cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
THE ROLE OF WOMEN’S TRANSFORMATIVE POLITICAL LEADERSHIP IN DECONSTRUCTING PATRIARCHY DURING COVID-19 PANDEMIC Harini, Setyasih
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.10954

Abstract

AbstrakBerita media massa dalam waktu dua tahun terakhir selalu pesan-pesan yang disebarkan dari sosial media, konferensi pers hampir selalu menampilkan informasi dan opini mengenai penyebaran virus Corona sebagai krisis kesehatan yang telah menggobal. Tanggapan bersama terhadap pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa masyarakat percaya akan pentingnya kesejahteraan manusia dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi, inilah yang menjadi fokus dari kebijakan ekonomi. Pentingya reproduksi manusia secara berkelanjutan pada bidang ekonomi. Kepala daerah Kabupaten Sragen yang telah mendapat kepercayaan dan terlegitimasi kekusaaannya oleh masyarakat mengupayakan ketahanan ekonomi keluarga sebagai basis mempertahankan keberlanjutan kehidupan warganya. Tujuan dari tulisan ini untuk melihat kebijakan dan program pada bidang ekonomi yang ditetapkan oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang mampu mendobrak jeratan patriarki untuk mengatasi dampak Covid-19 pada bidang ekonomi. Pendekatan deskriptif kualitatif menjadi pedoman dalam penyusunan penelitian ini dengan pengumpulan data dari penelusuran pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi pemimpin politik mampu merespon permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Bupati Sragen yang seorang perempuan menerapkan kepemimpinan transformatif pada masa Covid-19 mengupayakan berbagai cara guna mempertahankan sumber daya ekonomi masyarakatnya dengan melibatkan dan memberdayakan semua sumber daya yang ada di wilayahnya. AbstractMass media news in the last two years has always been messages spread from social media, press conferences almost always display information and opinions about the spread of the Corona virus as a global health crisis. All responses to the Covid-19 pandemic shows that people believe in the importance of human well-being compared to economy growth, which is the focus of economy policy. The importance is economy sustainable reproduction. The regional head of Sragen Regency who has gained trust and legitimized her power by citizens seeks the economy resilience of the family as a basis for maintaining the sustainability of life. The purpose of this paper to show economy policies and programs of Kusdinar Untung Yuni Sukowati as a Sragen Regent who was able to break the patriarchy's entanglements to overcome the economy impact of Covid-19. Qualitative description approach as guidelines of this research with the data collection from library browsing and documentation. Result of this research show that women who given the opportunity and trust to become a political leader able to respond to the problems faced by her people. Regent Sragen who is a woman implementing transformative leadership during Covid-19 seeks various ways to maintain and strengthen economy of her citizens by involving and empowering all resources in her region.
PEMBINAAN KEPRIBADIAN ISLAMI DAN SOLIDARITAS SOSIAL REMAJA Sriyanti, Lilik; Ramadhani, Lili Rijki
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.11185

Abstract

AbstrakEra informasi dan globalisasi membawa perubahan hidup manusia, baik perubahan positif maupun negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah terjadinya dekandensi moral di kalangan remaja. Saat ini kenakalan remaja terus terjadi dari waktu-ke waktu. Dibutuhkan upaya sistemik untuk menekan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengungkap pembinaan keagamaan dan solidaritas sosial remaja dari suatu wilayah di kabupaten Semarang yang pada masyarakatnya peduli terhadap kehidupan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis  dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan remaja sebagai informan. Analisis konten  digunakan sebagai teknik analisis data menggunakan teori psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembinaan kepribadian islami remaja dilakukan melalui kegiatan keagamaan yaitu: kegiatan Taman Pendidikan Al Qur an (TPA), pengajian rutin malam Jum’at, kegiatan mujahadah, Yasinan. Melalaui kegiatan ini remaja menunjukkan perilaku yang lebih islami dibanding perilaku remaja era sebelumnya  (2) Solidaritas sosial remaja dikembangkan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, kerja bakti, anjang sana kegiatan pengajian, karangtaruna, santunan anak yatim dan kaum dhuafa (3) Faktor pendukung keberhasilan pembinaan kepribadian islami adalah adanya kerja antara perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dukungan dari keluarga, sarana prasarana yang mewadai. AbstractThe era of information and globalization brings changes in human life, both positive and negative changes. One of the negative impacts is the occurrence of moral decadence among adolescents. Currently juvenile delinquency continues to occur from time to time. Systemic efforts are needed to suppress deviant behavior among adolescents. This study aims to reveal the religious development and social solidarity of adolescents from an area in Semarang district which in the community cares about the lives of adolescents. This study uses a phenomenological qualitative approach involving religious leaders, community leaders and youth as informants. Content analysis is used as a data analysis technique using psychological theory. The results showed that (1) the development of the Islamic personality of adolescents was carried out through religious activities, namely: Al-Qur'an Education Park (TPA) activities, regular Friday night recitations, mujahadah activities, Yasinan. Through this activity, teenagers show more Islamic behavior than the behavior of teenagers in previous eras (2) Youth social solidarity is developed through social activities, community service, recitation activities, youth organizations, compensation for orphans and poor people (3) Supporting factors for the success of personality development Islam is the existence of work between village officials, religious leaders and community leaders, support from the family, infrastructure facilities that are in charge.
KEPASTIAN HUKUM ATAS PERLINGUNGAN TERHADAP ANAK ADOPSI BEDA AGAMA DI KOTA TANJUNG BALAI TINJAUAN Daulay, Mhd Nur Husein; Waruru, Tri Eka Putra Muhtarivansyah
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.11191

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian yang membahas kepastian hokum mengenai adopsi anak yang berbeda agama dengan walinya pada masyarakat Kota Tanjungbalai. Perbedaan hukum antara Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 dan Fatwa MUI tahun 1984 tentang adopsi anak menjadi dasar penelitian ini dilakuakn. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa informan yang memenuhi kriteria dalam masalah ini. Kemudian data wawancara tersebut ditinjau dengan menggunakan literatur yang dipandang relevan. Setelah peneliti meneliti dan menganalisa, peneliti mengambil kesimpulan bahwa praktik pengangkatan anak yang berbeda agama dengan orang tua angkatnya di Kota Tanjungbalai terdapat beberapa sebab yaitu tidak kunjung memiliki anak di usia pernikahan yang lama, dengan bertujuan membantu keluarga yang tidak mampu menafkahi anak secara ekonomi. Terjadinya pengangkatan anak yang berbeda agama dengan orang tua angkatnya berasal dari keluarga yang muallaf yang masih memiliki kerabat yang berbeda agama. Faktor adopsi anak yang berbeda agama disebabkan masih adanya hubungan darah atau kekerabatan yang menjadi alasan utama dan adopsi anak dilakukan dengan cara kekeluargaan tanpa ke pengadilan. Hukum adopsi anak yang berbeda agama dengan walinya dibenarkan dalam Fatwa MUI Tahun 1984. Sedangkan dalam PP No. 54 Tahun 2007, Pasal 13 merupakan perbuatan hukum yang dilarang. AbstractThis study is a study that discusses legal certainty regarding the adoption of interfaith children with their guardians in the people of Tanjungbalai City. The legal difference between Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 and the 1984 MUI Fatwa concerning the adoption of children is the basis of this research. This research is a field research, with data collection through interviews with several informants who meet the criteria in this problem. Then the interview data were analyzed using the relevant literature. After the researchers researched and analyzed, the researchers concluded that the practice of adopting interfaith children with adoptive parents in Tanjungbalai City had several reasons, namely not having children at a long marriage age, with the aim of helping poor families. provide for their children economically. The adoption of children of different religions with their adoptive parents come from converting families who still have relatives of different religions. The factor of adopting children of different religions is because of blood or kinship which is the main reason and the adoption of children is carried out in a familial manner without going through a court. The law on the adoption of interfaith children and their guardians is justified in the 1984 MUI Fatwa. While in PP No. 54 of 2007, Article 13 is a prohibited legal act.
PEREMPUAN DAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA (STUDI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN) Siregar, Indah Permatasari
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.10452

Abstract

AbstrakKetahanan ekonomi merupakan salah satu komponen penguat ketahanan keluarga. Di Kota Padangsidimpuan, hampir semua perempuannya bekerja di berbagai bidang. Perempuan yang bekerja di Kota Padang Sidempuan dipengaruhi oleh berbagai hal Mulai dari suami yang di PHK, dan perempuan yang imenjadi kepala keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran perempuan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga di Kota Padang Sidempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai ibu-ibu yang bekerja di Kota Padang Sidempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya berimbas pada keluarga kecil yang dibinanya saja namun berefek luas pada ketahanan ekonomi keluarga yang ada di Kota Padang Sidempuan. Peran perempuan tersebut adalah sebagai tulang punggung keluarga, sebagai mitra suami, sebagai agen perubahan dan pemberdayaan perempuan lainnya. Perempuan mampu terlibat dan berperan dalam ketahanan ekonomi keluarga dikarenakan adanya kesetaraan gender dalam keluarga. AbstractEconomic resilience is one component of strengthening family resilience. In Padang Sidempuan City, almost all of the women work in various fields. Women who work in Padang Sidempuan City are influenced by various things. Starting from the husband who was laid off, and the woman who became the head of the family. This study aims to describe how the role of women in building family economic resilience in Padang Sidempuan City. This study uses a qualitative method by interviewing women who work in the city of Padang Sidempuan. The results of this study indicate that the role of women in building family economic resilience does not only affect the small families they foster, but also has a broad effect on the economic resilience of families in Padangsidimpuan City. The woman's role is as the backbone of the family, as husband's partners, as agents of change and as empowerment of other women. Women are able to be involved and play a role in the economic resilience of the family due to gender equality in the family.
PEREMPUAN DALAM PUSARAN PERKAWINAN; ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN Dayu, Wulan
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.10047

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang bagimana seharusnya hak-hak yang dimiliki oleh istri dan suami dalam perkawinan, ketika berbicara tentang hak dan kewajiban suami isteri di zaman sekarang, terutama di kalangan akademisi (penggiat ilmu pengetahuan), kita tidak dapat lepas dari membicarakan pandangan orang-orang yang menginginkan pembaharuan dalam hukum-hukum yang berkaitan dengan hal disebut di atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan serta fenomenologis, sumber literatur dari buku digunakan untuk melihat keadaan sosial berkenaan dengan masalah ini. Singkatnya dapat dikatakan bahwa, banyak sudah pemikir muslim di zaman sekarang yang tidak paus lagi dengan hukum keluarga yang ada dalam kitab-kitab fikih klasik, yang mayoritas ditulis oleh orang Arab. Orang-orang yang menginginkan hal demikian belakangan disebut namanya dengan kaum feminis, yaitu orang-orang yang meinginginkan kesetaraan gender, baik dalam hubungan suami isteri maupun peran wanita di ranah publik. AbstractThis research  discusses how the rights of a wife and husband in marriage should be, when talking about the rights and obligations of husband and wife today, especially among academics (scientific activists), we cannot be separated from discussing the views of other people. who want reforms in the laws relating to the matters mentioned above. This research uses a literature study and phenomenological approach, literature sources from books are used to see the social situation regarding this problem. In short, it can be said that, there are many Muslim thinkers today who are no longer pope with the family law contained in the classical fiqh books, the majority of which were written by Arabs. People who want this are later called feminists, namely people who want gender equality, both in husband and wife relationships and the role of women in the public sphere
Analisis Teori Hukum Maslahah Al - Mursalah Terhadap Urgensi Penyempurnaan Kategori Tindakan Kekerasan Perspektif Permendikbud No. 82/2015 Khoiri, Nispul
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.18802

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pustaka dalam pendekatan normatif (usul fikih) terfokus kepada teori hukum Maslahah al – Mursalah, guna mengurai, menganalisi dan menggungkapkan nilai – nilai kemaslahatan terhadap penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP terkait dengan kategori tindakan kekerasan di satuan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP perspektif Maslahah al – Mursalah, dipandang menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Penyempurnaan kategori tindakan kekerasan dengan mengakomodir faktor diskriminasi - intoleransi, faktor salah kebijakan, dan faktor kekerasan Informasi, teknologi dan komunikasi. Faktor – faktor ini juga dipandang pemicu tingginya kekerasan di sekolah. Dalam analisis Maslahah al – Mursalah, penyempurnaan Permendikbud masuk dalam kategori peringkat dharuriyah, jika tidak ada penyempurnaan Permendikbud akan dapat mengancam lima unsur pokok (agama, jiwa, akal, keturunan dan harta). Kemudian kemaslahatan ini adalah kemaslahatan benar – benar diyakini sebagai maslahat, tidak didasarkan kepada dugaan semata. Kemaslahatan penyempurnaan Permendikbud berlaku secara umum dan kolektif guna mencegah dan menanggulangi kekerasan pada satuan pendidikan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6