cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, Juni 2002" : 6 Documents clear
RANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI DENGAN DIMENSI SIKAP DAN PRILAKU PADA LEVEL MANAJER Erawati, Ni Putu Herni; Siswanto, Joko
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.639 KB)

Abstract

Pendekatan kompetensi memberikan pandangan yang berbeda mengenai manajemen performansi. Dalam pendekatan ini, performansi atau kinerja lebih ditinjau sebagai proses penggunaan kompetensi daripada hasil kerjanya. Sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi menjadi penting untuk mengukur kinerja yang direfleksikan dalam sikap dan perilaku manajer karena sistem penilaian ini tidak hanya mampu menilai kinerja sekarang, tetapi juga mampu menilai kemampuan yang dimiliki oleh manajer. Ini berarti bahwa kompetensi mampu memprediksi performansi kerja dan tidak bias oleh faktor ras, gender, dan sosio-ekonomi. Perancangan sistem penilaian kinerja ini melalui tujuh tahapan yaitu analisis jabatan, penentuan dimensi kinerja dan pengembangan anchors dari level kinerja, penentuan skala dari anchors, pengembangan form penilaian, pengembangan prosedur pemberian angka, pengembangan mekanisme umpak balik, dan pengembangan manual untuk penilai dan yang dinilai. Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu diskusi panel, metode Delphi, dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Sistem penilaian kinerja ini mampu meningkatkan motivasi dan kinerja manajer dengan keterlibatan mereka dalam proses perancangan penilaian kinerja, standar kinerja yang jelas, mekanisme umpan balik, dan system penilaian 360o . Bagi perusahaan, system penilaian kinerja ini mampu mendokumentasikan perubahan kinerja pegawai secara akurat dan objektif untuk keperluan pengembagan dan perencanaan personil.Katakunci: kompetensi, sikap, anchors, kinerja
Dampak Paket Kebijakan Otomotif 1999 terhadap Daya Saing Produk C Bahagia, Senator Nur; Priyanto, Bayu
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3372.78 KB)

Abstract

Selama hampir tiga dasa warsa industry otomotif nasional telah tumbuh dan berkembang sehingga mencapai kandungan hampir mencapai 45% untuk kendaraan niaga dan kurang dari 40% untuk kendaraan penumpang pribadi. Perubahan besar telah terjadi dengan adanya krisis ekonomi yang dimulai pada tahun 1997, ditambah lagi dengan kekalahan Indonesia di panel WTO mengenai MOBNAS mengakibatkan berbagai konsekuensi, diantaranya adalah diputuskannya oleh WTO bahwa kebijakan lokalisasi komponen otomotif dengan system insentif tidak boleh diteruskan, regulasi perpajakan dibidang otomotif nasional harus diganti dengan yang adil. Untuk itulah muncul Paket Kebijakan Industri Otomotif 1999. Yang menjadi permasalahan yang akan dikaji adalah bagaimana dampak regulasi 1999 terhadap produk otomotif nasional dan apakah produk nasional khususnya produk “C” masih bisa bertahan dalam persaingan setelah regulasi 1999 tersebut berlaku? Untuk mengkaji masalah ini pendekatan yang digunakan adalah analisis sistem rantai nilai (Value Chain System). Hasil kajian menunjukan bahwa regulasi tidak menimbulkan dampak yang berarti bagi penurunan biaya proses perakitan “C” di dalam negeri, tetapi sangat berarti dampaknya bagi produk CBU. Dengan penurunan bea masuknya membuat harga produk CBU di tangan konsumen menjadi jauh lebih rendah dibanding sebelum regulasi, hal ini membuat struktur pasar diperkirakan dapat bergeser ke produk CBU, khususnya untuk produk yang volume permintaan konsumennya rendah. Dampak terhadap persaingan baru pasca regulasi ditentukan oleh citra produk dan Nilai Tukar. Munculnya pesaing baru dalam bentuk CBU diperkirakan akan lebih banyak merebut pangsa pasar dari kelompok produk yang berada di papan bawah dibanding menyedot dari produk yang berada di posisi citra yang jauh lebih tinggi seperti produk 'C'.Katakunci: Otomotif, Deregulasi, Value Chain dan Persaingan
Internet Banking di Indonesia Atorf, Nasser; Sugiarto, Agus; Fiscallutfi, Irnal; Isnaeni, Mirza Yuniar
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4900.732 KB)

Abstract

Perkembangan pelayanan jasa-jasa perbankan yang dilakukan melalui internet semakin berkembang seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang semakin cepat. Faktor inovasi produk dan perkembangan teknologi sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan perkembangan industri perbankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga menjadi lebih cepat, bagus dan efisien. Namun demikian, masalah keamanan bertransaksi serta perlindungan nasabah menjadi perhatian tersendiri untuk pengembangan internet banking ke depan, terutama karena tidak adanya kepastian hokum bagi nasabah dimana belum terdapat suatu bentuk pengaturan atas kegiatan internet di Indonesia. Masalah keamanan tidak hanya untuk kepentingan nasabah tetapi juga untuk kepentingan bank penyelenggara internet banking itu sendiri maupun industri perbankan secara keseluruhan. Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas bank sangat berkepentingan untuk menjaga agar bank-bank pelaksana internet banking senantiasa menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian dalam perbankan (prudential banking operation), manajemen resiko dan perlindungan terhadap nasabah (customer protection) dalam penyelenggaran jasa perbankan melalui internet mengingat ketergantungan terhadap teknologi dan pihak ketiga sangat tinggi. Kajian mengenai internet banking ini nantinya akan menjadi bahan penyusunan pedoman serta dasar pemikiran dalam pembuatan ketentuan atau peraturan mengenai internet banking di Indonesia.Katakunci: website, Prudential Banking Operation, Risk Management, Customer Protection
Faktor Penghalang dan Faktor Pembangun Keinginan Berwirausaha Istiyanto, A Imam
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.721 KB)

Abstract

Pada tahap awal dari proses menjadi wirausahawan calon wirausahawan merasakan sejumlah Faktor Pembangun dan Faktor Penghalang. Apabila dalam perkembangannya intensitas pengaruh Faktor Penghalang menurun dan intensitas pengaruh Faktor Pembangun meningkat maka orang lebih mudah mendirikan usaha. Penelitian dengan menggunakan faktor yang dikemukakan oleh P. Richardson dan L Clarke. Pengambilan sampel dilakukan di kodya Bandung dengan obyek yang dikaji adalah para entrepreneur yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang tidak pernah bekerja sebelumnya dan pernah bekerja sebelumnya. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya kesesuaian antara model dan penelitian mengenai Faktor-Faktor Penghalang dan Faktor- Faktor Pembangun dalam berwirausaha. Kecenderungan profil yang dominan terhadap kepemilikan Faktor Penghalang dan Faktor Pembangun menunjukkan bahwa untuk kelompok yang tidak pernah bekerja sebelumnnya adalah: jenis kelamin pria, pekerjaan ibu wirausaha, dan tidak mempunyai pengalaman berorganisasi. Sedangkan untuk kelompok yang pernah bekerja sebelumnya adalah: usia 36-50 tahun, pekerjaan ibu wirausaha dan mempunyai pengalaman berorganisasi.Katakunci: Faktor Penghalang, Faktor Pembangun, Kecenderungan Profil
Uji Empirik Kualitas Jalur Transformasi Pengetahuan Tim/Organisasi Belajar Tjakraatmadja, Jann Hidajat
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studio Manajemen TI, Institut Teknologi Bandung Pada paper ini, organisasi belajar didefinisikan sebagai organisasi yang mampu melakukan proses transformasi pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari individu belajar menjadi organisasi belajar untuk menghasilkan modal maya organisasi. Tjakraatmadja (2001) menyatakan bahwa organisasi belajar membutuhkan 3 pilar belajar, yaitu (1) Pilar proses belajar mandiri, (2) Pilar jalur transformasi pengetahuan, dan (3) Pilar proses belajar tim/organisasi. Paper ini akan membahas syarat kedua, yaitu konsep dan kajian empiric dari kualitas jalur transformasi pengetahuan, yang berfungsi untuk mentranformasikan pengetahuan, dari proses belajar mandiri menjadi proses belajar tim/organisasi. Tanpa jalur transformasi pengetahuan (media belajar tim/organisasional), kerja keras dan komitmen individu tidak akan menghasilkan nilai tambah signifikan pada organisasi (Kofman & Senge, 1993). Studi empiric dilakukan untuk menguji kualitas jalur transformasi di Sembilan (group) perusahaan nasional, serta menguji pengaruh factor rasa saling percaya terhadap perbaikan kualitas jalur transformasi pengetahuan tersebut. Studi empirik membuktikan bahwa rasa saling percaya dapat memperbaiki kualitas jalur transformasi pengetahuan, sebagai media belajar tim/organisasional.Katakunci: manusia dewasa, jalur transformasi pengetahuan, individu belajar dan organisasi belajar
aaaa
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 1, Juni 2002
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

a

Page 1 of 1 | Total Record : 6