cover
Contact Name
Esther Irawati Setiawan
Contact Email
esther@istts.ac.id
Phone
+62315027920
Journal Mail Official
insyst@istts.ac.id
Editorial Address
Kampus Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) Ngagel Jaya Tengah 73-77, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Insyst : Journal of Intelligent System and Computation
ISSN : 26219220     EISSN : 27221962     DOI : https://doi.org/10.52985/insyst
Core Subject : Science,
The Intelligent System and Computation Journal will be published for 2 editions in a year, every April and October. The Intelligent System and Computation Journal is an open access journal where full articles in this journal can be accessed openly. Review in this journal will be conducted with a blind review system. All articles in this journal will be indexed by Google Scholar. The topics contained in this journal consist of several fields (but not limited to): Algorithms and complexity Artificial Intelligence Big Data Analytics Biomedical Instrumentation Computational logic Computer Vision and Biometric Data and Web Mining Digital Signal Processing Image Processing Information Retrieval & Information Extraction Intelligence Embedded Systems Machine Learning Mathematics and models of computation Natural Language Processing Parallel & Distributed Computing Pattern Recognition Programming languages and semantics Speech Processing Virtual Reality & Augmented Reality
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation" : 7 Documents clear
Ekstraksi Partitur Balok Monofonik untuk Instrumen Flute dengan CRNN dan CRF Vania, Stella; Sutanto, Patrick; Sutanto, Ricky; Santoso, Joan
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.218

Abstract

Notasi partitur balok bukanlah notasi yang mudah dibaca oleh pemula dalam dunia musik. Di sinilah Optical Music Recognition (OMR) dapat berperan. OMR merupakan sebuah pembelajaran mengenai komputer yang dapat mengenali objek dalam partitur balok. Dengan adanya program yang menerapkan OMR dan memberikan output dengan format yang mudah dipahami oleh pengguna, maka pemula dalam dunia musik dapat terbantu dalam membaca partitur not balok. Karya ilmiah ini dibuat dengan pendekatan deep learning dalam beberapa arsitektur. Dataset yang digunakan adalah Camera-PrIMuS yang terdiri dari dataset gambar sebaris partitur musik dan juga ground-truth per objek pada gambar yang bersangkutan. Arsitektur yang digunakan adalah CRNN, CRNN-CRF, dan Attention. Dari ketiga arsitektur tersebut, hasil terbaik diperoleh pada aristektur Attention dengan symbol error rate (SER) sekitar 9%, diikuti dengan CRNN dengan SER sekitar 84%, dan CRNN-CRF yang berdasarkan hasil uji coba tidaklah cocok untuk OMR dengan nilai loss yang tidak kunjung turun dalam proses training. Arsitektur Attention secara garis besar terdiri dari blok encoder dan decoder. Encoder berfungsi untuk menerima input gambar dan melakukan encoding terhadap gambar tersebut. Hasil encoding kemudian diterima oleh decoder yang berperan untuk melakukan decoding dan memprediksi sequence selanjutnya berdasarkan hasil encoding dari encoder. Dalam implementasinya program dapat menerima input berupa gambar selembar partitur penuh yang agak miring, maka program juga akan melakukan skew-correction dan pemotongan gambar per baris agar input dari pengguna dapat diproses oleh model. Output dari model yang masih berupa label-label prediksi akan diproses kembali agar menghasilkan not angka dan file MIDI yang relatif lebih mudah untuk dipahami oleh pengguna.
Perbandingan Implementasi Evolutionary Algorithm (EPO, FHO, dan CFA) pada Kasus Travelling Salesman Problem untuk Tempat Pariwisata di Surabaya Chen, Christian; Cahyadi, David; Bevan, Jonathan Arelio; Takhta, Williandy; Lesmana, Ariel; Poernomo, Christopher; Nagari, Widean
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.258

Abstract

Traveling merupakan bisnis yang tumbuh pesat di seluruh dunia, dan Indonesia tidak terkecuali. Di Indonesia, khususnya Surabaya, industri pariwisata telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dan diharapkan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Dengan peningkatan tersebut, pencarian rute untuk pariwisata harus efisien dan cepat, salah satu solusi yang populer saat ini adalah Evolutionary Algorithms (EA). Algoritma evolusi adalah jenis teknik optimisasi yang meniru proses evolusi alami untuk menemukan solusi terhadap masalah yang kompleks. Salah satu permasalahan yang dapat diselesaikan dengan efektif menggunakan algoritma evolusi adalah Traveling Salesman Problem (TSP). Permasalahan tersebut melibatkan pengunjungan pada beberapa kota dan menemukan rute terpendek untuk kembali ke titik awal. Beberapa algoritma evolusi telah dicadangkan untuk menyelesaikan TSP, seperti algoritma Cuttlefish (CFA), Emperor Penguin Optimizer (EPO) dan Fire Hawk Optimizer (FHO). Algoritma sotong didasarkan pada perilaku sotong liar, EPO terinspirasi oleh perilaku berkerumun dari penguin kaisar, sedangkan FHO menggunakan prinsip propagasi api. Semua algoritma yang telah disebutkan tadi memiliki potensi untuk menyelesaikan TSP dengan keunikannya masing-masing. Kesimpulan kami untuk semua algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahwa EPO berhasil menemukan solusi terbaik diikuti dengan solusi dari CFA dan FHO. Berdasarkan hasil percobaan kami, didapatkan EPO menghasilkan solusi 39.97% lebih baik dari CFA serta 14.75% lebih baik dari FHO secara rata-rata. Serta EPO juga memiliki waktu komputasi rata-rata lebih cepat (69.59% lebih cepat dari CFA dan 178.34% lebih cepat dari FHO).
Studi Klasifikasi Gerakan Semaphore menggunakan Fuzzy Mamdani dari Data IMU Sensor Budimartono, Tobias Nagata; Widodo, Romy Budhi
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.263

Abstract

Sering dijumpai di komunikasi antar kapal dan dikepramukaan penggunaan bendera semaphore untuk media komunikasi jarak jauh. Pembelajaran semaphore umumnya dilakukan secara manual dan menggunakan pendeteksian dengan citra digital. Namun keduanya memiliki keterbatasan yaitu ketersediaan tenaga ahli/tutor dan permasalahan pencahayaan. Mengingat pentingnya semaphore untuk komunikasi jarak jauh maka ahli semaphore memerlukan guidance system yang dapat menilai gerakan latihan. Penelitian ini menggunakan fuzzy logic dengan mamdani inference system. Metode yang digunakan adalah memasang sensor inersial pada kedua pergelangan tangan untuk mendapatkan data sudut gerakan tangan. Sensor inersial yang digunakan menghasilkan tiga sudut orientasi yaitu roll, pitch, dan yaw; namun dalam penelitian ini digunakan sudut roll. Gerakan semaphore pada penelitian ini berporos hanya pada satu sumbu sehingga data sudut roll yang digunakan untuk analisis. Sensor inersial secara nirkabel memberikan data ke komputer yang telah berisi perangkat lunak fuzzy system. Pada dasarnya gerakan semaphore memiliki delapan titik sudut, namun dalam penelitian ini telah ditemukan metode baru menggunakan lima area untuk mengelompokkan sudut kedua tangan. Pengelompokan pada lima area bermanfaat untuk penciptaan rule fuzzy. Output fuzzy berupa skor sesuai atau tidak sesuai. Eksperimen menggunakan lima orang subjek yang diminta melakukan delapan karakter yang mewakili huruf A-Z, dan spasi. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil mendeteksi gerakan dengan akurasi 67.5%. Hasil umpan balik analisis menunjukkan bahwa kedepannya diperlukan sebuah sensor yang dapat mendeteksi kemiringan torso untuk mengkompensasi postur tubuh yang kurang tegak saat subjek melakukan eksperimen.
Perbandingan Akurasi Deteksi Emosi Pada Suara Menggunakan Multilayer Perceptron, Random Forest, Decision Tree dan K-NN Swastika, Windra; Widodo, Romy Budhi; Oepojo, Alvin Andrius
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi pengenalan emosi melalui suara dengan menggunakan beberapa jenis classifier. Emosi dasar yang akan dikenali ada 4, yaitu senang, sedih, neutral dan marah. Metodologi penelitian dimulai dengan memperoleh dataset suara dari database RAVDESS, yang terdiri dari 24 aktor dengan jumlah suara sebanyak 60 per aktor. Namun, hanya 28 suara yang dipilih dari setiap aktor, sehingga total ada 672 suara yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengekstraksi fitur dari dataset suara, digunakan tiga teknik yaitu mel frequency cepstral coefficient (MFCC), Chroma, dan Skala Mel. Kemudian, empat jenis classifier digunakan dalam pembuatan model yaitu Multilayer Perceptron Classifier (MLPC), Decision Tree, Random Forest, dan K-NN. Dataset dibagi menjadi data train dan data test dalam 3 uji coba untuk masing-masing classifier, yait 85% train – 25% test, 80% train – 25% test, dan 75% train dan 25% test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dengan menggunakan Random Forest Classifier memiliki akurasi tertinggi yaitu sebesar 79% dengan pembagian dataset 80% train - 20% test. Sedangkan, model dengan Decision Tree Classifier memiliki akurasi terendah sebesar 57% dengan pembagian dataset menjadi 75% train - 25% test. Dalam penelitian ini, teknik ekstraksi fitur yang digunakan yaitu MFCC, Chroma, dan Skala Mel, yang terbukti efektif dalam menghasilkan fitur dari dataset suara. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Random Forest Classifier lebih unggul dalam mengenali emosi melalui suara jika dibandingkan dengan jenis classifier yang lain.
Deteksi Aspek Review E-Commerce Menggunakan IndoBERT Embedding dan CNN Imron, Syaiful; Setiawan, Esther Irawati; Santoso, Joan
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.267

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, maka muncul istilah e-commerce dalam dunia bisnis. Pada e-commerce ada fitur review, pelanggan dapat memberikan review berupa teks, gambar, dan bintang. Review tersebut merupakan opini dari pelanggan terkait barang yang dibeli. Tetapi pada kebanyakan e-commerce tidak ada fitur kategori terkait review hal ini membuat calon pembeli kesusahan dalam menganalisa secara manual. Aspect-based sentiment analysis (ABSA) merupakan solusi dari permasalahan tersebut. ABSA memiliki tiga tugas salah satunya Aspect Category Detection yang memiliki fungsi untuk menggabungkan review pelanggan menjadi beberapa aspek dimana aspek-aspek tersebut sudah didefinisikan terlebih dahulu. Cukup banyak penelitian terkait Aspect Category Detection dengan mengunakan machine learning. Dari beberapa metode yang diuji, Convolutional Neural Network (CNN) merupakan metode terbaik. Selain itu penggunaan BERT sebagai word embedding menghasilkan output yang bagus baik dari pada word embedding konvensional. Penelitian ini menggunakan dataset dari e-commerce Bukalapak dengan 3114 review dan 6 aspek (Akurasi, Pengiriman, Kualitas, Harga, Pengemasan, dan Pelayanan). Berdasarkan ujicoba dengan menggunakan IndoBERT sebagai word embedding dan CNN untuk deteksi aspek, maka didapatkan akurasi sebesar 94,86%. Dengan demikian model tersebut dapat digunakan untuk deteksi aspek. Selain itu, metode CNN mendapatkan hasil yang lebih baik dari pada metode LSTM.
Implementasi Algoritma Evolusi FHO, MVPA, dan HHO pada TSP di Tempat Pariwisata Pulau Bali Sabdana, Christian Budhi; Bryan Christopher; Sutanto, Jason Gerald; Sianto, Lawrence Patrick; Hariyanto, Lukky; Hartono, Nickolas
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.260

Abstract

Kegiatan berlibur merupakan kegiatan yang diperlukan baik perseorangan maupun bersama keluarga. Pembuatan rute perjalanan yang optimal dari banyak wisata liburan terkadang menjadi permasalahan rumit dan perlu dipikirkan rute optimalnya secara keseluruhan. Dalam ilmu komputer, permasalahan mencari rute optimal pada sebuah jaringan ini dikenal dengan Traveling Salesman Problem. Untuk mendapatkan rute yang baik, diperlukan algoritma khusus yang mampu mengevaluasi rute perjalanan dan memberikan hasil perjalanan yang cukup optimal. Di dalam penelitian ini, 4 algoritma Evolutionary Computation yaitu HHO (Harris Hawk Optimization), FHO (Fire Hawk Optimization), MVPA (Most Valuable Player Algorithm) dan modifikasi dari algoritma MVPA dibandingkan untuk menyelesaikan permasalahan TSP pada 55 lokasi wisata di Pulau Bali. Setelah dilakukan beberapa percobaan, HHO merupakan algoritma dengan nilai fitness terbaik dan konsisten tetapi dengan waktu eksekusi yang lebih lama. Sementara algoritma FHO memiliki waktu eksekusi yang lebih cepat tetapi nilai fitness yang lebih buruk dibandingkan dengan HHO dan MVPA. Algoritma MVPA yang telah dimodifikasi dapat memberikan hasil yang lebih baik meskipun masih belum bisa sebaik HHO. Secara kualitatif, algoritma HHO memberikan hasil perjalanan yang lebih baik dengan jarak tempuh tidak terlalu bervariasi setiap harinya. Hal ini membantu pelaku wisata agar dapat memanfaatkan waktu lebih banyak dalam menikmati lokasi wisata dibandingkan waktu perjalanan yang terbuang.
Segmentasi Citra Area Tumpukan Sampah Dengan Memanfaatkan Mask R-CNN Budi, Rizal; Harianto, Reddy Alexandro; Setyati, Endang
Intelligent System and Computation Vol 5 No 1 (2023): INSYST: Journal of Intelligent System and Computation
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52985/insyst.v5i1.305

Abstract

Penelitian ini mengusulkan penggunaan konsep deteksi objek sampah dalam gambar untuk membantu petugas kebersihan dalam mengatasi masalah penumpukan sampah di sungai, lahan kosong, dan jalan. Metode yang digunakan adalah Mask R-CNN, sebuah pendekatan two-stage object detection yang tidak hanya mengidentifikasi objek dengan bounding box, tetapi juga melakukan segmentasi objek dengan masking. Dataset terdiri dari 700 data latihan dan 100 data validasi yang diambil menggunakan kamera. Objek yang dideteksi adalah sampah. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil deteksi dari model Mask R-CNN dengan perhitungan manual oleh manusia untuk 25 data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Mask R-CNN memberikan performa yang lebih baik, dengan tingkat akurasi sebesar 80.16%. Dengan adanya program ini, petugas kebersihan dapat memanfaatkan teknologi deteksi objek untuk membantu dalam memilih lokasi yang harus dibersihkan, mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk memantau dan membersihkan sampah. Selain itu, dengan tingkat akurasi yang memadai, program ini dapat menjadi alat yang efektif untuk mengidentifikasi sampah dalam gambar, membantu meningkatkan efisiensi operasional petugas kebersihan, dan mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh penumpukan sampah di lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan solusi teknologi untuk mengatasi masalah penumpukan sampah dan meningkatkan efektivitas upaya pembersihan di sungai, lahan kosong, dan jalan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7