cover
Contact Name
Marselin Jamlaay
Contact Email
marselin90@gmail.com
Phone
+6285243068955
Journal Mail Official
marselin90@gmail.com
Editorial Address
JL. Kesehatan
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer)
ISSN : 27749428     EISSN : 27978907     DOI : -
Lingkup naskah Jurnal ELKO mencakup bidang ilmu: 1. Sistem Tenaga Listrik 2. Elektronika 3. Instrumentasi dan Kontrol 4. Energi Baru dan Terbarukan 5. Multimedia 6. Signal & Image Processing 7. Big Data 8. Artificial Inteligence.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Analisa perbandingan pemakaian Fuse Cut Out (FCO) dan tidak memakai Fuse Cut Out (FCO) pada penyulang percabangan Rijali terhadap Energy Not Served (ENS) Kurniawan Arya; Rina L Manuhuttu; Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.1

Abstract

Gangguan pada sistem distribusi tenaga listrik hampir seluruhnya merupakan gangguan hubung singkat, yang akan menimbulkan arus yang cukup besar. Semakin besar sistemnya maka semakin besar pula gangguannya. Maka untuk melepaskan gangguan dibutuhkanlah sistem proteksi. Sistem proteksi adalah cara untuk mencegah atau membatasi peralatan terhadap gangguan. Sehingga kelangsungan penyaluran tenaga listrik dapat dipertahankan. Rele Proteksi adalah susunan peralatan yang direncanakan untuk dapat merasakan adanya ketidaknormalan pada peralatan atau bagian sistem tenaga listrik dan segera secara otomatis memberikan perintah untuk membuka Pemutus Tenaga (PMT) untuk memisahkan bagian yang terganggu dengan bagian yang tidak terganggu. Fuse Cut Out (FCO) merupakan seperangkat alat proteksi yang berfungsi untuk mengamankan gangguan arus lebih dengan cara meleburkan komponen (Fuse Link) yang ada di dalamnya. Energy Not Served (ENS) atau energi yang tidak terlayani merupakan energi yang sudah di produksi oleh PT.PLN (Persero) dan tidak dapat disalurkan kepada pelanggan, dikarenakan terjadi gangguan pada jaringan listrik dan mengakibatkan pemadaman sehingga PLN mengalami kerugian kWh yang sudah di produksi. Dari hasil yang didapatkan disaat terjadi gangguan pada percabangan Brimob Tantui yang tidak memakai Fuse Cut Out (FCO) mengalami kerugian Energy Not Served (ENS) sebesar 874.008 kWh dan Rupiah padam sebesar Rp 1.242.506.736 yang mengakibatkan seluruh penyulang Rijali terjadi pemadaman akan tetapi disaat percabangan Brimob Tantui memakai Fuse Cut Out (FCO) kerugian Energy Not Served (ENS) dapat diminimalisirkan yaitu sebesar 30.589 kWh dan Rupiah padam sebesar Rp 44.887.506 serta gangguan yang terjadi hanya sebatas daerah percabangannya saja.
Kajian tentang Gardu Portal Grand Palace terhadap Overload Trafo pada Jaringan Tegangan Rendah Gardu Poka Pemda 2 Ali A. F. Talaohu; J. J. Rikumahu; Lory M. Parera
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.6

Abstract

Suatu sistem tenaga listrik harus memiliki kualitas yang baik, diantaranya keandalan tegangan dan daya mampu sebuah transformator serta bangunan yang baik untuk meletakan sebuah peralatan listrik agar tidak terjadinya kesalahan konstruksi. Tegangan yang disalurkan harus diperhatikan dalam batas toleransi ± 5 -10 %. Dengan nilai tegangan yang berada dalam batas kestabilan, beban juga dapat dikontrol dengan baik, maka kualitas daya dalam sistem tenaga listrik akan lebih optimal. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu pengukuran data beban dilakukan secara berkala dan secara langsung pada gardu portal baru dan gardu Poka Pemda 2 untuk mengklarifikasi, menghitung dan mengonstruksikan model statistik. Untuk menurunkan presentase overload pada gardu Poka Pemda 2 BGLWY1022 dilakukan manuver beban atau pemecahan beban dari gardu yang telah overload ke gardu baru. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi overload trafo yang cukup besar sebesar yaitu 104.93% atau 104 kVA dari total kapasitas trafo 75 kVA. Jatuh tegangan yang terjadi pada pada gardu BGLWY1022 sebesar 18.41% artinya telah melewati batas standar yaitu -5 V.
Analisis Penyeimbangan Beban Pada Jaringan Tegangan Rendah Gardu Distribusi AMH02 Penyulang Amahai Di PT. PLN (Persero) ULP Masohi Marchelo C. de Queljoe; Deny R. Pattiapon; Marselin Jamlaay
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.2

Abstract

Sistem Distribusi Tenaga Listrik pada dasarnya adalah suatu proses untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi tenaga listrik 150 kV ke konsumen, baik konsumen 20 kV ataupun konsumen 380/220 V. Sistem distribusi yang lebih kompleks jaringannya adalah sistem distribusi Tegangan Rendah (380/220V), karena jaringan sistem distribusi tegangan rendah mempunyai cakupan jaringan yang sangat luas. Hal ini seringkali menyebabkan sistem Distribusi Tegangan Rendah menjadi tidak seimbang, karena pada umumnya pelanggan rumah tangga memanfaatkan tenaga listrik satu fasa. Akibat dari sistem distribusi tegangan rendah yang tidak seimbang tentunya akan berpengaruh terhadap banyak hal, seperti: kinerja trafo, panas berlebih pada phase beban lebih, arus mengalir pada kawat netral, drop tegangan ujung pada jaringan phase beban lebih. Dan pada akhirnya kualitas tenaga listrik di tingkat konsumen menurun. Hasil pengukuran awal pada saat beban puncak menunujukan ketidakseimbangan pada phasa T sebesar 40,33%. Dengan ketidakseimbangan beban ini maka solusi yang bisa dilaksanakan adalah melakukan penyeimbangan beban pada trafo. Setelah penyeimbangan beban, nilai ketidakseimbangan beban turun menjadi 3,43%. Nilai ini telah jauh dibawah kriteria ketidakseimbangan maksimum yaitu 10 %.
Pengaruh Kondisi Wiring Terhadap Persentase Kesalahan (Error) Pada KWH Meter Tiara Hasan; Djon K Elwarin; Soleman Sesa
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.3

Abstract

-Energi listrik yang digunakan konsumen akan dihitung secara otomatis oleh PT. PLN (Persero) dengan menggunakan alat ukur yaitu kWh meter. Fungsi dari kWh meter adalah menghitung seberapa besar pemakaian energi listrik suatu beban. Dalam hal ini, diperlukan pengukuran yang akurat terhadap energi listrik yang digunakan konsumen. Kesalahan dalam pengukuran akan mengakibatkan energi listrik yang terukur menjadi berbeda dengan energi istrik yang dikonsumsi. Adapun salah satu penyebab terjadinya kesalahan pengukuran energi listrik adalah adanya kesalahan dalam pengkabelan (wiring) yang menghubungkan antara kumparan-kumparan yang terdapat pada alat ukur energi listrik. Sehingga dari hal tersebut, ketelitian dari kWh meter menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan berupa pengukuran persentase kesalahan (error), pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan Alat test kWh meter. Data yang diperoleh dari pengukuran tersebut yaitu, dapat disimpulkan bahwa persentase kesalahan (error) untuk kWh meter dengan kondisi pemasangan wiring yang benar memilki rata-rata persentase kesalahan (error) sebesar 0.7 % atau berada pada range dari batas kesalahan yang diijinkan yaitu error
Analisa Perencanaan Strategi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) untuk Meningkat Kinerja Bisnis (Studi Kasus : PT. Jatropah Indah ) Melda Dahoklory; Greatgirlown Manu
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.4

Abstract

Perencanaan strategis adalah proses perencanaan jangka panjang dengan menggunakan proses analisis lingkungan, baik lingkungan internal maupun eksternal. Maksud dari perencanaan strategis adalah menyusun strategi yang sesuai dengan tujuan misi perusahaan, sehingga perusahaan dapat melihat secara objektif kondisi internal maupun eksternal perusahaan guna mengantisipasi perubahan lingkungan. Informasi lebih lanjut digunakan secara internal dan eksternal untuk perumusan strategi dalam model kuantitatif, agar diperoleh rumusan strategi yang akan dilaksanakan perusahaan untuk mencapai targetnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi SI / TI yang tepat pada Jatropha PT Indah. Metode yang digunakan adalah tahap masukan dan tahap keluaran (Ward & Peppard, 2002). Analisis lingkungan bisnis yang meliputi aspek strategi bisnis saat ini, tujuan, sumber daya, proses, budaya dan nilai-nilai bisnis organisasi. Dengan menganalisis perencanaan strategi portofolio SI/ TI akan menggunakan hasil rekomendasi yang diperoleh penerapan yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Rancang Bangun Alat Peraga Motor Induksi Tiga Phase Denny R. Pattiapon; Jacob J. Rikumahu
JURNAL ELKO (ELEKTRIKAL dan KOMPUTER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v1i1.5

Abstract

Pada kenyataannya waktu kegiatan praktikum yang dilakukan sangat singkat, sedangkan mahasiswa dalam proses praktikum tersebut membutuhkan banyak uji coba dan analisa terhadap praktikum. Disamping itu, yang menyulitkan mahasiswa dalam proses praktikum yaitu kekurangan dan kelengkapan akan motor induksi yang ada pada laboratorium Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon sebagai penunjang proses praktikum secara efektif, hal ini disebabkan karena motor induksi yang ada dan biasanya digunakan dalam kegiatan praktikum hanyalah motor induksi buatan pabrik dan kurang bervariasi atau tidak dapat diubah-ubah sedangkan dalam pelaksanaan praktikum di laboratorium dibutuhkan suatu modul motor induksi yang bagian-bagiannya dapat dilepas satu persatu agar mahasiswa lebih cepat memahami dan mengerti dalam pelaksanaan praktikum. Untuk melakukan pengujian, terminal-terminal pada modul tersebut disambung mengunakan kabel jamper, dimana semakin besar jumlah lilitan pada stator maka kecepatan motor semakin cepat, sehingga putaran motor tanpa beban dan berbeban mempunyai selisih tidak terlalu besar dengan tegangan input 55 Volt dan frekuensi 50 Hz.

Page 1 of 1 | Total Record : 6