cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
THE URGENCY AND CHALLENGES OF FEMALE JOURNALISTS IN THE ERA OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 IN INDONESIA Saragih, M. Yoserizal
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16426

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas persoalan eksistensi dan dinamika jurnalis perempuan di Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Peran jurnalis perempuan di era revolusi industry ini ternyata masih mengalami perlakuan yang diskriminatif dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Pekerjaan tertentu hanya bisa dilakukan oleh jurnalis laki-laki, sedangkan jurnalis perempuan hanya pada pekerjaan tertentu lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Revolusi Industri 4.0 atau yang sering disebut dengan cyber physical system merupakan revolusi yang menitikberatkan pada otomatisasi dan kolaborasi antara teknologi saber yang muncul pada abad ke-21 dengan ciri utama penggabungan informasi dan teknologi komunikasi ke sektor industry sehingga tidak ada perbedaan dan pemisahan antara pekerjaan yang diidentikan dengan gender tertentu. Tantangan berikutnya bahwa masih banyak pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan dalam melakukan aktifitas peliputan berita di lapangan. Perjuangan kesetaraan gender di sektor media merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian serius sehingga tercipta iklim kerja yang sehat bagi para jurnalis perempuan. AsbtractThis paper discusses the issue of the existence and dynamics of women journalists in the Industrial Revolution 4.0 Era in Indonesia. The role of female journalists in the era of the industrial revolution apparently still experienced discriminatory treatment in carrying out journalistic tasks in the field. Certain jobs can only be done by male journalists, while female journalists can only do certain other jobs. This study used qualitative research methods. The results of this study indicate that the Industrial Revolution 4.0 or what is often referred to as the cyber physical system is a revolution that focuses on automation and collaboration between saber technologies that emerged in the 21st century with the main characteristics of combining information and communication technology. into the industrial sector so that there is no difference and separation between jobs that are identified with a certain gender. The next challenge is that there is still a lot of sexual harassment against female journalists in carrying out reporting activities in the field. The struggle for gender equality in the media sector is work that needs serious attention in order to create a healthy working climate for women journalists.
WACANA PEMBERITAAN SUARA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF STANDPOINT THEORY Triyani, Siti; Widiastuti, Wahyu; Perdana, Dionni Ditya
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16103

Abstract

AbstractSexual violence is still a frightening scourge for women, but women's voices in sexual violence cases are still often sidelined. The purpose of this study is to describe the discourse of reporting the voices of victims of sexual violence in the perspective of standpoint theory. This study used Norman Fairclough's critical discourse analysis with descriptive qualitative research methods. The data collection techniques used are observation, documentation, and interviews. The findings of this study show that the series of news voices of victims of sexual violence reported in bengkuluekspress.com in the text dimension displays representations of resistance, the identity of victims of sexual violence, and social relations. In the practice discourse dimension, news production carried out bengkuluekspress.com, news dissemination, and text consumption can help readers to understand how news about rape and sexual violence cases can influence public views and provide a more complete picture of the impacts of these cases. Furthermore, in the socio-cultural dimension, bengkuluekspress.com delivered a discourse of criticism of the community, law enforcement officials, and the government, especially institutions that shelter women, in highlighting cases of sexual violence against women in order to realize a Bengkulu Province free of sexual violence. AbstrakKekerasan seksual masih menjadi momok menakutkan bagi perempuan, namun suara perempuan dalam kasus kekerasan seksual masih sering dikesampingkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wacana pemberitaan suara korban kekerasan seksual dalam perspektif standpoint theory. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rangkaian berita suara korban kekerasan seksual yang diberitakan di bengkuluekspress.com dalam dimensi teks menampilkan representasi perlawanan, identitas korban kekerasan seksual, dan relasi sosial. Dalam dimensi practice discourse, produksi berita yang dilakukan bengkuluekspress.com, penyebaran berita, dan konsumsi teks dapat membantu pembaca untuk memahami bagaimana berita tentang kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual serta dapat memengaruhi pandangan masyarakat dan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang dampak-dampak dari kasus tersebut. Selanjutnya, dalam dimensi socio-cultural, bengkuluekspress.com menyampaikan wacana kritik terhadap masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah pemerintah khususnya lembaga yang menaungi perempuan, dalam menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dalam rangka mewujudkan Provinsi Bengkulu yang bebas kekerasan seksual.
PENGARUH SPEAK UP PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL PADA PODCAST DEDDY CORBUZIER EDISI 6 JULI 2022 TERHADAP EMPATI MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BENGKULU) Muzni, Nurlianti; Prihandani, Ilfia Fitri; Makhrian, Andy
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy Corbuzier edisi 6 Juli 2022 terhadap empati mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan survey. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi pustaka yang relevan. skala pengukuran yang kemudian data jawaban kuesioner dari 70 responden dianalisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS 23. Dalam penelitian ini, variabel X memperoleh rata – rata total skornya 266,5 dengan total rata – rata indeks persentase interval sebesar 76,14%. Variabel Y, rata – rata total skornya ialah 267,8 dengan total rata – rata indeks persentase interval sebesar 76,51%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh antara speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy edisi 6 Juli 2022 terhadap empati. Nilai konstanta regresinya sebesar 0,757 dengan koefisien determinasi sebesar 0,663, artinya besar pengaruh speak up penyintas kekerasan seksual pada podcast Deddy Corbuzier edisi 6 Juli 2022 terhadap empati ialah 66,3%. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Stimulus Organism Respons yang mana aksi – reaksi ditimbulkan melalui speak up-nya penyintas kekerasan seksual (stimulus) dan diterima oleh publik terutama mahasiswa dengan menonton tayangan podcast tersebut (organism) sehingga menghasilkan efek berupa empati (respons).
Wanita Karier Dalam Perspektif Gender Dan Hukum Islam Rosydiana, Wildan Novia
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.16782

Abstract

AbstractIndonesian culture firmly defines women's roles as traditionally being mothers, wives and housekeepers and tasked with serving their husbands, raising children and educating them. Gender is questioned because it leads to differences in people's roles, responsibilities, rights and functions that tend to discriminate against people. Gender equality does not differentiate between the rights and obligations of men and women in the workplace. Islam does not actually prohibit women from pursuing careers, but Islam requires women to do work that is not contrary to their nature. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach and literature search as a data collection technique. The data collected is then analyzed using a gender analysis approach. The results of this study show that career women have rights and obligations that must be fulfilled. By building a career, women can develop their potential and can also help their family's economy. In addition, they can participate in the field of development, play an active role, and serve the community, nation, religion, and country. AbstrakBudaya  Indonesia secara tegas mendefinisikan peran perempuan yang secara tradisional adalah  ibu, istri, dan pembantu rumah tangga serta bertugas melayani suami, membesarkan anak, dan mendidik mereka. Gender dipertanyakan karena mengarah pada perbedaan peran, tanggung jawab, hak, dan fungsi orang yang  cenderung mendiskriminasi masyarakat. Kesetaraan gender  tidak membedakan antara hak dan kewajiban  laki-laki dan perempuan di tempat kerja. Islam sebenarnya tidak melarang perempuan untuk mengejar karier, tetapi Islam mewajibkan perempuan untuk melakukan pekerjaan yang tidak bertentangan dengan fitrahnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan penelusuran kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis gender. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa wanita karier memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Dengan membangun karier, wanita dapat mengembangkan potensi dirinya dan juga dapat membantu perekonomian keluarganya. Selain itu mereka dapat berpartisipasi dalam bidang pembangunan, berperan aktif, dan  mengabdi pada masyarakat, bangsa, agama, dan negaranya.
Ethics of Care, Gender Equality in Islamic Teachings Quran An Nisa: 3, Polygamy or Monogamy? Saiddaeni, Saiddaeni
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.15763

Abstract

AbstrakQS An-Nisa ayat 3 merupakan salah satu ayat yang menjelaskan tentang perintah untuk berbuat adil bagi perempuan dan anak yatim. Namun, banyak kesalahpahaman dalam menginterpretasikan makna tersebut, ada beberapa orang yang menganggap bahwa ayat tersebut menganjurkan untuk poligami, tanpa mempertimbangkan prinsip keadilan dan syarat-syarat poligami tersebut. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian tentang makna QS An-nisa ayat 3 yang sesungguhnya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menjelaskan asal-usul diturunkannya QS An-Nisa ayat 3 dan (2) menjelaskan tentang makna QS An-Nisa dalam memandang poligami. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa QS An-Nisa lebih menekankan pada perintah untuk melindungi hak-hak dan keadilan perempuan, khususnya anak yatim serta menjamin kesetaraan gender bagi perempuan. Adapun asal-usul diturunkannya QS An-Nisa ayat 3 yaitu perilaku masyarakat Kawasan Arab pada zaman perang uhud yang semena-mena terhadap perempuan yatim. Ayat tersebut juga lebih menganjurkan manusia untuk monogami sebagai langkah menghindari perbuatan tidak adil terhadap perempuan, karena pada dasarnya manusia tidak bisa adil. AbstractQS An-Nisa verse 3 is one of the verses that explains the command to do justice for women and orphans. However, there are many misunderstandings in interpreting this meaning, there are some people who think that the verse recommends polygamy, without considering the principle of justice and the conditions for polygamy. Therefore, research is needed on the true meaning of QS An-nisa verse 3. The objectives of this study are: (1) to explain the origins of the revelation of QS An-Nisa verse 3 and (2) to explain the meaning of QS An-Nisa in viewing polygamy. The method used is descriptive analytic using textual and contextual approaches. The results of this study indicate that QS An-Nisa places more emphasis on orders to protect women's rights and justice, especially orphans and ensure gender equality for women. As for the origins of the revelation of QS An-Nisa verse 3, namely the behavior of the people of the Arab region during the uhud war who arbitrarily treated orphans. The verse also encourages humans to monogamy as a step to avoid unfair actions against women, because basically humans cannot be fair.
PENGARUH PERILAKU KELUARGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Fitri, Nadya Yulia; Hutagalung, Syahrial Arif
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v4i1.18339

Abstract

Perkembangan dunia mental seseorang yang tentunya mempunyai dampak sensitif, termasuk permasalahan keluarga mempengaruhi anak. Yang kadang seseorang anak ketika mentalnya hancur bisa menyebabkan strees, atau melakukan hal-hal yang negatif. Karna  kurangnya dekat dengan dengan orang tua seperti komunikasi dan kasih sayang terhadap anak. Ketika mental sudah terganggu itu berdampak tidak baik untuk dirinya sendiri. Maka dari itu jaga keharmonissan keluarga kalian agar anak tidak mempunyai mental yang rusak. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6