cover
Contact Name
Nazamuddin
Contact Email
nazambs@yahoo.com
Phone
+6281360049074
Journal Mail Official
asmawati_husaini@yahoo.co.id
Editorial Address
Gedung Majelis Pendidikan Aceh Jl. T. Nyak Arief No. 221 Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
PENCERAHAN
ISSN : 1693777     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Fokus dan Cakupan Pencerahan adalah jurnal double-blind peer review yang mempublikasikan artikel ilmiah yang terkait dengan semua aspek tentang pendidikan di Indonesia dan negara-negara berkembang. Pencerahan menganjurkan para dosen, guru, dan praktisi pendidikan lainnya untuk mempublikasikan hasil penelitian, ulasan, pengalaman, dan gagasan di bidang pendidikan. Topik-topik yang terkait dengan jurnal ini termasuk tetapi tidak terbatas pada: Kebijakan Pendidikan Manajemen & Kepemimpinan Pendidikan Pengawasan Pendidikan Sumber Daya Pendidikan Implementasi, Evaluasi & Pengembangan Kurikulum Metode Pengajaran dan Pembelajaran Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN" : 6 Documents clear
BALOK-BALOK BERBENTUK DADU SEBAGAI ALAT PERAGA UNTUK MEMBUKTIKAN HUKUM MENDEL I PADA PERCOBAAN MONOHIBRID DALAM PEMBELAJARAN GENETIKA Elli Arianti
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genetika merupakan salah satu materi pelajaran pada bidang studi biologi yang harus dipelajari oleh siswa kelas XII IPA5 di MAN Model Banda Aceh. Materi ini bersifat abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa, maka sangat memerlukan suatu alat peraga yang dapat membuat materi yang abstrak ini menjadi konkrit bagi siswa. Pada materi pembelajaran ini diharapkan siswa dapat membuktikan kesimpulan Hukum Mendel I pada percobaan monohibrid. Upaya membantu dan memudahkan siswa membuktikan kesimpulan Hukum Mendel I pada percobaan monohibrid, digunakan balok-balok berbentuk dadu sebagai alat peraga. Untuk melakukan percobaan monohibrid memanfaatkan sisi-sisi balok dadu. Tiga sisi dituliskan gamet B dan tiga sisi lainnya ditulis gamet b. Ini memberikan gambaran pada saat pembentukan gamet, terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk, sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya. Dua buah dadu diumpamakan jantan dan betina yang telah bertuliskan gamet tersebut dikocok dan dilempar sebanyak 50 kali dan percobaan ini diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan monohibrid dengan menggunakan balok-balok dadu mendekati kesimpulan Hukum Mendel I bahwa F2 dihasilkan dengan perbandingan genotif 1:2:1 dan perbandingan fenotif 3:1, sehingga Hukum Mendel I dapat dibuktikan. Keberhasilan dibuktikan dengan perolehan hasil belajar siswa mencapai 92,3% secara berkelompok dan proses pembelajaran menunjukkan keaktivan berpusat pada siswa.
PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Ulva Hasdiana
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku, perbuatan atau tindakan remaja yang bersifat anti sosial yang melanggar norma-norma sosial, agama serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dalam rangka pengentasan masalah tesebut perlu adanya suatu solusi atau pendekatan yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Dalam hal ini peneliti menggunakan Pendekatan Behavioristik. Pendekatan behavioristik adalah suatu pendekatan terapi tingkah laku yang berkembang pesat dan sangat populer, dikarenakan memenuhi prinsip-prinsip kesederhanaan, kepraktisan, mudah dipahami dan diterapkan, serta adanya penekanan perhatian pada perilaku yang positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan perilaku peserta didik sebelum dan setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan pendekatan behavioristic untuk mengatasi kenakalan remaja.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Pre-Experimen dengan menggunakan one grub pretest-posttes dimana terdapat satu kelompok saja tanpa adanya kelompok perbandingan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan perilaku peserta didik sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan pendekatan behavioristik. Hal ini dapat dilihat dari skor mean pretest yaitu 56,5 dan posttes 47,3 terdapat penurunan sebesar 9,2 nilai rata-rata peserta didik. Hal ini menunjukkan terdapat perubahan perilaku peserta didik yang signifikan antara Sebelum dan Sesudah diberikannya layanan. Penilaian hasil juga dilakukan melalui observasi.
PENERAPAN TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MENGURANGI KEJENUHAN BELAJAR SISWA Nia Alfi Khaira
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejenuhan belajar sebelum dan sesudah di terapkannya teknik Self Instruction pada siswa kelas II di MAS Darul Ulum Banda Aceh. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yaitu pendekatan (One Group Pretest-Posttest Design). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan penyebaran angket kepada setiap siswa yang mengalami kejenuhan belajar yang tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kejenuhan belajar di tinjau dari 4 Aspek: 1) Keletihan Fisik, Keletihan Psikis, Keletihan Mental dan Keletihan Indera. Populasi Penelitian ini 115 siswa kelas II MAS Darul Ulum Banda Aceh, dan menggunakan purposive sampling, juga menggunakan Paired Sampel t test (Uji t untuk dua sampel yang berpasangan) yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 siswa kelas XI-IIS, laki-laki berjumlah 16 siswa dan perempuan 22 siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejenuhan belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik Self Instruction yang ditunjukkan dari hasil uji hipotesis yaitu Sig ,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak Ha di terima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejenuhan belajar siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan teknik Self Instruction di kelas II MAS Darul Ulum Banda Aceh
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU ETIK SISWA Rismananda Yulijar
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII-5 di SMP Negeri 4 Banda Aceh sebanyak 30 orang dan sampel penelitian adalah 10 orang siswa kelas VIII-5. Data dikumpulkan melalui observasi dan skala. Analisis instrumen meliputi analisis validitas dan realibilitas. Hasil analisis validitas menunjukkan dari 25 butir soal terdapat 19 butir soal valid, sedangkan hasil analisis realibilitas menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0,903 dan dinyatakan reliabel. Analisis data meliputi SPSS 20 dan uji t test. Uji prasayarat menggunakan uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku peserta didik dengan nilai rata-rata post-test 68,1 dibandingkan dengan jumlah nilai rata-rata pre-test 52,2. Berdasarkan analisis paired sample t test, diketahui adanya perbedaan sebelum dan setelah diberikannya teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku etik siswa kepada guru di SMP Negeri 4 Banda Aceh, dengan data t hitung > t tabel (4,773 > 2,262) atau sig < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, etika membahas tentang baik dan buruk perilaku seseorang, dimana perilaku siswa sekarang tidak sesuai lagi dengan nilai etika sehingga diperlukan penanganan dari guru termasuk guru BK dengan memberikan layanan berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam memperbaiki etika siswa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ALAT OPTIK MELALUI MODEL EVERY ONE IS A TEACHER HERE DI KELAS VIII MTSN TEUNOM Fitriana
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran every one is a teacher here adalah model yang memberikan kesempatan pada setiap siswa untuk bertindak sebagai “pengajar” terhadap siswa lain. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi alat Optik dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap materi alat optik dengan menggunakan model everyone is a teacher here. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode true eksperiment dengan desain penelitian pre-test dan post-test control group design yang dilakukan di MTsN Teunom. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Teunom. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi sebanyak dua kelas yaitu kelas VIIIB jumlah keseluruhan 30 dan yang menjadi obejk penelitian adalah 26 siswa sebagai kelas eksperimen, dan kelas VIIIC yang berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes, angket dan lembar observasi. Data hasil tes dianalisis dengan menggunakan rumus uji t dan uji N-Gain. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa yaitu 6,11 > 1,68. Dan hasil uji N-Gain kelas eksperimen menunjukkan bahwa N-Gain sedang jika 0,3 < N-Gain ? 0,7 dan perolehan hasil N-Gain adalah 0,62. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa lebih tinggi dengan penerapan model pembelajaran everyone is a teacher here pada materi alat-optik daripada tidak menerapkan model pembelajaran everyone is a teacher here pada materi alat-optik.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA Hayana Liswi
PENCERAHAN Vol. 12 No. 2 (2018): PENCERAHAN
Publisher : Majelis Pendidikan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah swt. Oleh sebab itu manusia selalu membutuhkan panutan untuk menjalankan kehidupannya masing-masing. Manusia tidak akan pernah merasa puas atas apa yang telah mereka miliki, oleh karena itu manusia harus memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kebutuhan pokok seperti kebutuhan primer, skunder dan tersier. Semua kebutuhan tersebut harus diiringi dengan keyakinan, manusia dapat mengatur hidupnya dengan adanya keyakinan atau Agama yang mereka anut, oleh sebab itu agama merupakan salah satu kebutuhan manusia yang juga tidak kalah penting dibandingkan dengan kebutuhan pokok tersebut. Dengan memiliki Agama, manusia dapat mengendalikan segala sesuatu yang dihadapi dalam kehidupannya, manusia dapat mengendalikan hawa nafsu mereka dengan aturan keyakinan mereka masing-masing, kebutuhan manusia terhadap agama bukanlah kebutuhan yang dianggap mudah, karna agama dapat membuat manusia meyakini apa yang mereka lakukan dalam kehidupan mereka masing-masing, dalam Agama Islam manusia memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan kodratnya, maka dalam agama islam manusia dapat mengatur kehidupannya dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6