cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2: Desember 2017" : 7 Documents clear
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI TERAP KABUPATEN MERANGIN PROPINSI JAMBI Arpiagam Arpiagam; Rini Hertati; Budiyono Budiyono
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.153

Abstract

Hasil Survey pendahuluan Sungai Terap berfungsi bagi masyarakat untuk : MCK, Irigasi, di 3 Stasiun lokasi penelitian menandakan bahwa ada beberapa jenis ikan seperti, Ikan Semah, Sebarau, Belida Tapah, Gabus dan jenis ekonomis penting lokal lainnya, telah sulit di temukan. Tujuan penelitian ini adalah : 1). Identifikasi jenis ikan yang tertangkap di wilayah Sungai Terap. 2). Analisis Indeks Keanekaragaman jenis ikan, Kepadatan Populasi, Kepadatan Relatif dan Frekuensi Kehadiran. Penelitian dan pengamatan pada bulan Mei-November 2016. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling). Hasil Penelitian terdapat 21 jenis dari 4 Ordo 7 Famili dan 13 Genus dari ikan yang berhasil di kumpulkan berjumlah 817 dengan menggunakan tiga Alat tangkap, yaitu: Jaring Insang (Gillnet), Jala Lempar (Filling gear), dan Tembak Ikan atau sering disebut Senapan Ikan. Kepadatan Populasi tertinggi ditemukan 4 Jenis Ikan diantaranya adalah : Seperas Puntius tawerensis(n.sp) sebesar 0,018000 (individu) / , Baung Macrones nemurus (C.V.) sebesar 0,010714 (individu) / , Batu, Siben Choerodon oligantus (Blkr) sebesar 0,013000(individu) / , kemudian disusul oleh jenis Ikan Lanli,Leungli Botia hymenophysa (Blkr) sebesar 0,012200 (individu). Untuk Kepadatan Relatif paling tinggi terdapat pada ikan Seperas Puntius tawerensis(n. sp) sebesar 0,18 % Frekuensi Kehadiran tertinggi yakni : Seperas Puntius tawerensis(n.sp) Baung Macrones nemurus (C.V.), Batu, Siben Choerodon oligantus (Blkr) Lanli,Leungli Botia hymenophysa (Blkr), dan 17 jenis ikan lainnya masing – masing 39%. Sebaliknya Frekuensi Kehadiran terendah di temukan pada beberapa jenis ikan yaitu, Baung Murai / Hinur Ikan Tali-tali, Acanthopthalmus Kuhli (CV).
STUDI IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN DI KECAMATAN MUKO-MUKO BATHIN VII KABUPATEN BUNGO Yuddi Yuddi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.158

Abstract

Salah satu kesalahan dalam pengembangan budidaya perikanan adalahdimanfaatkannya lingkungan perairan yang tidak cocok. Agar budidaya dapatberkembang dengan baik diperlukan kondisi perairan yang sesuai dengan spesies ikanyang akan dibudidayakan. Pengelolaan sumberdaya perairan yang tepat, mengharapkankesesuaian yang cocok untuk setiap tujuan penggunaan sumberdaya tersebut. karena itu,pengemasan dan pengaturan perlu dilakukan (Zonneveld et al, 1991). Sehubungan denganpemanfaatan sumberdaya perairan untuk kepentingan usaha budidaya perikanan, makadiperlukan suatu studi penentuan pemanfaatan perairan yang sesuai bagi peruntukanpengembangan budidaya perikanan di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Berdasarkanlatar belakang di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang studi identifikasikesesuaian lahan perairan untuk budidaya perikanan di Kecamatan Tanah Tumbuhberdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi perairan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lahan perairan untuk budidayaperikanan berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi di Kecamatan Muko-MukoBathin VII Kabupaten Bungo.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII yang merupakansalah satu sentra budidaya perikanan Kabupaten Bungo. Waktu penelitian dilaksanakanselama 3 (tiga) bulan, tahap persiapan dan survei dilakukan bulan Agustus-September2013 dan dilanjutkan dengan pengolahan data dan pembuatan laporan bulan Oktober2013.
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI BATANG BUNGO KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Oktawan Syaputra; Rini Hertati; Budiyono Budiyono
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.154

Abstract

Perikanan adalah salah satu usaha untuk memanfaatkan sumber daya hayati perairansalah satu wujud nyata dari pemanfaatan sumber daya perikanan yang cukup besardilakukan baik di perairan laut maupun perairan umum. Penelitian ini dilaksanakan padatanggal tanggal 1 Januari sampai dengan 5 Februari 2017, bertempat di Sungai BatangBungo, Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Bungo Dani, Dusun Tebat Kecamatan MukoMuko Bathin VII dan Muaro Buat Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo PropinsiJambi dengan kedalaman 1-6 meter dan luas 5000 m2.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan yang sengajaditangkap dan Untuk mengetahui Indeks Keanekaragaman jenis ikan, Kepadatan Populasi,Kepadatan Relatif dan Frekuensi Kehadiran pada 3 stasiun yang telah ditentukan yaitu diKelurahan Sungai Pinang Kec. Bungo Dani, Dusun Tebat Kec. Muko-Muko Bathin VII danDusun Muaro Buat Kec. Bathin III Ulu Kabupaten Bungo Propinsi Jambi.Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode PurposiveSampling yaitu penentuan stasiun penelitian dilakukan berdasarkan tujuan denganmemperhatikan berbagai pertimbangan kondisi dan keadaan tempat penelitian ataukarakteristik seperti kondisi dominan aktivitas penambangan pasir dan lain-lain. Populasidalam penelitian ini adalah semua jenis ikan yang tertangkap di Sungai Batang Bungo.Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perwakilan setiap jenis ikan yang tertangkappada masing-masing stasiun yang telah ditentukan dengan luas areal lebih kurang 5.000 m2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap selama penelitiandari Tiga Stasiun di Sungai Batang Bungo ditemukan sebanyak 156 ekor, terdiri dari 16jenis yang mewakili 5 Ordo, 9 Famili dan 15 Genus dan hasil analisis indekskeanekaragaman jenis menunjukkan indeks keanekaragaman berkisar antara 0,58 hingga1,46 Indeks keanekaragaman tertinggi di jumpai di Stasiun I Dusun Buat, Stasiun IIIKelurahan Sungai Pinang, dan terendah terdapat pada Stasiun II di Dusun Tebat. KepadatanPopulasi (KP) tertinggi dari tiga stasiun yaitu, Tilan (Microphis brachyurus ) sebesar0.0042 (individu) / m2, Kepadatan Relatif (KR) tertinggi terapat pada Tilan (Mastcembetusunicdar), Seluang (Rasbora argyrotaenia), sedangkan untuk Frekuensi Kehadiran (FK)tertinggi yaitu Tilan (Microphis brachyurus ), Lampam (Puntius schwanepeldi), Lais(Criptopterus limpok (Blkr)), Gurami (Osphronemus gouramy), Baung (Mystus nemurus)masing-masing 100% .Kata Kunci : Identifikasi, Keanekaragaman, Kepadatan Populasi, Jenis Ikan
STUDI KONSTRUKSI ALAT TANGKAP BUBU LIPAT ( Traps ) DAN JENIS – JENIS KEPITING YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN MUARA SUNGAI JENGGALU PROVINSI BENGKULU Teddy Hariadi; Syafrialdi Syafrialdi; Yuddi Yuddi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.159

Abstract

Kecamatan Kampung Melayu adalah salah satu kecamatan yang terdapat di KotaBengkulu dengan luas wilayah ± 38,38 dengan jumlah penduduk sebanyak 33.945jiwa yang masing-masing mempunyai potensi yang berbeda baik dari segi luaswilayahnya, sumberdaya alamnya, maupun sumberdaya manusianya. Alat tangkap yangdigunakan masyarakat sekitar untuk menangkap kepiting bakau adalah bubu lipat.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Muara Sungai Jenggalu dimulai daribulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Februari 2016. Penelitian bertujuan untukmengetahui konstruksi alat tangkap bubu lipat dan jenis kepiting hasil tangkapan.Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda survey yaitumelakukan pengamatan langsung kelapangan guna untuk mendapatkan konstruksi alattangkap bubu lipat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primermeliputi jumlah alat tangkap bubu lipat yang masih beroperasi di perairan Muara SungaiJenggalu, spesifikasi alat tangkap, metoda pengoperasian alat tangkap, daerahpenangkapan, jenis kepiting hasil tangkapan. Sedangkan data sekunder adalah data yangberhubungan dengan tujuan penelitian ini yang digunakan sebagai data pendukung dandiperoleh dari studi pustaka dan instansi yang terkait.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 12 unit alat tangkap bubu lipat danbubu lipat kerucut 1 unit dengan mesh size 13/4 inci, alat tangkap bubu lipat memiliki 3bagian yaitu rangka (frame), badan (body), dan mulut (funel). Bagian rangka terbuatdari besi baja sedangkan badan dan mulut terbuat dari tali berbahan Polyethylen.Ada 2 jenis kepiting yang tertangkap dengan menggunakan alat tangkap bubulipat di antaranya kepiting bakau (Scylla serrata) dan kepiting selasi (Scyllaparamamosain).Kata kunci : Konstruksi, Bubu Lipat, Kepiting, Rangka
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN LUBUK LARANGAN DI PERAIRAN BATANG ULEH KABUPATEN BUNGO Sudarmawan Sudarmawan; Djunaidi Djunaidi; Syafrialdi Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.155

Abstract

Indonesia adalah Negara kaya akan budaya satu diantaranya kearifan lokal,kearifan lokal juga tidak lepas dari berbagai tantangan seperti bertambah jumlahpenduduk, teknologi moderen dan budaya luar, modal besar serta kemiskinan dankesenjangan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan kearifan lokal LubukLarangan. Belum diketahuinya tingka partisipasi masyarakat, terhadap keberadaankearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertisipasimasyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di Perairan BatangUleh.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung kelapangan untuk memperoleh data Primer maupun Sekunder, menggunakankuisioner dan wawancara, kemudian di analisis menggunakan metode SWOT tentangtingkat partisipasi masyarakat terhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan.Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat umumterhadap keberadaan kearifan lokal Lubuk Larangan di 4 Dusun/Stasiun di PerairanBatang Uleh untuk masyarakat umum pada kategori Sedang, dan pemangkukepentingan juga pada kategori Sedang.Analsis SWOT faktor Internal dan Eksternal terdapat 8 faktor Internal terdiri 5indikator Kekuatan (S), 3 indikator Kelemahan (W) dan terdapat 5 faktor Eksternalterdiri dari 3 indikator Peluang Peluang (O), 2 indikator Ancaman(T).Kata Kunci : Kearifan lokal Lubuk Larangan Batang Uleh Partisipasi
STUDI KONTRUKSI ALAT TANGKAP TANGKUL (LIFT NET) DI ALIRAN SUNGAI BATANGHARI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROPINSI JAMBI Redi Rinanda; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.156

Abstract

Tangkul atau anco adalah sejenis jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengantangan. Alat tangkap ikan ini terdiri dari jaring berbentuk persegi yang keempat ujungnyadiikatkan pada dua batang bambu atau kayu yang dipasang bersilang tegak lurus. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui kontruksi alat tangkap Tangkul yang di operasikan diSungai Batanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur PropinsiJambi dan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap tangkul di SungaiBatanghari Desa Sabak Kecamatan Sabak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Survei dilakukan kepada nelayan sebagai responden.Observasi dilakukan denganmenginventarisasi jumlah dan jenis alat tangkap yang digunakan di Sungai Batanghari, danmelakukan kegiatan konsultasi setiap alat tangkap Tangkul. Selain itu metode penangkapanikan juga diamati langsung ataupun wawancara kepada nelayan yang menggunakan alattangkap tangkul. Untuk penentuan lokasi penelitian berdasarkan tujuan penelitian dengan caraPurposive Sampling artinya lokasi pengambilan sampel penelitian diambil sesuai dengankebutuhan dengan pertimbangan pemanfaatan alat tangkap Tangkul di aliran SungaiBatanghari Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran alat tangkap Tangkul yang di operasikandi Perairan Sungai Batanghari terdapat lima ukuran alat tangkap tangkul diantaranya, ukuran 2x 2 m, 3 x 3 m, 4 x 4 m, 6 x 6 m dan 8 x 8 m sedangkan konstruksi terdiri dari: bahan waringdengan mesh size ½ dan 1 mm, gagang dari bambu diameter 3-6 cm, panjang 3-6 m, kerangka(frame) cabang dari bambu diameter 1,5-2 cm berjumlah 4 buah, penyambung kerangkacabang, berjumlah 2 buah terbuat dari bambu diameter 1,50-3 cm cm panjang 20-30 cm. Daribeberapa ukuran alat tangkap tangkul tersebut ukuran 4 x 4 m merupakan ukuran yang tepat digunakan di aliran sungai Batanghari. Jenis hasil tangkapan Tangkul terdiri atas 11 (sebelas)spesies yang sebagian tergolong jenis ikan ekonomis penting yaitu ikan lais (Criptopteruslimpok (Blkr)), Lambak (Thinnicthys thynnoides), Sitam, Kalui (Osphronemus goramy lac),Piat (Puntius schwanefeldi), Patin, (Pangasius hypothalamus) Seburuk, Seluang (Rasbora,spp), Seluang Pipih (Rasbora argyrotaenia) dan udang. Ikan yang paling banyak tertangkappada alat tangkap Tangkul adalah ikan Lambak (Thinnicthys thynnoides) yaitu 143 sedangkanjumlah hasil tangkapan alat tangkap tangkul yang paling sedikit terdapat ikan Kalui dengan
POTENSI SUAKA PERIKANAN (RESERVAT) KASAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI BATANG PELEPAT KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Agusalim Agusalim
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan di SungaiBatang Pelepat, dan mengestimasi hasil tangkapan nelayan terhadap alat tangkap yangdigunakan pada zona ekonomi Suaka Perikanan.Tempat penelitian ini dilaksanakan di kawasan Suaka Perikanan Batang PelepatKecamatan Pelepat Ilir, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama (3) tiga bulanyakni bulan Nopember - Desember 2010 s/d Januari 2011.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dan bersifateksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan fakta yang ada. Penelitian difokuskanuntuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan dan dampak terhadap hasil tangkapan nelayan.Hasil Penelitian menunjukan potensi kawasan Suaka Perikanan memilikisumberdaya yang cukup besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya perikanan. Luassungai pelepat 325 Ha. Suaka Perikanan terdiri dari zona inti, zona penyangga dan zonaekonomi dengan luas 13,025 Ha. Kualitas air sungai batang pelepat cukup bagus biladibandingkan dengan klasifikasi dan kriteria mutu air kelas II dan memenuhi persyaratanbaik secara fisika, kimia dan biologi. Jenis ikan yang berada di daerah zona inti adalah ;1). Juaro (Pangasius2), 2). Gurami (Osphronemus gouramy) 3). Jelawat (Leptobarbushoeveni) 4). Gabus (Channa striatus) 5). Baung (Macrones nemurus), 6). Tapah(Orheichepalus sp), pada umumnya berukuran besar dengan berat 2 kg sampai dengan 7kg/ekor, sedangkan pada zona penyangga terdapat ikan-ikan berukuran kecil, bahkan adayang masih dikategori ukuran anak-anak ikan yakni ; 1). Tambakan (Helostomatemmintri), 2). Lais (Cyptopterus micronema), 3). Lempam (Puntius schwanefeldi), 4.Gurami (Osphronemus gouramy), kebanyakan ukuran 50 gr sampai dengan ukuran 100gr/ekor. Pada zona ekonomi jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan adalah ; 1) Lempam(Puntius schwanefeldi), 2) Lambak/lukas (Labio barbus festivus), 3) Toman(Orheichepalus micropeltes ), 4) Baung (Macrones nemurus), 5) Juaro (Pangasius2), 6)Lais (Cyptopterus micronema), 7) Tapah (Orheichepalus sp), 8) Patin (Pangasiuspangasius), 9) Tambakan (Helostoma temmintri) dan 10) Balido (Knife fishes),Jumlah nelayan 270 RTP, jumlah alat tangkap 8.655 unit. Hasil produksi ratarata/unit/trip selama 3 bulan (1 trip) yakni rata-rata 2,7 kg/unit/trip. tatal produksi 4.886,2kg harga rata-rata Rp. 15.000,-/kg sehingga nilai produksi Rp. 73.293.000,- Selanjutnya,jika diestimasikan hasil tangkapan dalam 1 tahun 4.886,2 kg/trip x 4 trip = 19.544,8kg/tahun, maka nilai total produksi selama 1 (satu) tahun adalah Rp. 293.172.000,-Kata Kunci : Suaka Perikanan, Reservat, Zona Inti, Nelayan

Page 1 of 1 | Total Record : 7