Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology diterbitkan oleh Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu Februari dan Agustus. Fokus dan ruang lingkup Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology adalah Pengolahan Mineral, Batubara, Metalurgi Ekstrasi, Metalurgi Fisika, Metalurgi Mekanik, dan Pengelolaan Mineral
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (February 2021)"
:
10 Documents
clear
PROSES PENGECORAN DAN MANUFAKTUR LOGAM
Norman Andika Rahmadi Pane;
Anton Sudiyanto
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5045
Proses pengecoran logam (casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Sebagai suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan, pengecoran digunakan untuk menghasilkan bentuk asli produk jadi.Teknik pengecoran logam pada masa saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus. Para produsen produk saling bersaing untuk memproduksi produk coran yang berkualitas dengan harga yang bersaing. Para produsen mengembangkan inovasi material dengan berbagai macam metode. Mulai dari komposisinya sampai bermacam perlakuan panas pada material tersebut. Teknik pengecoran logam tersebut dikembangkan untuk mengurangi cacat – cacat yang terjadi pada produk hasil coran.
PROSES PENGECORAN PULLEY V-BELT (B5) DENGAN METODE SAND CASTING PT. MITRA REKATAMA MANDIRI (Persero) KLATEN, JAWA TENGAH
Bismoyo Enggar;
Riria Zendy Mirahati
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5040
Pulley dapat digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros satu ke poros yang lain melalui sistem transmisi penggerak berupa flat belt (B2) dan v-belt (B5). Sesuai dengan fungsinya diperlukan metode pengecoran yang efisien dan berkualitas, metode tersebut adalah cetakan pasir (sand casting). Pulley v-belt (B5) harus melalui beberapa tahapan mulai dari proses pembuatan pola, proses pembuatan cetakan, proses pengecoran dan penuangan logam, proses pembongkaran cetakan, hingga proses permesinan. Bahan baku yang digunakan berupa scrap baja sisa pengecoran dan pasir kering sebagai bahan baku cetakan. Bahan baku kemudian dilebur di dalam tungku dengan suhu 1200 0C selama 2 jam, kemudian dituangkan pada cetakan yang sudah disiapkan. Cetakan yang sudah dingin di bongkar lalu masuk pada tahap finishing menggunakan mesin.
HUBUNGAN PEMAKAIAN BAHAN BAKU TERHADAP HASIL PRODUKSI PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI
Dzaky Farhan Fadhlurrahman;
Tri Wahyuningsih
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5041
Dalam suatu perusahaan bahan baku merupakan hal yang penting dalam menunjang lancarnya proses produksi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemakaian bahan baku terhadap hasil produksi. Objek penelitian yang dipilih adalah PT. Mitra Rekatama Mandiri yang berlokasi Jl. Koperasi Baja No.2 Ceper, Klaten Jawa Tengah. PT. Mitra Rekatama Mandiri bergerak di bidang industri pengecoran logam. Metode penelitian yang digunakan untuk penyelesaian masalah yang terjadi dalam sistem pemakaian bahan baku terhadap hasil produksi adalah analisa regresi linier dan analisa korelasi. Dimana data yang digunakan adalah data bahan baku tahun 2020 dan hasil produksi tahun 2020 PT.Mitra Rekatama Mandiri. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan bahan baku tidak akan lepas dari proses produksi karena bahan baku merupakan bahan pembentuk bagian integral menyeluruh dari produk jadi yang memiliki hubungan sangat erat.
PROSES PENGELASAN PIPA ASTM A53 GRADE B DENGAN METODE SMAW PADA KAPAL 32M HARBOUR TUG DI PT. DOK BAHARI NUSANTARA CIREBON – JAWA BARAT
Anton Sudiyanto;
Syahdati Putri Anugrah
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5036
Dalam proses pembangunan kapal, fabrikasi menjadi salah satu tahap penting yang harus dilewati. Fabrikasi atau pengelasan merupakan kegiatan penyambungan dua material logam dasar dimana logam cair yang berfungsi sebagai material penyambung mengalir mengisi celah material logam dasar secara sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik yang dihasilkan dari hasil pengelasan pipa ASTM A53 Grade B Diameter 6” Sch.80 dengan menggunakan proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan jenis elektroda AWS A5.1 E6010. Desain pengelasan yang digunakan yaitu single dengan Root Opening dan Root Face masing-masing 0 - 3 mm, serta Groove Angle sebesar 45o . Banyaknya lapisan pengelasan yang digunakan sebanyak 3 lapisan. Arus yang dibutuhkan pada masing-masing lapisannya sebesar 110 A, 140 A, dan 140 A, serta tegangan yang dibutuhkan pada setiap lapisannya sebesar 20 V, 22 V, dan 22 V. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan tarik dihasilkan dari pengelasan ini adalah 577 N/mm2 . Selain itu ditemukan cacat pada proses pengelasan, seperti cacat Porosity, Undercut, dan Incomplete Penetration.
PROSES PENGELASAN FLUX CORE ARC WELDING (FCAW) PADA PLAT ABS GRADE A UNTUK KONSTRUKSI KAPAL HARBOUR TUG PT. DOK BAHARI NUSANTARA CIREBON – JAWA BARAT
Muhammad Syukron;
Bonaventura Wisnu Baskoro
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5042
Dalam proses pembangunan kapal, fabrikasi menjadi salah satu tahap penting yang harus dilewati. Fabrikasi atau pengelasan merupakan kegiatan penyambungan dua material logam dasar dimana logam cair yang berfungsi sebagai material penyambung mengalir mengisi celah material logam dasar secara sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik yang dihasilkan dari hasil pengelasan plat ABS grade A dengan menggunakan proses pengelasan flux core arc welding (FCAW) dengan jenis elektroda AWS A5.30 71T-1. Desain pengelasan yang digunakan yaitu single B-U2-GF dengan besar sudut 60o , serta ukuran root face dan root opening masing-masing sebesar 3 mm. Banyaknya lapisan pengelasan yang digunakan sebanyak 4 lapisan. Arus yang dibutuhkan pada masing-masing lapisannya sebesar 125 A, 140A, 150 A, dan 160 A, serta tegangan yang dibutuhkan pada setiap lapisannya sebesar 20.5 V, 21.5 V, 22 V, dan 22 V. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan tarik dihasilkan dari pengelasan ini adalah 431,572 N/mm2 . Selain itu, cacat porositas juga ditemukan pada daerah lasan. Selama proses pengelasan menggunakan proses terjadi peningkatan temperatur yang cukup lama menyebabkan material plat mengalami deformasi. Penggunaan shaft support dilakukan untuk mencegah deformasi terjadi.
PENGARUH PROSES AGEING DAN POWDER COATING PADA ALUMINIUM PROFIL SECTION 11309
Agris Setiawan;
Rizal Riady Akmal
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5037
Penggunaan paduan aluminium AA6063 dalam bentuk profil sebagai komponen dalam bidang konstruksi bangunan semakin berkembang bersamaan dengan semakin berkembangnya keinginan untuk mengurangi berat dari komponen yang digunakan. Namun profil aluminium yang baru saja keluar dari mesin ekstrusi masih memiliki sifat mekanis yang rendah sehingga diperlukan proses lain untuk meningkatkan kekerasannya, salah satunya melalui proses perlakuan panas. Proses perlakuan panas yang dipilih adalah proses artificial ageing dengan suhu 185°C selama 6 jam. Selain itu, profil aluminium akan melalui tahapan pengecatan dengan powder coating. Dalam laporan ini dijelaskan pengaruh dari proses ageing terhadap kekerasan serta pengaruh proses powder coating terhadap ketebalan dan berat profil aluminium section 11309. Dari hasil analisis didapatkan bahwa proses ageing dapat meningkatkan kekerasan profil, yang semula 2 wbs menjadi 15 wbs sehingga dengan kata lain sifat mekanik dari profil aluminium juga meningkat. Sedangkan proses powder coating menyebabkan penambahan tebal pada setiap bagian profil yang terkena cat serta berat sebesar 3,09 %. Akan tetapi, proses coating yang salah akan menyebabkan profil aluminium mengalami overweight. Hal ini dapat menimbulkan kerugian cukup besar bagi perusahaan.
PROSES FUMING UNTUK RECOVERY TIMAH DI TERAK HASIL PELEBURAN TANUR REVERBERATORY UNIT METALURGI MUNTOK PT. TIMAH TBK
Untung Sukamto;
Rendra Aditya Hutomo
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5043
PT. Timah Tbk merupakan perusahaan BUMN yang memproduksi dan mengekspor logam timah yang memiliki usaha pertambangan timah terintegrasi dari proses eksplorasi hingga proses pemurnian timah. Semenjak tahun 70-an, PT. Timah Tbk mengekstrak logam timah menggunakan tanur reverberatory. Proses ekstraksi timah menggunakan tanur reverberatory dilakukan sebanyak dua tahap proses, agar perolehan timah menjadi tinggi. Namun, masih banyak timah yang terbuang ke terak hasil proses peleburan tahap kedua tanur reverberatory. Kandungan timah yang ada di terak kedua sebanyak ~3%. Pada pertengahan tahun 2019, PT. Timah Tbk mulai menjalankan teknologi yang digunakan untuk mengambil kembali timah yang ada di terak. Teknologi tersebut yaitu teknologi fuming.Teknologi fuming digunakan untuk mengambil kembali timah yang berada di terak hasil peleburan bijih timah. Prinsip dasar dari teknologi fuming adalah mengubah timah oksida (SnO) menjadi timah sulfida (SnS) sehingga mudah menguap dan timah dapat terpisah dari pengotor. Bahan baku pada proses fuming yaitu terak hasil peleburan tahap pertama dan kedua tanur reverberatory sebagai sumber timah dan pirit sebagai sumber sulfur untuk menguapkan timah; dan sebagai sumber besi sebagai penurun titik lebur terak pada proses fuming. Produk utama dari keseluruhan proses ini yaitu debu SnO2 dengan kadar timah ≥60% yang digunakan sebagai bahan campuran umpan peleburan tanur reverberatory dan produk samping dari keseluruhan proses ini yaitu gipsum.
PENGARUH KANDUNGAN SENG (Zn) TERHADAP CACAT POROSITAS YANG DIHASILKAN DALAM PRODUK PENGECORAN ALUMUNIUM DI WL ALUMUNIUM
Yasmina Amalia;
Akmal Baihaqi
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5038
Alumunium merupakan logam yang banyak digunakan dalam industri pengecoran logam seperti pembuatan peralatan rumah tangga. Alumunium memiliki sifat mampu cor baik. Pada pengecoran alumunium sering terjadi cacat pada produk pengecoran salah satunya cacat porositas. Cacat ini berbentuk seperti gelembung-gelembung pada produk yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti temperatur tuang dan cetakan yang tinggi serta paduan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan seng (Zn) terhadap cacat porositas yang dihasilkan pada produk pengecoran paduan Al-Zn di WL Alumunium. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa produk dengan kandungan bahwa cacat yang dihasilkan berjumlah 5 produk dengan kandungan Zn sebesar 2.7%, sedangkan produk yang menghasilkan cacat porositas memiliki kandungan Zn diatas 3%. Berdasarkan pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa kandungan seng (Zn) diatas 3% akan menyebabkan cacat porositas pada produk pengecoran logam.
PENGGUNAAN METODE DRY STACKING SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENANGANAN TAILING di PT. NUSA HALMAHERA MINERALS Tbk
Frideni Yushandiana Putri Green Field;
Muhamad Khasbulloh
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5044
Emas merupakan salah satu unsur logam mulia yang ada di bumi baik dalambentuk native maupun asosiasi. Seiring dengan bertambahny masa, penambangan emas terus dilakukan sehingga kadar emas semakin menipis. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan dan pengolahan emas yaitu PT. Nusa Halmahera Minerals Tbk. Total cadangan yang dimiliki memiliki kandungan total hingga ~3,3 Juta oz emas dan sudah bekerja selama puluhan tahun dari awal tambang Toguraci ditemukan pada tahun 1996. Untuk mendapatkan emas bullion diperlukan banyak bijih sehingga menghasilkan produk tailing sebagai produk sampingan. Pengelolaan tailing di PT. NHM menggunakan proses tailing dam sudah tidak efektif mengingat lahan yang terbatas dan semakin menipis. Untuk itu dilakukan analisa menggunakan proses dry stacking sebagai alternatif dalam penanganan tailing di PT. NHM.
PENGECORAN PULLEY B3 x 6 INCH DAN ANALISIS CACAT DALAM PENGECORAN
Sudaryanto Sudaryanto;
Satrio Utomo Santoso
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5039
Pengecoran daur ulang logam merupakan salah satu alternatif pengembangan industri pengecoran di Indonesia. Pully merupakan salah satu produk hasil pengecoran dengan bahan dari besi cor yang digunakan sebagai alat penggerak mesin traktor. Bahan baku dari besi cor yang diproduksi di PT Mitra Rekatama Mandiri sendiri terdiri dari skrap sisa peleburan, gram, arang, silika dan penambahan slag remover. Besi cor yang dihasilkan dari PT. Mitra Rekatama Mandiri terdiri dari besi cor FC (Ferro Carbon/ besi cor kelabu) dan besi cor FCD (Ferro Carbon Ductile/ besi cor nodular) yang dihasilkan dalam tungku induksi di suhu ±1200oC. Hasil peleburan kemudian dituangkan kedalam cetakan pasir basah menggunakan ladle, kemudian hasil coran dibersihkan dan pengecekan cacat (quality control) sebelum dilakukan proses permesinan dan finishing. Dalam penulisan jurnal ini penulis ingin memfokuskan penulisan pada proses produksi dan analisis cacat pada pengecoran pully yang ada di PT. Mitra Rekatama Mandiri untuk mesin traktor.