cover
Contact Name
Ayi Ishak Sholih Muchtar
Contact Email
jurnal.iaid@gmail.com
Phone
+6281224321779
Journal Mail Official
jurnal.iaid@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Jl. Kiai Ahmad Fadlil 2, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia, 46271
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Istinbath: Jurnal Penelitian Hukum Islam
ISSN : 19078064     EISSN : 28077520     DOI : https://doi.org/10.36667/istinbath
Jurnal Penelitian Hukum Islam Istinbath adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat. Artikel-artikel ilmiah yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil kajian pemikiran dan penelitian hukum Islam.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2017): Istinbath, Mei 2017" : 4 Documents clear
ANALISIS TERHADAP PENETAPAN PENGADILAN AGAMA KOTA BANJAR TENTANG DISPENSASI NIKAH Rudi Rudi; Helmi Maulana
Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam Vol 12 No 1 (2017): Istinbath, Mei 2017
Publisher : Fakultas Syari'ah | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pernikahan usia muda dimana kedewasaan fisik dan rohani masih labil atau kurang, sering timbul goncangan-goncangan dalam kehidupan berumah tangga, ini disebabkan karena kurangnya kesiapan mental dan masih belum masak jiwa raganya untuk membina rumah tangga sehingga tidak jarang terjadi pertengkaran, kesalahpahaman atau selisih pendapat antara keduanya tidak jarang berujung pada perceraian. Memang secara umum tidak ada seorang pun yang menginginkan pernikahannya berakhir dengan suatu perceraian, namun demikian sering kali lingkungan yang berbeda, serta perbedaan-perbedaan yang sifatnya pribadi mengakibatkan perkawinan tidak bisa dipertahankan lagi keutuhannya. Itulah sebabnya penetapan Peradilan Agama tentang dispensasi pernikahan menjadi amat penting.
Fikih, Filsafat, dan Teologi: Kajian Terhadap Pemikiran Abul Husain al-Bashri al-Mu'tazili Ahmad Nabil Atoillah; Rudi Rudi
Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam Vol 12 No 1 (2017): Istinbath, Mei 2017
Publisher : Fakultas Syari'ah | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran Abul Husain al-Bashri al-Mu'tazili. Kajian dalam artikel ini menemukan bahwa Mu'tazilah dalam bidang teori ushul dan nalar fikih tetap berpegang pada dua prinsip dasar sebagaimana jumhur ulama, yaitu antara dalil akal dan dalil wahyu, keduanya saling menunjang dan tidak akan terjadi kontradiksi antara keduanya. Abul Husain al-Bashri mencoba melakukan sebuah pembaharuan dalam teori ushul agar tidak lagi tercampuri atau tumpang-tindih dengan teori teologi. Abul Husain al-Bashri dalam merumuskan teori ushul menjadikan dirinya sebagai ulama moderat yang hampir mencitrakan seorang pemikir Ahlussunnah.
KETERPADUAN HUKUM ISLAM DAN DINAMIKA SOSIAL Madiha Dzakiyyah Chairunnisa; Ayi Ishak Sholih Mukhtar
Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam Vol 12 No 1 (2017): Istinbath, Mei 2017
Publisher : Fakultas Syari'ah | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha pembaruan hukum Islam dengan pendekatan terpadu merupakan ikhtiar intelektual yang cukup ideal. Sifat sui-generis metode penemuan hukum Islam tampaknya merupakan trade mark, yang mungkin memang harus demikian, nampaknya tidak mungkin diubah. Namun demikian, hal ini perlu diimbangi dengan apresiasi proporsional terhadap realitas sosial yang harus dapat dibawa dan masuk dalam analisis penyimpulan hukumnya. Dengan membawa realitas empirik masuk ke dalam analisis penemuan hukum, akan sedikit ada jaminan hukum Islam di Indonesia dapat tampil lebih kreatif dan hidup di tengah-tengah proses regulasi sosial modern.
KONSEP KEADILAN DALAM HUKUM WARIS MENURUT HAZAIRIN Muhammad Nurcholis; Pepe Iswanto
Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam Vol 12 No 1 (2017): Istinbath, Mei 2017
Publisher : Fakultas Syari'ah | Institut Agama Islam Darussalam | IAID | Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu konsep penyelarasan Hukum Islam yang terjadi dalam masyarakat Islam Indonesia adalah mengenai hukum kewarisan. Dalam hukum kewarisan ini, muncul suatu konsep hukum baru yaitu mengenai ahli waris pengganti yang merupakan hasil ijtihad Hazairin. Dalam pemikiran Hazairin, memasukan ahli waris pengganti dalam system kewarisan ini bertujuan untuk mencari rasa keadilan bagi keluarga ahli waris (cucu) yang tertutup hak kewarisannya atau tidak mendapatkan waris karena ahli waris meninggal terlebih dahulu daripada pewaris. Konsep ahli waris pengganti ini muncul karena Hazairin merasakan adanya ketidak adilan dalam pembagian warisan yang ada selama ini, yakni bahwa cucu perempuan yang ayahnya meninggal terlebih dahulu tidak mendapat harta warisan dari harta warisan yang ditinggalkan kakeknya. Dalam masalah ini ulama ahlusunah dan juga Syiah sepakat bahwa anak laki-laki menutup (hijab) cucu laki-laki dan cucu perempuan. Melalui metode penelitian deskriptif, penelitian ini berusaha memaparkan pemikiran Hazairin tentang Ahli waris pengganti, hak ahli waris pengganti dan dasar-dasar hukum dalam konsep ahli waris pengganti.

Page 1 of 1 | Total Record : 4