cover
Contact Name
Anwar
Contact Email
anwar@unram.ac.id
Phone
+6281907801569
Journal Mail Official
agrimansion@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No.62, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125,
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agrimansion: Agribusiness Management & Extension
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14118262     EISSN : 27985385     DOI : 10.29303
Jurnal Agrimansion adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan pemikiran/gagasan atau telaahan konseptual/teoritis yang mengkaji aspek-aspek agribisnis dan sosial ekonomi pertanian secara luas seperti manajemen produksi dan pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, kebijakan pembangunan pertanian, perencanaan wilayah, analisis gender, gizi masyarakat dan sosiologi pedesaan. Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah diterbitkan atau dalam proses penerbitan pada publikasi apapun, baik dalam maupun luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007" : 5 Documents clear
2. Dampak Sosial Pengembangan Pengelolaan Kawasan Tambak Udang Berkelanjutan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat Abubakar Abubakar; B. Widigdo, R. Dahuri dan S. Budiharsono
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i2.164

Abstract

Abstract The aims of this research are (a) to asses social impacts on existing shrimp culture zone management (b) to predict social impacts of sustainable shrimp culture area management development. The research was conducted in Dompu Regency, West Nusa Tenggara using survey, and stakeholders’ participatory methods. The collected data was analyzed under descriptive, laboratory and trade off analyses. The result shows that the existing shrimp culture zone management employed 27,871.29 man days of the workforce and induced low growth to the informal sector. The total areas of sustainable shrimp culture area management is 2,350 ha, consisting of 325.5 ha intensive; 117.5 ha semi-intensive and 1,880 ha traditional cultures. It was predictied that the sustainable shrimp culture management would create larger employment (124,146.98 man days) and promote higher growth to the informal sector. Abstrak Penelitian ini bertujuan (a) untuk menilai dampak sosial pada pengelolaan kawasan tambak udang (b) untuk memprediksi dampak sosial pengembangan pengelolaan kawasan tambak udang berkelanjutan. Penelitian ini telah dilakukan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan metoda survey, dan partisipasi stakeholders. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, laboratorium dan trade Off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial budidaya tambak udang dapat menyerap tenaga kerja sebesar 27 871,29 HKO dan perkembangan sektor informal rendah. Luas kawasan budidaya tambak udang berkelanjutan adalah 2 350 ha (50 % dari potensi kawasan) yang terdiri atas penggunaan 325,5 ha tambak intensif; 117,5 ha tambak semi intensif dan 1 880 ha tambak tradisional. Dengan budidaya tambak udang berkelanjutan ini, diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebesar 124 146,98 HKO dan perkembangan sektor informal yang tinggi.
1. Analisis Kebijakan Pengelolaan Perikanan Pesisir Provinsi Bengkulu Syahrowi Syahrowi; Daniel R. Moninta, R. Dahuri, T. Kusumastanto, dan S. Budiharsono
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i2.166

Abstract

Abstract The aims of this research are(1) to assess economic contribution of Fisheries Management to the Product Domestic Regional Brutto (2) to analysis the new approach to support of coastal community income (3) to design policy of sustainable coastal fisheriesm management. The research has been conducted in Bengkulu Province by using survey methods of 578 respondents. The collected data have been analyzed by using Input-Output Table of Bengkulu Provinsi and Logical Framework Analysis (LFA). The result shows that the fisheries contribution to the economy of the province in 2002 was not significant considering the large area of its coastal zone. This indicated that the fishery sector, from upstream to the downstreams, has not been optimally managed. The backward and forward linkages values and sensitivity of capture fisheries were higher, compared to the culture fisheries. Expansion of brakishwater pond has a direct impact to mangrove degradation. Simulation shows that an increase of 30% in the Regional Expenditure Allocation for manpower development on trainings of the fishermans is the best effort to boost up the sector’s contribution to the growth of the economy in Bengkulu Province. However, the policy would also bring a risk of increasing environmental externality as a negative impact. The effort to increase the expansion of fishery processed product market through 80% increase in the market segment would result in most optimum impacts on the performance of the economy in the Province Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengkaji kontribusi ekonomi dari pengelolaan perikanan terhadap PDRB (2) Menganalisis pendekatan baru dalam menunjang peningkatan pendapatan masyarakat pesisir; (3) merancang kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Penelitian telah dilakukan di Provinsi Bengkulu dengan menggunakan metoda survey terhadap 578 responden. Data yang terkumpul di analisis dengan menggunakan Tabel Input-Output Provinsi Bengkulu dan Logical Framework Analysis (LFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor perikanan dalam perekonomian pada tahun 2002 belum signifikan dibandingkan dengan potensinya. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor perikanan dalam arti luas (dari hulu sampai hilir) belum dikelola secara optimal. Nilai Backward Linkages dan Forward Linkages sektor perikanan tangkap lebih besar dan derajat kepekaannya lebih tinggi dibandingkan dengan sektor perikanan budidaya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan alokasi belanja daerah untuk peningkatan SDM melalui pelatihan nelayan pengolah hasil perikanan sebesar 30 persen adalah upaya terbaik untuk meningkatkan besarnya kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan resiko terjadinya peningkatan dampak negatifnya sebagai faktor eksternalitas lingkungan; sedangkan upaya meningkatkan perluasan pasar produk olahan perikanan dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 80 persen, akan memberikan dampak yang paling optimal terhadap kinerja ekonomi.
3. Alur Informasi dan Penerimaan Informasi pada Program Gerbang E-Mas NTB: Studi Kasus di Desa Aik Berik, Lombok Tengah H. Johan Bachry
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i2.167

Abstract

Abstract The aims of this research are find out the paths and the acceptance levels of information flows from various vocal points of the Gerbang Emas Program to the community of Aik Berik village, Central Lombok. The research used a descriptive methodology and a sample survey data collection technique, involving 40 respondents from various socio economic statues. The reseach found that the program information flows followed 15 paths, which can be diferentiated into four, namely: one stage information flow, two stage information flow, three stage information flow and four stage information flow. The level of the information acceptance among the community inhabitants falls in low category. Abstrak Penelitian ini bertujua untuk menemukan alur informasi dan tingkat penerimaan masyarakat atas program Gerbang Emas di desa Aik Berik, provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif and teknik survai melibatkan 40 respondent dari beberbagai status sosial ekonomi. Penelitian ini menemukan bahwa alur imformasi Gerbang E-mas di Desa Aik Berik mengikuti 16 alur, yang dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: alur informasi satu tahap, alur informasi dua tahap, alur informasi tiga tahap, dan alur informasi empat tahap. Tingkat penerimaan informasi Gerbang E-mas kepada masyarakat di Desa Aik Berik termasuk dalam katagori rendah.
4. Conditions for Access of the Poor to Microfinance Services: the Views of the Rural Financial Institution Officers in Lombok, Indonesia Ketut Budastra
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i2.168

Abstract

Abstract This paper discusses main issues useful for the provision of financial services to the poor. The discussion is based on the view of 23 officers of major Rural Financial Institutions (RFIs) in Lombok, Indonesia. Data collected through in-depth interviews using an open-ended questionnaire in 2007. It was found that providing rural-micro financial services can be financially feasible, cost-effective if three fundamental issues are dealt properly: These issues are: the poor had insufficient physical collateral; the poor had very limited knowledge and experience in banking; and the poor generally do not have permanent businesses. Suggested strategies are, as follows. Rural financial institutions (RFIs) should lend loans to those who have good characters and businesses; and implement adaptive and convenient service policy and mechanism. Contract enforcement is in=effective for group lending. Frequent visits, supervision and monitoring, good applicant screening and field officer incentives were among the instruments considered able to increase loan repayment of the poor. Fair regulatory and market environment is necessary for RFIs to sustain their services. Abstrak Paper ini mendiskusikan beberapa isu-isu penting untuk penyediaan jasa keuangan untuk si miskin secara berkelanjutan. Diskusi didasarkan pada pendapat 23 pengurus Lembaga Keuangan Pedesaan di Lombok, yang dikumpulkan dengan tehnik interview mendalam pada tahun 2007. Respondent dipilih berdasarkan kesediaan mereka untuk diwawancarai. Ditemukan bahwa penyediaan jasa keuangan mikro dapat secara financial layak dan menguntungkan jika tiga isu-isu dasar dapat disiasati dengan baik. Ketiga isu-isu dasar tersebut adalah: si misin tidak punya jaminan yang memadai; si miskin memiliki pengetahuan dan pengalaman urusan bank yang terbatas; dan kebanyakan si miskin tidak memiliki usaha yang permanen. Strategi penanganan isu-isu tersebut adalah sebagai berikut. Lembaga keuangan pedesaan hendaknya memberikan pinjaman pada yang memiliki karakter dan usaha yang layak. Lembaga keuangan pedesaan hendanya menerapkan kebijakan dan meanisme pelayanan yang sederhana, mudah dan sesuai dengan karakter si miskin. Pinjaman secara kelompok adalah tidak effektip dalam penegakan perjanjian kredit. Kunjungan sering, pengawasan dan monitoring, seleksi nasabah yang baik, dan insentip tenaga lapangan merupakan instrumen untuk meningkatkan pengembalian kredit. Regulasi and lingungan pasar yang adil diperlukan oleh lembaga keuangan pedesaan untuk dapat memberikan pelayanan secara berkelanjutan.
5. Measuring Village Unit Cooperative Performance Using Stepwise Discriminant Analysis (A Case of West Lombok Region) I Gusti Lanang Parta Tanaya
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i2.169

Abstract

Abstract Realizing that most Indonesian live in rural areas and use rural business activities as main source income, most of governmental policy released to promote all small business in this area including agriculture. Refers to the national constitution (UUD 1945), cooperative is considered the most suitable business form that can accommodate people interest. In 1978 under presidential instruction most of village unit cooperatives or Koperasi Unit Desa (KUD) were established throughout the nation. However, this business organization is far left behind compared to private owned business and state owned business. Despite, some methods were introduced to evaluate the growth and performance of KUD, until reformation era the situation of this business is still unchanged. This paper tried to use a stepwise discriminant analysis to measure the KUD performance in West Lombok. Financial, organizational, and operational data were collected to support this analysis. Geometric index was applied to identify the performance of KUD. Selected variables were identified to classify individual cooperatives into bad or good performance groups with stepwise discriminant analysis. It is found that the length years of manager run KUD’s business and participation of member doing business with KUD were the two variables that contribute the most significant influence on KUD performance. Abstrak Menyadari bahwa sebagian besar penduduk Indonesia berdomisili di pedesaan dan memanfaatkan aktivitas bisnis pedesaan sebagai sumber pendapatan utama, maka sebagian besar kebijakan pemerintah diluncurkan untuk meningkatkan usaha kecil termasuk bidang pertanian. Merujuk pada UUD 1945, koperasi adalah bangun usaha yang paling cocok untuk mengakomodasi kepentingan penduduk. Tahun 1978, dengan instruksi presiden banyak KUD didirikan di seluruh negara ini. Tetapi perkembangan usaha ini jauh tertinggal dibandingkan dengan usaha milik pemerintah dan usaha swasta. Walaupun banyak cara digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan performasi KUD, sampai era reformasi ini keadaannya tidak berubah. Tulisan ini mencoba untuk menggunakan Analysis Diskriminan Berjenjang untuk mengetahui kinerja KUD di Kabupaten Lombok Barat. Data financial, organisasional dan operasional dikumpulkan untuk mendukung analisis ini. Indeks Geometri juga digunakan untuk menghitung kinerja KUD. Dengan menerapkan Analysis Diskriminan Berjenjang variable-variabel terpilih digunakan untuk menggolongkan KUD yang kinerjanya baik dan buruk. Ditemukan bahwa lamanya manager mengelola KUD dan partisipasi anggota dalam usaha KUD adalah dua variabel yang mempengaruhi kinerja KUD paling signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025 Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025 Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025 Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024 Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024 Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024 Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023 Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023 Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023 Vol 23 No 3 (2022): Jurnal Agrimansion Desember 2022 Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022 Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Agrimansion April 2022 Vol 22 No 3 (2021): Jurnal Agrimansion Desember 2021 Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Agrimansion Agustus 2021 Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Agrimansion April 2021 Vol 21 No 3 (2020): Jurnal Agrimansion Desember 2020 Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Agrimansion Agustus 2020 Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Agrimansion April 2020 Vol 20 No 3 (2019): Jurnal Agrimansion Desember 2019 Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Agrimansion Agustus 2019 Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Agrimansion April 2019 Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018 Vol 19 No 2 (2018): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2018 Vol 19 No 1 (2018): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2018 Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion Vol 16 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2015 Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION Vol 15 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2014 Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Agribisnis Agustus 2010 Vol 10 No 1 (2009): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2009 Vol 9 No 3 (2008): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2008 Vol 9 No 2 (2008): Jurnal AGROMINSION AGUSTUS 2008 Vol 9 No 1 (2008): Jurnal AGROMINSION APRIL 2008 Vol 8 No 3 (2007): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2007 Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007 Vol 8 No 1 (2007): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2007 Vol 7 No 3 (2006): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2006 Vol 7 No 2 (2006): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2006 Vol 7 No 1 (2006): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2006 Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004 Vol 4 No 2 (2004): JURNAL AGRIMANSION MEI 2004 Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003 Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003 Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002 Vol 2 No 2 (2002): JURNAL AGRIMANSION MEI Vol 2 No 1 (2001): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2001 Vol 1 No 2 (2001): JURNAL AGRIMANSION MEI 2001 Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI More Issue