman sebagai sumber-sumber sekunder dan pelengkap. Secara sistematis, pembahasan mengenai pemikiran Fazlur Rahman merujuk pada penjelasan Kuntowijoyo tentang kategori sejarah intelektual yang memiliki tugas membahas latar sosio-historis tokoh, pemikiran yang berpengaruh dan pengaruh pemikiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertinggalan dunia Islam terjadi karena rigiditas dan finalisasi tesis dalam pemikiran Islam, teologi, filsafat dan tasawuf. Oleh karena itu, diperlukan suatu metodologi yang dapat memberikan sistem teologi, filsafat dan tasawuf yang sesuai dengan situasi zaman dan kondisi masyarakat. Dengan demikian, rekonstruksi pemikiran Islam dan metodologi neomodernisme merupakan keniscayaan yang tidak dapat terelakkan lagi.Kata Kunci: Fazlur Rahman, Rekonstruksi, Pemikiran Islam, Metodologi Pembaruan, Neomodernisme
Efektivitas Tutorial Online dan Masalah Plagiarisme: Studi Kasus pada Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Hukum Internasional Universitas Terbuka Madiha Dzakiyyah Chairunnisa; Ahmad Labib Majdi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.115 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2458

Abstract

Tutorial online (tuton) yang dilaksanakan oleh Universitas Terbuka (UT) merupakan salah satu pelopor pembelajaran dalam jaringan (daring) di Indonesia. Bahkan, sebelum masa pandemi covid-19, UT telah melayani bantuan belajar jarak jauh ini dengan berbagai mata kuliah. Namun, efektivitas tuton ini tampak kurang berjalin berkelindan dengan masalah kecurangan akademik atau intelektual (plagiarisme). Tulisan ini hendak menelusuri pemahaman mahasiswa tentang plagiarisme, alasan dan faktor sejumlah mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme, hingga menganalisis sejauh mana efektivitas pembelajaran daring untuk mengindari plagiarisme bagi para mahasiswa, khususnya peserta mata kuliah hukum internasional di UT. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain atau model penelitian studi kasus, sehingga sumber primer penelitian dikumpulkan melalui wawancara terhadap para mahasiwa. Dari tulisan ini, ditemukan bahwa efektivitas dan pencegahan plagiarisme pada tutorial online (tuton) dapat dicapai melalui peningkatan keterampilan kreasi dan inovasi tutor dalam proses pembelajaran; evaluasi kebijakan tentang pengumpulan tugas tuton; serta peningkatan pemahaman tentang plagiarisme, dan keinginan membaca dari para mahasiswa
K.H. Irfan Hielmy dan Interpretasi Khairu Ummah Ahmad Labib Majdi
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.65 KB) | DOI: 10.30829/j.v1i1.927

Abstract

Tulisan ini membicarakan tentang K.H. Irfan Hielmy dan pemikirannya tentang khairu ummah. Khairu ummah adalah sebuah frasa dalam al-Quran yang menunjukkan sebuah tatanan masyarakat ideal yang memiliki tiga dimensi amaliah, yaitu amr bi al-ma`ruf, nahy `an al-munkar dan tu`minuna billah. Beranjak dari keterangan tersebut, K.H. Irfan Hielmy berusaha memberikan langkah bagi umat dan bangsa di Indonesia untuk mewujudkan peradaban khairu ummah, sehingga mampu mengikis sifat dan sikap fanatik, ekslusif dan intoleran. Dengan berawal dari umat Islam sendiri, menurut K.H. Irfan Hielmy, maka saling menghormati dan menghargai antar dan intra umat beragama bukan sekedar angan-angan belaka. Ditambah dengan kondisi sosial-politik masyarakat yang tengah hangat membicarakan konsep Negara, layak dikemukakan dan diketengahkan pemikiran-pemikiran moderat yang diharapkan mampu menjadi solusi konkret dan nyata terhadap keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realisasi khairu ummah adalah situasi dan kondisi seluruh masyarakat dapat hidup bersama-sama dan saling berdampingan tanpa ada saling tuding-menuding dan tuduh-menuduh yang kini justru semakin sering dilakukan.
Qualitative Study of the Role of Islamic Law in Shaping Muslim Identity and Business Ethics Suprijati Sarib; Koko Komaruddin; Madiha Dzakiyyah Chairunnisa; Ahmad Labib Majdi; Sabil Mokodenseho
Sanskara Hukum dan HAM Vol. 2 No. 01 (2023): Sanskara Hukum dan HAM (SHH)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/shh.v2i01.242

Abstract

This qualitative research explores the role of Islamic law in shaping the identity and business ethics of Muslims in West Java, Indonesia. This research investigates how Islamic principles and cultural norms interact to influence ethical decision-making and identity formation among Muslim business owners. Through semi-structured interviews and document analysis, this research uncovers themes of integration between Islamic teachings and local customs, the impact of Islamic ethics on business behavior, the relationship between adherence to Islamic principles and self-identity, and the challenges faced in aligning religious obligations with economic reality. The findings highlight the synergy between religion and culture, the ethical foundation provided by Islamic principles, and strategies used to deal with challenges. The implications of this research include both theoretical understanding and practical application, offering insights for policy makers, business people, and religious leaders in promoting ethical and culturally sensitive business practices.
Implementation of a Philosophical Framework to Foster Critical Thinking in Islamic Education for Boarding School Students in Indonesia Adit Mohammad Aziz; Sabil Mokodenseho; Koko Komaruddin; Ahmad Labib Majdi
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i10.297

Abstract

Indonesian Islamic education, with its rich traditions, must change quickly to keep up with the times. This study investigates how philosophical frameworks are used in Indonesian Islamic boarding schools, or pesantren, and how they affect students' development of critical thinking abilities. A mixed-methods approach was used in the research, incorporating document analysis, observations, interviews, and surveys. With an average score of 3.78, the quantitative results showed a moderate level of philosophical framework integration within the program. With an average score of 4.21, students felt they had significantly improved their critical thinking abilities, indicating the usefulness of these frameworks. These outcomes were supported by qualitative data that emphasized students' excitement, teachers' acknowledgment of their ability, and administrators' support. Obstacles such limited resources, cultural awareness, and the requirement for teacher preparation were noted. Nonetheless, there are advantages to these difficulties as well, such as the chance to foster critical thinking and global competency. The study provides guidance for curriculum creators and policy makers, highlighting the possible advantages of incorporating philosophical frameworks into the larger educational environment.
Implementation of a Philosophical Framework to Foster Critical Thinking in Islamic Education for Boarding School Students in Indonesia Aziz, Adit Mohammad; Mokodenseho, Sabil; Komaruddin, Koko; Majdi, Ahmad Labib
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i10.297

Abstract

Indonesian Islamic education, with its rich traditions, must change quickly to keep up with the times. This study investigates how philosophical frameworks are used in Indonesian Islamic boarding schools, or pesantren, and how they affect students' development of critical thinking abilities. A mixed-methods approach was used in the research, incorporating document analysis, observations, interviews, and surveys. With an average score of 3.78, the quantitative results showed a moderate level of philosophical framework integration within the program. With an average score of 4.21, students felt they had significantly improved their critical thinking abilities, indicating the usefulness of these frameworks. These outcomes were supported by qualitative data that emphasized students' excitement, teachers' acknowledgment of their ability, and administrators' support. Obstacles such limited resources, cultural awareness, and the requirement for teacher preparation were noted. Nonetheless, there are advantages to these difficulties as well, such as the chance to foster critical thinking and global competency. The study provides guidance for curriculum creators and policy makers, highlighting the possible advantages of incorporating philosophical frameworks into the larger educational environment.
Pelatihan Metode Bilqis dalam Upaya Mewujudkan Tenaga Pengajar Al-Qur’an Profesional Berkualitas Majdi, Ahmad Labib; Oktaviani, Elin; Ibnu, Faiz Muhammad; Siddiq, Jiddan Ali; Lisa'adah, Lisa'adah; Akbar, Muhammad Jundullah; Farhiyah, Nur; Rahmatika, Qismy Tsania; Pratiwi, Rety Dwi; Salsabila, Tiffana; Insani, Vera Ridia
Khidmat Vol 3 No 1 (2023): Khidmat
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam Ciamis-Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melaporkan informasi yang didapat dan hasil analisis bagaimana penerapan metode bilqis dalam mencetak pengajar Al-Quran berkualitas dengan menggunakan metode BILQIS di Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, namun dalam praktiknya difokuskan pada santri di pondok pesantren Al-Insan, Banjarsari, Ciamis. Inventarisasi masalah dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembelajaran membaca Al-Quran. Artikel laporan ini dapat digolongkan ke dalam jenis penilitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik kajian pustaka, observasi lapangan, wawancara, dan studio dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, penggunaan Metode BILQIS memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam pembentukan pengajar berkualitas demi meningkatnya kemampuan membaca Al-Quran. Dalam pelaksanaan program pembentukan pengajar Al-Quran menggunakan Metode BILQIS terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya yaitu adanya adanya modul pembelajaran untuk membantu memudahkan proses pembelajaran. Adapun faktor penghambatnya yaitu latar belakang peserta didik yang berbeda-beda, ada yang sudah menguasai dasar ilmu tajwid dan ada yang belum, terutama waktu yang tidak mencukupkan, sehingga menghambat kelancaran pelakanaan program.