Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Membentuk Self Concept Positif pada Anak (Pendekatan Parenting Skill) Sriyanti, Lilik
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Prodi PGMI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/mdr.v1i1.%p

Abstract

Individual concept is one’s view of oneself as something invaluable or worthless. The view of the self will influence to accomplish efforts, the motivations to achieve the ideals, and behaviors. The positive self-concept elicits the appearance of self-esteem and the spirit to move forwards. The individual positive concept tends to view others from positive thinking and vice versa. Individual concept is formed through learning and environmental influence particularly parents. The change of individual concept may be influenced by personal stipulation, failure, and depression – even though this can be controlled through appropriate rearing. Parenting is very influential to the creation of individual concept of the children. Unfortunately, parents and teachers do not realize that their attitude and conduct have broken down the children’s self-esteem. This automatically creates the negative individual concept of them. This is the time to change to the scientific parenting model and affection. The model does not only emphasize parents’ ego but also appreciating children as growing and developing individual, as well as learning individual with their strengths and weaknesses.
PEMBINAAN KEPRIBADIAN ISLAMI DAN SOLIDARITAS SOSIAL REMAJA Sriyanti, Lilik; Ramadhani, Lili Rijki
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.11185

Abstract

AbstrakEra informasi dan globalisasi membawa perubahan hidup manusia, baik perubahan positif maupun negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah terjadinya dekandensi moral di kalangan remaja. Saat ini kenakalan remaja terus terjadi dari waktu-ke waktu. Dibutuhkan upaya sistemik untuk menekan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengungkap pembinaan keagamaan dan solidaritas sosial remaja dari suatu wilayah di kabupaten Semarang yang pada masyarakatnya peduli terhadap kehidupan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis  dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan remaja sebagai informan. Analisis konten  digunakan sebagai teknik analisis data menggunakan teori psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembinaan kepribadian islami remaja dilakukan melalui kegiatan keagamaan yaitu: kegiatan Taman Pendidikan Al Qur an (TPA), pengajian rutin malam Jum’at, kegiatan mujahadah, Yasinan. Melalaui kegiatan ini remaja menunjukkan perilaku yang lebih islami dibanding perilaku remaja era sebelumnya  (2) Solidaritas sosial remaja dikembangkan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, kerja bakti, anjang sana kegiatan pengajian, karangtaruna, santunan anak yatim dan kaum dhuafa (3) Faktor pendukung keberhasilan pembinaan kepribadian islami adalah adanya kerja antara perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dukungan dari keluarga, sarana prasarana yang mewadai. AbstractThe era of information and globalization brings changes in human life, both positive and negative changes. One of the negative impacts is the occurrence of moral decadence among adolescents. Currently juvenile delinquency continues to occur from time to time. Systemic efforts are needed to suppress deviant behavior among adolescents. This study aims to reveal the religious development and social solidarity of adolescents from an area in Semarang district which in the community cares about the lives of adolescents. This study uses a phenomenological qualitative approach involving religious leaders, community leaders and youth as informants. Content analysis is used as a data analysis technique using psychological theory. The results showed that (1) the development of the Islamic personality of adolescents was carried out through religious activities, namely: Al-Qur'an Education Park (TPA) activities, regular Friday night recitations, mujahadah activities, Yasinan. Through this activity, teenagers show more Islamic behavior than the behavior of teenagers in previous eras (2) Youth social solidarity is developed through social activities, community service, recitation activities, youth organizations, compensation for orphans and poor people (3) Supporting factors for the success of personality development Islam is the existence of work between village officials, religious leaders and community leaders, support from the family, infrastructure facilities that are in charge.
Hambatan Guru Dalam Mengembangkan Kompetensi Kepribadian Nugroho, Imam Wahyu; Sriyanti, Lilik
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1643

Abstract

Setiap guru memiliki kepribadian, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda. Namun, jika menyangkut kepribadian, guru selalu dihadapkan pada tantangan atau hambatan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk memeperoleh hambatan hambatan apa saja yang guru temui ketika akan mengembangkan kompetensi kepribadiannya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Analisis penelitian mengguanakan content analysis atau mengkaji sumber sumber yang relevan. Berdasarkan hasil analisis studi kepustkaan menunjukkan bahwa hambatan kompetensi kepribadian guru di pengaruhi oleh 2 faktor, pertama faktor dari dalam diri guru meliputi; 1) perilaku guru; 2) integritas guru; 3) keilmuan yang dimiliki guru. Kedua faktor dari luar diri guru meliputi; 1) lingkungan tinggal dan kerja guru; 2) peraturan sekolah; 3) jam kerja guru yang panjang.
Tantangan Kompetensi Kepribadian Guru MI Nurul Huda Karanggondang di Era Digital Muallifah, Atika; Sriyanti, Lilik
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4955

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskreptif dengan subjek guru dan kepala sekolah MI Nurul Huda Karanggondang. Kompetensi kepribadian guru menurut Ibnu sahnum dalam kitan Adab Al-Mutallimin ada 9 yaitu berlaku adil, menghindari diskriminasi terhadap peserta didik karena perbedaan status sosial, kasih sayang dan lemah lembut, tidak bertindak saat emosi dan marah, ikhlas karena Allah SWT, tanggung jawab, tidak memberikan hukuman berlebih, pembinaan akhlak dan takwa kepada Allah SWT. Tantangan guru MI Nurul Huda Karanggondang dalam kompetensi kepribadian adalah 1) guru dituntut untuk bijak dalam penggunaan sosial media, 2) guru harus update terhadap fenomena di era digital 3) guru mengajarkan etika dan tanggung jawab dalam penggunaan sosial media 4) Guru harus mempertahankan nilai agama dan moral pada siswa. Dalam hal upaya ini Lembaga MI Nurul Huda bertanggung jawab dan mencari solusi terkait tantangan kepribadian guru di era digital dengan pelatihan administrasi guru, tren riset IPA, parenting dan penanaman nilai agama dan moral melalui kebiasan di Madrasah
RATIONAL EMOTIF BEHAVIOR THERAPY BERBANTUAN TERAPI DZIKIR UNTUK MENGURANGI KECEMASAN AKADEMIK SISWA Maisah, Siti; Sriyanti, Lilik
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 7, No 3 (2024): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v7i3.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kecemasan akademik siswa; 2) Menguji efektifitas Rational Emotive Behavior Therapy berbantuan terapi dzikir tasbih terhadap penurunan kecemasan akademik  siswa. Penelitian ini menggunakan single subject exsperimental dengan model A-B-A yang  dilakukan pengukuran 3 kali fase baseline A1 3 kali intervensi dan 3 kali  pengukuran baseline A2. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan skala kecemasan akademik, subjek  yang dilibatkan dalam penelitian adalah 2 siswa SMAN 2 Salatiga yang menunjukan kecemasan akademik paling tinggi, diambil secara purposive sampling dari 30 siswa di kelas XIB. Hasil penelitian kecemasan akademik sebelum diberikan konseling subjek EL memperoleh skor rata-rata 101,3 subjek AH memperoleh rata-rata 97. pada fase intervensi subejek EL memperoleh rata-rata 91, subjek AH 90. Kemudian pada baseline A2 subjek EL memperoleh rata-rata 87,3 subjek AH memperoleh skor 84,6. Pada kedua subjek EL dan AH  juga mendapatkan presentase Overlap 0% yang menandakan kecil. Perubahan kecenderungan arah subjek EL baseline A1 106,102,96, Fase intervensi 94,91,88, fase baseline A2 88,90,84 sedangkan subjek AH fase baseline A1 99,95,97, fase intervensi 92,94,84, fase baseline A2 90,84,80 kedua subjek menunjukan penurunan skor kecemasan akademik. Dilihat dari aspek stabilitas menunjukan penurunan yang stabil. Dapat disimpulkan bahwa Rational Emotive Behavior Therapy berbantuan terapi dzikir efektif menurunkan kecemasan akademik siswa. Penelitian merekomendasikan penggunaan pendekatan eklektif antara metode terapi konvensional dengan terapi islami dalam pemecahan masalah psikologis.
Hambatan Guru Dalam Mengembangkan Kompetensi Kepribadian Nugroho, Imam Wahyu; Sriyanti, Lilik
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1643

Abstract

Setiap guru memiliki kepribadian, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda. Namun, jika menyangkut kepribadian, guru selalu dihadapkan pada tantangan atau hambatan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk memeperoleh hambatan hambatan apa saja yang guru temui ketika akan mengembangkan kompetensi kepribadiannya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Analisis penelitian mengguanakan content analysis atau mengkaji sumber sumber yang relevan. Berdasarkan hasil analisis studi kepustkaan menunjukkan bahwa hambatan kompetensi kepribadian guru di pengaruhi oleh 2 faktor, pertama faktor dari dalam diri guru meliputi; 1) perilaku guru; 2) integritas guru; 3) keilmuan yang dimiliki guru. Kedua faktor dari luar diri guru meliputi; 1) lingkungan tinggal dan kerja guru; 2) peraturan sekolah; 3) jam kerja guru yang panjang.
Gangguan Kepribadian Guru Dan Pengaruhnya terhadap Pembelajaran di MI/SD Faizin, Muh Hasan; Sriyanti, Lilik
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v5i1.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gangguan-gangguan kepribadian guru dan pengaruhnya dalam pembelajaran, serta penanganannya. Terapi yang dapat diberikan kepada orang yang mengalami gangguan kepribadian yaitu psikoterapi dan farmakoterapi. Ganggguan kepribadian guru berdampak terhadap pengelolaan kelas dan tentunya akan merusak siklus belajar mengajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menerapkan metode penelitian kepustakaan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dari platform Google Scholar dan Google Bookcs. Teknik yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi dokumen. Gangguan kepribadian guru merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kualitas pendidikan. Faktor-faktor seperti beban kerja tinggi, konflik dalam lingkungan kerja, dan masalah kepemimpinan diidentifikasi sebagai penyebab utama gangguan kepribadian guru. Gangguan ini berdampak pada pembentukan karakter siswa, minat belajar, motivasi belajar, dan manajemen kelas. Untuk mengatasi gangguan kepribadian guru, langkah-langkah seperti dukungan psikologis, peningkatan kesadaran tentang kesehatan mental, dan perbaikan lingkungan kerja dianjurkan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kesejahteraan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
To Teach Or Not To Teach: Sex Education In Islamic Boarding School Sriyanti, Lilik; Erawati, Muna; Prabawa, Abi Fa'izzarahman; Antika, Eni Rindi; Jati, Roko Patria
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5547

Abstract

Homosexuality is a significant topic in many social discussions. Most people believe in the right for individuals to live as they are and appreciate everyone's uniqueness. However, there are also those with differing opinions who do not support this right. Islamic boarding school serves as one of the pillars of preserving Islamic teachings and protecting the young generation from moral decadence. Ironically, it is often viewed as one of the places where sexual perversion, i.e., homosexuality, grows. This study aimed to present a preventive intervention to prevent sexual perversion through capacity building for the management, head, and teachers in the Islamic boarding school environment. To this end, the action research was conducted in one of the Islamic seminaries in Magelang Regency, Indonesia. The study subjects were the Islamic boarding school's manager, caretakers, and teachers. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, observation, focus group discussion (FGD),  and document study. This study found that (1) the indication of homosexual perversion in the Islamic boarding school was categorized as low; (2) the intervention could improve managers’, caretakers’, and teachers’ knowledge about the indication of homosexual perversion, reproductive education strategies for students, and sensitivity towards homosexual perversion in the Islamic boarding school; and (3) it is necessary to reconstruct the regulation and prepare counseling service units. To prevent homosexuality at Islamic boarding schools (IBS), there's a need for a systematic, integrated, comprehensive, and wise preventive effort involving managers, caretakers, and teachers. This includes increasing their knowledge and awareness about various topics such as: 1) Sexual behavior issues at IBS and their underlying causes; 2) Adolescents' development characteristics; 3) Adolescent reproductive health; 4) Sexually transmitted diseases and their causes; 5) Sexual deviations and their consequences; 6) Future planning. Additionally, efforts should involve reconstructing IBS regulations and preparing counseling service units. The suggestion from this research is to adapt these interventions to similar educational institutions in a thoughtful manner.
Mindfulness in student life: A phenomenological study of self-awareness, emotional resilience, and identity development Fadil, Ahmad; Zoraya, Amelia; Sriyanti, Lilik
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 28 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v28i1.4682

Abstract

This phenomenological study explored the meaning of mindfulness in the daily lives of university students. In-depth interviews were conducted with three active students at UIN Salatiga to understand how mindfulness is perceived and experienced in the academic, emotional, and social contexts. Using descriptive-interpretative analysis based on Giorgi’s “whole–part–whole” method, five essential themes were identified: present-moment awareness, emotional self-regulation, self-acceptance, adaptive coping, and reflective growth. The findings reveal that mindfulness is not merely a stress management technique but an existential and developmental process that simultaneously strengthens self-awareness, emotional resilience, and identity development as an integrated outcome. Participants demonstrated the ability to stay grounded in the present moment, consciously regulate their emotions, and make decisions aligned with personal and social values reflecting the dynamic formation of their identity. This study underscores the importance of developing mindfulness-based psychoeducational programs within higher education to holistically support students’ mental well-being, self-understanding, and personal growth, including the process of identity development.
Analisis Komunikasi Interpersonal Guru dalam Pembelajaran dan Dampaknya terhadap Performa Mengajar Khoeriyah, Ahya Fathul; Sriyanti, Lilik
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal guru dalam pembelajaran serta menganalisis bentuk, faktor pendukung dan penghambat, strategi, dan dampaknya terhadap performa mengajar guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir melalui Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru merupakan proses interaksi dua arah yang melibatkan penyampaian dan penerimaan pesan secara verbal maupun non-verbal untuk membangun hubungan edukatif yang efektif. Komunikasi intepersonal diterapkan melalui empat bentuk utama, yaitu komunikasi verbal, non-verbal, persuasif, dan asertif. Efektivitas komunikasi intepersonal dipengaruhi oleh keterampilan berbahasa, kedekatan emosional, dukungan lingkungan sekolah, serta motivasi profesional. Sedangkan faktor penghambat muncul dari perbedaan gaya komunikasi, hambatan psikologis, keterbatasan bahasa, dan kondisi emosional guru maupun siswa. Guru dapat menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan komunikasi interpersonal seperti mendengarkan aktif, empati, penggunaan bahasa yang tepat, keterbukaan, penguasaan materi, dan pengelolaan emosi. Komunikasi interpersonal yang efektif berdampak signifikan terhadap performa mengajar guru, ditandai dengan meningkatnya motivasi belajar siswa, terciptanya suasana kelas yang kondusif, serta penguatan komitmet profesional guru. Dengan demikian, komunikasi intepersonal menjadi aspek penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.