cover
Contact Name
Nur Aini Rakhmawati
Contact Email
halal-journal@its.ac.id
Phone
+6282137357003
Journal Mail Official
halal-journal@its.ac.id
Editorial Address
Kantor Pusat Kajian Halal Gedung Research Center lt 7 Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Halal Research Journal
ISSN : -     EISSN : 27759970     DOI : https://doi.org/10.12962/j22759970.v1i1
Halal Research (HR) is a scientific journal published by the Halal Center Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. This journal contains scientific papers from Academics, Researchers, and Practitioners about research on halal and shariah. This journal is published twice a year in February and August. The paper is an original script and has a research base on halal and shariah. We accept an article either in Bahasa or English. The scope of the paper includes several studies but is not limited to the following research: • Halal Food and Product • Halal Medicine • Halal Tourism • Halal Lifestyle • Halal Education • Halal Management • Halal Industry • and other related topics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): July" : 5 Documents clear
Kajian Penelusuran Produk Halal Kornet Daging Sapi Safitri, Amelia; Fahmi, Mohammad Zakki; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 2 No 2 (2022): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.vi.194

Abstract

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama islam. Islam telah mengajarkan bahwa dalam keseharian diwajibkan mengkonsumsi makanan halal. Halal dapat ditentukan melalui beberapa metode, salah satunya dengan metode pendekatan telusur halal atau traceability. Traceability bertujuan untuk melihat asal bahan baku, proses pengolahan hingga produk yang dihasilkan sebagai kriteria mendapatkan sertifikasi halal. Sertifikasi Halal adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang berguna sebagai informasi dan kenyamanan demi terjaganya produk-produk yang halal utuk dikonsumsi oleh masyarakat sebagai konsumen terutama konsumen yang beragama Islam sesuai dengan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Kornet daging merupakan bahan makanan yang mudah diolah dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kornet daging sapi terdiri atas beberapa merk dengan komposisi yang berbeda-beda dari bahan baku, bahan tambahan hingga bahan penolongnya. Hasil penelusuran diperoleh adanya bahan yang termasuk titik kritis dan non titik kritis baik untuk produk dalam negri maupun luar negri yang telah diakui dan belum diakui oleh Majelis Ulama Indonesia.
The Maqoshid Sharia And The Importance Of Consuming Halal Food Products For Z Muslim Generation: Halal food and product Herindar, Evania
Halal Research Vol 2 No 2 (2022): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v2i2.236

Abstract

This study aims to see the effect of halal awareness and halal certification on purchasing decisions of halal food products with purchase intention as an intervening variable. In addition, this study also explains maqashid sharia on halal food products in terms of the five basic principles of maqshid sharia and their level of need. The method used in this research is path analysis by taking 151 respondents (generation Z) as the research sample drawn based on purposive sampling with a significant level of 5%. The results showed that halal awareness and halal certification positively and significantly affected buying interest. Furthermore, only halal certification and purchase intention completely and significantly affect purchasing decisions. In this study, buying interest is an intervening variable. Maqosid sharia halal food products is a shari'a goal that is ordered to consume halal food based on five main elements; hifdzud din (maintaining religion), hifdzun-nafs (guarding the soul), hifdzul-'aql (guarding reason), hifdzun nasl (keeping offspring), and hifdzul mal (maintaining the property), and considering the level of human needs, dharuriyyat (immediate needs), hajiyat (secondary needs), and tahsiniyat (tertiary needs). The implications of this research, especially for producers to carry out halal certification on their products because Z Muslim generation also aware of the importance of the halal logo when they want to buy a food product. In addition, this research is also helpful for further researchers who are interested in researching halal products by adding other variables.
Prinsip-Prinsip Bahan Tambahan Pangan Yang Memenuhi Syarat Halal: Alternatif Penyedap Rasa Untuk Industri Makanan Halal Perdani, Claudia; Mawarni, Ruli Retno; Mahmudah , Liayati; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 2 No 2 (2022): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v2i2.419

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam sekitar 87%, sehingga permintaan produk halal di Indonesia juga cukup besar. Makanan halal merupakan makanan bergizi yang tidak mengandung bahan maupun unsur yang dilarang atau haram untuk dikonsumsi baik bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong, termasuk didalamnya adalah penyedap rasa. Perkembangan industri penyedap rasa makanan di Indonesia terlihat semakin banyak diminati oleh masyarakat. Tujuan dari review ini adalah untuk meringkas prinsip-prinsip dasar memproduksi penyedap rasa serta memahami titik kendali dalam produksi penyedap rasa agar dapat meningkatkan jangkauan produk makanan halal. Dengan adanya informasi ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam menentukan penyedap rasa yang sesuai dengan kebutuhan produk dan dapat memenuhi persyaratan kehalalan yang berlaku di Indonesia. Penyedap rasa dapat dibuat melalui berbagai proses baik enzimatis, kimiawi maupun sintesis mikroorganisme, dimana dalam review ini disajikan daftar titik kritis halal penyedap rasa dari setiap proses. Konsumen muslim sebaiknya memperhatikan apakah penyedap rasa tersebut berbasis hewani atau nabati, jika berbasis hewani maka harus memperhatikan sumber hewannya apakah berasal dari hewan yang halal dan proses penyembelihannya sesuai kaidah islam. Sedangkan untuk bahan nabati relatif lebih minim untuk titik kritisnya. Untuk penyedap rasa berbasis proses enzimatis dan hasil sintesis mikroorganisme sebaiknya dipilih yang telah memiliki sertifikat halal, komponen tersebut harus berasal dari sumber yang halal.
Aplikasi Kitosan berbasis Kulit Udang Sebagai Alternatif Subtitusi Lilin Pelapis dalam Rangka Peningkatan Umur Simpan Buah-Buahan: A Review Rohmah, Aisyah Alifatul Zahidah; Fajrin, Alifah Nur Aini; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 2 No 2 (2022): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v2i2.420

Abstract

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama islam, pasar pangan di Indonesia sangat erat kaitannya dengan hukum halal haram. Salah satu pangan yang kerap dikonsumsi adalah buah-buahan, namun dengan karakternya yang mudah rusak dan membusuk, diperlukan suatu pelapis yang berperan sebagai pengawet untuk memperpanjang usia simpan buah-buahan tersebut termasuk dengan melapisi menggunakan lilin pelapis. Lilin pelapis dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi terus menerus sehingga tidak memenuhi syarat thayyib. Kitosan dari kulit udang dapat menjadi alternatif pengganti lilin pelapis karena dibuat dari bahan halal dan aman bagi tubuh. Kitosan dapat diproduksi secara enzimatis dan kimiawi. Proses pengkajian halal telah dilakukan baik dengan metode produksi secara enzimatik maupun kimiawi dimana keduanya memiliki beberapa titik kritis pada bahan yang digunakan yaitu pada komposisi bahan media untuk fermentasi untuk proses enzimatik dan pada penggunaan ionic liquids beserta etanol untuk proses kimiawi.
Titik Kritis Halal Olahan Natural Products sebagai Bahan Aditif Pangan Mahardika, Gading Bagus; Nahara, Anisa Ridha; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 2 No 2 (2022): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v2i2.424

Abstract

Produk alam tersedia di alam bebas dengan jumlah dan manfaat yang beragam. Industri pangan menjadi industri dengan kebutuhan terbesar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Beberapa bahan tambahan pangan yang diambil dari produk alam sering ditambahkan dalam proses pengolahan untuk membentuk cita rasa nikmat dan menarik konsumen. Titik kritis halal sangat penting diperhatikan dalam mengolah makanan dengan meninjau tujuan penambahan bahan pangan, sumber bahan tambahan pangan tersebut, dan cara pengolahan bahan tambahan pangan. Pada artikel ini mengulas dan mempelajari kandungan dari natural product yang meliputi antioksidan, oleoresin, pewarna, dan seasoning; memilah dan memilih potensi kandungan bahan haram yang ada dalam bahan-bahan tersebut; hingga mampu mempertimbangkan solusi substitusi bahan haram. Halal menjadi sebuah keharusan dalam produk makanan di Indonesia dan diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk melindungi umat muslim yang wajib makan makanan halal. Bahan-bahan makanan pun juga harus dijamin kehalalannya supaya produk akhir dapat diberi label halal. Penelitian lebih lanjut diperlukan apabila muncul potensi penggunaan barang non-halal untuk produk-produk bahan alam tersebut. Olahan produk alami meliputi antioksidan, oleoresin, pewarna, dan seasoning memiliki titik kritis masing-masing. Titik kritis kehalalan bahan tambahan pangan dapat ditinjau berdasarkan tujuan pemakaiannya, sumber bahan bakunya, dan cara pengolahannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5