cover
Contact Name
Zulkfili Arifin
Contact Email
jurnal97@gmail.com
Phone
+6281342000654
Journal Mail Official
iccunkarifin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No. 8 Kel. Biringer Kec. Sinjai Utara
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Administrasita'
ISSN : 23017058     EISSN : 27981843     DOI : https://doi.org/10.47030/administrasita
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Administrasita berfokus pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu administrasi publik yang ruang lingkupnya dikhususnya pada Pengembangan Administrasi, Manajemen dan Kebijakan Publik, Perencanaan Pembangunan, , Manajemen Pelayanan, Organisasi Publik, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kepemimpinan, Inovasi Sektor Publik, otonomi daerah, dan birokrasi Pemerintahan, aparatur negara, desentralisasi dan E-Government.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember" : 7 Documents clear
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN DALAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN TOLO SELATAN KECAMATAN KELARA KABUPATEN JENEPONTO Akhamad Akhmad
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.31

Abstract

Bagi pemerintah Kelurahan Tolo selatan Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto, ukuran keberhasilan pelaksanaan tugas adalah bagaimana memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan dsekriftif. Adapun populasi dan sampel yaitu seluruh jumlah populasi seluruh pegawai yang ada pada Kelurahan Tolo selatan Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto. sampel dalam penelitian ini seluruh Perangkat Pemerintah Kelurahan Tolo selatan Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan pembangunan kelurahan di Kelurahan Tolo selatan Kabupaten Jeneponto dilakukan secara sistem botton up planning melalui pertemuan ­pertemuan pada tingkat kelurahan dengan menerapkan perencanaan partisipatif masyaakat kelurahan, dan hasil perencanaan tersebut kemudian diusulkan ke pemerintah tingkat atasnya, Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat. Pelaksanaan pembangunan kelurahan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disetujui bersama dengan masyarakat kelurahan, dan pelaksanaan pembangunan kelurahan, terutama ditujukan kepada tiga aspek yaitu pembangunan bidang prasarana dan sarana jalan, pembangunan perekonomian dan pembangunan bidang sosial. Dan hasil pelaksanaan pembangunan tersebut hanya mampu berjalan sekitar 50 % dari rencana yang diusulkan. Pelaksana proyek pembangunan kelurahan tersebut melalui Cabang Dinas Otonom dan Departemen yang ada di Kecamatan.
IMPLEMENTASI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA KABUPATEN MAMASA Rudi Santoso
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi pengawasan Dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Mamasa. Dan juga Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap Implementasipengawasan Dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Mamasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi pengawasan sangat penting Dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai khususnya pengawasan melekat dan pengawasan fungsional. Implementasipengawasan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura KabupatenMamasa masih dalam kategori sedang karena masih rendahnya tingkat kedisiplinan pegawai yang ada sehingga sering ditemukan pelanggaran-pelanggaran dalam Implementasitugas karena mengingat sanksi atau tingkat hukuman yang dilakukan pimpinan adalah tingkat hukuman disiplin ringan yaitu berupa teguran lisan, tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis Usaha yang dilakukan pimpinan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura KabupatenMamasa dalam membudayakan pengawasan sangat tergantung pada faktor manusia dan faktor budaya. Faktor manusia merupakan faktor sentral yang menjalankan suatu organisasi dan faktor budaya yang dapat mempengaruhi kepribadian manusia (pegawai).
HUBUNGAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK TERHADAP INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT Subhan Jaya; Aras Solong
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.33

Abstract

Penelitian ini berjudul Hubungan Kinerja Pelayanan PublikTerhadap Indeks Kepuasan Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara positif dan signifikan antara kinerja pelayanan publik dengan indeks kepuasan masyarakat. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian ini memiliki tujuan sebagai penumpulan data atau bahan konkret terperinci kemudian akandilihat apakah terdapat hubungan antara kinerja pelayanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif merupakan perhitungan yang dipakai saat meneliti melalui pengukuran parameter terhadap variabel yang diteliti hingga didapatkan representasi antara masing – masing variabel yang hendak diteliti. Hubungan kinerja pelayanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat yakni memiliki hubungan yang kuat. Dimana dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis korelasi pearson atau korelasi product moment dan didapatkan hasil bahwa nilai pearson correlation sebesar 0,756 dan berada diantara interval nilai koefisien 0,60–0,799 dengan demikian dapat di interpretasikan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar kinerja pelayanan publik dengan indeks kepuasan masyarakat. Hubungan secara positif dan signifikan ini dijelaskan berdasarkan pada nilai hasil uji t variabel kinerja pelayanan publik yaitu nilai thitung 11,119 yaitu > nilai ttabel 1,98397. Sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. dan dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kinerja pelayanan publik memiliki hubungan secara positif dan signifikan dengan variabel indeks kepuasan masyarakat
ANALISIS PERAN HUMAS PT. PLN PERSERO UP3 GORONTALO DALAMSOSIALISASI PROGRAM EDUKASI EKSTERNAL KESEHATAN DAN KESELAMATANKERJADI WILAYAH KOTA GORONTALO Minarni Tolapa
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.34

Abstract

Humas merupakan salah satu bagian penting yang berfungsi sebagai frontline dari lembaga atau organisasi dalam membangun hubungan serta komunikasi dan penyebarluasan informasi kepada publik. Humas sebagai representasi lembaga atau perusahaan memiliki tanggung jawab dalam membekali pengetahuan kepada publik dalam hal ini masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran Humas PT. PLN Persero UP3 Gorontalo dalam mengsosialisasikan Program Edukasi Eksternal Kesehatan dan Keselamatan Kerja kepada masyarakat di wilayah Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. dengan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari tahapan data collection, data reduction, data display dan conclusion/drawing verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas berperan penting sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator pemecahan masalah dan teknisi komunikasi dalam sosialisasi program edukasi eksternal kesehatan dan keeselamatan kerja kepada masyarakat.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBINAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KELURAHAN ALEHANUAE KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Muhlis Hajar Adiputra
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam pembinaan usaha kecil menengah khususnya kelompok usaha pandai besi di Kelurahan Alehanuae Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah kelompok usaha pandai besi di Kelurahan Alehanuae Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, pembinaan kelompok usaha dalam meningkatkan sumber daya manusia, dengan melakukan pendampingan dan memberikan bantuan fasiltas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam pembinaan usaha mikro kecil dan menengah khususnya kelompok pandai besi di Kelurahan Alehanuae Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, maka peneliti menyimpulkan bahwa peran pemerintah dalam melakukan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat namun secara aplikatif serta hasil yang dicapai pasca pelaksanaan pembinaan melalui kegiatan pelatihan, magang atau studi banding, pendampingan dan pemberian bantuan peralatan produksi belum sepenuhnya mencapai hasil yang optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN WAJO KOTA MAKASSAR Bachtiar Bachtiar
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.36

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :Untuk menjelaskan bagaimana implementasi kebijakan pembinaan pedagang kaki lima yang diterapkan oleh pemerintah kota Makassar di kawasan Makassar Mall kecamatan Wajo kota Makassar dan Untuk menjelaskan faktor-faktor determinan yakni faktor komunikasi, sumber daya, sikap para pelaksana kebijakan baik aparat pemerintah kota / instansi terkait maupun pedagang kaki lima sendiri serta struktur birokrasi yang mempengaruhi implementasi kebijakan pembinaan pedagang kaki lima di kecamatan Wajo kota Makassar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif,. Adapun Jenis penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh pedagang kaki lima yang beroperasi di Makassar Mall kecamatan Wajo khususnya yang resmi tercatat pada Dinas Pasar kota Makassar. Sampel yang ditetapkan dari populasi menggunakan teknik Cluster  Sampling (sampel gugus bertahap), Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara :Observasi, ,Kuesioner terstruktur Wawancara, Dokumentasi, Data yang terkumpul dari hasil penelitian, akan diseleksi dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif-kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Adapun Jenis penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh pedagang kaki lima yang beroperasi di Makassar Mall kecamatan Wajo khususnya yang resmi tercatat pada Dinas Pasar kota Makassar. Sampel yang ditetapkan dari populasi menggunakan teknik Cluster  Sampling (sampel gugus bertahap), Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara :Observasi, ,Kuesioner terstruktur Wawancara, Dokumentasi, Data yang terkumpul dari hasil penelitian, akan diseleksi dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif-kuantitatif. Implementasi kebijakan pembinaan pedagang kaki lima sudah tergolong cukup berhasil dilaksanakan oleh pemerintah kota untuk memberikan pembinaan kepada pedagang kaki lima yang melakukan aktifitas usahanya. Secara umum faktor komunikasi, sumber daya, struktur birokrasi dan sikap pemerintah kota serta sikap pedagang kaki lima mempunyai pengaruh secara determinan tergolong sudah cukup mendukung terhadap berhasilnya implementasi kebijakan pembinaan pedagang kaki lima yang dilaksanakan pemerintah kota dalam wilayah kecamatan Wajo kota Makassar. Meskipun masih relatif terbatas sumber dana operasional dan fasilitas pelayanan publik yang dimiliki pemerintah kota untuk melaksanakan kebijakan pembinaan pedagang kaki lima di lapangan.
PEMBINAAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN Zulkifli Arifin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pembinaan Kelompok Sadar Wisata yang di lakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran secara jelas tentang Pembinaan Kelompok sadar Wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan apa saja bentuk pembinaannya, usur pembina dan juga kegiatan pembinaan. Adapun subjek penelitian ini adalah Kepala bidang pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Sinjai, Seksi pengembanagan Sumber Daya dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Sinjai dan Kelompok Sadar Wisata yang mendapatkan pembinaan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi selama penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melakukan pembinaan, baik pembinaan langsung maupun pembinaan tidak langsung. Pembinaan langsung dilakukan setiap tahun baik kepada Pokdarwis maupun yang bukan Pokdarwis akan tetapi terlibat langsung dengan kepariwisataan. Bentuk pembinaanya seperti manajemen homestay, tata kelola destinasi, dan pemandu ekowisata sedangkan pembinaan tidak langsung dilakukan melalui media sosial menggunakan akun Disparbud. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain dalam hal pembinaan seperti Bank Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 7