cover
Contact Name
Frangky J. Paat
Contact Email
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Phone
+62895395272667
Journal Mail Official
jurnalsr_agroekotek@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi , Jl Kampus Bahu, Kec. Malalayang, Manado Sulawesi Utara 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Agroekoteknologi Terapan
ISSN : -     EISSN : 27970647     DOI : https://doi.org/10.35791/jat.v2i1.34060
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Agroekoteknologi Terapan adalah bagian dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado 95115. Bertujuan untuk mempublikasikan akumulasi dari hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi pertanian terapan (applied agrotechnology).
Articles 164 Documents
UTILIZATION OF KEPOK BANANA SKIN WASTE AS LIQUID ORGANIC FERTILIZER IN PLANTS Sriwani Lamasrin; Adeleyda M.W. Lumingkewas
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33981

Abstract

Indonesian people of all ages and social status love bananas, because the price is relatively affordable. Bananas can be consumed directly (fresh) or in processed form, for example, fried (Rohma, 2016). Kepok banana peels, if left unchecked, the banana peels can cause a buildup of garbage (Rambitan and Mirna, 2013). Based on this, a solution is needed to deal with the banana peel of Kepok. One solution that can be done is that Kepok banana peels are used and processed into organic fertilizer. The use of organic fertilizers that utilize organic waste through a decomposition process by microorganisms, can preserve the environment. Utilization of kepok banana peel waste as organic fertilizer is more useful, for example, it is processed into liquid organic fertilizer (POC). Paradoksi et al (2014) stated that liquid organic fertilizers have advantages, namely that the nutrients contained are contained more quickly and are easily absorbed by plant roots, while inorganic fertilizers have a negative impact on the environment. The results of Nabilah's research (2019) stated that Kepok banana peel fruit can be used as liquid organic fertilizer, the results of research on green spinach (Amaranthus gracilis Desf) showed an increase in plant growth, namely the length and width of the leaves at a concentration of 10 ml / L.Keywords: skin; banana; fertilizer; trashAbstrakMasyarakat Indonesia dari berbagai kalangan umur maupun status sosial menggemari pisang, karena harganya yang relatif terjangkau. Pisang dapat dikonsumsi secara langsung (segar) ataupun dalam bentuk olahan misalnya digoreng (Rohma, 2016). Kulit buah pisang kepok, apabila dibiarkan begitu saja kulit pisang tersebut dapat menyebabkan penumpukan sampah (Rambitan dan Mirna, 2013). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan solusi untuk  menangani kulit buah pisang kepok. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu kulit buah pisang kepok dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik yang memanfaatkan sampah-sampah organik melalui proses dekomposisi oleh mikroorganisme, dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pemanfaatan sampah kulit buah pisang kepok sebagai pupuk organik yang lebih bermanfaat, misalnya diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Paradoksi dkk (2014) menyatakan bahwa pupuk organik cair memiliki kelebihan yakni unsur hara yang dikandung lebih cepat dan mudah diserap oleh akar tanaman, sedangkan pupuk anorganik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Hasil penelitian Nabilah (2019) menyatakan bahwa buah kulit pisang kepok dapat dijadikan pupuk organik cair, hasil penelitian pada tanaman bayam hijau (Amaranthus gracilis Desf) menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman yaitu panjang dan lebar daun pada pemberian konsentrasi 10 ml/L.Kata kunci: kulit; pisang; pupuk; sampah
PEST CONTROL BROWN PLATHOPPER (Nilaparvata lugens) USE of botanical PESTICIDES IN RICE PLANTSRICE (Oryza sativa L.) Ristiana Mokoginta; Selvie Tumbelaka
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34064

Abstract

Rice is one of the food plants that is important for the people of Indonesia to meet the need for carbohydrates. This food has a high content of carbohydrates as much as 73 g and protein as much as 8 g in every 100 g of material. As the main food crop, the sustainability of its production is needed so that the quality and quantity remain available. The obstacles often faced by farmers in efforts to increase rice production, namely the presence of plant pests (OPT). One of the OPT inland production of rice plants is a plant pest, which can cause interference in rice plants physically. Plant pests can be insects, mites, rodents, stem borers, snails, brown planthopper, green leafhopper, birds, or mollusks.Keywords =      Rice; Nilaparvata lugens. AbstrakPadi merupakan salah satu tanaman pangan penting bagi masyarakat Indonesia untuk mencukupi kebutuhan akan karbohidrat. Bahan pangan ini memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 73 g dan protein sebanyak 8 g dalam setiap 100 g bahan. Sebagai tanaman pangan utama, kesinambungan produksinya sangat dibutuhkan agar kualitas dan kuantitasnya tetap tersedia. Kendala yang sering dihadapi oleh petani dalam usaha peningkatan produksi padi yaitu adanya organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu OPT di lahan produksi tanaman padi adalah hama tanaman, yang dapat menimbulkan gangguan pada tanaman padi secara fisik. Hama tanaman dapat berupa serangga, tungau, tikus, penggerek batang, keong mas, wereng coklat,wereng hijau , burung atau moluska.Kata kunci=     padi;  Nilaparvata lugens.
THE QUALITY OF IRRIGATION WATER ON THE CULTIVATION OF RICE PLANTS (Oryza sativa L.) Fadlika Mawali; Sofia Wantasen
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34068

Abstract

Water quality is the nature of the water and the content of living beings, substances, energy, or other components in the water. Water quality in general is shown by the quality or the condition of the water that is associated with an activity or specific purposes. Water quality will be different from one activity to another. The quality of the water for purposes of irrigation with different water quality for drinking water purposes. The irrigation water used for agriculture should meet the quality standards of irrigation water according to Government Regulation No. 82 years 2001 is included in class IV so that the quality of irrigation water deserves to be watering for plants. Keywoards:  irrigation; water.  AbstrakKualitas air adalah sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain di dalam air. Kualitas air secara umum ditunjukkan oleh mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Air irigasi yang digunakan untuk pertanian sebaiknya memenuhi baku mutu air irigasi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 termasuk dalam kelas IV sehingga kualitas air irigasi layak dijadikan pengairan untuk tanaman. Kata kunci:  irigasi; air.
TALAS PLANT CULTIVATION TECHNIQUES (Colocasia esculenta L.) Mendis Wenda; Ronny Nangoi
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33976

Abstract

Indonesia is one country that has a tropical climate. The country of Indonesia has abundant natural resources, especially the type of plant tubers that can be consumed as a staple food replacement of rice. However, their utilization is not optimal to meet the adequacy of the current food. One effort that can be done is to increase the productivity of the cultivation of food derived from the tubers by harnessing technology. Plant the tubers are commonly consumed as a staple food, the main substitute for rice, especially in the area of Lanny Jaya Regency, Papua Province is taro as one of the local plants.Keywords:  Cultivation; Taro; ProductivityAbstrakIndonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis. Negara Indonesia  mempunyai kekayaan alam melimpah, terutama jenis tanaman umbi-umbian yang dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok pengganti beras. Namun pemanfaatannya belum optimal untuk memenuhi kecukupan pangan saat ini.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan produktivitas budidaya pangan yang berasal dari umbi-umbian dengan memanfaat teknologi.  Tanaman umbi-umbian yang  umum dikonsumsi sebagai makanan pokok utama  penganti beras, terutama di daerah Kabupaten Lanny Jaya Propinsi Papua adalah talas sebagai  salah satu tanaman lokal. Jenis-jenis tanaman talas di daerah ini cukup banyak varietasnya yang dapat digunakan sebagai makanan pokok.Kata kunci: Budidaya; Talas; Produktifitas
BENEFITS OF ORGANIC MULSE ON GROWTH CRISAN ORNAMENTAL PLANTS (Chrysanthemum sp.) Puteri M. V. Wajong; Diana D. Pioh
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33982

Abstract

The use of organic mulch to currently be one of the alternatives that is in demand by farmers. There are several reasons that support the utilization of mulch, namely : (a) protect the land from the grain rain, so that erosion can be reduced, the soil is not easy to be a solid; (b) reduce evaporation (evaporation), is very useful in the dry season due to the utilization of water (soil moisture) to be more efficient; (c) create environmental conditions (in the soil) good for the activity of soil microorganisms; (d) after the decaying mulch material will increase the content of soil organic matter; and (e) suppress the growth of weeds (Abdurachman et al., 2005).The prospect of cultivating chrysanthemum as a cut flower is very good, because it has a very potential market, because the ornamental chrysanthemum plant is one of the most important and popular cut flower plants in the world. Among these potential markets are Hong Kong, Malaysia, Japan, Singapore and so on (Sanjaya et al, 2012).Keywords: Mulch; Weeds; Chrysanthemum PlantsAbstrakPenggunaan mulsa organik hingga saat ini menjadi salah satu alternatif yang sangat diminati oleh petani. Ada beberapa alasan yang mendukung pemanfaatan mulsa yaitu : (a) melindungi tanah dari butir-butir hujan, sehingga erosi dapat dikurangi, tanah tidak mudah menjadi padat; (b) mengurangi penguapan (evaporasi), ini sangat bermanfaat pada musim kemarau karena pemanfaatan air (lengas tanah) menjadi lebih efisien; (c) menciptakan kondisi lingkungan (dalam tanah) yang baik bagi aktivitas mikroorganisme tanah; (d) setelah melapuk bahan mulsa akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah; dan (e) menekan pertumbuhan gulma (Abdurachman et al., 2005). Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangatlah bagus, karena memiliki pasar yang sangat potensial, karena tanaman hias krisan merupakan salah satu tanaman bunga potong yang penting dan digemari di dunia. Diantara pasar potensial tersebut adalah Hongkong, Malaysia, Jepang, Singapura dan sebagainya (Sanjaya et al,, 2012).Kata Kunci: Mulsa; Gulma; Tanaman Krisan
DISEASE CONTROL PURPLE BLOTCH (Alternaria porri L.) USING a PESTICIDEPLANT EXTRACT of BETEL LEAF ON the ONION PLANT (Allium ceppa L.) Novia Mokalu; James B. Kaligis
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34063

Abstract

Red onion is one of the vegetables that have important meaning for the people of the economic value and nutritional content. Onions contain calories, carbohydrates, fat, protein, dietary fiber, vitamins, and minerals. Red onion also contains the compound allicin and essential oils are bactericidal and fungicidal against bacteria and fungi. Demand for onion is good for consumption or seedlings in the country has increased. Every year almost always an increase in the production of red onion, but it has not been able to offset the increase in demand onion nationally along with the increasing population and the development of the processing industry. Keywords: red onion; betel leaf; extract. Abstrak                             Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran  yang  mempunyai arti  penting  bagi  masyarakat  baik  dari  nilai  ekonomisnya  maupun   kandungan gizinya. Bawang merah mengandung kalori, karbohidrat, lemak, protein, serat makanan, vitamin, dan mineral. Bawang  merah mengandung  senyawa  allicin  dan  minyak  atsiri  yang   bersifat  bakterisida dan fungisida terhadap bakteri dan jamur. Permintaan  akan  bawang  merah  baik  untuk  konsumsi  ataupun bibit dalam negeri mengalami peningkatan. Setiap tahun hampir  selalu  terjadi  peningkatan produksi bawang merah, akan tetapi hal tersebut belum mampu mengimbangi peningkatan permintaan bawang merah secara nasional seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri olahan. Kata kunci: bawang merah; daun sirih; ekstrak.
PEST CONTROL OF APHIDS (Aphis gossypii) ON PEPPER PLANTS (Capsicum annum L.) USING AN EXTRACT OF CITRONELLA (Cymbopogan nardus L.) Ahmat S. Mumba; Caroulus S. Rante
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i2.34069

Abstract

The cultivation of Pepper plants (Capsicum annuum L.) is the agricultural business that promises a profit is attractive because of the high market demand. Chili including  commodity agriculture that gets serious attention from the government and businesses because of its contribution to the national economy. The factors or constraints in the cultivation of pepper plants is plant pest (OPT), which is still one of the main constraints on the cultivation of Chili peppers. The pests that are found on land under cultivation Chili namely aphids. Keywords: chili., plant pest., commodity. AbstrakBudidaya tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan kegiatan usaha tani yang menjanjikan keuntungan menarik karena permintaan pasar yang tinggi. Cabai termasuk komoditas pertanian yang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pelaku usaha karena kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Kendala dalam budidaya tanaman Cabai adalah organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang masih menjadi salah satu kendala utama pada budidaya cabai. Hama yang ditemukan pada lahan budidaya Cabai, yaitu kutu daun aphid. Kata kunci:  cabai., OPT., komoditi.
PEST CONTROL OF CLOVE STEM BORNS (Hexamitodera semivelutina L.) USING PESTICIDES VEGETABLE LEAVES OF GAMAL (Gliricidia sepium) Manuel Ponomban; James B. Kaligis
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2020): EDISI JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v1i1.33977

Abstract

Cloves (Syzigium aromaticum L) are commercial crops in Indonesia with a high economic value. In Indonesia, clove production is concentrated in West Sumatra, North Sulawesi, and Maluku. This commodity is widely used in the industrial sector as an ingredient in the production of kretek cigarettes, as well as in the pharmaceutical sector as an ingredient in the production of essential oils. North Sulawesi, the country's largest clove producer, has made a significant contribution. Pests and diseases are two of the most common obstacles in clove cultivation. Pest and disease attacks have a significant impact on clove crop production. Pest infestations can cause plant growth to be disrupted, production to be reduced and even death of plants.  This pest attack has been reported to attack clove plants in North Sulawesi since 1966, with the percentage of clove trees attacked by stem borer reaching 43.3 percent and a mortality rate of 14.2 percent. Until now, the most common pest complaint among farmers has been the attack of the stem borer H. semivelutina.Keywords:  Clove; Borer Pests; Vegetable PesticidesAbstrakCengkih (Syzigium aromaticum L) merupakan tanaman perdagangan yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi di Indonesia. Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku merupakan sentra cengkeh di Indonesia. Komoditi ini banyak digunakan di bidang industri sebagai bahan pembuatan rokok kretek, dan dibidang farmasi sebagai bahan pembuatan minyak atsiri. Sulawesi Utara sebagai penghasil utama cengkeh nasional yang memberikan kontribusi besar. Kendala yang sering dijumpai dalam budidaya cengkeh adalah serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh. Serangan hama dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, produksi menurun bahkan kematian tanaman. Di Provinsi Sulawesi Utara, seranngan hama ini sudah dilaporkan menyerang tanaman cengkeh sejak tahun 1966 dimana persentase pohon cengkeh yang terserang penggerek batang ini dilaporkan mencapai 43,3% dengan angka kematian mencapai 14,2 %. Sampai pada saat ini hama yang sering dikeluhkan oleh petani adalah adanya serangan penggerek Batang H. Semivelutina.Kata Kunci:  Cengkih; Hama Penggerek; Pestisida Nabati
THE USE OF COMPOST Chromolaena odorata TO IMPROVE SOIL POTASSIUM Rani Saimara Putri; Arthur G. Pinaria
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2021): EDISI JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i1.34065

Abstract

The needs of the agricultural products in large quantity and quality demands increased attention to the management of the nutrient Potassium. This is because Potassium is the most absorbed of food crops, especially cereal crops such as rice and corn are the increase of productivity or production continues to be encouraged. Based on data from the nutrient uptake of Potassium, to achieve the productivity of paddy rice, corn, cassava, and soybean respectively to 4.7 t, the 2.7 t, the 12.2 t, and 1.2 t/ha, nutrient Potassium is absorbed in a row 122,4 kg, of 49.7 kg, to 76.0 kg, and 25.6 kg/ ha. This value is equivalent to 235,4 kg, to 95.7 kg, 146,3 kg and to 49.3 kg KCl/ha. Potassium is an essential nutrient needed by plants in large quantities, even to the plants of rice and cassava exceed the needs of N.Keywords:  corn; compost. Abstrak                             Kebutuhan produk pertanian dalam jumlah besar dan berkualitas menuntut peningkatan perhatian terhadap pengelolaan hara Kalium. Hal ini karena Kalium paling banyak diserap tanaman pangan, terutama tanaman serealia seperti padi dan jagung yang peningkatan produktivitas atau produksinya terus dipacu. Berdasarkan data serapan hara Kalium, untuk mencapai produktivitas padi sawah, jagung, ubi kayu, dan kedelai masing-masing 4,7 t, 2,7 t, 12,2 t, dan 1,2 t/ha. Hara Kalium yang terserap berturut-turut 122,4 kg, 49,7 kg, 76,0 kg, dan 25,6 kg/ ha. Nilai ini setara dengan 235,4 kg, 95,7 kg, 146,3 kg, dan 49,3 kg KCl/ha. Kalium sebagai hara esensial dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak dan bahkan untuk tanaman padi dan ubi kayu melebihi kebutuhan N. Kata kunci: jagung; kompos.
SPATIAL MAPPING OF COCONUT (Cocos nucifera L.) PLANTATIONS IN SANGKUB DISTRICT, NORTH BOLAANG MONGONDOW REGENCY USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS Nadia Jovanka Rombe; Wiske Ch. Rotinsulu; Sandra E. Pakasi
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 2 No. 2 (2021): EDISI JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v2i2.35334

Abstract

Coconut plants have many benefits for human life and also as a source of foreign exchange through exports. Sangkub District is one of the coconut-producing sub-districts in North Sulawesi Province. To see the distribution of coconut plants in Sangkub sub-district, it is necessary to do a spatial mapping using a Geographic Information System to see the condition of the plantation. The purpose of this study was to determine the area of coconut plantations and to see the distribution of plantations in Sangkub District. From the results of the spatial mapping that has been carried out, the distribution of coconut plantations in Sangkub District is spread over several villages, namely in the villages: Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, North Busisingo, Sangkub IV, East Sangkub, and Suka Makmur. For the area of distribution of coconut plantations, the largest is in the village of Sangklikang with an area of 441 hectares and the smallest is in the village of Suka Makmur with an area of 1 hectares. Keywords: Spatial Mapping; Coconut Plantation; Geographic Information System.AbstrakTanaman kelapa memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan juga sebagai sumber devisa negara melalui ekspor. Kecamatan Sangkub merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk melihat penyebaran tanaman kelapa yang ada di kecamatan Sangkub, maka perlu dilakukan pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis guna melihat kondisi dari perkebunan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas lahan perkebunan kelapa dan melihat penyebaran dari perkerkebunan di Kecamatan Sangkub. Dari hasil pemetaan spasial yang telah dilakukan, penyebaran perkebunan kelapa di Kecamatan Sangkub tersebar di beberapa desa yaitu pada desa : Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, Busisingo Utara, Sangkub IV, Sangkub Timur, dan Suka Makmur. Untuk luas penyebaran perkebunan kelapa terbesar berada di desa Sangtombolang dengan luasan 441 Ha dan yang terkecil berada di desa Suka Makmur dengan luasan 1 Ha. Sedangkan untuk desa yang tidak terdapat penyebaran perkebunan kelapa yaitu pada desa Pangkusa, Apeng Sembeka, Monompia, dan Mokusato.Kata Kunci: Pemetaan Spasial; Perkebunan Kelapa; Sistem Informasi Geografis

Page 2 of 17 | Total Record : 164