cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 6 Documents clear
ANALISIS KESIAPAN TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, CONTENT KNOWLEDGE GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI ERA PANDEMI COVID-19 CYPRIANUS MAU
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1203

Abstract

This study was conducted to examine whether teachers have Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) readiness in online learning in the era of the covid-19 pandemic so that the method used is descriptive qualitative. A total of 101 teachers from 43 schools at the SD, MI, SMP, MTS, SMA/SMK, and MA levels, both public and private schools in Belu district, NTT were used as the subjects of this research after responding by filling out a survey in the form of a Google Form. After analyzing the collected data, it was found that the teachers in Belu Regency were not ready with TPACK. This can be seen from the dominance of one learning media, namely Whatsapp. Learning outcomes also illustrate the lack of readiness where 62, 38% said that students were less active and 50,49% reported that students' learning outcomes had decreased. Moreover, 81.19% delegated the responsibility for this lack of learning outcomes to parents. Therefore, cooperation between the Ministry of Education and Culture through the Provincial and District Education Offices, schools and parents needs to be improved to support the readiness of teachers' TPACK before implementing online learning. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menelaah apakah para guru memiliki kesiapan Technological, Pedagogical, Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran daring di era pandemi covid-19 sehingga metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Sebanyak 101 guru dari 43 sekolah pada tingkat SD, MI, SMP, MTS, SMA/SMK, dan MA baik sekolah negeri maupun swasta di kabupaten Belu, NTT dijadikan sebagai subjek penelitian ini setelah memberi respons dengan mengisi survei dalam bentuk Google Form. Setelah dilakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa para guru di Kabupaten Belu belum siap dengan TPACK. Hal ini terlihat dari dominasi satu media pembelajaran yaitu Whatsapp. Hasil pembelajaran juga turut memberi gambaran kurangnya kesiapan yang mana 62, 38% mengatakan bahwa siswa kurang aktif dan 50,49% melaporkan jika hasil belajar peserta didik menurun. Lebih dari itu, 81,19% melimpahkan tanggung jawab atas kurangnya hasil belajar ini kepada orang tua. Oleh karena itu, kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten, pihak sekolah dan orang tua perlu ditingkatkan untuk mendukung kesiapan TPACK guru sebelum melaksanakan pembelajaran online.
PENERAPAN MODEL PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DI SMP NEGERI 4 LHOKSEUMAWE TARMIZI TARMIZI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1218

Abstract

Concept map is a learning model by simplifying material from long descriptions to short in the form of maps to make it easier for students to understand a material. The concept map model is appropriate to be applied in PAI learning, especially Islamic Cultural History (SKI). Before using the concept map, student learning outcomes on SKI material were low. The low learning outcomes of students in PAI learning, especially in the field of SKI, one of which is due to the learning model used by the teacher is not right, students are asked to read the SKI material in the form of a fairly long description. This condition makes it difficult for students to find the core of the material they are learning, so that learning outcomes are low. Therefore, teachers need to apply appropriate learning models to be able to stimulate students to learn actively, creatively and innovatively, so as to improve their learning outcomes. This study was designed to conduct research on the application of the concept map model in improving student learning outcomes on SKI material. The research subjects were students of class VII SMP Negeri 4 Lhokseumawe with a total of 42 students. The results showed that the application of the concept map model can stimulate the learning process in the classroom, where students can contribute actively, critically, and innovatively, so that PAI learning outcomes can increase. This can be seen from the implementation of the first cycle, there has been an increase in learning outcomes compared to pre-cycle results, because the score in the first cycle obtained 25 people >70 (according to the KKM) with a percentage of 59.52%. Furthermore, the results of observer observations on teacher activities in the first cycle reached 80.76% and observer observations on student activities reached 78.84%. While the implementation of the second cycle experienced a significant increase, namely 42 students completed with a percentage of 93.23%, with observations on teacher activities reaching 95.19% and observations on student activities reaching 96.15%. ABSTRAKPeta konsep merupakan model pembelajaran dengan menyederhakan materi dari uraian panjang menjadi singkat dalam bentuk peta untuk memudahkan peserta didik memahami suatu materi. Model peta konsep tepat diterapkan dalam pembelajaran PAI khusunya Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Sebelum menggunakan peta konsep, hasil belajar siswa pada materi SKI rendah. Rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI, khususnya bidang SKI, salah satunnya disebabkan model pembelajaran yang digunakan guru belum tepat, peserta didik diminta untuk membaca materi SKI dalam bentuk uraian yang cukup panjang. Kondisi ini membuat peserta didik sulit menemukan inti materi yang dipelajarinya, sehingga hasil belajarnya rendah.Oleh karena itu guru perlu menerapkan model pembelajaran yang tepat agar mampu merangsang peserta didik untuk belajar aktif, kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini didesain untuk melakukan penelitian terhadap penerapan model peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SKI. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Lhokseumawe dengan jumlah siswa 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model peta konsep dapat membangkitkan proses pembelajaran di dalam kelas, di mana peserta didik dapat berkonstribusi secara aktif, kritis, dan inovatif, sehingga hasil belajar PAI dapat meningkat. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan siklus I sudah mulai ada peningkatan hasil belajar dibandingkan hasil pra-siklus, karena perolehan nilai pada siklus I memperoleh 25 orang >70 (sesuai KKM) dengan persentase 59,52%. Selanjutnya hasil observasi pengamat terhadap kegiatan guru pada siklus I mencapai 80,76% dan observasi pengamat pada kegiatan siswa mencapai 78,84%. Sedangkan Pelaksanaan siklus II mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu 42 orang siswa tuntas dengan persentase 93,23%, dengan hasil pengamatan terhadap kegiatan guru mencapai 95,19% dan hasil pengamatan terhadap kegiatan siswa mencapai 96,15%.
PENGGUNAAN EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA CECE HERMAWAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1229

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of the Emotional Freedom Technique model to improve student learning outcomes in class VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency. and knowing the obstacles experienced by students regarding learning outcomes on prism and pyramid material. The method used in this study is a quasi-experimental method and data collection techniques with tests, questionnaires, and observations. The population in this study were students of class VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency. The sampling technique used was Cluster Random Sampling. The first hypothesis, the application of the Emotional Freedom Technique model can improve student learning outcomes in class VIII MTs. Darul Ulum YTM Tanjung Sari, Bogor Regency, was verified by looking at the results of the pretest and posttest. The average value of the initial test (pretest) in the EFT method class is 18,333 with an ability level of 18% which indicates a low level, while the average value of the final test (posttest) is 34,667 with an ability level of 34% which indicates a low level, in other words experienced an increase of 15% or 55. Based on these data, it can be seen that there was an increase in the learning process of students after using the Emotional Freedom Technique model. This shows a significant increase. Thus, the Emotional Freedom Technique model can improve student learning outcomes even though students experience obstacles. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model Emotional Freedom Technique untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor.dan mengetahui kendala yang dialami siswa mengenai hasil belajar pada materi prisma dan limas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dan teknik pengumpulan data dengan tes, angket, dan observasi. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII Mts. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Hipotesis pertama, penerapan model Emotional Freedom Technique dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII MTs. Darul Ulum YTM Tanjung Sari Kabupaten Bogor teruji kebenarannya dengan melihat hasil pretest dan posttest. Nilai rata-rata tes awal (pretest) di kelas metode EFT yaitu 18.333 dengan tingkat kemampuan 18% yang menunjukan taraf rendah, sedangkan nilai rata-rata tes akhir (posttest) yaitu 34.667 dengan tingkat kemampuan 34% yang menunjukan taraf kurang, dengan kata lain mengalami peningkatan 15% atau 55. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran pada siswa setelah menggunakan model Emotional Freedom Technique. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, model Emotional Freedom Technique dapat meningkatkan hasil belajar siswa meskipun siswa mengalami kendala.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA/WALI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAMBA’UL ULUM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1230

Abstract

The Covid-19 pandemic has a huge impact on the order of human life on earth. Currently, many Indonesia have been confirmed positive for Covid-19. In the education sector, the government quickly issued a Ministry of Education and Culture circular containing Online Learning to prevent the spread of Covid-19 in school environments. Online Learning certainly has a different impact on parents / guardians and students. Collaboration between teachers and parents / guardians is needed so that online learning can run properly. Moreover, character values ??through morning habituation before online teaching and learning activities can be directly practiced and controlled by parents / guardians. This character development will certainly have a very good impact on children's lives in the future. Research conducted using qualitative methods in which to use valid data was carried out by questionnaires to students of class 9K MTsN 2 Kediri City and their parents / guardians. It has a goal to find out what character education parents / guardians do when children study at home. The results of the research are that some of the roles of parents / guardians in character education are given to (1) Fostering disciplined character education in children, (2) Providing religious character education to children, (3) Fostering honest character education in children, (4) Fostering creative character education in children, (5) Fostering social character education in children. The hope is that this character education will be implemented optimally by children, not only because of this pandemic, but it will be carried out continuously ABSTRAKPandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi tatanan kehidupan manusia di muka bumi. Indonesia saat ini sudah banyak yang dikonfirmasi positif Covid-19. Pada bidang pendidikan, pemerintah dengan cepat mengeluarkan edaran Kemendikbud yang berisi Pembelajaran Daring untuk mencegak penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Pembelajaran Daring ini tentunya memberikan dampak yang berbeda bagi orang tua / wali dan siswa. Perlu adanya kolaborasi antar guru dan orang tua / wali agar pembelajaran Daring berjalan dengan semestinya. Terlebih lagi nilai-nilai karakter melalui pembiasaan pagi sebelum KBM daring yang bisa langsung di praktekkan dan di kontrol secara langsung oleh orang tua / wali. Pengembangan karakter ini tentunya akan berdampak sangat baik bagi kehidupan anak di masa depan. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif di mana untuk menggunakan data yang valid dilakukan dengan angket kepada siswa kelas 9K MTsN 2 Kota Kediri dan orang tua / wali. Memiliki tujuan untuk mengetahui pendidikan karakter apa saja yang di lakukan orang tua / wali saat anak-anak belajar di rumah. Hasil dari penelitian yakni beberapa peran orang tua / wali pada pendidikan karakter yang diberikan kepada adalah (1) Menumbuhkan pendidikan karakter disiplin pada anak, (2) Memberikan pendidikan karakter religius kepada anak, (3) Menumbuhkan pendidikan karakter jujur pada anak, (4) Menumbuhkan pendidikan karakter kreatif pada anak, (5) Menumbuhkan pendidikan karakter sosial pada anak. Harapannya adalah pendidikan karakter ini akan di implementasikan secara maksimal oleh anak, bukan hanya karena ada pandemi ini, tapi akan dilakukan seterusnya.
IMPLEMENTASI STRUKTUR CERITA ARCHPLOT PADA FILM ANIMASI HYBRID BERJUDUL BHUMI SURASA SURASA; SEKAR KHAIRUNNISA ARUM MEIDINASARI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1231

Abstract

The structure of the storyline archplot is a storyline that has a goal orientation where the occurrence of a good or bad event that makes a character's life change, encourages the desire of the character to struggle consciously or unconsciously to restore his life as before. Characters will be encouraged to undergo a missionary journey based on their desire to fight the forces of antagonism (inner, personal, extra-personal). Characters may or may not achieve their goals. Archplot has the characteristics of 3 acts, 6 stages and 5 turning points. These three rounds consist of beginning/Set-Up (act 1), middle confrontation (act 2), end resolution (act 3). While the six parts consist of Set-Up, new situation, progress, complications & higher stakes, final push, and aftermath. Then, the turning point of the story consists of opportunity, change of plans, point of no return, major setback and climax. The animated film “BHUMI” was made using hybrid animation techniques. This technique is a combination of two-dimensional and three-dimensional animation media. ABSTRAKmerupakan alur cerita yang mempunyai orientasi tujuan dimana terjadinya suatu peristiwa baik atau buruk yang membuat kehidupan karakter berubah, mendorong keinginan dari karakter untuk berjuang secara sadar maupun tidak sadar untuk mengembalikan kehidupannya seperti semula. Karakter akan didorong untuk menjalani suatu perjalanan misi didasari keinginannya melawan kekuatan antagonisme (inner, personal, extra-personal). Karakter bisa atau tidak bisa mencapai tujuannya. Archplot mempunyai ciri-ciri terdapat 3 babak (acts), 6 bagian (stages) dan 5 titik balik cerita (turning points). Ketiga babak ini terdiri dari beginning/Set-Up (act 1), middle confrontation (act 2), end resolution (act 3). Sedangkan keenam bagian terdiri dari Set-Up, new situation, progress, complications & higher stakes, final push, dan aftermath. Lalu, titik balik cerita terdiri dari opportunity, change of plans, point of no return, major setback dan climax. Film animasi “BHUMI” ini dibuat dengan teknik animasi hybrid. Teknik ini merupakan kombinasi media animasi dua dimensi dan tiga dimensi.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN HIDUP BERIMAN DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMP NEGERI 1 SUNGGAL MELFI SIBURIAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v2i2.1232

Abstract

The purpose of this study was to increase understanding of the life of faith in Christian Religious Education with a cooperative learning strategy of STAD type for grades 8-4 at SMP Negeri 1 Sunggal for the 2019/2020 academic year. This research is classroom action research with 2 cycles, each cycle consists of 4 activities, namely planning, action, observation and reflection followed by planning in the next cycle by utilizing the results of previous reflections. The solution is designed in the form of using STAD type cooperative learning strategies in teaching the subject of life of faith in grades 8-4 totaling 23 people at SMP Negeri 1 Sunggal Kab. Deli Serdang Academic Year 2019/2020. The findings of the study show that learning to live faithfully with the application of STAD type cooperative learning strategies can improve student learning outcomes as evidenced by the increase in PAK learning outcomes in each cycle, from an average of 70.87 to an average of 83.04. Student activities are in the good category. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman hidup beriman Pendidikan Agama Kristen dengan strategi pembelajaran koopertatif tipe STAD kelas 8-4 SMP Negeri 1 Sunggal Tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri 4 kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang diikuti oleh perencanaan pada siklus berikutnya dengan memanfaatkan hasil refleksi sebelumnya. Solusinya dirancang berupa penggunaan strategi pembelajaran koopertatif tipe STAD dalam mengajarkan pokok bahasan hidup beriman kelas 8-4 berjumlah 23 orang SMP Negeri 1 Sunggal Kab. Deli Serdang Tahun Ajaran 2019/2020. Temuan penelitian menunjukkan pembelajaran hidup beriman dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar PAK setiap siklus yaitu dari rata-rata 70,87 menjadi rata-rata 83,04. Aktivitas siswa berada pada kategori baik

Page 1 of 1 | Total Record : 6