cover
Contact Name
Ahmad Habibi
Contact Email
pascampduniska@gmail.com
Phone
+6285845959702
Journal Mail Official
pascampduniska@gmai.com
Editorial Address
Jalan Adhyaksa No.2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi
ISSN : -     EISSN : 27765113     DOI : http://dx.doi.org/10.31602/jmpd.v1i2.5022
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi (JMPD) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu Manajemen Pendiikan. Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi (JMPD) ini khusunya berfokus dalam penyebaran dan pengembangan bidang Manajemen Pendidikan yang berkaitan dengan: Manajemen Pendidikan Manajemen Kurikulum Manajemen Pendidikan Formal Manajemen Pendidikan Non Formal dan Pelatihan Manajemen Pendidikan Tinggi Manajemen Bimbingan dan Konseling Manajemen Kelas Manajemen Mutu Pendidikan Manajemen SDM Pendidikan Manajemen Tekhnologi Pendidikan dan Pembelajaran Manajemen Media Pendidikan dan Pembelajaran Manajemen Keuangan Pendidikan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
KEPEMIMPINAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPN 17 BANJARMASIN Yanti, Khairida
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i1.10151

Abstract

Masalah pada penelitian ini adalah : (1) Bagaimana komunikasi interpersonal guru bimbingan dan konseling dalam peningkatan motivasi belajar peserta didik. (2) Bagaimana pemberian penghargaan guru bimbingan dan konseling dalam peningkatan motivasi belajar kepada peserta didik. Metodologi pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, dan peserta didik. Hasil dalam penelitian adalah temuan mengenai kepemimpinan guru bimbingan dan konseling dalam peningkatan motivasi belajar dan mengetahui bagaimana standart kepemimpinan guru bimbingan dan konseling dalam peningkatan motivasi belajar peserta didik di SMPN 17 Banjarmasin. Peran guru bimbingan dan konseling berkomunikasi dengan peserta didik adalah upaya untuk mengetahui bagaimana kebijakan yang akan diterapkan dan dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
PROFESIONALISME GURU BIMBINGAN KONSELING DAN KESEIMBANGAN WAKTU DENGAN BEBAN KERJA TEREKAM JEJAKNYA DI MANAGEMEN BIMBINGAN KONSELING MERUPAKAN PREVENTIF BAGI MASALAH PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Mucodaser, Rufina Yuliana
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i1.10152

Abstract

Setiap mahluk hidup tentunya tidak terlepas dari setiap permasalahan. Kita akan senantiasa berhadapan dengan masalah suka atau tidak suka demikian adanya, baik itu yang bersifat sederhana ataupun yang bersifat kompleks. Demikian pula bagi peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai kekhasan tersendiri, sangat berbeda dengan Sekolah Menengah pada umunya, sangat unik dan beragam. Sejak mereka mulai memilih jurusan ketika pendaftaran di sekolah baru ada kalanya keinginan orang tua berseberangan dengan minat dan bakat peserta dididk.Kemudian sangat berimbas pada proses magang atau prakerin, peserta didik menjadi tidak serius bahkan sampai sering tidak hadir yang mengakibatkan di keluarkan dari DUDInya (Dunia Usaha dan Dunia Industri). Kemudian masalah pergaulan remaja, apabila peserta didik kurang dapat membentengi diri akan mudah terpengaruh ke pergaulan yang negatf. Hal ini sangat mengganggu pada fokus belajar peserta dididk dan banyak menguras waktu, tenaga dan biaya dalam rehabilitasi dan pemulihannnya. Permasalahanpermasalahan tersebut diatas dapat di minimalis atau dicegah jika Sekolah Menengah Kejuruan tersebut memiliki guru-guru yang sudah dinyatakan profsionalisme khususnya guru Bimbingan Konseling yang memadai antara jumlah guru Bimbingan Konseling dengan peserta didiknya. Guru Bimbingan Konseling yang Profesionalisme salah satunya adalah guru Bimbingan Konseling yang sudah dinyatakan mampu melaksanakan kewajibanya dan tugas-tugasnya tanpa harus di doktrin oleh pemangku kepentingan ditandainya dengan sertifikat sebagai pendidik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi tertentu. Dan hal itu bukan berarti ia harus mampu mengerjakan di segala bidang demi terwujudnya mutu pendidikan.
MANAJEMEN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENJAGA KEBERLANGSUNGAN MUTU PENDIDIKAN PADA MASA PANDEMI CORONA -19 STUDI PADA SMPN 2 KAPUAS BARAT Sujopo, I. Gede; Jarkawi, Jarkawi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i1.10153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/ pengontrolsn pembelajaran jarak jauh di SMPN 2 Kapuas Barat pada masa pandemic Covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Bertindak sebagai instrument kunci, penelitib menggunakan instrument pendukung berupa pedoman wawancara, dan observasi. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bidang kurikulum dan guru bidang studi di SMPN 2 Kapuas Barat. Yang menjadi data sekunder pada penelitian ini adalah dokumen-dokumen terkait tentang pembelajran daring pada masa pandemic covid-19. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya data yang tekumpul diujikan keabsahannya dengan teknik triangulasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemic Covid-19 di SMPN 2 Kapuas Barat diserahkan pelaksanaanya oleh kepala sekolah kepada masing-masing guru bidang studi yaitu dengan menggunakan Whatsapp grup untuk mengirimkan materi, baik itu berupa poto atau video. Evaluasi pembelajaran daring di masa pandemic Covid-19 di SMPN 2 Kapuas Barat dilakukan oleh guru dan bidang kurikulum dengan melakukan pengontrolan langsung ke dalam group kelas dan masing-masing guru mapel.
IMPLIKASI PANDANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM BIDANG PRAGMATISME Zulkipli, Zulkipli
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i1.10154

Abstract

Artikel ini tentang penelitian yang bertujuan (1) untuk memperoleh gambaran pandangan filsafat pragmatis Richard Rorty tentang epistemologi (pengetahuan dan kebenaran); (2) untuk mengetahui implikasi dari pandangannya tentang epistemologi dalam bidang pendidikan. Bahan utama kajian/penelitian ini adalah buku-buku yang ditulis oleh Richard Rorty, utamanya yang berkaitan dengan masalah pengetahuan dan kebenaran. Juga, buku-buku yang berkaiatan dengan filsafat pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan memfokuskan pada beberapa pertanyaan penelitian. Kemudian, data dianalisis dengan analisis filosofis yakni analisis filosofis-hermeneutis. Hasil penelitian tersebut adalah (1) pandangan filsafat pragmatisme Richard Rorty tentang epistemologi (pengetahuan dan kebenaran) adalah sebagai berikut: menurut Rorty, pengetahuan tidak dipandang sebagai persoalan untuk memperoleh realitas yang benar, atau untuk mencerminkan alam. Akan tetapi, pengetahuan dipandanag sebagai persoalan kebiasaan bertindak dalam rangka menguasai realitas, dan persoalan dialogis; (2) Kebenaran diartikan bukan terdapatnya kesesuaian antara pernyataan dan kenyataan (korespondensi kata-kata). Kebenaran juga bukan diartikan adanya kesesuaian antara pikiran dan kenyataan (korespondensi pikiran), melainkan diartikan sebagai apa yang baik bagi kita, kita percayai. Dalam hal ini, Rorty mengikuti pandangan relativisme kebenaran. Menurutnya, jika kita ingin menemukan pembenaran atau justifikasi kebenaran, kita harus mencarinya di masyarakat di mana kita mengadakan dialog yang disebut justifikasi social atau justifikasi percakapan; (3) Implikasi dari pandangannya tentang epistemologi dalam bidang pendidikan adalah bahwa proses pendidikan termasuk proses pembelajaran harus dipandang sebagai proses dilalogis antara pendidik dan peseta didiknya. Metode yang tepat dalam proses tersebut adalah metode dialogis dan diskusi, Dalam hal ini pendidik berperan sekali untuk mengaktifkan peserta didiknya agar terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Materi pelajaran/bahan ajar yang diperlukan untuk mendukung kemampuan seperti itu antara lain: bahasa, sastera, drama, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam. Sedangkan evaluasi pembelajarannya yang utama adalah evaluasi proses untuk melihat kemampuan peserta didiknya dalam mengkomunikasikan gagasan dan pendapatnya dalam proses tersebut
REFORMULASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Nuh, Muhammad
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v3i1.10150

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada dunia pendidikan berupa reformulasi kepemimpinan pendidikan Islam di era revolusi industri 4.0. Era Revolusi Industri 4.0 merupakan era yang ditandai dengan adanya revolusi digital yakni perpaduan berbagai teknologi yang mengaburkan garis ruang fisik, digital, dan biologis. Era ini berdampak pada semakin dekatnya jarang ruang dan waktu serta mengurangi aktivitas dan komunikasi secara fisik pada lokasi geografis. Semua berubah dari manual menuju serba digital yang ternyata berdampak signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk pada dunia pendidikan. Apabila kepemimpinan pendidikan Islam acuh dan tidak mampu beradaptasi dengan era ini, maka pendidikan Islam akan semakin tertinggal. Untuk itu perlu dilakukan reformulasi kepemimpinan pendidikan Islam, yakni melalui langkah disruptive mindset, self-driving, dan reshape or create. Dengan langkah-langkah tersebut para pemimpin pendidikan Islam akan mampu memberikan perubahan bagi pengembangan pendidikan Islam . Reformulasi kepemimpinan pendidikan Islam ini juga perlu didukung pula dengan penguatan terhadap user, penguatan strategi, dan penguatan teknologi informasi dan komunikasi yang berlandaskan pada nilai-nilai ke-Islam-an dan applicable sehingga pendidikan Islam mampu memberikan apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat di era ravolusi industry 4.0

Page 1 of 1 | Total Record : 5