cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 7 Documents clear
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENYUSUN DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) MELALUI IN HOUSE TRAINING (IHT) DI SD NEGERI CANDI III NGLIPAR SIDIQ ADI SUPARNA
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2436

Abstract

This School Action Research has the goal of increasing teacher professionalism in compiling a List of Proposals for Determining Credit Scores (DUPAK) at SD Negeri Candi III Kapanewon Nglipar through In House Training (IHT). Research data shows that efforts to increase teacher professionalism in preparing DUPAK through In House Training (IHT) at SD Negeri Candi III Nglipar are going well by achieving maximum results and objectives. The results of the study showed a positive influence. This is supported by data from observations of teacher behavior. The teacher's behavior in participating in the In House Training (IHT) is enthusiastic, enthusiastic, critical with questions that require argumentative answers and the teacher is able to master the material easily and quickly. From the comparison of the observation data tables in Pre-cycle, Cycle I and Cycle II, there was an increase. Prasiklus data shows that only 1 person out of 4 teachers or 25% is able to compile DUPAK. There was an increase of 25% in Cycle I where 2 out of 4 teachers or 50% were able to compose DUPAK. From the comparison of observation data tables in Cycle I and Cycle II there was an increase. Research data shows that there is an increase in the percentage of teachers by 50% in compiling DUPAK through In House Training (IHT) from Cycle I to Cycle II data. Cycle I data showed that only 2 out of 4 teachers or 50% were able to compile DUPAK. There was an increase of 50% in Cycle II where 4 out of 4 teachers or 100% were able to compose DUPAK. ABSTRAKPenelitian Tindakan Sekolah ini memiliki tujuan meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Di SD Negeri Candi III Kapanewon Nglipar melalui In House Training (IHT). Data hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun DUPAK melalui In House Training (IHT) di SD Negeri Candi III Nglipar berjalan dengan baik dengan mencapai hasil dan tujuan yang maksimal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif. Hal ini didukung oleh data hasil pengamatan perilaku guru. Perilaku guru dalam mengikuti In House Training (IHT) adalah bersemangat, antusias, kritis dengan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban argumentatif dan guru mampu menguasai materi dengan mudah dan cepat. Dari komparasi tabel data observasi dalam Prasiklus, Siklus I dan Siklus II terdapat peningkatan. Data Prasiklus menunjukan hanya 1 orang dari 4 guru atau 25 % yang mampu menyusun DUPAK. Terjadi peningkatan 25% pada Siklus I dimana 2 orang dari 4 orang guru atau 50% yang mampu menyusun DUPAK. Dari komparasi tabel data observasi dalam Siklus I dengan Siklus II terdapat peningkatan. Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase guru sebesar 50 % dalam menyusun DUPAK melalui In House Training (IHT) dari data Siklus I dengan Siklus II. Data Siklus I menunjukan hanya 2 orang dari 4 guru atau 50% yang mampu menyusun DUPAK. Terjadi peningkatan 50% pada Siklus II dimana 4 orang dari 4 orang guru atau 100% yang mampu menyusun DUPAK.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN PBM MELALUI KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF DI SDN ASINAN 1 SRI RAHAYU
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2454

Abstract

This research aims to determine the implementation and improvement of teachers' abilities in managing PBM through the implementation of academic supervision with a collaborative approach at SDN Asinan 01 Kec. Bawen Regency Semarang Semester I Academic Year 2022/2023, especially in the aspect of managing teaching and learning activities. This type of research is school action research. The research subjects were teachers at SDN Asinan 01 Kec. Bawen Regency Semarang in Semester I of the 2022/2023 Academic Year as many as 7 teachers. Data collection techniques using observation and documentation studies. The validity of the data using triangulation, namely the triangulation used in research is the triangulation of data sources and method triangulation. Data analysis using qualitative analysis. The results of the research show an increase in teachers' abilities in managing the teaching and learning process (PBM), where in the initial conditions there were no teachers who were able to organize the management of the teaching and learning process (PBM) well. This is proven by the low average scores obtained by the teachers. namely 49.00 and only in the LESS category, in the first cycle it increased quite significantly and there were 2 teachers or 25.00% who were declared capable of managing the teaching and learning process (PBM) well, with a classical average score of 66. 38 and entered the ENOUGH criteria and in the last cycle became a teacher or 100%, proven by the classical score of 82.50 in the GOOD score criteria. From the research results as explained above, it can be concluded that the implementation of academic supervision with a collaborative approach at SDN Asinan 01 Kec. Bawen Regency Semarang Semester I Academic Year 2022/2023 has been proven to be able to improve teachers' abilities in managing PBM. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan dan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM melalui pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan kolaboratif di SDN Asinan 01 Kec. Bawen Kab. Semarang Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023 khususnya pada aspek pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Subjek penelitian adalah guru di SDN Asinan 01 Kec. Bawen Kab. Semarang pada Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023 sebanyak 7 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu Triangulasi yang digunakan dalam penelitian adalah triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar (PBM), di mana pada kondisi awal tidak ada guru yang mampu menyusun pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) dengan baik hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya hasil nilai rata-rata yang diperoleh guru-guru yaitu 49,00 dan hanya masuk dalam kategori KURANG, pada siklus I meningkat cukup signifikan dan terdapat 2 guru atau 25,00 % yang dinyatakan mampu mengelola proses belajar mengajar (PBM) dengan baik, dengan peroleh nilai rata-rata secara klasikal sebesar 66,38 dan masuk dalam kriteria CUKUP dan pada siklus terakhir menjadi guru atau 100%, dibuktikan dengan perolehan nilai secara klasikal sebesar 82,50 dalam kriteria nilai BAIK. Dari hasil penelitian sebagaimana dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan kolaboratif di SDN Asinan 01 Kec. Bawen Kab. Semarang Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023 terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM.
PERANAN BUDAYA MUTU SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMA NEGERI 2 CEPU NURLAELA NURLAELA; NOOR MIYONO; TITIK HARYATI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2512

Abstract

School culture is expected to be able to improve the quality of the school, and the character of all school members, principals, teachers, education staff, students and residents at the school. A good school culture and habituation to daily practices at school is expected to provide opportunities for school residents to work optimally, efficiently and energetically, and with high enthusiasm to continue to grow and develop into good individuals. This research aims to explore more deeply the role of school culture in improving the quality of education. With a better understanding of how school culture influences the learning process and can identify strategies and best practices that can be implemented in schools to improve the quality of education at SMA Negeri 2 Cepu. The method used is qualitative with data sources from interviews, observations and document data using triagulation data validation. The results of the research show that the most prominent school culture is the culture of literacy by creating a reading corner in the corner of the library by offering a collection of the latest books, making media for each class and media in the school, this can realize the character of the Pancasila student profile of mutual cooperation, critical reasoning, innovation and independent. A culture of environmental cleanliness by sorting waste according to its type and making compost from dry leaves and organic waste. This can create the profile character of a Pancasila student who is devoted to God, the One and Only, has noble character, is cooperative, and innovative. independent and critical thinking. All of this can be realized because of the good management of the principal in realizing the vision and mission of the school and the participation of teachers, education staff, parents and students. as well as the entire school community. So that the school succeeded in becoming an adiwiyata school. ABSTRAKBudaya sekolah diharapkan mampu memperbaiki mutu sekolah, dan karakter seluruh warga sekolah kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan warga di sekolah. Budaya sekolah yang baik dan menjadi pembiasaan praktik sehari-hari di sekolah diharapkan memberikan peluang warga sekolah dapat bekerja secara optimal, efisien dan energik, dan semangat tinggi untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam peranan budaya sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana budaya sekolah mempengaruhi proses pembelajaran dan dapat mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 2 Cepu. Metode yang digunakan kualitatif dengan sumber data dari hasil wawancara, pengamatan dan data dokumen dengan menggunakan validasi data triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan budaya sekolah yang paling menonjol adalah budaya literasi dengan membuat pojok baca disudut perpustakaan dengan menawarkan koleksi buku-buku terbaru, pembuatan mading setiap kelas dan mading di sekolah, hal ini dapat mewujudkan karakter profil pelajar pancasila gotong royong, bernalar kritis, inovatif dan mandiri. Budaya kebersihan lingkungan dengan memilah sampah sesuai dengan jenisnya dan pembuatan pupuk kompos dari daun-daun kering dan sampah organik. Hal ini dapat mewujudkan karakter profil pelajar pancasila bertakwa kepada Tuhan Yang Masa Esa dan berakhlak mulia, gotomg rorong, inovatif. mandiri dan berpikir kritis. Semua ini dapat terwujud karena manajemen kepala sekolah yang baik dalam mewujudkan visi dan misi sekolah dan peran serta guru, tenaga pendidikan, orang tua, peserta didik. serta seluruh warga sekolah. Sehingga sekolah berhasil menjadi sekolah adiwiyata.
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 2 KUALUH SELATAN TANJUNG PASIR LABUHANBATU UTARA SUMATERA UTARA MUHAMMAD YAMIN
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2513

Abstract

This research aims to determine and analyze the leadership role of school principals in motivating, guiding and monitoring teachers in increasing the work participation of teachers at SMK Negeri 2 Kualuh Selatan Labuhan Batu Utara. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was obtained using interview techniques, observation and document analysis. Data analysis uses Miles and Huberman theory through the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. The results of the research show that the leadership role of the school principal in motivating, guiding and monitoring teachers can improve the work ethic, quality and professionalism of teachers in the teaching and learning process of teachers in the classroom so that it can increase teacher work participation at SMK Negeri 2 Kualuh Selatan. From the results of this research, it can be concluded, 1. Role The principal's leadership in motivating teachers is carried out by building good communication between fellow teachers, placing teachers according to their competencies. 2. Guiding teachers is carried out by routinely cultivating the collective awareness of each teacher so that they can create a safe and orderly school environment by complying with school rules; try to be fair, and always protect all teachers. 3. Meanwhile, teacher monitoring is carried out by looking at the work ethic, competence and professionalism of teachers in the teaching and learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memotivasi, membimbing dan memonitoring guru gurudalam peningkatan partisipasi kerja guru SMK Negeri 2 Kualuh Selatan Labuhan batu Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memotivasi, membimbing dan memonitoring guru dapat meningkatkan etos kerja, kualitas dan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar guru dikelas sehingga dapat meningkatakan partisipasi kerjagurudi SMK Negeri 2 Kualuh Selatan Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan, 1. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memotivasi guru dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang baik antara sesama guru, menempatkan guru sesuai kompetensinya. 2. Dalam membimbing guru dilakukan dengan cara rutin melalukan pembinaan kesadaran kolektif dari setiap guru agar dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan tertib dengan mematuhi tata tertib sekolah; berusaha untuk bisa bersikap adil, dan selalu mengayomi seluruh guru. 3. Sedangkan dalam memonitoring guru dilakukan dengan melihat etos kerja, kemapuan kompetensi dan keprofesionalan guru dalam proses belajar mengajar.
UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KINERJA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF RUNTIFASIH, RUNTIFASIH
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2544

Abstract

This research aims to obtain an empirical description of improving teacher performance in learning through academic supervision with a collaborative approach for teachers at SD Negeri Temanggal, Adimulyo District, Kebumen Regency for the 2022/2023 school year in semester 2. This research applies School Action Research to the implementation of teacher performance. in carrying out learning in the 2nd semester of the 2022/2023 academic year at SD Negeri Temanggal. This action research was carried out with the aim of improving teacher performance. Data analysis uses the Miles and Humberman interactive model with the steps: (1) data collection and analysis, (2) comparative description, (3) data presentation and (4) verification of drawing conclusions. After carrying out the research in 2 cycles there was extraordinary development. The results of research on the syllabus, lesson plans and implementation of learning from initial conditions to cycle 2 show improvement. In the initial study, preparing the syllabus 65.73, preparing RPP 63.39, implementing learning 64.75. In cycle 1, preparing syllabus 74.76, preparing RPP 73.39, implementing learning 76.5. A very significant increase, but not yet able to meet the criteria for completeness, namely a minimum of 80. Continued with cycle 2, preparing the syllabus 82.86, preparing RPP 83.7, and carrying out learning 81. Thus, after carrying out cycle 2, it has been completed, meeting the criteria 80. Performance teachers continue to improve. Learning runs more effectively. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendapatkan deskripsi empirik tentang peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran melalui supervise akademik dengan pendekatan kolaboratif bagi guru SD Negeri Temanggal Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2022/ 2023 pada semester 2. Penelitian ini menerapkan Penelitian Tindakan Sekolah/ School Action Research terhadap pelaksanaan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran pada semester 2 tahun pelajaran 2022/ 2023 SD Negeri Temanggal. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan kinerja guru. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Humberman dengan langkah-langkah : (1) pengumpulan dan telaah data, (2) deskripsi komperatif, (3) penyajian data dan (4) verifikasi menarik kesimpulan. Setelah dilaksanakan penelitian dalam 2 siklus ada perkembangan yang luarbiasa. Hasil penelitian silabus, RPP ,dan pelaksanaan pembelajaran dari mulai kondisi awal sampai dengan siklus 2 menunjukkan peningkatan . Pada studi awal menyusun silabus 65,73 menyusun RPP 63,39 , melaksanakan pembelajaran 64,75. Pada siklus 1 menyusun silabus 74,76 , menyusun RPP 73.39 , melaksanakan pembelajaran 76,5. Peningkatan yang sangat signifikan, namun belum bisa memenuhi kriteria ketuntasan yaitu minimal 80. Dilanjutkan siklus 2 menyusun silabus 82,86 , menyusun RPP 83,7 , dan melaksanakan pembelajaran 81. Dengan demikian setelah di laksanakan siklus 2 telah tuntas, memenuhi kriteria 80. Kinerja guru terus meningkat. Pembelajaran berjalan lebih efektif.
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI IN HOUSE TRAINING (IHT) DI MAN 2 PASAMAN BARAT SUARDI, SUARDI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2545

Abstract

Based on the results of observations and supervision carried out by the author, it shows that teachers' pedagogical competence in preparing lesson plans is still low. The aim of this research is to describe and obtain information about increasing teacher pedagogical competence in preparing learning implementation plans (RPP) through in house training (IHT) at MAN 2 West Pasaman. This research is madrasa action research (PTM). Research procedures in this study include planning, action, observation and reflection. This research consisted of two cycles with four meetings. The research subjects consisted of 4 teachers who taught at MAN 2 West Pasaman. Research data was collected using observation sheets. Data was analyzed using percentages. The research results show that implementing In House Training (IHT) can improve teachers' pedagogical competence in preparing lesson plans. This is proven by the initial average score of teacher competency before the program was carried out, namely 74. Then after the IHT activities were carried out there was an increase in the first cycle to 78.70 (good) and after that it increased in the second cycle to 87.56 (very good) . ABSTRAKBerdasarkan hasil pengamatan dan supervisi yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mendapatkan informasi tentang Peningkatan kompetensi pedagogik Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Melalui In House Training (IHT) di MAN 2 Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan madrasah (PTM). Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian ter diri dari 4 orang guru yang mengajar di MAN 2 Pasaman Barat. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembaran obeservasi. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan In House Training (IHT) dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun RPP. Hal ini dibuktikan dengan dari nilai rata-rata awal kompetensi guru sebelum dilakukan program yaitu 74. Kemu dian setelah dilakukan kegiatan IHT terdapat peningkatan pada siklus I adalah 78,70 (baik) dan setelah itu meningkat pada siklus II menja di 87.56 (Amat baik).
SUPERVISI GURU MATA PELAJARAN DI SDN 2 BAHITOM KABUPATEN MURUNG RAYA TRISNUARI, TRISNUARI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i3.2546

Abstract

The purpose of this literature study is to find out and study the principles and objectives of educational supervision. The method in this research is literature study, namely looking for literature that is relevant to the topic raised and describing it to compare each literature. The results of this research show that the principles in educational supervision must be to guide teachers in carrying out teaching and supervising, easy to implement, not urgent, working together to advance education, always expecting change for the better. The targets in educational supervision are academic targets which include supervision of the academic or learning process that occurs at school so that it improves and is of better quality. Administrative targets include the administrative completeness of school principals and teachers such as the availability of facilities, textbooks, teaching tools such as learning implementation plans (RPP), annual programs, semester programs, effective time analysis and KKM. Teacher learning tools must always be updated and adapted to the latest curriculum. The target of the Institution is supervision of schools to improve the quality of the institution in general and improve the quality of schools. The target of this institution is related to school accreditation, completeness of documents and school activities which must be properly documented so that when the institution is supervised, the required documents are available and updated. Schools must also have a strategic plan for future planning, so that the institution can develop. ABSTRAKTujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari prinsip dan sasaran dari supervisi Pendidikan. Metode dalam penelitian ini adalah studi literatur yaitu mencari literatur yang relevan dengan topik yang diangkat serta mendeskripsikannya untuk membandingkan masing-masing literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip dalam supervisi pendidikan yang harus yaitu membimbing guru dalam melaksanakan pengajaran dan mengawasi, mudah dilaksanakan, tidak mendesak, bekerjasama dalam memajukan pendidikan, selalu mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik. Sasaran dalam supervisi Pendidikan yaitu sasaran akademik yang meliputi pengawasan terhadap proses akademi atau pembelajaran yang terjadi di sekolah agar lebih meningkat dan berkualitas. Sasaran administrasi yang meliputi kelengkapan administrasi kepala sekolah dan guru seperti ketersediaan sarana, buku-buku pelajaran, perangkat mengajar seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), program tahunan, program semester, analisis waktu efektif dan KKM. Perangkat pembelajaran guru harus selalu diperbaharui dan disesuaikan dengan kurikulum terbaru. Sasaran Lembaga merupakan pengawasan terhadap sekolah untuk meningkatkan kualitas lembaga secara umum dan meningkatkan kualitas sekolah. Sasaran Lembaga ini terkait dengan akreditasi sekolah, kelengkapan-kelengkapan dokumen dan kegiatan sekolah yang harus didokumentasikan dengan baik agar pada saat lembaga disupervisi, dokumen yang diperlukan sudah tersedia dan diperbaharui. Sekolah juga harus mempunya rencana strategi untuk perencanaan ke depan, agar lembaga dapat berkembang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7