Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK TERHADAP INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT Subhan Jaya; Aras Solong
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 11 No. 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v11i2.33

Abstract

Penelitian ini berjudul Hubungan Kinerja Pelayanan PublikTerhadap Indeks Kepuasan Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara positif dan signifikan antara kinerja pelayanan publik dengan indeks kepuasan masyarakat. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian ini memiliki tujuan sebagai penumpulan data atau bahan konkret terperinci kemudian akandilihat apakah terdapat hubungan antara kinerja pelayanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif merupakan perhitungan yang dipakai saat meneliti melalui pengukuran parameter terhadap variabel yang diteliti hingga didapatkan representasi antara masing – masing variabel yang hendak diteliti. Hubungan kinerja pelayanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat yakni memiliki hubungan yang kuat. Dimana dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis korelasi pearson atau korelasi product moment dan didapatkan hasil bahwa nilai pearson correlation sebesar 0,756 dan berada diantara interval nilai koefisien 0,60–0,799 dengan demikian dapat di interpretasikan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar kinerja pelayanan publik dengan indeks kepuasan masyarakat. Hubungan secara positif dan signifikan ini dijelaskan berdasarkan pada nilai hasil uji t variabel kinerja pelayanan publik yaitu nilai thitung 11,119 yaitu > nilai ttabel 1,98397. Sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. dan dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kinerja pelayanan publik memiliki hubungan secara positif dan signifikan dengan variabel indeks kepuasan masyarakat
INOVASI PELAYANAN PUBLIK Aras Solong; Muliadi Muliadi
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 10 NOMOR 2, 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.908 KB) | DOI: 10.47030/aq.v10i2.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengungkap tentang aspek-aspek inovasi yang dijalankan oleh pemerintah sebagai pelayan publik. Inovasi merupakan peralihan dari prinsip-prinsip, proses, dan praktik-praktik manajemen tradisional atau pergeseran dari bentuk organisasi yang lama kemanajemen modern.Pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang dikenal dengan sebutan pelayanan publik merupakan isu yang sangat strategis karena interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam rangka mengetahui Inovasi pelayanan publik. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik adalah inovasi conseptual dimana memunculkan paradigma, ide, gagasan, pemikiran, dan terobosan baru. Sedangkan inovasi delivery adalah termasuk cara – cara baru atau dalam menyelesaikan masalah, memberikan layanan atau berinteraksi dengan klien untuk tujuan pemberian layanan khusus kepada pelanggang.
Kontribusi Retribusi Pasar Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Pangkep Risna Risna; Aras Solong
Journal Axegnal: Tax And Economic Insights Journal Vol. 1 No. 2 (2025): JOURNAL AXEGNAL
Publisher : Program Studi Administrasi Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/fiskal.v1i2.142

Abstract

  This research aims to determine the contribution of market levies to increasing Regional Original Income (PAD) in Pangkep Regency. The type of research used in this research is quantitative descriptive research by presenting data regarding market levy data and Regional Original Income data. The results of this research show that the growth rate of market levy revenues in Pangkep Regency during the five budget years, namely from the 2018-2022 Fiscal Year, was unsuccessful and the contribution of market levies to increasing Regional Original Income (PAD) during that period was still insufficient. This is because the government, especially market collectors, has not been optimal in managing market levies. This is proven by the existence of arrears in market levy payments made by traders so that income from regional treasuries is ineffective. Apart from that, another cause is the large number of empty kiosks and stalls which are not functioning properly because traders are unable to buy or rent because the prices set are too expensive. In this case, it results in less contribution to local revenue in the market levy sector.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menyajikan data mengenai data retribusi pasar dan data Pendapatan Asli Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat pertumbuhan penerimaan retribusi pasar Di Kabupaten Pangkep selama lima tahun anggaran yaitu dari Tahun Anggaran 2018-2022 adalah tidak berhasil dan kontribusi retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode tersebut masih kurang berkontribusi. Hal ini dikarenakan pemerintah khususnya kolektor pasar belum maksimal dalam pengelolaan retribusi pasar. Hal ini dibuktikan dengan adanya tunggakan pembayaran retribusi pasar yang dilakukan pedagang sehingga pemasukan pada kas daerah tidak efektif. Selain itu penyebab lainnya adalah banyaknya kios dan lapak yang kosong yang tidak berfungsi dengan baik dikarenakan pedagang tidak mampu membeli ataupun menyewa dengan alasan harga yang ditentukan terlalu mahal. Dalam hal ini mengakibatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah disektor retribusi pasar kurang berkontribusi.
Analysis of Local Wisdom "Siri" in Leadership Of The Head of Temmappadaue Village, Marusu District, Maros Regency Aras Solong; Tetty Dwiyanti; Muh Alwi; Ashariana Ashariana
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 10 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i10.575

Abstract

This study aims to determine the value of local wisdom leadership "siri" as a motivational tool to improve the implementation of tasks and work of employees at the Temmappaduae Village office. Study This use A qualitative approach with data collection techniques through observation of research objects, direct interviews with informants and documentation, namely tracing evidence in the form of written decisions and regulations, books or magazines. The data analysis techniques used are data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the leadership value of local wisdom "siri" as a basis in providing encouragement to carry out employee encouragement and work by using indicators alempureng (honesty), amaccang (education), assitinajang ( appropriateness ), agettengeng (firmness) and reso (effort) which must be held and upheld firmly by an employee accompanied by a high commitment in carrying out the tasks and work that are his responsibility. The results of the study found that the leadership value of local wisdom "Siri" if implemented well will produce good and responsible performance. Furthermore, things that are considered to affect the implementation of employee tasks and work that are not optimal can be eliminated if leadership value factors such as warani (brave), masagena (ability) and makaritutu (vigilance) in supporting efforts to improve performance must be held firmly and become a driver for employees in carrying out tasks and work to support maximum employee performance.Leadership
The Effect of the 11% Increase in Value Added Tax (VAT) Rate on Consumer Purchasing Power: A Study on the Maros Regency Grand Department Store in 2021–2023 Diah Puspitaningrum; Aras Solong
Journal Axegnal: Tax And Economic Insights Journal Vol. 3 No. 1 (2026): JOURNAL AXEGNAL AGUSTUS
Publisher : Program Studi Administrasi Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/fiskal.v3i1.497

Abstract

This study aims to analyze the effect of the 11% Value Added Tax (VAT) rate increase on consumer purchasing power at Grand Toserba, Maros Regency. The study was motivated by the government's policy to increase the VAT rate as an effort to enhance state revenue, which may influence consumer purchasing behavior. This research employed a quantitative descriptive approach. The population consisted of all visitors to Grand Toserba, Maros Regency, while the sample comprised 100 respondents selected using the Slovin formula with a simple random sampling technique. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation, and were analyzed using simple linear regression with IBM SPSS. The findings indicate that the 11% VAT rate increase has a positive and significant effect on consumer purchasing power. The results also suggest that changes in the VAT rate influence consumers' purchasing behavior, making them more selective in purchasing goods and prioritizing primary needs over secondary needs. However, the contribution of the VAT rate increase to consumer purchasing power is relatively low, indicating that purchasing power is also influenced by other factors beyond the scope of this study. The findings are expected to provide useful insights for the government in formulating tax policies and for business practitioners in developing marketing strategies to maintain consumer purchasing power.
Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara Aras Solong; Tetty Dwiyanti; Gafar Gafar
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 9 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i9.603

Abstract

Pelayanan publik pada tingkat kecamatan sangat dipengaruhi oleh kinerja aparatur sebagai pelaksana yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Kantor Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Januari–Juni 2023. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan camat, sekretaris kecamatan, kepala seksi, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pegawai puskesmas sebagai informan yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahannya diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparatur secara umum tergolong baik. Profesionalitas tercermin dalam pelayanan yang ramah, sopan, tepat waktu, dan sesuai tugas; efektivitas terlihat dari penyelesaian pelayanan dan kejelasan prosedur; keterbukaan diwujudkan melalui penyampaian persyaratan, waktu, dan biaya; sedangkan akuntabilitas ditunjukkan melalui tanggung jawab dan perlakuan yang setara. Namun, pelayanan masih menghadapi keterbatasan jumlah, kompetensi, dan kedisiplinan aparatur, komunikasi yang belum konsisten, serta pemahaman kebutuhan masyarakat yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi, disiplin, komunikasi, dan evaluasi berkala diperlukan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih responsif, transparan, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat secara berkelanjutan.
Optimalisasi Administrasi Desa Menuju Kemandirian (Kolaborasi Responsif Optimalisasi Administrasi Desa) Aras Solong; Nurkumalasari Syam; Sahruddin Malik; Tetty Dwiyanti; Zulkarnain Umar; Subhan Djaya; Mariati Rahman; Djainuddin
Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jsepkm.v3i1.694

Abstract

Sapa Publik merupakan kegiatan pengabdian berbasis kolaborasi yang diarahkan pada optimalisasi administrasi desa menuju kemandirian melalui penguatan pemahaman pelayanan administrasi, dialog dengan pemangku kepentingan desa, dan praktik penyusunan dokumen administrasi. Kegiatan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar di Aula Kantor Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros pada 30 April 2026. Sasaran kegiatan meliputi perangkat desa, admin desa, dan kelompok Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan mitra pembelajaran. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui koordinasi, penyampaian materi, dialog, workshop, praktik penyusunan surat administrasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pelayanan administrasi desa, struktur surat-menyurat, serta pentingnya pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel pada era digital. Praktik langsung membantu peserta memahami penerapan materi dalam konteks administrasi desa. Kegiatan juga memperkuat interaksi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Meskipun terdapat kendala teknis dan keterbatasan partisipasi sebagian anggota tim, kolaborasi antar pihak memungkinkan kegiatan berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis dialog dan praktik dapat menjadi sarana penguatan kapasitas administrasi desa sekaligus ruang pembelajaran mahasiswa dalam mengimplementasikan prinsip pelayanan publik.