cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 8 Documents clear
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MUHAMAD ISA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2297

Abstract

This study aims to prove the effect of independent learning on students' understanding of mathematical concepts at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. This research was a survey research at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan for the academic year 2021/2022. The sample size was 60 students who were randomly selected in class XII IPA students at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Data collection was carried out by distributing questionnaires and questionnaires. Data analysis using descriptive statistical methods, validity test, reliability test, and multiple regression analysis. This research was conducted from January 2022 to April 2022. The results of the study can be stated that: 1) there is a significant influence of learning independence and parental attention together on the understanding of mathematical concepts for students of SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, this is evidenced by acquisition of sig value. 0.021 < 0.05 and Fh = 4.124. 2) there is a significant effect of independent learning on the understanding of mathematical concepts of SMA Negeri Kota 8 Tangerang Selatan, this is evidenced by the acquisition of sig. 0.038 <0.05 and th = 2.123. 3) there is no significant influence of parental attention on students' understanding of mathematical concepts at SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, this is evidenced by the acquisition of a Sig. 0.260 > 0.05 and th = 1.138. Learning independence and parental attention have a positive, close and significant relationship to the understanding of mathematical concepts. This suggests that increasing the understanding of mathematical concepts can be done by increasing the independence of learning and the attention of parents. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, penulis juga ingin membuktikan pengaruh perhatian orang tua terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini penelitian survei di SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2021/2022.Sampel berukuran 60 orang siswa yang dipilih secara random pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara penyebaran angket dan kuisioner. Analisis data dengan metode statistik diskriptif, uji validitas, uji realibitas, dan analisa regresi ganda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai dengan April 2022. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa: 1) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig. 0,021 < 0,05 dan Fh = 4,124. 2) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri Kota 8 Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig. 0,038 < 0,05 dan th = 2,123. 3) tidak terdapat pengaruh yang signifikan perhatian orang tua terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Sig. 0,260 > 0,05 dan th = 1,138. Kemandirian belajar dan perhatian orang tua mempunyai hubungan yang positif, erat dan signifikan terhadap pemahaman konsep matematika. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika dapat dilakukan dengan meningkatkan kemandirian belajar dan perhatian orang tua.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KRISTIANI DI SMK KRISTEN 1 SURAKARTA BERNADETHA CAHYA PUSPITA SARI; SRI WENING; MAGDALENA ELLY K
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2298

Abstract

Education is a process of learning knowledge, skills and habits of a group of people which are passed down from one generation to the next through teaching, training and research. Meanwhile, in the definition of education is a conscious effort that is carried out systematically in creating a teaching-learning atmosphere so that students can develop their potential. With education, a person can have intelligence, noble character, personality, spiritual strength, and skills that are beneficial to oneself and society. After collecting the data and processing it, it is evident that in this study there is a positive influence between the role of Christian religious education teachers on the formation of Christian character for students. Obtained rcount = 0.841 and rtable = 0.361, so it was found that rcount > rtable. Thus Ho is rejected and Ha is accepted because it is proven that Ha : r ? 0 with positive tcount results. And it was found that the results of tcount = 8.259 and ttable 1.701 so that it is known that tcount > ttable then Ho is rejected and it means that there is a significant relationship between the role of Christian Religious Education teachers for students in forming Christian character. Therefore, Christian Religious Education teachers have a very important role in the formation of Christian character for students at Christian Vocational School 1 Surakarta. In this case Christian Religious Education teachers must be able to be role models, and provide assistance to students, so that the growth of Christian character possessed by students can develop in accordance with God's word. Several other factors found in the formation of Christian character for students are: students lack a close relationship with Christian Religious Education teachers and students. Thus preventing Christian Religious Education teachers from supervising the personality of students. ABSTRAKPendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Sedangkan dalam definisi pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Setelah mengumpulkan data dan mengolahnya maka terbukti bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh positif antara peran guru pendidikan agama kristen terhadap pembentukan karakter kristen bagi peserta didik. Diperoleh rhitung = 0,841 dan rtabel = 0,361, sehingga didapati bahwa rhitung > rtabel. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima karena terbukti bahwa Ha : r ? 0 dengan hasil thitung bersifat positif. Serta didapati bahwa hasil thitung = 8,259 dan ttabel 1,701 sehingga diketahui thitung > ttabel maka Ho ditolak dan berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru Pendidikan Agama Kristen bagi peserta didik dalam membentuk karakter kristen. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Kristen sangat memiliki peran dalam pembentukan karakter kristen bagi peserta didik di SMK Kristen 1 Surakarta. Dalam hal ini guru Pendidikan Agama Kristen harus bisa menjadi teladan, dan pendampingan bagi peserta didik, agar pertumbuhan karakter kristen yang dimiliki peserta didik dapat berkembang sesuai dengan firman Tuhan. Beberapa faktor lain yang ditemukan dalam pembentukan karakter kristen bagi peserta didik adalah : peserta didik kurang memiliki hubungan yang dekat dengan guru Pendidikan Agama Kristen dengan peserta didik. Sehingga menghalangi guru Pendidikan Agama Kristen untuk mengawasi kepribadian peserta didik .
PENERAPAN METODE SOSIO DRAMA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA PADA MATERI PERISTIWA SEKITAR KEMERDEKAAN KELAS XI IIS SMA NEGERI 9 MALINAU SURYANI SURYANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2299

Abstract

This type of research is Classroom Action Research. The Spiral Model from Kemmis and Taggert was carried out in 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were class XI IIS SMA Negeri 9 Malinau with a total of 12 students. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis used includes: (a) Qualitative analysis highlighting the main points related to the research problem, (b) Quantitative analysis to calculate student participation, namely giving, summing, presenting scores on each of the aspects observed through direct observation/observation . The implementation of the socio-drama method is carried out in the following way, (1) cycle I uses group discussions and presentations on events surrounding Indonesian independence, (2) cycle II uses the socio-drama method and is staged with the same material. The results of this study indicate that the application of the socio drama method can increase the participation of class XI IIS students at SMA Negeri 9 Malinau. The results of cycle I was 66.66%, and cycle II increased to 88.88%. The obstacle faced at the beginning of the application of the socio drama method was that there were still students who had difficulty determining the time allocation for performing a play. ABSTRAKJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Model Spiral dari Kemmis dan Taggert yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malinau dengan jumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi: (a) analisis Kualitatif yang menonjolkan hal -hal pokok berkaitan dengan masalah penelitian, (b) analisis Kuantitatif untuk menghitung partisipasi siswa yaitu memberikan, menjumlahkan, mempresentasekan skor pada setiap aspek-aspek yang diamati melalui observasi/pengamatan langsung. Pelaksanaan metode sosio drama dilakukan dengan cara sebagai berikut, (1) siklus I menggunakan diskusi dan presentasi kelompok dengan materi peristiwa sekitar kemerdekaan Indonesia, (2) siklus II menggunakan metode sosio-drama dan dipentaskan dengan materi yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penerapan metode sosio drama dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malinau Hasil siklus I adalah 66,66%, dan siklus II meningkat menjadi 88,88%. Kendala yang dihadapi pada awal penerapan metode sosio drama adalah masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan alokasi waktu untuk menampilkan sebuah drama.
PENERAPAN MODEL E-LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IX.B SMP NEGERI 1 PAYUNG ZUHRI AZIS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2300

Abstract

This study aims to determine whether the application of the e-learning model can improve social studies learning outcomes for class IX.B students of SMP Negeri 1 Payung. This is because the teacher has not utilized the existing learning media, the methods used by the teacher is still using conventional methods causing learning outcomes to be unstatisfactory or still below the KKM, which is 76. This classroom action research is designed in two cycle is carried out in four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. This subjects of this study were class IX.B students of SMP Negeri 1 Payung for the academic year 2019/2020 with a total of 33 students consisting of 18 male students and 15 female students. The object of this research is the improvement of social studies learning outcomes. Social studies learning outcomes data were collected using a social studies learning outcomes test, which consisted of 15 multiple choice questions and 3 essay questions. The criteria for the success of the action are if the average student social studies learning outcomes are at least 76 with classical mastery of at least 85%. The result showed that the average social studies learning outcomes from 71,87 in the pre-cycle to 76,95 in the first cycle and 81,58 in the second cycle with classical completeness from 36,36% in the pre-cycle to 64% in the first cycle and 88% in cycle 2. Thus the application of the e-learning model can improve social studies learning outcomes for class IX.B students of SMP Negeri 1 Payung. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memgetahui apakah penerapan model e-learning dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IX.B SMP Negeri 1 Payung. Hal ini dikarenakan guru belum memanfaatkan media pembelajaran yang ada, metode yang digunakan guru masih menggunakan metode konvensional menyebabkan hasil belajar kurang memuaskan atau masih di bawah KKM yaitu 76. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX.B SMP Negeri 1 Payung tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 33 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar IPS. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar IPS yang berjumlah 15 butir soal pilihan ganda dan 3 soal uraian. Kriteria keberhasilan tindakan jika rata-rata hasil belajar IPS siswa minimal 76 dengan ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar IPS dari 71,87 pada pra siklus menjadi 76,95 pada siklus I dan 81,58 pada siklus II dengan ketuntasan klasikal dari 36,36 % pada pra siklus menjadi 64% pada siklus I dan 88% pada siklus 2. Dengan demikian penerapan model pembelajaran e-learning dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IX.B SMP Negeri 1 Payung.
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA NUR ALAM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2301

Abstract

This research was motivated by the existence of a learning atmosphere that did not motivate students to study Civics and the lack of teacher appreciation for students resulted in these students considering rewarding as something normal and there are still some students who are remedial in learning. This resulted in low student learning outcomes. The average student learning outcomes are still much below the KKM, as seen in the odd semester exam scores for the 2021-2022 academic year. This study aims to determine how much the effect of giving rewards on student achievement in Civics subjects at Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea. This type of research is regression research with a quantitative approach. The population in this study were all students of Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea as many as 2 classes totaling 30 students. The sampling technique used is total sampling, which makes the entire population the subject of research when the population is less than 100 people, with a total sample of 30 people. Data collection in this study used a questionnaire, which was filled out by the respondents while the Bahasa Inggris learning outcomes were obtained from documentation techniques. The result of R Square is 0.305 or 30.5%. This shows the effect of giving rewards on student achievement is 30.5% in the low category with the remaining 69.5% explained by other variables not examined in this study. So it can be concluded that the effect of giving rewards on student achievement at Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea is 30.5%. So it can be said that Ha is accepted and Ho is rejected and there is a significant influence between giving rewards to student achievement at Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suasana pembelajaran kurang memotivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris serta kurangnya penghargaan guru terhadap siswa mengakibatkan siswa tersebut menganggap pemberian reward sebagai sesuatu yang biasa-bisa saja dan masih ada sebagian siswa yang remedial dalam belajar. Hal tersebuat mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa yang masih banyak di bawah KKM, seperti yang terlihat pada nilai ujian tengah semester ganjil tahun ajaran 2021-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea. Jenis penelitian adalah penelitian regresi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea sebanyak 2 kelas yang berjumlah 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu menjadikan seluruh populasi menjadi subjek penelitian ketika jumlah populasi kurang dari 100 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, yang diisi oleh responden sedangkan hasil belajar Bahasa Inggris diperoleh dari teknik dokumentasi. Hasil R Square diperoleh sebesar 0,305 atau sebesar 30,5%. Hal ini menunjukkan pengaruh pemberian reward terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 30,5% di kategori rendah dengan sisanya sebesar 69,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan besar pengaruh pemberian reward terhadap prestasi belajar siswa di Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea yaitu sebesar 30,5%. Maka dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak serta dapat pengaruh yang signifikan antara pemberian reward terhadap prestasi belajar siswa di Madrasa Aliya Bahrul Ulum Bontorea.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS TEKS EKSPLANASI MELALUI PERMAINAN KATA DI KELAS XI IPS E MAN 1 KOTA BANDUNG KOMARIAH KOMARIAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2302

Abstract

Learning Indonesian with the game method will be effective, meaningful, and still fun if the implementation is based on the principles developed. The main problem in this research is to improve students' ability to write explanatory texts through word games in class XI IPS E MAN 1 Bandung City in the 2021/2022 academic year. So this research uses Classroom Action Research (CAR). The final result of this study was in the pre-cycle where learning still used the lecture method, students who were able to complete learning were only 12 students, with the highest score of 80. Then in cycle 1 the researcher applied word games, and the results of cycle 1 were that more students achieve complete learning as many as 16 students, with the highest score of 90. In cycle 2 still with word games, the result is 23 students can achieve learning completeness, with the highest score of 95. So the final conclusion of this study is to improve students' ability to write explanatory texts through word play in class XI IPS E MAN 1 Bandung City for the 2021/2022 academic year is running conducive and on target. ABSTRAKPembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode permainan akan menjadi efektif, bermakna, dan tetap menyenangkan apabila dalam pelaksanaan berdasarkan pada prinsip-prinsip yang dikembangkan. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam Menulis Teks Eksplanasi melalui permainan kata di kelas XI IPS E MAN 1 Kota Bandung tahun pelajaran 2021/2022. Maka penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil akhir dari penelitian ini adalah pada pra siklus di mana pembelajaran masih menggunakan metode ceramah siswa yang mampu tuntas belajar hanya sejumlah 12 siswa, dengan nilai tertinggi 80. Kemudian pada siklus 1 peneliti menerapkan permainan kata, dan hasil dari siklus 1 adalah lebih banyak siswa yang mencapai tuntas belajar yaitu sebanyak 16 siswa, dengan nilai tertinggi 90. Pada siklus 2 masih dengan permainan kata, hasilnya adalah 23 siswa dapat mencapai ketuntasan belajar, dengan nilai tertinggi 95. Maka kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam Menulis Teks Eksplanasi melalui permainan kata di kelas XI IPS E MAN 1 Kota Bandung tahun pelajaran 2021/2022 berjalan kondusif dan tepat sasaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PPKN DI KELAS XII TPHP 2 SMK NEGERI 1 CANGKRINGAN ENI LESTARI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.2303

Abstract

This best practice aims to improve student learning outcomes in civics subjects in class XII TPHP 2 SMK Negeri 1 Cangkringan by applying the role playing learning model. The value of the learning outcomes achieved by students has met the minimum completeness criteria (KKM) of 75, the average value of students with the Conventional Model (Lectures) is 64.00 with a learning completeness percentage of 40%, and in cycle 2 the average student score is 88.57 with a learning completeness percentage of 94.287%. The percentage of student activity determined by the researcher is 70%. The percentage of student activity in cycle 1 was 41.43% increasing to 84.57% in learning with the Role Playing Model. The application of the Role Playing model is proven to be able to increase the activity and learning outcomes of Law Protection and Enforcement material for class XII APHP2 students of SMK N 1 Cangkringan Odd Semester 2022/2023 Academic Year. ABSTRAKBest practice ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata ppkn di kelas XII TPHP 2 SMK Negeri 1 Cangkringan dengan penerapan model pembelajaran role playing. Nilai hasil belajar yang dicapai siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75, rata-rata nilai siswa dengan Model Konvensional (Ceramah) yaitu 64,00 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 40%, dan pada siklus 2 rata-rata nilai siswa adalah 88,57 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 94,287%. Persentase keaktifan siswa yang ditetapkan peneliti adalah 70%. Persentase keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 41,43 % meningkat menjadi 84,57% pada pembelajaran dengan Model Role Playing. Penerapan model Role Playing terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar materi Perlindungan dan Penegakkan Hukum siswa kelas XII APHP2 SMK N 1 Cangkringan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023.
TRAUMA MASA KECIL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPRIBADIAN HARTOYO, AGUNG; WULANDARI, SALSA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i2.3259

Abstract

Childhood trauma is a traumatic experience that occurs in childhood that can have long-term and serious impacts on an individual's mental and physical health. This study aims to systematically review the scientific literature on the impact of childhood trauma on an individual's personality. A literature search was conducted using the PubMed and Science Direct databases following the PRISMA guidelines showing that childhood trauma, including experiences such as abuse, sexual abuse, and domestic violence, can increase the risk of psychiatric disorders such as chronic anxiety, OCD, borderline personality disorder and increase the risk of Borderline Personality Disorder (BPD) and Major Depressive Disorder (MDD). In addition, individuals who experience childhood trauma tend to experience distrust, difficulty in forming healthy relationships, can increase the aging process and increase the risk of disease and can affect high-frequency heart rate variability in women who experience depression. The impact of this trauma is not only limited to aspects of mental and physical health, but also affects cognitive function, adolescent neural network development, and brain volume ABSTRAKTrauma masa kanak-kanak merupakan pengalaman traumatis yang terjadi pada masa kanak-kanak yang dapat memiliki dampak jangka panjang dan serius terhadap kesehatan mental dan fisik individu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah mengenai dampak trauma masa kanak-kanak terhadap kepribadian individu. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database PubMed dan Science Direct dengan mengikuti pedoman PRISMA menunjukkan bahwa trauma masa kanak-kanak, termasuk pengalaman seperti penganiayaan, pelecehan seksual, dan kekerasan dalam rumah tangga, dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan seperti kecemasan kronis, OCD, gangguan kepribadian ambang dan meningkatkan resiko Borderline Personality Disorder (BPD) dan Major Depressive Disorder (MDD). Selain itu, individu yang mengalami trauma masa kanak-kanak cenderung mengalami ketidakpercayaan, kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat,dapat meningkatkan proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit dan dapat mempengaruhi variabilitas detak jantung frekuensi tinggi pada wanita yang mengalami depresi. Dampak trauma ini tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan mental dan fisik, tetapi juga memengaruhi fungsi kognitif, perkembangan jaringan saraf remaja, dan volume otak

Page 1 of 1 | Total Record : 8