cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
jolsic@mail.uns.ac.id
Phone
+6281329046451
Journal Mail Official
jolsic@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Faculty of Law Universitas Sebelas Maret The 3rd Building - Law and Society Department Ir. Sutami Road Number 36A, Kentingan, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization
ISSN : -     EISSN : 27762173     DOI : https://doi.org/10.20961/jolsic.v9i1.52836
Core Subject : Religion, Social,
The scope of the articles published in JoLSIC deal with a broad range of topics in the fields of law in general, but the main focus are in the Customary Law and Islamic Law provisions. The purpose of this journal is to promote research and studies on the topic of Islamic Law and Customary Law. JoLSIC provides a forum for academic researchers including students, as well as for practitioners of open legal publishing. Central topics of concern included, but not limited to a) Integration of Customary Law and Islamic Law b) Development of Islamic Law and Customaty Law c) Existance of Customary Law d) Islamic Economy Law Influnce e) Legal Pluralism f) Technical Challenges Faced in Corporating Islamic Law and Customary Law The Editorial Board invites the submission of essays, topical article, comments, critical reviews, which will be evaluated by an independent committee of referees on the basis of their quality of scholarship, originality, and contribution to reshaping legal views and perspectives.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Oktober 2017" : 7 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BANARAN KECAMATAN GALUR KABUPATEN KULON PROGO MELALUI PENDEKATAN PARIWISATA BERBASIS LINGKUNGAN (ECOTOURISM) Anti Mayastuti; Diah Apriani Atika Sari; Okid Parama Astirin
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50567

Abstract

The geographic, demographic, social and economic conditions of the Banaran people living in the coastal areas of Kulon Progo Regency are potential areas that can be developed to improve the welfare of local communities. The coastal area of Banaran village is a potential area for the development of regional tourism. The potential of coastal tourism that can be developed include Trisik Beach. However, the potential of this tourism has not been managed optimally and the availability of adequate facilities and infrastructure. Trisik Beach is also a place for green turtles (chelonian mydas) to spawn. The green turtle (chelonian mydas) is a species that lives in the sea and is currently facing a threat of extinction in the wild in the future. The threat of extinction of green turtles (chelonian mydas) due to human actions, among others, caused by: excessive coastal development, catching turtles to take eggs, meat or shells. This situation is exacerbated by the lack of knowledge and awareness of the Banaran Village community to participate in conserving the turtle habitat.Keywords: community empowerment, eco-tourism, nature sanctuary villageKondisi geografis, demografis, sosial dan ekonomi masyarakat Banaran yang bertempat tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo merupakan potensi daerah yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat lokal. Kawasan pesisir Desa Banaran merupakan area yang cukup potensial untuk pengembangan pariwisata daerah. Potensi pariwisata pantai yang dapat dikembangkan antara lain Pantai Trisik. Namun demikian potensi pariwisata ini belum dikelola secara optimal serta belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Pantai Trisik juga merupakan tempat bagi penyu hijau (chelonian mydas) untuk bertelur. Penyu hijau (chelonian mydas) merupakan spesies yang hidup di laut dan saat ini menghadapi ancaman kepunahan di alam liar yang tinggi pada waktu yang akan datang. Ancaman punahnya penyu hijau (chelonian mydas) akibat perbuatan manusia antara lain disebabkan oleh: pembangunan daerah pesisir yang berlebihan, penangkapan penyu untuk diambil telur, daging atau cangkangnya. Situasi ini diperburuk dengan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Banaran untuk ikut melestarikan habitat penyu.Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, eco-tourism, desa wisata suaka alam
GAGASAN PENGATURAN WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS BEDA AGAMA DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM Khansa Tsabita
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50562

Abstract

This paper aimed to analyze the regulation of Wajibah Testament in Islamic Law Compilation in order to criticize about the administration of Wajibah Testament to the heirs in a different religions. This research is a prescriptive normative legal research. Results concluded that Wajibah Testament in a dispute over inheritance of different religions has been used as a solution to the provision of the estate by a sense of justice to the heirs that shutted to inherit due to religious differences. It was not regulated in article 209 of Islamic Law Compilation about Wajibah Testament. Based on the legal vacuum, to creat the legal certainly, it’s necessary to regulating more about Wajibah Testament especiallu to the heirs in a different religions.Keywords : Idea, Islamic Law Compilation, Wajibah Testament.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan Wasiat Wajibah dalam Kompilasi Hukum Islam guna mengkritisi mengenai perlunya pengaturan pemberian Wasiat Wajibah bagi ahli waris yang berbeda agama. Penelitian ini bersifat penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Wasiat Wajibah dalam sengketa kewarisan beda agama selama ini digunakan sebagai solusi pemberian harta waris berdasarkan rasa keadilan bagi ahli waris yang terhalang untuk mewaris akibat perbedaan agama. Hal tersebut ternyata tidak diatur dalam Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam tentang Wasiat Wajibah. Sehingga melihat adanya kekosongan hukum tersebut, guna mewujudkan kepastian hukum, maka diperlukan adanya pengaturan lebih lanjut mengenai Wasiat Wajibah khususnya bagi ahli waris beda agama dalam Kompilasi Hukum Islam.Kata Kunci : Gagasan, Kompilasi Hukum Islam, Wasiat Wajibah.
PEMBERDAYAAN FUNGSI MASJID MELALUI PENDEKATAN SOCIAL ENTERPRENEURSHIP Zeni Lutfiyah; Sholikhah Sholikhah; Junaidi Junaidi
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50563

Abstract

This program aims to increase public awareness in managing the function of mosque for the purpose of doing social change especially in economic field through Zakat, Infak, Shodaqoh and Wakaf (Ziswaf) fund. In addition, with this dedication is expected to build coordination and synergy of community empowerment programs undertaken by PSEI UNS Surakarta with that mosque prgram. While the target of this devotion is to facilitate the development of empowerment of mosque functions in each mosque assisted. The method applied in this program is Participatory Rural Appraisal (PRA) which prioritizes critical dialogue by way of subject-based disclosure, so as to obtain a real perspective in the mind of the target subject and at the same time fulfill the paradigmatic alignment as mentioned above. The approach taken in this program is the approach of social entrepreneurship, which combines the increase in the value of resources economically as well as streamline social goals and mission. This approach has the goal of improving social aspects, as well as implementing an integrated strategy between social and economic aspects.Keywords : enpowermen, mosque, entrepreneurshipPengabdian ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengelola fungsi masjid untuk tujuan melakukan perubahan sosial terutama di bidang ekonomi melalui dana Zakat, Infak, Shodaqoh dan Wakaf (Ziswaf). Di samping itu juga dengan pengabdian ini di harapkan bisa membangun koordinasi dan sinergi program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PSEI UNS Surakarta dengan program pemberdayaan di Masjid dampingan. Sedangkan target pengabdian ini adalah menfasilitasi pengembangan pemberdayaan fungsi masjid di setiap masjid dampingan. Metode yang diterapkan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mengutamakan dialog kritis dengan cara pengungkapan berbasis subyek dampingan, sehingga diperoleh perspektif yang nyata dalam fikiran subyek dampingan dan sekaligus memenuhi keselarasan paradigmatik sebagaimana disampaikan di atas. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam program ini adalah pendekatan social entrepreneurship (kewirausahaan sosial) yang mengkombinasikan peningkatan nilai sumberdaya secara ekonomis sekaligus mengefektifkan tujuan dan misi sosial. Pendekatan ini memiliki tujuan peningkatan aspek social, serta menerapkan strategi terintegrasi antara aspek sosial dan ekonomi.Kata Kunci; pemberdayaan, masjid, kewirausahaan
ANALISIS SISTEM 5 PILAR NETWORK MARKETING PT. MELIA SEHAT SEJAHTERA MENURUT HUKUM ISLAM DI INDONESIA Frida Hanaritantoro; Luthfiyah Trini Hastuti
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50564

Abstract

This Thesis describe and analyze the problem, how to apply 5 pilars network marketing systems in PT. Melia Sehat Sejahtera Islamic Law in Indonesia. This research is about qualitative law research or sosio-legal research on descriptive. A kind of secondary data have used in this law research include materials of primary law, materials of secondary law, materials of tersier law. Collecting data technique is observation and documents. The result of the research showed that 5 pilars systems in PT. Melia Sehat Sejahtera include Company Profile, Product, Marketing Plan, Transparancy, Group Leader and Support System. The discussion consist of analize strategy marketing system Network Marketing PT. Melia Sehat Sejahtera called 5 Pilars. Spesification analizing about particulars to give conical conclusion so that can prove that marketing system to belong to Network Marketing or Multi Level Marketing have suitable with Islamic law which conduct in Indonesia. The example of analizing from Islamic law side can prove by fact that show there are no unsure of gharar, dharar, riba and maysir in the marketing concept.Key Words : Network Marketing, Multi Level Marketing, and Islamic Law.Penulisan ini mendeskripsikan dan mengkaji permasalahan, bagaimana penerapan sistem 5 Pilar Network Marketing di PT.Melia Sehat Sejahtera menurut Hukum Islam di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian hukum kualitatif atau nondoktrinal (socio-legal research) yang bersifat deskriptif. Jenis data sekunder yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung (berperan serta) dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 pilar PT. Melia Sehat Sejahtera meliputi Perusahaan, Produk, Marketing Plan, Transparansi, dan Team Leader & Support System. Pembahasan meliputi analisis strategi sistem pemasaran Network Marketing PT. Melia Sehat Sejahtera yang disebut 5 Pilar. Analisis terperinci mengenai seluk-beluk menghasilkan simpulan yang membuktikan bahwa sistem pemasaran yang tergolong Network Marketing atau Multi Level Marketing di perusahaan ini telah sesuai dengan hukum Islam yang berlaku di Indonesia. Contoh analisis dari segi Islam dapat dibuktikan melalui tidak adanya unsur gharar, dharar, dzulm, riba, dan maysir pada konsep pemasaran tersebut.Kata Kunci : Network Marketing, Multi Level Marketing, dan Hukum Islam.
MENGKAJI REFORMASI HUKUM DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA Agus Rianto
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50565

Abstract

Society can not be denied always moving and changing, so that legal problems will continue to grow. Among Muslims also change is inevitable, so the legal provisions that regulate the needs of Muslims must also adjust to the aspirations of the community. In this case Law no. 7 of 1989 on Religious Courts experiencing renewal and refinement (reform) with Law no. 3 of 2006 in which the authority of the Religious Courts is widespreadand then amended again with Law No. 50 Year 2009. The additional authority is that the Religious Courts are now authorized to resolve the sharia economic dispute and to provide a testimony to the testimony of those who see Hilal in determining the fall of Day 1 of Ramadan and 1 Shawwal, although in practice there are several things that need to be improved in the future.Keywords: sharia economic dispute, reformation, testimony see HilalMasyarakat tidak bisa dipungkiri selalu bergerak dan berubah, sehingga problem-probem hukum pun akan bertambah terus. Di kalangan Umat Islam pun perubahan tidak bisa dihindari, sehingga ketentuan-ketentuan hukum yang mengatur berbagai kebutuhan umat Islam harus menyesuaikan pula dengan aspirasi masyarakat. Dalam hal ini Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama mengalami pembaharuan dan penyempurnaan (reformasi) dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2006yang mana kewenangan Pengadilan Agama bertambah luas dan kemudian dirubah lagi dengan Undang-Undang No.50 Tahun 2009. Tambahan kewenangan tersebut adalah Pengadilan Agama sekarang berwenang menyelesaikan persengketaan ekonomi syariah dan memberi penetepan tentang kesaksian pihak-pihak yang melihat Hilal dalam menentukan jatuhnya Hari 1 Ramadhan dan 1 Syawal,walaupun dalam prakteknya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di masa-masa mendatang.Kata Kunci :persengketaan ekonomi syariah, reformasi, kesaksian melihat Hilal
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA CERAI GUGAT (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR : 0213/Pdt.G/2014/PA.Ska) Restu Eka Gumilar
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50566

Abstract

This study aims to know the consideration of judges in deciding a cases of divorce Number. 0213 / Pdt.G / 2014 / PA.Ska, and to know the legal ruling handed down Judge in divorce number. 0213 / Pdt.G / PA.Ska. The results showed that the legal reasoning used in deciding judges Divorced Sues Case No. 0213 / Pdt.G / PA.Ska is the judge accepted a lawsuit divorce from the defendant, the judge ordered to mediation but failed, the Judge has attempted to reconcile in order to remain in harmony but to no avail. reason the claimant has filed divorce in accordance with article 19 letter f Government Regulation No. 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter f Compilation Islam. law judge ruled in favor of the plaintiff and dropping divorce only ba'in sughro defendant against the plaintiff as well as charge case to the plaintiff.Keywords: Consideration Justice, Mediation, Judgment, Divorced contested, Talak satu ba'in sughroPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menentukan kasus perceraian Nomor. 0213/ Pdt.G /2014/PA.Ska, dan untuk mengetahui putusan hukum menjatuhkan Hakim dengan No. 0213/Pdt.G/PA.Ska. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan hukum yang digunakan dalam menentukan hakim Kasus Perceraian No. 0213/Pdt.G/PA.Ska adalah hakim menerima gugatan cerai dari terdakwa, hakim memerintahkan untuk melakukan mediasi namun gagal, Hakim telah berusaha melakukan rekonsiliasi. agar tetap harmonis namun sia-sia. Alasan penggugat telah mengajukan perceraian sesuai dengan pasal 19 huruf f PP No. 9 Tahun 1975 juncto Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam memutuskan untuk memilih penggugat dan menjatuhkan cerai hanya kepada tergugat sughro terhadap penggugat dan juga kasus tagihan kepada penggugat.Kata kunci: Pertimbangan Keadilan, Mediasi, Penghakiman, Cerai diperebutkan, Talak satu ba'in sughro
HUKUM ADALAH DISIPLIN ILMU SUI GENERIS : KAJIAN PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU Mohammad Jamin
Journal of Law, Society, and Islamic Civilization Vol 5, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jolsic.v5i2.50561

Abstract

Legal science is a science that has a material object of the norm, in the perspective of philosophy of science, yet the science of law (which is more accurately called jurisprudence) is a discipline that sui generis is the science of law is the science of its own kind, because it has a distinctive character that is reflected in the nature normative. In the science of law sui generis character is used to show that in the science of law should never be forgotten or overruled its normative character, ie on the one hand the science of law has an analytical empirical nature, but on the other hand as a practical science normative. With all the scientific attributes attached to it, the science of law directs its reflection on solving concrete problems and the natural potential of society.Keywords: Law Science, Sui GenerisIlmu hukum merupakan ilmu yang memiliki objek material norma, dalam perspektif filsafat ilmu, namun demikian ilmu hukum (yang lebih tepat disebut jurisprudence) merupakan disiplin ilmu yang bersifat sui generis yaitu ilmu hukum merupakan ilmu jenis sendiri, karena memiliki karakter yang khas yang direfleksikan dalam sifat normatifnya. Dalam ilmu hukum karakter sui generis digunakan untuk menunjukkan bahwa dalam ilmu hukum jangan pernah dilupakan atau dikesampingkan karakter normatifnya, yakni pada satu sisi ilmu hukum memiliki sifat empiris analitis, namun di sisi lain sebagai ilmu praktis normatif. Dengan segala atribut ilmiah yang melekat padanya, ilmu hukum mengarahkan refleksinya pada pemecahan masalah-masalah konkret dan potensial alam masyarakat.Kata Kunci : Ilmu Hukum, Sui Generis

Page 1 of 1 | Total Record : 7