cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013): September 2013" : 7 Documents clear
MUSA DAN KEPEMIMPINANNYA DALAM KITAB KELUARAN SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.15

Abstract

Tulisan ini dipersembahkan untuk Pdt. Kornelius A. Setiawan, D.Th. yang menjalankan kepemimpinan sebagai Rektor atau Ketua STT Aletheia dalam periode 2003-2013. Dalam masa 10 tahun kepemimpinan beliau, Tuhan telah memakainya menjalankan peran yang khusus dan khas dalam sejarah perkembangan STT Aletheia. Paling tidak ada 2 hal besar dalam era ini yang sangat menonjol, yaitu pembangunan pelbagai gedung yang dibutuhkan dalam pendidikan di STT Aletheia dan diakreditasinya STT Aletheia oleh Badan Akreditasi Nasional. Penulis mengenal beliau sebagai seorang pribadi yang selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam pengabdian dan pelayanannya. Dalam kaitan dengan hal ini, penulis sengaja memilih topik kepemimpinan Musa dalam kitab Keluaran sebagai penghargaan dan upaya mengingat peran Pdt. Kornelus sebagai seorang pemimpin yang dipilih, diperlengkapi dan dimampukan oleh Allah untuk menjalankan perannya sebagai Rektor atau Ketua STT Aletheia.  Kata Kunci: kepemimpinan umum, kepemimpinan Musa, kitab Keluaran
GIVE THE BEST TO THE LORD (DARI PERSPEKTIF INTEGRASI ANTARA TEOLOGI DAN PSIKOLOGI) YAKUB BUDIONO SUSABDA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.82

Abstract

Artikel ini memaparkan bagaimana memberikan yang terbaik kepada Tuhan melalui integrasi antara teologi dan psikologi. Pertama, memberikan yang terbaik kepada Tuhan adalah secara utuh menyatakan iman kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kedua, memberikan yang terbaik kepada Tuhan adalah mempraktekkan kebenaran yang membebaskan manusia dari dosa. Terakhir, memberikan yang terbaik kepada Tuhan adalah melepaskan apa yang menjadi kepentingan dan kebutuhan pribadi seseorang yang beriman.  Kata kunci: iman, keutuhan, kebenaran, teologi, psikologi
MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK TUHAN : SEBUAH RENUNGAN DAVID HARTONO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.98

Abstract

Kita harus mempunyai pengertian yang benar, bahwa hanya karena anugrah Tuhan kita dapat memberi sesuatu yang terbaik kepada Dia. Oleh karena itu harus dikesampingkan secara total bahwa kita adalah pemberi dan Dia adalah penerima pemberian kita. Dalam mendidik anak-anak, acap kita dengan rasa sangat gembira membelikan makanan dan minuman kesukaan anak-anak kita. Kemudian kita melontarkan pertanyaan dengan tujuan mendidik: “Anakku sayang bolehkah papa dan mama mencicipi makanan-mu?” Apakan sang Papa dan Mama tidak pernah makan makanan itu? Bukankah orang tua yang lebih berpengalaman hidup sudah pernah mencicipi Mac Donald Burger dan Frech Friesnya? Apakah orang tuanya rakus, sehingga ia harus meminta-minta dari sang anak? Pertanyaan itu harus dijawab: Tidak! Papa dan Mama pernah makan Mac Donald Burger, dan French Fries; mereka tidak rakus, mereka tidak akan berebut makanan dengan sang anak; mereka mempunyai cukup banyak uang untuk membeli bagi diri mereka sendiri. Mengapa mereka mengajukan pertanyaan itu kepada sang anak? Karena mereka ingin mendidik sang anak untuk mengetahui bahwa makanan itu adalah berkat yang diberikan oleh Papa dan Mama. Anak harus tahu bersyukur serta mengucapkan terima kasih saat menerima berkat. Tatkala sang anak mengatakan: “Papa – Mama makan” sambil menyodorkan makanan itu kepada orang tuanya, maka yang diterima adalah hati sang anak, bukan makanannya. Papa dan Mama dengan bangga dan tatapan mata yang penuh kasih sayang berkata kepada anaknya: “Terima kasih anakku, tapi makanlah dan nikmatilah Mac Donald Burger dan French Fries - mu”. Papa dan Mama puas karena sang anak dapat berterima kasih dan menghormati orang tuannya. Demikian juga, apa yang Tuhan inginkan dari kita ialah hati yang bersyukur kepada Dia, dan dalam nuansa inilah kita memberikan yang terbaik bagi Dia.
MEMBERIKAN YANG TERBAIK MELALUI MEMBANGUN SEBUAH KEPERCAYAAN DI DALAM PELAYANAN AMOS WINARTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.12

Abstract

Kepemimpinan pastoral tidaklah harus dikaitkan dengan sebuah perubahan atau pembaharuan. Artikel ini ditulis untuk menunjukkan bahwa salah satu cara melakukan kepemimpinan pastoral adalah melalui membangun kepercayaan jemaat atau gereja kepada hamba Tuhannya. Dengan kata lain, artikel ini tidak akan berfokus pada “apa” dan “mengapa” dari kepemimpinan pastoral melainkan pada “bagaimana” dari kepemimpinan pastoral.  Kata Kunci: Kepemimpinan pastoral, Perubahan, Pembaharuan  
DARE TO BE THE BEST SERVANT SEBUAH REFLEKSI SURAT ROMA 12:1 AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.8

Abstract

Melayani Allah merupakan tugas dan panggilan bagi setiap orang percaya. Melayani Allah merupakan respon syukur atas kemurahan Allah yang telah dinyatakan dalam diri Yesus Kristus yang lahir, mati dan bangkit bagi orang pecaya. Kemurahan Allah di dalam Yesus Kristus membawa keselamatan dan pengharapan yang kekal bagi setiap orang yang percaya. Kemurahan Allah adalah Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan bagi manusia yang berdosa. Manusia yang berdosa dilepaskan dari belenggu dan hukuman dosa oleh Injil kekuatan Allah di dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang telah menikmati dan merasakan kemurahan Allah harus mempersembahkan dirinya untuk melayani Allah.   Melayani Allah adalah tugas yang mulia bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu melayani Allah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan asal-asalan. Melayani Allah harus berkenan kepada Allah. Melayani Allah harus yang terbaik. Pelayan Allah yang terbaik harus melayani Allah dengan penuh totalitas, vitalitadan integritas. Dengan memiliki unsur-unsur diatas, maka pelayanan seseorang akan diberkati Allah dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika seseorang melayani Allah tanpa memiliki unsur-unsur diatas, maka pelayanannya akan hampa dan tidak memiliki kuasa.  Dengan demikian pelayanannya tidak berkenan kepada Allah dan bukan merupakan ibadah yang sejati kepada Allah.    Kata Kunci: Injil kekuatan Allah, pelayan Allah yang terbaik, totalitas, vitalitas, integritas.    
MEMBERIKAN YANG TERRBAIK BAGI TUHAN (MATIUS 6:9-13) KORNELIUS ARDIANTO SETIAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.13

Abstract

Artikel ini melihat dua teladan Matius di dalam memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Dua teladan itu dilihat melalui mengkaji jati diri Matius dan panggilan yang ia terima dari Yesus. Teladan pertama adalah Matius memberikan yang terbaik melalui kemampuan yang ia miliki. Teladan kedua adalah ia juga memberikan yang terbaik melalui ucapan syukur atas anugerah Allah di dalam hidupnya dan melalui membagikan kasih Yesus kepada banyak orang.  Kata kunci: Matius, teladan, panggilan, kemampuan
SPIRITUALITAS AMNESIA VERSUS SPIRITUALITAS : SUATU RFELEKSI DALAM KOMUITAS HIDUP GEREJA MARIANI FEBRIANA LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.14

Abstract

Spiritualitas anamnesis bertemu dengan spiritualitas amnesia, suatu kebangkitan bertemu dengan kematian dan ketertiduran. Namun dalam pertemuan dan bahkan pertarungan diantara keduanya diupayakan agar anamnesis mendapat tempat utamanya. Anamnesis menolong gereja, yang terbenam dan terbuai dalam ranjang amnesia, terbangun; Terbangun dari mimpi, yang palsu menuju kepada suatu realitas yang otentik dari kehidupan.   Perkataan anamnesis dari Kristus dan tulisan perjamuan kudus dari Paulus menegaskan bahwa anamnesis bukan sekedar mengingat yang bersifat historis, melainkan mengingat yang mengarah kepada pertemuan dengan identitas diri serta terintegrasi dalam pengalaman eksistensial diri sebagai individu dan sebagai gereja yang bersifat korporat, bahwa sesungguhnya gereja Yesus Kristus, yang diutus kedalam dunia adalah gereja yang dapat bertumbuh dalam kesatuan diri dengan Kristus, dan sesama.    Anamnesis mengingatkan apa itu gereja dan kemanakah gereja sedang melangkah, dalam tujuan eskaton. Itulah sebabnya mentalitas dan pisau pembedahan dari anamnesis membuat kita masuk dalam panggilan apa arti menjadi murid Yesus dalam dunia. Anamnesis mengingatkan bangkit dari realita tidur masa lalu menuju pada realita terjaga hari ini dan dimasa depan.   Kata Kunci: Spiritualitas, amnesia, anamnesis, perjamuan kudus, jati diri, gereja dan panggilan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7