cover
Contact Name
Rika Puspita Sari MZ
Contact Email
rika_puspita@um-palembang.ac.id
Phone
+6282281007455
Journal Mail Official
jurnalediblefpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu Palembang telp (0711)511731 email : edible@um-palembang.ac.id http://jurnal.um-palembang.ac.id/edible
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Edible : Jedb
ISSN : 23014199     EISSN : 24432113     DOI : https://doi.org/10.32502/jedb.v9i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Edible discusess the relust of agricultural research in the field of food science and technology. Jurnal ini membahas tentang hasil-hasil penelitian pertanian di bidang ilmu dan teknologi pangan, Seperti : Pasca Panen,Pengolahan Pangan, Rekayasa Pangan, Gizi Pangan , Mikrobiologi Pangan Serta Pangan lainnya yang belum disebutkan. Merupakan hasil dari penelitian dosen Fakultas Pertanian UM Palembang dan penulis dari luar Universitas Muhammadiyah Palembang.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): Edible" : 8 Documents clear
SUBSTITUSI PUTIH TELUR PADA PEMBUATAN PEMPEK LENJER IKAN GABUS Pujianto, Rohmat; Dasir, Dasir; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.471

Abstract

Substitusi Putih Telur Pada Pembuatan Pempk Lenjer Ikan Gabus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan substitusi putih telur dengan daging ikan gabus yang tepat untuk memperoleh pempek lenjer yang terbaik. Penelitian ini telah dilaksakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan Balai Riset Penelitian (BARISTAN) palembang pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor perlakuan persentase putih telur dan ikan gabus yang terdiri dari lima faktor perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Adapun parameter yang di amati untuk analisis kimia meliputi kadar protein dan kadar air, sedangkan untuk uji organoleptik menggunakan perbandingan jamak meliputi aroma, warna, rasa dan tekstur dengan uji hedonik, serta uji kekenyalan menggunakan uji sensorik, dan volume pengembangan menggunakan uji visik.Substitusi Putih Telur Pada Pembuatan Pempek Lenjer Ikan Gabus berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan kadar air. nilai tertinggi kadar protein terdapat pada perlakuan P4 dengan nilai 12,27 % sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai 9,17 %. Sedangkan untuk kadar air nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dengan nilai 56,909 % sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada perlakuan P4 dengan nilai 52,723 %. Untuk volume pengembangan berpengaruh sangat nyata Volume pengembangan tertinggi pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 32,79 % dan nilai terendah pada perlakuan P0 dengan rata-rata 14,14%. Hasil organoleptik menggunakan uji hedonik terhadap aroma, rasa dan warna. Untuk aroma berpengaruh tidak nyatak maka tidak dilakukan uji conover. Rasa dan warna berpengaruh nyata maka dilakukan uji conover. Perlakuan P4 (60 % putih telur dan 00 % ikan gabus) dari hasil analisis kimia, uji visik, dan uji organoleptik P4 merupakan perlakuan yang terbaik.
PEMBUATAN TEPUNG PEMPEK DENGAN JENIS IKAN YANG BERBEDA Wulandari, Nanda; Murtado, Asep Dodo; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.476

Abstract

Pembuatan Tepung Pempek Dengan Jenis Ikan Yang Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari tepung pempek yang dihasilkan dari berbagai jenis ikan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Palembang pada bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor pelakuan jenis ikan yang berbeda terdiri dari tiga perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah analisis kimia adalah kadar protein dan kadar karbohidrat, uji fisik meliputi derajat keputihan dan rendemen serta uji inderawi meliputi warna dan aroma menggunakan metode hedonik. Perlakuan I1 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein tepung pempek dengan kadar protein tertinggi 18,54 %, perlakuan I2 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar karbohidrat tepung pempek dengan kadar tertinggi 73,31%, perlakuan I3 berpengaruh sangat nyata terhadap derajat keputihan tepung pempek dengan nilai 89,43% serta rendemen I2 berpengaruh sangat nyata pada tepung pempek dengan nilai 53,32%. Hasil uji inderawi menggunakan metode hedonik berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Untuk warna tertinggi terdapat pada perlakuan I3 dengan nilai 3,91 (kriteria agak disukai) dan untuk aroma tertinggi terdapat pada perlakuan I1 yaitu tepung pempek ikan gabus dengan nilai 3,87 (kriteria agak disukai).
EFEKTIFITAS ANTIMIKROBA TEPUNG BUNGA KECOMBRANG (Nicolaia spesiosa Horan) TERHADAP KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN MIKROORGANISME CUKA PEMPEK SELAMA PENYIMPANAN Sari MZ, Rika Puspita; Suyatno, Suyatno; Anggareni, Mely
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.472

Abstract

Cuka pempek adalah saus pelengkap saat mengkonsumsi pempek, makanan kuliner khas palembang yang biasa disebut masyarakat palembang cuko pempek. salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan cuka pempek adalah dengan penambahan tepung bunga kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas antimikroba tepung bunga kecombrang terhadap karakteristik kurva pertumbuhan mikroorganisme cuka pempek ditinjau dari uji fisik, kimia dan mikrobiologi selama 12 hari masa penyimpanan. Metode yang digunakan yaitu rancangan deskriptif kualitatif dengan faktor perlakuan tanpa penambahan tepung bunga kecombrang (C0) dan perlakuan penambahan tepung bunga kecombrang dengan konsentrasi 3% (C3). Parameter yang diamati yaitu analisis mikrobiologi meliputi TPC dan uji strain, analisis kimia meliputi analisis kadar gula total dan nilai pH serta analisis fisik meliputi uji viskositas selama 12 hari masa penyimpanan. Dan untuk mengetahui korelasi antara total mikroba dengan gula total, pH dan viskositas maka dijelaskan dalam bentuk kurva perbandingan. Kurva jumlah total mikroorganisme didalam C0 terus meningkat secara cepat. Sedangkan kurva pertumbuhan mikrorganisme didalam C3 lebih stabil kemudian mulai meningkat dengan laju pertumbuhan yang lambat. Beberapa mikroorganisme yang terdapat di dalam cuka pempek adalah BAL, Pseudomonas,sp dan Sacharomycess cereviceae. Jumlah mikroorganisme pada cuka pempek berperan terhadap perubahan kadar gula total dan nilai pH selama penyimpanan. Meningkatnya jumlah mikroorganisme didalam cuka pempek akan menurunkan kadar gula total (C0 32,20 menjadi 29,93 0Brix dan C3 32,23 menjadi 29,97 0Brix) dan nilai pH (C0 4,47 menjadi 3,33 dan C3 4,46 menjadi 3,35). Dan hasil metabolit jenis mikroorganisme tertentu berperan terhadap perubahan viskositas seperti asam laktat oleh BAL, lendir oleh Pseudomonas. sp dan alkohol beserta air oleh Saccharomycess. Viskositas tertinggi C0 pada hari ke-7 yaitu 0,621 cP dan C3 pada hari ke-9 yaitu 0,556 cP.
PERBANDINGAN TEPUNG SUWEG DAN TEPUNG TAPIOKA DALAM PEMBUATAN MIE BASAH Nawawi, Ahmad; Muchsiri, Mukhtarudin; Suyatno, Suyatno
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.477

Abstract

Mie basah merupakan salah satu jenis makanan yang disukai masyarakat Asia dan telah menjadi pangan alternatif pengganti nasi. Pada umumnya mie basah dibuat dari bahan terigu dengan sedikit subtitusi tepung umbi-umbian, tetapi dalam penelitian ini mie basah seutuhnya dibuat dari bahan tepung umbi yaitu tepung suweg dan tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan terbaik antara tepung suweg dan tepung tapioka dalam pembuatan mie basah. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tepung suweg dan tepung tapioka berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu dan protein mie basah yang dihasilkan. Kadar air, abu dan protein tertinggi terdapat pada perlakuan M1 yaitu sebesar 67,929%, 1,29% dan 12,15%. Sedangkan yang terendah pada perlakuan M5 yaitu sebesar 59,163%, 0,52% dan 9,90%. Tingkat kesukaan panelis berdasarkan uji hedonik terhadap rasa, aroma dan warna yaitu diketahui perlakuan M5 memiliki nilai kesukaan rata-rata tertinggi terhadap aroma dan warna. Sedangkan untuk rasa, perlakuan M2 memiliki nilai rata-rata tertinggi. Untuk tekstur terbaik diperoleh pada perlakuan M3 dengan tekstur kenyal dan tidak lengket.
STUDI PEMBUATAN KERUPUK KEPAYANG DARI BERBAGAI PERBANDINGAN BIJI BUAH KEPAYANG (Pangium edule Reinw ) DAN TEPUNG TAPIOKA Adriansyah, Novales; Muchsiri, Mukhtarudin; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembuatan kerupuk kepayang dari berbagai perbandingan biji buah Kepayang (Pangium edule Reinw) dan tepung tapioka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembuatan kerupuk kepayang dari berbagai perbandingan biji buah kepayang dan tepung tapioka berpengaruh sangat nyata terhadap kadarabu, air, karbohidrat dan volume pengembangan. Kadar abu dan air tertinggi terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 1,07% dan 4,006% , kadar abu dan air terendah pada perlakuan P4dengan nilai rata-rata 0,57% dan 2,918%, Kadar karbohidrat dan volume pengembangan tertinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 55,33% dan 19,65 dan kadar karbohidrat terendah pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 38,17% dan 5,35. Uji inderawi, pada pembuatan kerupuk kepayang dari berbagai perbandingan biji buah kepayang dan tepung berpengaruh sangat nyata terhadap uji inderawi warna, aroma dan tingkat kerenyahan dengan nilai tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan P4dengan nilai rata-rata 3,80, 3,80 dan 0,42 dan nilai tingkat kesukaan terendah terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 2,72, 3,08 dan -0,39, serta berpengaruh tidak nyata terhadap uji inderawi rasadengan nilai tingkat kesukaan tertinggi terhadap rasa kerupuk kepayang terdapat pada perlakuan P1 dengan nilai rata-rata 3,36 nilai tingkat kesukaan terendah terdapat pada perlakuan P3dengan nilai rata-rata 3,16.
MEMPELAJARI FORTIFIKASI KALSIUM TEPUNG TULANG IKAN TENGGIRI TERHADAP SUSU KEDELAI Setiawan, Agung; Muchsiri, Mukhtarudin; Alhannasir, Alhannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.474

Abstract

Mempelajari Fortifikasi kalsium tepung tulang ikan tenggiri terhadap susu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi penggunaan tepung tulang ikan tenggiri terhadap susu kedelai yang terbaik menurut tingkat kesukaan dan kandungan gizi. Penelitian ini telah dilaksakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan Balai Riset dan Standarisai Industri Palembang (BARISTAND Industri Palembang) pada bulan Mei sampai bulan September 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non faktorial dengan faktor perlakuan persentase tepung tulang ikan tenggiri yang terdiri dari lima faktor perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali ulangan.Adapun parameter yang di amati untuk analisis kalsium, sedangkan untuk uji organoleptik menggunakan Uji Hedonik meliputi aroma, warna, dan rasa. Nilai tertinggi kadar kalsium terdapat pada perlakuan A4 dengan nilai 11,2 % sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada perlakuan A0 dengan nilai 0,05 %. Hasil organoleptik menggunakan uji hedonik terhadap aroma, rasa dan warna. Untuk aroma, rasa, dan warna berpengaruh nyata maka dilakukan uji conover. Perlakuan A1 (5% Tulang Ikan tenggiri dan 95 % susu kedelai) dari hasil analisis kimia dan uji organoleptik A1 merupakan perlakuan yang terbaik.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM BIKARBONAT (NAHCO3) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN SENSORIS PEMPEK Zakaria, Alfin; Alhanannasir, Alhanannasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.470

Abstract

Penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3) dalam pembuatan pempek berpengaruh sangat nyata terhadap analisis kimia Pempek yaitu kadar protein dan kadar air., nilai kadar air dan kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan P6 dengan nilai kadar air 66,62% dan kadar protein 13,72%. Untuk uji fisik natrium bikarbonat (NaHCO3) berpengaruh sangat nyata terhadap volume pengembangan, daya serap cuko, dan tingkat kekenyalan pempek. Volume pengembangan, tingkat kekenyalan, uji daya serap cuko tertinggi pada perlakuan P6 dengan nilai rata-rata 72,39%, 457,95 gf, 5,06%. Hasil sensoris menggunakan uji hedonik berpengaruh nyata terhadap aroma, rasa dan warna. Untuk aroma dan rasa tertinggi pada perlakuan P4 yaitu 4,12 (kriteria disukai) dan 4,20 (kriteria disukai), serta warna pada perlakuan P1 yaitu 4,36 (kriteria disukai). Untuk perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan P6 (penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3) 1% dari berat ikan gabus).
MEMPELAJARI KARAKTERISTIK MUTU DODOL RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottoni ) Wibowo, Niki Agung; Dasir, Dasir; Yani, Ade Vera
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2015): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v4i1.475

Abstract

Pengolahan rumput laut untuk meningkatkan daya gunanya yaitu dengan diversifikasi produk dengan mengolahnya menjadi dodol rumput laut. Rumput laut (Eucheuma cottoni) dalam pengolahan dodol berfungsi untuk meningkatkan daya simpan dodol dan tekstur dodol menjadi lebih lunak dan kaya akan serat terutama serat larut air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan antara tepung beras dan rumput laut terhadap mutu dodol rumput laut (Eucheuma cottoni). Penelitian ini Alhamdulillah telah dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya pada bulan Mei 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara non Faktorial dengan faktor perbandingan tepung beras dan rumput laut (Eucheuma cottoni) yang terdiri dari empat tingkat faktor perlakuan yaitu F1 (40% tepung beras : 60% rumput laut), F2 (50% tepung beras : 50% rumput laut), F3 (60% tepung beras : 40% rumput laut), F4 (70% tepung beras : 30% rumput laut) serta diulang sebanyak empat kali. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu, untuk analisis kimia meliputi kadar gula total, uji fisik meliputi kekenyalan, sedangkan untuk uji inderawi meliputi rasa menggunakan uji pembanding jamak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8