cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2022)" : 9 Documents clear
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENERAPKAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SD NEGERI TANJUNGTIRTO 2 ELISABETH SURATINEM
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1777

Abstract

This study aims to increase teacher competence in applying learning media through learning supervision at Tanjungtirto 2 Public Elementary School for the 2019/2020 Academic Year. The teacher's skill in applying learning media greatly influences the quality of the learning carried out. This research includes School Action Research. The subjects of this study were all teachers at SD Negeri Tanjungtirto 2 Berbah, Sleman, totaling 9 people, consisting of 6 class teachers and 3 subject teachers. Data collection techniques were carried out through observation and document analysis. The results of this study indicate that there is an increase in teacher competence in and applying learning media after learning supervision is carried out through guidance actions. The results of the pre-cycle score obtained were 47, an average of 5.22, which was 22.22% complete. Still far from good completeness, namely ? At the end of cycle I, the score obtained was 65 with an average of 7.22, 56% completeness. At the end of cycle II the score obtained was 89 with an average of 9.89 100% completeness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan media pempelajaran melalui supervisi pembelajaran di SD Negeri Tanjungtirto 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Keterampilan guru dalam menerapkan media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Sekolah . Subjek Penelitian ini adalah semua guru di SD Negeri Tanjungtirto 2 Berbah, Sleman yang berjumlah 9 orang, terdiri dari 6 guru kelas dan 3 guru mapel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi guru dalam dan menerapkan media pembelajaran setelah dilakukan supervisi pembelajaran melalui tindakan bimbingan. Hasil prasiklus skor yang diperoleh 47 rata-rata 5,22 yang tuntas 22,22%. Masih jauh dari ketuntasan baik yaitu ? Pada akhir siklus I skor yang diperoleh 65 dengan rata-rata 7,22 ketuntasan 56%. Pada akhir siklus II skor yang diperoleh 89 dengan rata-rata 9,89 ketuntasan 100%.
EVALUASI PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS BERDASARKAN MODEL EVALUASI KIRK PATRICK LEVEL-1 DAN LEVEL-2 DI BKPSDM KABUPATEN SUKABUMI SURJANTO SURJANTO
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1778

Abstract

Evaluation of Supervisory Leadership Training can be carried out through evaluation of participants, training personnel and implementation. This research was conducted using a descriptive analytic design that describes and assesses the training implementation process based on the Kirkpatrick level 1 (Reaction) and level 2 (Learning) evaluation models. Bivariate analysis has been carried out to determine the relationship between the dependent variable (academic substance test results) and the independent variables: (1) the age of the participants (p = 0.005 or there is a relationship); (2) participants' education (p=0.561 or no relationship); (3) gender (p=0.315 or no relationship); (4) years of service as supervisor (p=0.029 or there is a relationship); (5) widyaiswara communication style (p=1,000 or no relationship); (6) widyaiswara's responsiveness (p=1,000 or no relationship); (7) widyaiswara knowledge level (p=1,000 or no relationship); (8) the suitability of the training subjects with the needs of the participants (p=0.229 or no relationship); (9) the suitability of the training subjects with the needs of the participants (p=0.307 or no relationship); (10) method of delivering material (p=0.101 or no relationship); (11) LMS used (p=0.922 or no relationship); and (12) rest time provided (p=0.251 or no relationship). Meanwhile, to find out the factors that affect the knowledge of participants, an analysis was carried out using logistic regression test. The results showed that the quality of the widyaiswara was very good (87.11%), the training materials were good (70.36%) and the service providers were very good (84.95%). While the average value of participants' knowledge is 88.5 with a standard deviation of 10.24. The results also show that according to the logistic regression test on the factors that affect the participants' knowledge, the participant's tenure as supervisor (p=0.01) and the participant's age (p=0.028) are factors that affect the participants' knowledge (academic substance value). ABSTRAKEvaluasi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dapat dilaksanakan melalui evaluasi peserta, tenaga pelatihan dan penyelenggaraan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan disains deskriptif analitik yang menggambarkan dan menilai proses pelaksanaan pelatihan berdasarkan model evaluasi Kirkpatrick level 1 (Reaction) dan level 2 (Learning). Analisa bivariat telah dilaksanakan untuk mengetahui hubungan variabel dependent (hasil test subtansi akademik) dengan variabel independent : (1) umur peserta (p=0,005 atau ada hubungan); (2) pendidikan peserta (p=0,561 atau tidak ada hubungan); (3) gender (p=0,315 atau tidak ada hubungan); (4) masa kerja sebagai pengawas (p=0,029 atau ada hubungan ); (5) gaya komunikasi widyaiswara (p=1,000 atau tidak ada hubungan); (6) responsivitas widyaiswara (p=1,000 atau tidak ada hubungan) ; (7) tingkat pengetahuan widyaiswara (p=1,000 atau tidak ada hubungan); (8) kesesuian mata pelatihan dengan kebutuhan peserta (p=0,229 atau tidak ada hubungan); (9) kesesuaian mata pelatihan dengan kebutuhan peserta (p=0,307 atau tidak ada hubungan); (10) métode penyampaian materi (p=0.101 atau tidak ada hubungan); (11) LMS yang digunakan (p=0,922 atau tidak ada hubungan); dan (12) waktu istirahat yang disediakan (p=0,251 atau tidak ada hubungan). Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peserta dilakukan analisa menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas widyaiswara sangat baik (87,11%), materi pelatihan baik (70,36%) dan pelayanan penyelenggara sangat baik (84,95%). Sedangkan nilai rata-rata pengetahuan peserta adalah 88,5 dengan stándar deviasi 10,24. Hasil penelitian juga menúnjukkan bahwa sesuai uji regresi logistik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peserta, masa kerja peserta sebagai pengawas (p=0,01) dan umur peserta (p=0,028) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pengetahuan peserta (nilai substansi akademik).
GUMALIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI GURU MADRASAH DI KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH TASBIHAH TASBIHAH
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1861

Abstract

The problem that underlies this best practice is the low literacy interest or motivation of madrasa teachers in Cilacap district in terms of writing, the effort being made is to establish the GUMALIS community. GUMALIS stands for Writing Madrasa Teacher. It is hoped that the existence of GUMALIS can increase the enthusiasm and skills of teachers in writing and can help teachers improve their careers and professionalism. The steps taken were combining teachers to join the GUMALIS community, providing writing training materials, making anthologies or books with multiple authors, holding book launching activities, reviewing books and introducing GUMALIS to the public via radio broadcasts. The increase in GUMALIS members from day to day indicates an increase in literacy among Madrasah teachers namely RA, MI, MTs, MA in Cilacap district. ABSTRAKPermasalahan yang mendasari best praktice ini adalah rendahnya minat atau motivasi literasi guru madrasah dikabupaten Cilacap dalam hal menulis, upaya yang dilakukan adalah dengan mendirikan komunitas GUMALIS. GUMALIS merupakan kepanjangan dari Guru Madrasah Menulis. Diharapkan dengan adanya GUMALIS dapat meningkatkan semangat dan keterampilan guru dalam menulis dan bisa membantu guru meningkatkan karir dan profesionalismenya. Langkah-langkah yang ditempuh yaitu menggabungkan guru-guru untuk bergabung dalam komunitas GUMALIS, memberikan materi pelatihan menulis, membuat buku antologi atau buku dengan banyak penulis, mengadakan kegiatan launching buku, bedah buku dan mengenalkan GUMALIS kepada masyarakat melalui siaran radio. Bertambahnya anggota GUMALIS dari hari ke hari mengindikasikan meningkatnya literasi di kalangan guru Madrasah yakni RA, MI, MTs, MA di kabupaten Cilacap.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH BERTHA DIMARA
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1862

Abstract

Efforts to increase Teacher Professional Competence through the Implementation of Principal Academic Supervision have been carried out at SD Inpres 42 Taman Ria, Manokwari Regency, West Papua Province, for the 2022/2023 Academic Year. This research is a School Action Research (PTS) with a qualitative descriptive approach. This study aims to analyze the professional competence of teachers from the aspect of mastery of material, concepts, structures, and scientific patterns that support subjects, mastery of competency standards and basic competencies and the ability to develop creatively taught learning materials. The data sources used are primary and secondary data. Primary data comes from interviews and class observations. Secondary data from observations of syllabus and lesson plans documents as well as other relevant documents. Data collection instruments used interview guides, observation sheets and documentation studies. Data analysis techniques used the Milles and Huberman model, namely data reduction, display and data verification. The results showed an increase in teacher professional competence after being supervised by the school principal, 68.18% (15 out of 22) succeeded in achieving the mastery indicator (? 80%) . There are 7 out of 22 teachers (31.82%) of whom are in the "Enough" category, which means that they still need further guidance specifically on aspects of developing creative learning materials. This shows that the implementation of academic supervision is able to improve the professional competence of teachers. The triggering factors for the low professional competence of teachers include 1) lack of self-motivation (self motivation); 2) low literacy skills; 3) difficulty getting out of the comfort zone; 4) having a narrow view of a change; 5) not optimally utilizing technology; 6) always think negatively; 7) self-closing; 8) lack of discipline. 9) do not feel ashamed to see other people busy working; 10) busy doing activities outside of school hours; 11) habit of procrastinating work. If routinely carried out, undoubtedly the teacher's supervisory competence will increase. Another effort that can be done is to involve teachers in various KKG activities, workshops, and IHT and even training organized by the government. In addition, giving motivation continues to be given to teachers so that they are motivated in carrying out their duties, including changing the teacher's paradigm so that they think positively about everything. ABSTRAKUpaya peningkatan Kompetensi Profesional Guru Melalui Implementasi Supervisi Akademik Kepala Sekolah telah dilaksanakan di SD Inpres 42 Taman Ria Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Tahun Ajaran 2022/2023. Penilitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kompetensi professional guru dari aspek penguasaan materi, konsep, struktur, dan pola keilmuan yang mendukung mata pelajaran, penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan kemampuan mengebangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara dan observasi kelas. Data sekunder dari observasi terhadap dokumen silabus dan RPP serta dokumen lain yang relevan.Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Hubermen yakni reduksi data, display dan dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi profesioanl guru setelah disupervisi oleh kepala sekolah, terdapat 68,18% (15 dari 22) berhasil mencapai indicator ketuntasana (? 80%). Terdapat 7 dari 22 guru(31,82%) diantaranya berada pada kategori “Cukup” yang artinya masih perlu bimbingan lebih lanjut khusus aspek pemngembangan materi pembelajaran secara kreaatif. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi supervise akademik mampu meningkatkan kompetensi professional guru. Adapun faktor pemicu rendahnya kompetensi professional guru diantaranya 1) kurangnya motivasi diri (self motivation);2) kemampuan literasi yang rendah;3) sulit keluar dari zona nyaman;4) memiliki pandangan yang sempit terhadap suatu perubahan; 5) kurang maksimal memanfaatkan teknologi;6) selalu berpikir negative;7) menutup diri;8)kurang displin.9) tidak merasa malu melihat orang lain sibuk bekerja;10) sibuk melakukan aktivitas diluar jam sekolah;11) kebiasaan menunda pekerjaan.Jika supervise rutin dilakukan niscaya kompetensi guru akan meningkat. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah mengikutsertakan guru dalam berbagai kegiatan KKG,workshop, dan IHT bahkan pelatihan yang diselenggrakan oleh pemerintah. Selain itu pemberian motivasi terus diberikan kepada guru agar termotivasi dalam melakukan tugasnya termasuk mengubah paradigma guru sehingga berpikir positif terhadap segala hal.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA MAN 1 SUMEDANG WAWAN ERAWAN
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1863

Abstract

One component of education that influences teacher performance improvement is the head of the madrasah. The success of the madrasah head in managing educational staff will affect the success of madrasah education, besides that the madrasah head has the ability to mobilize existing resources so that they can be used optimally to achieve goals. In general, this study aims to find our ho madrasah heads are able to improve teacher performance in their leadership, especially at MAN 1 Sumedang. In this study using a qualitative approach, namely the technique of collecting data through observation, interviews and documentation. The conclusion of this study resulted in a leadership style practiced by the head of the madrasah such as a democratic leadership style. This can be proven by the ability of the teacher’s performance in accordance with their respective duties (curriculum, student affairs, infrastructure facilities, public relations and an increase in student learning outcomes in accordance with the specified standards). The leadership style adopted by the head of the madrasah gets a pretty good response from the teacher, especially in determining a solution to the problem that arise. The leadership of the madrasah head can be a reflection, motivator, and guide for teachers, student and stakeholders in the madrasah enironment. ABSTRAKSalah satu komponen pendidikan yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru adalah kepala madrasah. Keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola tenaga kependidikan akan berpengaruh kepada keberhasilan pendidikan madrasah, selain itu kepala madrasah memiliki kemampuan untuk menggerakan sumber yang ada sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepala madrasah mampu meningkatkan kinerja guru dalam kepemimpinannya, khususnya di MAN 1 Sumedang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan suatu gaya kepemimpinan yang dilakukan kepala madrasah seperti gaya kepemimpinan demokratis. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemampuan kinerja guru sesuai dengan tufoksinya masing-masing ( kurikulum, kesiswaan, sarpras, humas dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa sesuai dengan standar yang ditentukan). Gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala madrasah mendapat respon yang cukup baik dari guru terlebih dalam menentukan suatu solusi terhadap masalah yang muncul. Kepemimpinan kepala madrasah bisa menjadi cerminan, motivator, dan pengarah bagi guru, peserta didik dan steakholder dalam lingkungan madrasah.
PENGARUH DISIPLIN DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SMP SE-KECAMATAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN IDA WIJAYANTI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1913

Abstract

Teacher performance is an important element in education which is a determinant of the high and low quality of educational outcomes. Factors that affect teacher performance are motivation and discipline, as has been proven by previous researchers. The aim of the research is to find out whether there is an effect of: (1) teacher work discipline on teacher performance; (2) teacher's work motivation on teacher performance; (3) discipline and teacher motivation on the performance of junior high school teachers in Kedungwuni District, Pekalongan Regency. The study population consisted of 175 junior high school teachers in Kedungwuni District, Pekalongan Regency with a sample of 122 people using the Proportionate Random Sampling technique. Data collection using the questionnaire method. Data analysis used descriptive analysis, prerequisite test and hypothesis testing of the regression analysis model with the help of the SPSS 25 for Windows program. The results of the hypothesis test found that discipline and work motivation simultaneously affect teacher performance by 20.5% and the remaining 79.5% from other variables not examined. The partial influence of work discipline on teacher performance is 4% and the influence of work motivation on teacher performance is 21.3%. The influence of work motivation dominates performance, so it is suggested that in improving teacher performance, schools must fulfill and increase their teacher's work motivation and can ignore work discipline. For future researchers to change the concept of data into work motivation as variable X1 and work discipline as variable X2 ABSTRAKKinerja guru elemen penting dalam pendidikan yang merupakan penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi dan kedisiplinan, sebagaimana telah dibuktikan peneliti sebelumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh: (1) disiplin kerja guru terhadap kinerja guru; (2) motivasi kerja guru terhadap kinerja guru; (3) disiplin dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMP se Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Populasi penelitian berjumlah 175 guru SMP se Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dengan sampel 122 orang menggunakan teknik sampling Proportionate Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat serta uji hipotesis model analisis regresi dengan bantuan program SPSS 25 for Windows. Hasil uji hipotesis ditemukan bahwa disiplin dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 20,5% dan sisanya 79,5% dari variabel lain yang tidak diteliti. Besarnya pengaruh secara parsial disiplin kerja terhadap kinerja guru 4% dan pengaruh motivasi kerja tehadap kinerja guru sebesar 21,3%. Pengaruh motivasi kerja lebih mendominasi terhadap kinerja, maka disarankan dalam meningkatkan kinerja guru, sekolah harus memenuhi serta meningkatkan motivasi kerja gurunya dan dapat mengabaikan disiplin kerja. Bagi peneliti selanjutnya agar mengubah konsep data menjadi motivasi kerja sebagai variabel X1 dan disiplin kerja sebagai variabel X2
EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SMKN 1 TAMBELANGAN BUDIYANTO BUDIYANTO
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1914

Abstract

This study aims to evaluate the program for implementing field work practices at SMKN 1 Tambelangan in 2022. The evaluation includes Program Objectives, Attitudes, and Achievement of Goals. This research is a program evaluation research using a goal oriented model. The method used is a combination method. Quantitative data collection techniques used questionnaires with 48 respondents consisting of 15 teacher advisors and 33 industrial supervisors, while qualitative data used the results of interview observations. The results of the research program objective component as a whole obtained a good category with an average value of 3.42 and TPR 85.43%, the attitude component obtained a very good category with an average value of 3.53 and TPR 88.31%, and the goal achievement component obtained a good category with an average value 3.42 and TPR 85.68%. so that it can be concluded that in general the implementation of field work practices at SMKN 1 Tambelangan has been going very well according to the program that has been planned with an average value of 3.47 and TPR 86.48% ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelaksanaan praktik kerja lapangan di SMKN 1 Tambelangan Tahun 2022. Evaluasi meliputi Tujuan Program, Sikap, dan Pencapaian Tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program dengan menggunakan model goal oriented. Metode yang digunakan dengan metode kombinasi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket dengan responden 48 yang terdiri dari 15 guru Pembimbing dan 33 Pembimbing Industri, sedangkan data kualitatif dengan menggunakan hasil observasi wawancara. Hasil penelitian komponen tujuan program secara keseluruhan memperoleh kategori baik dengan nilai rata-rata 3.42 dan TPR 85.43%, komponen sikap memperoleh kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 3.53 dan TPR 88.31%, dan komponen pencapaian tujuan memperoleh kategori baik dengan nilai rata-rata 3.42 dan TPR 85.68%. sehingga dapat disimpulkan secara umum pelaksanaan praktik kerja lapangan di SMKN 1 Tambelangan sudah berjalan sangat baik sesuai program yang sudah direncanakan dengan nilai rata-rata 3.47 dan TPR 86.48%
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MENGELOLA ADMINISTRASI KELAS MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SD NEGERI 1 PLATAR NAJIHAN NAJIHAN
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1915

Abstract

The purpose of the National Education is to develop the competence and potential of students to become human beings who have faith, devotion to God Almighty, have noble character, are knowledgeable, capable, creative, independent, have global insight and become democratic and responsible citizens. Therefore, the performance of teachers needs to be improved as much as possible. Based on the aforementioned provisions, to find out the absorption of a teacher in managing class administration. Classroom administration as a mirror in education or teaching and learning processes. Therefore, teachers must be supervised by management in class administration. This research is a school action research focused on teacher performance. The subject of the study was a class teacher at SD Negeri 1 Platar. The study took place in 2 cycles. The result of this research is that clinical supervision is able to improve teacher performance in making and compiling class administration, which can be seen from the average results of teacher administration preparation with a score of 38.67 with a good category. ABSTRAKTujuan Pendidkan Nasional adalah untuk mengembangkan kompetensi dan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklaq mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, berwawasan global dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab. Oleh karena itu kinerja guru perlu ditingkatkan semaksimal mungkin. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, untuk mengetahui daya serap seorang guru dalam mengelola administrasi kelas. Administrasi kelas sebagai cermin dalam pendidikan atau proses belajar mengajar. Oleh sebab itu guru harus di supervisi manejerial dalam pengelolaan administrasi kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang difokuskan pada kinerja guru. Subyek penelitian adalah guru kelas di SD Negeri 1 Platar. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus. Hasil dari penelitan ini adalah bahwa supervisi klinis mampu meningkatkan kinerja guru dalam membuat dan menyusun administrasi kelas, yang terlihat dari hasil rata – rata penyusunan administrasi guru dengan skor 38,67 dengat kategori sanga baik.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF PADA SEKOLAH DASAR JUHRI JUHRI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1916

Abstract

This research was conducted to evaluate and analyze inclusive education programs in elementary schools in the city of Mataram. This study is focused on: 1). The aims, objectives and needs of the community for inclusive education, 2). Plans and strategies for inclusive education programs which include; human resources, curriculum, and facilities at the provincial education office, 3). program implementation; capacity building, technical assistance and program monitoring and 4) Inclusive school performance results. This research uses mixed methods; quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were collected through simple questionnaires and qualitative through FGDs, in-depth interviews, and observations. Data were analyzed using the CIPP approach to summarize and determine recommendations. The program evaluation criteria are divided into 4 criteria, namely: 1). Context, consisting of community goals and needs for inclusive education programs, 2). Inputs; plans and strategies for human resources, curriculum and school facilities, 3). Process; implementation of capacity building, technical assistance, and monitoring, 4). Outer; school performance. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisis program pendidikan inklusi pada sekolah dasar di Kota Mataram. Kajian ini difokuskan pada: 1). Maksud, tujuan, dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan inklusif, 2). Rencana dan strategi program pendidikan inklusif yang meliputi; sumber daya manusia, kurikulum, dan fasilitas di dinas pendidikan provinsi, 3). pelaksanaan program; peningkatan kapasitas, pendampingan teknis dan monitoring program dan 4) Hasil kinerja sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode campuran; pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner sederhana dan kualitatif melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan CIPP untuk merangkum dan menentukan rekomendasi. Kriteria evaluasi program dibagi menjadi 4 kriteria yaitu: 1). Konteks, terdiri dari tujuan dan kebutuhan masyarakat akan program pendidikan inklusif, 2). Input; rencana dan strategi sumber daya manusia, kurikulum dan fasilitas sekolah,3). Proses; pelaksanaan peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, dan pemantauan, 4). Luaran; kinerja sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9