cover
Contact Name
WAHYU FITRINA DEFI
Contact Email
mataazir@stain-madina.ac.id
Phone
+6282384551853
Journal Mail Official
mataazir@stain-madina.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Andi Hakim Nasution, Panyabungan 22978 Kabupaten Madina Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Mandailing Natal
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
MATAAZIR (Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan)
ISSN : 27222640     EISSN : 2721821X     DOI : -
Core Subject : Education,
Maatazir adalah jurnal iliah berkala yang diterbtkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal. Jurnal ini berfokus pada studi tentang Ilmu Manajemen Pendidikan Islam atau Manajemen Pendidikan secara general melalui penelitian berbasis riset dan penelitian non riset/literatur kepustakaan. Dewan editorial menyambut kontribusi dalam bentuk artikel dari ilmuwan, cendekiawan, profesional, mahasiswa pascasarjana dan peneliti dalam disiplin Manajemen Pendidikan Islam/Manajemen Pendidikan yang akan diterbitkan dua kali dalam sethun ( Juli dan Januari) dan disebarluaskan setelah melalui mekanisme pemilihan naskah, studi mitra berkelanjutan, dan proses penyuntingan.
Articles 123 Documents
Keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SD 140 Batang Gadis Mutiara Ali Nasution
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/xe2nnw58

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keterampilan gu mengelola kelas pada mata pelajaran Bahasa Indoensia di SD 140 Batang Gadis sudah tampak terampil, yang mana hal tersebut didapatkan dari hasil penelitian, yaitu: pertama, dari segi mengelola kondisi kelas yang meliputi pengelolaan kebersihan kelas, pengaturan tempat duduk dengan format kolom dan baris, penempatan poster /gambar/media pendidikan mudah terlihat dan rapi, tetapi dari segi pengaturan udara, masih kurang terampil karena dari upaya guru Bahasa Indonesia tersebut membuat beberapa siswa tidak nyaman. Kedua, dari segi sikap tanggap yang mana dari segi ini guru senantiasa tanggap terhadap aktivitas siswa, ketiga dari segi pemberian perhatian kelompok, guru memberi perhatian yang sama kepada setiap siswa tanpa membedakan-bedakannya, keempat keterampilan memberi petunjuk dan tujuan yang jelas juga sudah dilakukannya dan didukung oleh penggunaan bahasa yang jelas, kelima keterampilan dari segi memberi teguran, guru pun sudah terampil karena telah memberikan teguran dengan baik dan tidak mempermalukan siswa, sementara dalam memberi penguatan dilakukan dengan memberi pujian dan motivasi kepada siswa; 2) Kendala guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas SD 140 Batang Gadis, yakni sistem kurikulum yang selalu berubah, keterbatasan guru yang menguasai sistem pembelajaran K13, kemudian faktor siswa itu sendiri dan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMK Negeri 1 Siabu Sukhro; Devi Kartika; Rizky Andina
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/d1cz5736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dalam pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Negeri 1 Siabu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang didukung oleh dokumentasi yang relevan. Fokus penelitian meliputi perencanaan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan, rekrutmen dan seleksi, pembagian tugas, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, serta peningkatan mutu sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMT telah diterapkan melalui perencanaan kebutuhan secara berkala berdasarkan jumlah peserta didik, kebutuhan mata pelajaran, dan ketersediaan sumber daya manusia. Rekrutmen dan penempatan dilakukan sesuai kompetensi dan latar belakang pendidikan. Pengembangan profesional dilaksanakan melalui pelatihan, workshop, seminar, dan MGMP. Evaluasi kinerja dilakukan melalui supervisi, observasi pembelajaran, dan penilaian administrasi. Sistem penghargaan dan sanksi serta pembinaan berkelanjutan diterapkan untuk meningkatkan disiplin dan motivasi kerja. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan guru, penguasaan teknologi yang belum merata, dan beban administrasi, sekolah mengatasinya melalui pelatihan, koordinasi, dan optimalisasi pembagian tugas. Secara keseluruhan, implementasi MMT berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan pendidikan di SMK Negeri 1 Siabu.
Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Kebersihan Lingkungan di SDN 142 Huta Baringin Kecamatan Panyabungan Barat irma
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/p94fp883

Abstract

Kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana lingkungan belajar yang aman dan nyaman, namun kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan masih menjadi permasalahan di berbagai sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah di SDN 142 Huta Baringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar serta guru sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, seperti membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan kegiatan piket kelas. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya konsisten, karena masih terdapat siswa yang membuang sampah sembarangan dan kurang aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi siswa dalam kegiatan kebersihan, seperti piket kelas dan gotong royong, tergolong baik dan menjadi faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih. Selain itu, peran guru dan ketersediaan fasilitas juga berpengaruh terhadap perilaku siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah berada pada kategori cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan, penguatan, dan pembinaan secara berkelanjutan.

Page 13 of 13 | Total Record : 123