Jurnal Teknik Gradien
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2016): Gradien"
:
14 Documents
clear
PERENCANAAN FORMASI TULANGAN LENTUR KOLOM BETON BERTULANG PENAMPANG T, L DAN + SESUAI SNI 03-2847-2002
I Gusti Ngurah Eka Partama
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk memenuhi tuntutan arsitektural agar ruangan pada gedung bebas dari tonjolan-tonjolan yang dapat mengurangi luas efektif ruangan, maka penampang kolom struktural harus direncanakan sama dengan ketebalan dinding. Pada Kolom yang ditempatkan pada pertemuan antara bidang tembok pada sudut ruangan akan berbentuk “ L”, “ T ” atau “ + “. Untuk menghitung kebutuhan dan formasi tulangan kolom dengan bentuk penampang tersebut di atas, analisa penampangnya lebih kompleks dibandingkan dengan penampang segiempat pada umumnya karena dimensi penampang sudah tidak lagi terdiri dari satu parameter dimensi lebar dan satu parameter dimensi tinggi penampang. Dengan mempertahankan prinsip-prinsip analisa penampang kolom beton bertulang, maka penulangan kolom seperti ini dapat dihitung dengan menggunakan Cara Coba-coba dan Penyesuaian (Trial and Adjustment). Metode Perhitungan tulangan dengan Coba-coba dan penyesuaian (Trial and Adjustment) adalah suatu cara perhitungan dimana suatu penampang kolom dicoba dipasang dengan formasi tulangan tertentu kemudian dihitung kapasitas penampangnya dan dibandingkan dengan beban yang harus dipikul (Momen Lentur [M] dan Gaya aksial [N]) pada saat eksentrisitasnya sama dengan eksentrisitas dari beban yang harus dipikul. Jika Momen Lentur dan Gaya Aksial kapasitas penampang lebih besar sedikit dengan Momen Lentur dan Gaya Aksial rencana maka formasi tulangan tersebut dapat diterima sebagai hasil akhir perencanaan dan jika sebaliknya maka harus dicoba lagi formasi tulangan yang baru
STUDI KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PENYEDIAAN AIR BAKU TELAGAWAJA DI KABUPATEN KARANGASEM
I Wayan Diasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebaran potensi sumberdaya air di Kabupaten Karangasem tidak merata antar wilayah Kecamatan, dimana potensi terbesar berada di Kecamatan Rendang,Sidemen dan Selat berupa sumber mata air dan sungai ferrenial.Wilayah yang cukup kritis terhadap sumber air adalah Kecamatan Karangasem, Abang dan Kubu. Upaya yang dilakukan adalah dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Baku untuk wilayah yang kritis air dengan memanfaatkan potensi yang ada pada daerah yang surplus air. Pada Daerah Aliran Sungai Telagawaja merupakan potensi mata air yang cukup besar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sistem tersebut.Perlu dilakukan kajian secara ekonomi proyek untuk melihat kelayakan pembangunan sistem serta harga air yang terjual yang menyebabkan proyek mengalami profit. Sistem ini dibangun dengan pemompaan satu stage dengan head 135 m dan debit pemompaan 460 lt/dt Analisa dilakukan dengan landasan teori kriteria kelayakan proyek yaitu; benefit cost ratio (BCR), net present value(NPV) dan Internal Right Return dengan syarat feasible adalah BCR>1, NPV + dan IRR>i Untuk metodologi penelitiannya memakai data sekunder dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk mendapatkan besaran biaya konstruksi, cakupan pelayanan dan jumlah penduduk yang terlayani sistem, Pembangunan sistem dikelompokan dalam dua pekerjaan utama yaitu pekerjaan sipil dan mekanikal elektrikal Dari hasil pembahasan dengan tingkat suku bunga bank 12% pertahun diperoleh bahwa untuk harga air Rp 1800/m3 didapat kriteria kelayakan sebagai berikut; BCR=1.08 dan NPV = + serta nilai IRR = 12.2%, sudah memenuhi syarat minimal kelayakan proyek. Untuk harga jual air Rp 2000/m3 diperoleh nilai BCR = 1.2, nilai NPV + dan nilai IRR = 15.3%, proyek sangat layak untuk dilaksanakan.
KAJIAN HIDROLIS SPAM JALUR BATUSESA – SIBETAN KABUPATEN KARANGASEM
Ketut Soriarta
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
SPAM jalur Reservoir Batusesa sampai dengan Reservoir Sibetan memiliki panjang pipa 17.390 meter terdiri atas 5.664 meter pipa baja DN 700 mm, pipa HDPE OD 710 mm PN10 sepanjang 4.851 meter, pipa HDPE OD 630 mm PN10 sepanjang 3.049 meter, pipa HDPE OD 560 mm PN16 sepanjang 3.825 meter. Sistem pipa transmisi sesuai rencana untuk mengalirkan air baku dari reservoir Batusesa yang berada pada ketinggian +615 mdpl ke reservoir Sibetan pada ketinggian +545 mdpl. Selisih elevasi kedua reservoir tersebut menjadikan sistem pipa transmisi memiliki energy (head) yang diharapkan mampu mengalirkan debit air sesuai debit awal sebesar 430,29 L/dt. Namun harapan tersebut mengalami hambatan karena sering kali pada jalur pipa transmisi Batusesa sampai dengan Sibetan mengalami kebocoran sehingga sangat mendesak diperlukan kajian yang mendalam untuk mengatasi hambatan dengan menggunakan Program Epanet V2.0. Dengan Program Epanet V2.0 diperoleh alternative lokasi pemasangan PRV yang paling efektif di ketinggian +569 mdpl, debit air optimal sebesar 389,71 L/dt, tekanan air dinamis (dynamic pressure) sebesar 14 bar dan tekanan air statis (static pressure) sebesar 15 bar.
PERKEMBANGAN DUA LOKASI KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA TERHADAP PERKEMBANGAN FASILITAS WILAYAH SEKITARNYA
Putu Surya Wedra Lesmana
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini tentang tiga kampus Universitas Udayana yang terletak di dua lokasi wilayah terhadap perkembangan fasilitas wilayah sekitarnya. Dimana dua kampus yang disebut kampus Nias dan kampus Sudirman berlokasi di wilayah yang sama, yaitu desa Dauh Puri Kelod sebagai pusat kota Denpasar. Sedangkan satu lokasi kampus yang disebut dengan kampus Bukit, terletak di Kelurahan Jimbaran sebagai wilayah pinggiran dan destinasi pariwisata serta lintasan pariwisatadi Kabupaten Badung. Pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1) Seperti apa perkembangan dua lokasi kampus Universitas Udayana pada periode tahun 2006-2013? 2) Bagaimana pengaruh perkembangan dua lokasi kampus Universitas Udayana terhadap perkembangan fasilitas wilayah sekitarnya pada periode tahun 2006-2013? Penelitian ini mempergunakan metodologi deduktif kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa, sehubungan dengan adanya kebijakan pengembangan yang sama terhadap seluruh fakultas, menyebabkan Kampus Nias dan Kampus Sudirman mengalami perkembangan fisik dan fasilitas kegiatan perkuliahan yang lebih pesat dibandingkan Kampus Bukit. Adanya kecenderungan prioritas pemakaian dan pengembangan Kampus Nias dan Kampus Sudirman dibanding kampus Bukit. Hasil penelitian tentang pengaruh perkembangan kampus terhadap perkembangan fasilitas wilayah sekitarnya ditemukan bahwa, terjadi hubungan yang saling mempengaruhi dan saling menguatkan.Wilayah sekitar Kampus Nias dan Sudirman lebih dominan berpengaruh terhadap kegiatan internal kampus, dibandingkan dengan pengaruh kegiatan internal kampus, terhadap perkembangan wilayah. Sedangkan hubungan kegiatan internal Kampus Bukit dengan wilayah sekitarnya, saling berpengaruh secara seimbang. Disarankan, bahwa kebijakan Universitas Udayana hendaknya tidak hanya berdasarkan keadilan terhadap seluruh fakultas pada ketiga lokasi kampus, namun juga berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing kampus dan prodi-prodi.
MEMBANGUN INTENSI BERWIRAUSAHA MELALUI ADVERSITY QUOTIENT, SELF EFFICACY, DAN NEED FOR ACHIEVEMENT
Juniada Pagehgiri
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini kewirausahaan telah menjadi topik yang hangat, dan banyak penelitian yang mengungkap faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Reimers-Hild, dkk (2005), “Entrepreneurial” as a constructhas become a common term usedto describe people who are innovative, creative and open to change (kewirausahaan sebagai sebuah konstrak yang biasa diartikan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki inovasi, kreativitas, dan terbuka akan perubahan). Topik mengenai kewirausahaan selalu menarik untuk dikaji karena sifatnya yang dinamis dan terkait dengan banyak faktor seperti etnis, tingkat pendidikan, gender serta motivasi individu.
“BAKTERI LIBEROBACTER ASIATICUM MENYEBAR PADA TANAMAN JERUK DENGAN BERBAGAI GEJALA SERANGAN PENYAKIT CVPD”
I Gusti Ayu Diah Yuniti
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) merupakan penyakit terpenting tanaman jeruk. Mekanisme infeksi penyakit belum banyak diketahui, sehingga usaha–usaha pengendalian penyakit belum memadai. Pada penelitian ini kami mencoba mendeteksi penyebaran bakteri penyebab penyakit CVPD (Liberobacter asiaticum) dalam tubuh tanaman menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Liberobacter asiaticum dideteksi hanya pada bagian tanaman yang menunjukkan gejala. Sedangkan pada tanaman yang terserang berat Liberobacter asiaticum terdeteksi keberadaannya pada seluruh bagian tanaman. Hasil penelitian ini memberi indikasi bahwa bakteri Liberobacter asiaticum pertama–tama berkembang dan menimbulkan gejala penyakit di tempat terjadinya infeksi dan bersamaan dengan waktu menyebar ke bagian tanaman lainnya melalui pembuluh phloem yang kemudian menimbulkan gejala di bagian–bagian tanaman lainnya. Hasil penelitian ini mematahkan hipotesis sebelumnya yang menyatakan bahwa bakteri Liberobacter asiaticum berakumulasi di akar dan kemudian menimbulkan gejala penyakit. Ditemukan pula bahwa ada bagian tanaman yang bergejala tetapi tidak terdeteksi adanya Liberobacter asiaticum, yang menunjukkan bahwa ada senyawa virulen yang dihasilkan oleh bakteri patogen dapat menyebar dan menimbulkan gejala penyakit, dibagian tanaman lainnya.
MANAJEMEN PENGELOLAAN SUNGAI MENUJU OPTIMALISASI AIR DI WILAYAH SUNGAI BALI PENIDA
I Made Sudiarsa
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 04/PRT/M Tahun 2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, wilayah sungai memiliki pengertian kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2000 km2. Sedangkan Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Pengelolaan sungai yang berkesinambungan dapat dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dari beberapa maka rencana pengelolaan Sungai dalam Perencanaannya dilakukan secara terpadu dengan prinsip “one river,one plan and one integrated management” (Satu sungai, satu rencana dan satu pengelolaan terpadu). Pelaksanaannya, oleh sector atau instansi masing-masing. Manajemen pengelolaan sungai sangat mempengaruhi dalam keberlangsungan dalam mengoptimalisasikan air pada segala sector yang membutuhkan air ibaratnya kita lebih membutuhkan bumi daripada bumi membutuhkan kita maka pengelolaan sungai yang baik akan mendapatkan hasil yang baik dan tepat guna.
PERAN SUBAK BERSAMA PEMERINTAH PADA OPERASI DAN PEMELIHARAAN DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DISIMP II PADA DAERAH IRIGASI GADON DAS SUNGI DI KABUPATEN TABANAN
I Wayan Pasir
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertanian di Indonesia khususnya di Bali semakin mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya lahan pertanian yang ada serta kondisi sarana dan prasarana pendukung pertanian yang mengalami kerusakan. Disamping itu juga kurangnya Peran Subak sebagai perkumpulan petani pemakai air (P3A) dan Pemerintah terhadap Operasi dan Pemeliharaan pada Jaringan irigasi yang mengakibatkan terganggunya jaringan secara menyeluruh. Sehubungan dengan itu, salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan adalah merehabilitasi Jaringan Irigasi di Wilayah Sungai Empas-Sungi khususnya pada Daerah Irigasi Gadon di Kabupaten Tabanan pada kegiatan DISIMP II (Decentralized Irrigation System Improvement Project in Eastern Region of Indonesia Phase II), yang bertujuan mengembalikan dan meningkatkan fungsi-fungsi fasilitas jaringan dan bangunan irigasi. Penelitian dilakukan pada D.I Gadon Daerah Aliran Sungai Tukad Sungi dengan metode eksploratif, yaitumempelajari dan mengevaluasi mengenai DI Gadon pada Daerah Aliran Sungai Tukad Sungi, dengan cara melakukan wawancara terhadap anggota Subak serta dinas-dinas terkait. Responden dipilih berdasarkan metode purposive sampling yang meliputi 73 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi Subak dan Pemerintahmenggunakan skalalikert, selain itu juga dilakukan analisis regresi linear untuk mengetahui peranan subak dan pemerintah terhadap operasi dan pemeliharaan pasca pembangunan insfrastuktur DSIMP II pada daerah irigasi gadon di DAS Sungi Kabupaten Tabanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Pemerintah memiliki peranan lebih besar yang ditunjukan dari niaistandarrizedcoefficient beta sebesar 0,499 (49,9%) dan diikuti oleh peran Subak/P3A sebesar 0,344 atau 34,4% terhadap Operasi dan Pemeliharaan. Sedangkan 15,7 % dipengaruhi oleh factor – factor yang belum diikutsertakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini Subak/P3A memiliki partisipasi atau peranan yang lebih rendah dibandingkan dengan partisipasi dari pemerintah. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa, peningkatan partisipasi pemerintah dan subak akan dapat meningkatkan kegiatan operasi dan pemeliharaan pada jaringan irigasi pasca Pembangunan Infrastruktur DISIMP II baik secara parsial ataupun secara simultan.
PERANCANGAN TAPAK PADA MALL KUTA BEACHWALK, MEMADUKAN ALAM LINGKUNGAN DAN KEARIFAN LOKAL MENUJU ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
IDA BAGUS IDEDHYANA
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bergerak di ranah arsitektur, etika lingkungan sangat mempertimbangkan hubungan moral antara manusia dan alam lingkungan. Mengingat dampak berat akibat aktivitas manusia di planet bumi ini, lingkungan keberlanjutan telah menjadi isu sangat penting yang mendorong desainer untuk merancang bangunan sesuai dengan prinsip-prinsip berkelanjutan, agar tercipta ruang yang nyaman dan ramah lingkungan. Penelitian ini mempelajari desain keberlanjutan, memadukan alam dan arsitektur tradisional Bali dengan arsitektur kontemporer, dalam upaya menuju arsitektur berkelanjutan. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip alam lingkungan, matahari, angin, serta kearifan lokal yang digunakan pada perancangan tapak bangunan sehingga selaras antara buatan manusia dengan alam lingkungan, terjadi efisiensi energi dan tercapai optimasi rancangan.
ANALISA PERBANDINGAN PERENCANAAN STRUKTUR ANTARA PONDASI BORE PILE DENGAN PONDASI TIANG PANCANG
Anak Agung Putu Ambara Putra;
Ida Bagus Gede Indramanik;
I Made Sudarma
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 2 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pondasi merupakan bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang serta beratnya sendiri ke dalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Pemilihan pondasi sangat penting dalam struktur bangunan yaitu untuk dapat menahan beban dari bangunan itu sendiri dan beban hidup yang ada di dalam gedung itu serta beban gempa yang direncanakan agar tak mengalami keruntuhan struktur. Adapun objek penelitiannya yaitu pekerjaan struktur pondasi Proyek Gedung Baru DPRD Provinsi Bali yang berlokasi di Jalan Kusuma Atmaja Renon dengan tinggi bangunan 9,75 meter yang dibangun pada tahun 2015. Hasil tes tanah lapangan dan di laboratorium didapat lapisan tanah keras terdapat pada kedalaman 7 meter, sehingga digunakan pondasi dalam yang menggunakan 2 alternatif yaitu pondasi bore pile dan pondasi tiang pancang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perbandingan perencanaan pondasi tiang pancang dan bore pile menggunakan bahan, beban dan dimensi yang sama pada proyek gedung DPRD Bali. Analisa yang dilakukan yaitu membandingkan perencanaan pondasi tiang pancang dengan pondasi bore pile, sehingga dari perencanaan didapat dimensi dan jumlah titik pancang dan titik bor. Perencanaan pondasi tiang dihitung secara manual menggunakan beberapa metode sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Tahapan perhitungan dimulai dengan informasi perencanaan struktur, gaya-gaya yang bekerja pada pondasi, penentuan dimensi tiang, perhitungan jumlah tiang pondasi, efisiensi kelompok tiang kontrol terhadap beban vertikal yang bekerja, kontrol terhadap beban horizontal yang bekerja, penulangan tiang pancang, penentuan pondasi dan penulangan pile cap. Dari hasil analisa, jumlah pondasi tiang pancang lebih sedikit dibandingkan dengan analisa pondasi bore pile dengan pembebanan, mutu bahan dan karakteristik tanah sama. Dengan jumlah tiang pancang penampang persegi yaitu 4 tiang untuk satu pile cap sedang bore pile dengan penampang lingkaran didapat 6 tiang bor untuk satu pile cap.