cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
arsip_jurnal@unpand.ac.id
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
arsip_jurnal@unpand.ac.id
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No.1, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal (ArsiP)
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 28080912     EISSN : 28080637     DOI : https://doi.org/10.54325/arsip.v1i1
Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Pandanaran. Sebagai media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan S1 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran Semarang
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND" : 6 Documents clear
IDENTIFICATION OF COLONIAL ARCHITECTURAL STYLE IN MAJAPAHIT HOTEL BUILDING AND SURABAYA YOUTH CENTER IDENTIFIKASI LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN HOTEL MAJAPAHIT DAN BALAI PEMUDA SURABAYA Bryan Richard; Josephine Roosandriantini
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.38

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan arsitektur yang memadukan antara budaya barat dan timur dan digunakan sebagai tempat tinggal bangsa Belanda di Inedonesia.Arsitektur ini sendiri berjaya dari tahun 1920-1940 dan menghasilan beberapa bangunan salah satunya adalah hotel majapahit dan Balai Pemuda di Surabaya.Tujuan penelitian sendiri untuk mengidentifikasi arsitektur kolonial pada bangunan hotel Majapahait dan Balai pemuda Surabaya dengan metode literatur dan survei dan berdasarkan hasil analisa bangunan hotel Majapahit dan Balai Pemuda termasuk arsitektur kolonial dikarenakan adanya ciri-ciri arsitektur kolonial yang sangat kental seperti gavel, tower, dormer, tympannon, ballustrade, bouvenlicht, windwijzer, nok Acroterie dan geveltoppe
REDESIGN OF THE FLOATING MARKET TOURISM AREA WITH THE NEO VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH IN LOK BAINTAN, SOUTH KALIMANTAN REDESAIN KAWASAN WISATA PASAR TERAPUNG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI LOK BAINTAN KALIMANTAN SELATAN Abdurrahman; Mutiawati Mandaka; Carina Sarasati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.41

Abstract

Pasar Terapung adalah sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitas jual beli dilakukan diatas air menggunakan perahu atau jukung. Pasar Terapung sudah ada sejak dahulu, sejak masa perdagangan masih menggunakan barter hingga sekarang. Pasar Terapung tidak hanya tempat dimana produk – produk pedesaan di perjual belikan tapi juga merupakan pemandangan unik. Salah satu pelestarian seni budaya tradisional yang perlu diperhatikan keberlanjutannya adalah keberlanjutan wisata pasar terapung, salah satu bentuk adaptasi manusia terhadap keunikan lingkungan geografis yang menonjol di Kalimantan Selatan. Banyak perkampungan dan pemukiman dibangun di sepanjang sungai oleh penduduk asli suku Banjar di Kalimantan Selatan. Keadaan ini membuat kehidupan sungai menjadi salah satu ciri yang menonjol dari masyarakat Banjar. Di pasar yang unik ini pedagang dan pembeli melakukan transaksi di atas air dengan menggunakan perahu besar maupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok. Pasar terapung merupakan sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitas jual beli dilakukan di atas sungai menggunakan perahu atau jukung. Pasar terapung sejak masa perdagangan masih menggunakan sistem barter hingga sekarang.
DESIGN OF WORKERS FLATS COMPLEX IN CANDI INDUSTRIAL AREA WITH NEO-VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH IN SEMARANG PERANCANGAN KOMPLEK RUMAH SUSUN PEKERJA KAWASAN INDUSTRI CANDI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR DI SEMARAN Muhammad Tian Ichsanudin; Carina Sarasati; Adi Sasmito
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.42

Abstract

Kawasan industri adalah kawasan yang berisi berbagai macam kegiatan indutri dan berdampak menarik banyak pekerja asing maupun pekerja lokal. Kegiatan dikawasan indutri harus memikirkan hunian atau tempat tinggal pekerja. Besarnya lahan yang dibutuhkan untik kawasan industri membuat lahan untuk hunian atau tempat tinggal menjadi menyempit. Dibutuhkan solusi hunian yng nyaman dan aman dan layak huni bagi pekerja kawasan industri. Perancangan kaliini akan mendisain kawasan hunian yang nyaman bagi pekerja di Kawasan Industri Candi. Sesuai dengan Pemerintah dan standat Pembuatan Rumah Layak Huni mebuat metode rencana bangunan rumah vertikal / rumah susun menjadi solusi bagi pekerja. Sesuai kreteria rusun harus memiliki fasilitas dan kenaymanan bagi penghuninya dengan biyaya sesuai APBN dan APBD setempat selain hunian nyaman dan aman harsu terjangkau bagi pekerja di Kawasan Industri Candi. Selain hunian terjangkau kawasan hunian ini harus memikirkan keamanan dari penghuni dengan pendekatan desain yang ramah lingkungan dan harus memikirkan estetika dari bangunan rusun dengan pendekatan arsitektur Neo- Vernakular. Desain ramahlingkungan membuat kawasan industri menjadi lebih nyaman dan aman dan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular diharapkan hunian menjadi lebih menarik dan lebih membuat lingkungan sepeti pada daerah setempat yang kental kebudayaannya namun mengunakan material daur ulang untuk menekan biaya produsi karena memanfatkan limbah produksi.
SOBOKARTI JAVANESE DANCE CENTER IN SEMARANG WITH VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN PUSAT KESENIAN TARI JAWA SOBOKARTI DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR Rinaldhi Bayu Saputra; Gatoet Wardianto; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.43

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang sangat heterogen dalam bebagai unsur tak terkecuali bidang kebudayaan dan kesenian. Terdapat salah satu bangunan yang berfungsi sebagai bangunan pertunjukan kesenian yaitu Gedung Sobokartti yang dibangun pada tahun 1920. Pada tahun 1992, dengan SK No. 646/50 Walikota Tingkat II Semarang tentang Perlindungan Bangunan Purbakala atau Bersejarah di Kotamadya Tingkat II, Gedung Sobokartti ditetapkan sebagai Cagar Budaya. semarang. Fasilitas yang terdapat di Gedung Sobokartti belum dapat memfasilitasi secara maksimal kegiatan kesenian yang diselenggarakan, serta adanya bangunan ruko yang berada di depan gedung sobokartti namun kegiatan perekonomian yang ada di dalamnya kurang berkembang. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mendapatkan landasan konseptual dalam perancangan Bangunan Sobokartti yang sesuai dengan pendekatan yang akan digunakan pada bangunan. Serta diharapkan dapat menjadi salah satu pusat kesenian yang berada di kota Semarang, khususnya seni pertunjukan tari khas jawa. Metode yang digunakan yaitu menganalisis lokasi tapak, analisa kebisingan, analisa klimatologi, analisa aksesbilitas, dan analisa vegetasi. Dalam perancangan Pusat Kesenian Tari Jawa Sobokarti di Semarang dengan Pendekatan Arsitektuer Vernakular. Adapun bentuk fasad yang ingin ditonjolkan dengan dasar langgam arsitektur vernakular yang berusaha memperlihatkan ciri khas dan jati diri dari bangunan tersebut.
DESIGN OF TYPE A TOLL ROAD REST AREA WITH NEO VERNACULAR ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN REST AREA JALAN TOL TIPE A DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Rubertus Fredi Saputro; Gatoet Wardianto; Taufiq Rizza Nuzuluddin
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.44

Abstract

Semakin banyaknya kendaraan yang menggunakan jalan tol sebagai jalur utama transportasi darat tidak lepas dari dampak negatif yaitu banyak terjadi kecelakaan salah satunya akibat kelelahan. Oleh karena itu perlu adanya tempat istirahat baik bagi pengguna jalan maupun kendaraannya. Penerapan design arsitektur neo vernacular pada rest area diharapkan akan menarik daya minat pengunjung sekaligus menjadi sarana pelestari budaya daerah.
DESIGN OF INDUSTRIAL TUNA PROCESSING WITH A FUTURISTIC ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN TUNA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Iqbal Rizkianas Aprilian Rizki; Andarita Rolalisasi
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.46

Abstract

Kabupaten Pacitan adalah salah satu wilayah di bagian selatan Jawa Timur yang memiliki keunggulan pada sektor perikanan. Namun pada kenyataanya pemanfaatan sektor perikanan khususnya ikan tuna masih belum sepenuhnya mampu berperan serta meningkatkan perekonomian wilayah tersebut secara optimal. Hal ini salah satunya terjadi dikarenakan pemanfaatan hasil perikanan tangkap maupun budidaya masih terbatas. Pengolahan hasil perikanan saat ini hanya dilakukan oleh indusri rumahan berskala kecil. Maka dari itu, berawal dari permasalahan yang terjadi maka dibutuhkan suatu fasilitas untuk mewadahi kegiatan pengolahan ikan tuna agar meningkatkan nilai jual serta mampu membantu meningkatkan perekonomian dalam bidang perikanan tangkap masyarakat di Kabupaten Pacitan. Fasilitas pengolahan ikan tuna dalam perancangan ini merupakan fasilitas pengolahan yang  memproduksi loin ikan tuna. Dalam fasilitas pengolahan ikan tuna tersebut tidak hanya terdapat kegiatan produksi melainkan juga menampung kegiatan penelitian terkait produksi ikan tuna serta hal-hal terkait kualitas ikan tuna,fasilitas penunjang  dan juga kegiatan perkantoran terkait produksi tersebut. Konsep futuristik dalam arsitektur yaitu suatu konsep bangunan yang mengacu pada masa depan, fleksibel, bentuk yang bebas dengan menggunakan bahan-bahan terkini yang estetis, inovatif dan ramah lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6