cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020): Tekstur" : 16 Documents clear
Konsep Desain Eko-Wisata Bahari Tlocor di Sidoarjo, Jawa Timur Ratih, Nur Wahyu Adelia; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.384 KB) | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.882

Abstract

Abstract. Tourism is one of the largest industrial sectors and is the fastest growing economic sector in the world. Based on this, many developed and developing countries competed in developing tourism objects because they could have a wide-ranging impact, including Indonesia. Indonesia is an archipelago surrounded by territorial waters that has the potential to be developed into a coastal tourism object area. Tourism objects in the coastal area can be an attraction because of its natural beauty. One of them is located in Sidoarjo. Maritime tourism is the main attraction in Sidoarjo not only because of its natural beauty but also quite unique. Where one of them is Wisata Bahari Tlocor, which is located in Telocor, Tanjungsari, Kupang, Jabon Sub-District, Sidoarjo District. Wisata Bahari Tlocor has an island or what is commonly known, Pulau Lusi. Pulau Lusi is an artificial island formed from the Sidoarjo mud deposit which is discharged into the sea by direct disposal through the Sungai Porong. Thus, the title of Tlocor Marine Ecotourism Concept Design was drawn, in Sidoarjo, East Java. In its planning, this Marine Eco-Tourism Design will later use environmental-oriented architectural themes with the concept of creative architecture. The concept of micro ecology which will be applied to land use. The adaptive micro concept of river waters will be used as a concept of building shape, and the concept of micro pragmatic for spatial planning, which will later be the answer to the problems that exist in the building and make visitors more comfortable.Keywords : Maritime, Tourism, Tlocor, a Tour Abstrak. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri terbesar dan menjadi sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat di dunia. Berdasarkan hal tersebut banyak negara maju dan berkembang berlombalomba dalam mengembangkan obyek pariwisata karena dapat memberikan dampak yang bersifat luas termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dikelilingi wilayah perairan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan objek pariwisata pesisir. Obyek pariwisata di kawasan pesisir dapat menjadi daya tarik karena keindahan alamnya.  Salah satunya yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Wisata bahari yang menjadi daya tarik di Sidoarjo bukan hanya karena keindahan alamnya saja tetapi terbilang juga cukup unik. Dimana salah satunya adalah Wisata Bahari Tlocor, yang berlokasi di Telocor, Tanjungsari, Kupang, Kecamatan Jabon Sidoarjo. Wisata Bahari Tlocor ini didalamnya terdapat pulau atau yang biasa dikenal, Pulau Lusi, Pulau Lusi merupakan pulau buatan yang terbentuk dari endapan lumpur Sidoarjo yang dibuang ke laut dengan proses pembuangan langsung melalui sungai porong. Maka, ditariklah judul Konsep Desain Eko-wisata Bahari Tlocor, di Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam perencanaannya, Desain Eko-Wisata Bahari ini nantinya akan menggunakan tema arsitektur berwawasan lingkungan dengan konsep berupa arsitektur rekreatif. Konsep mikro ekologi yang dimana akan diterapkan pada tata lahan. Konsep mikro adaptif dari perairan sungai akan digunakan sebagai konsep bentuk bangunan, dan konsep mikro pragmatik untuk tata ruang, dimana nantinya akan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada pada bangunan dan membuat pengunjung lebih nyaman.Kata Kunci : Bahari, Pariwisata, Tlocor, Wisata
Konsep Desain Arsitektur Vernakular untuk Terminal Tipe-B di Sidoarjo Santoso, Sri Rama; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.887

Abstract

Abstract. Terminal is a place to drop and pick passengers up and also arrange for the arrival and departure of public transport. The problem that arises is that Sidoarjo Regency is one of the cities  in  East  Java  Province  which  is  beginning  to  experience  the  development  of  social activities  but  does  not  yet  have  the  availability  of  adequate  transportation  facilities  and infrastructure. Sidoarjo Regency currently has only one terminal (Larangan Terminal) in the city.  Terminal  access  is  no  longer  in  a  strategic  area  for  urban  transport  transportation. Facilities and capacity of the existing terminal is inadequate and even looks stalled and not maintained. Many fleets do not meet the standards and not many operate. The method used in  the  preparation  of  this  architectural  concept  is  analysis  through  comparative  studies  of literature, field, interviews and documentation. The lack of quality of existing facilities at the terminal  is  currently  the  reason  and  my  motivation  to  aim  at  planning  and  designing  the Sidoarjo b-type terminal. The benefit is the object can increase the attractiveness of the people of Sidoarjo to use mass transportation so that it can indirectly reduce the volume of congestion due to the increasing use of private vehicles. Keywords: Terminal, Transportation, Vehicle, Sidoarjo. Abstrak.Terminal  angkutan  penumpang  merupakan  tempat  untuk  menurunkan  dan  menaikkan penumpang  serta  mengatur  kedatangan  dan  keberangkatan  kendaraan  umum. Permasalahan yang timbul adalah Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang mulai mengalami perkembangan aktivitas kemasyarakatan namun belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai. Kabupaten Sidoarjo  saat  ini  hanya  memiliki  satu  terminal  (Terminal  Larangan)  di  dalam  kota.  Akses terminal sudah tidak lagi berada di area yang strategis untuk alur transportasi angkutan kota. Fasilitas dan kapasitas terminal yang ada tidak memadai bahkan terlihat mangkrak dan tidak terawat.  Armada  banyak  yang  tidak  memenuhi  standar  dan  tidak  banyak  yang  beroperasi. Metode yang di lakukan dalam penyusunan konsep arsitektur ini adalah analisis melalui studi banding literatur, lapangan, interview dan dokumentasi. Minimnya kualitas fasilitas yang ada pada terminal saat ini menjadi alasan serta motivasi saya untuk bertujuan merencanakan dan merancang terminal tipe-b Sidoarjo. Manfaatnya agar objek tersebut mampu meningkatkan daya  tarik  masyarakat  Sidoarjo  untuk  menggunakan  transportasi  massal  sehingga  secara tidak langsung dapat mengurangi volume kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat.Kata Kunci: Terminal, Transportasi, Kendaraan, Sidoarjo.
Theraupetic sebagai Konsep Desain Fasilitas untuk Lansia Dimensia di Sidoarjo, Jawa Timur Yanuar, Dimas Audri; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.883

Abstract

Abstract. Elderly (elderly) is someone who is categorized in an age that reaches the age of 60 years or more. With age the physical ability and motor ability of a person also decreases. Reporting from the data of the demographic affairs office of Sidoarjo district in November 2019, the number of elderly population reached 270,881 inhabitants. With increasing age, the level of memory in the brain decreases which result in senility (dementia). Generally, the elderly are placed in a nursing home where their daily activities are limited so that elderly people in nursing home experienced stress and cause dementia to get worse. Dementia is considered prevalent in most communities, so the people with dementia are not early detected. Dementia is divided into 4 types, namely: Alzheimer, Lewy Body, Vascular and Parkinson. Each type of dementia has different treatment so the therapy process can run effectively. In the process of planning and designing a therapeutic complex for elderly people with dementia in the Sidoarjo District are applying the rules of behavior architectural themes in which each dementia complex has different facilities and it's assessed based on the user. Also, helping government programs written in the Sidoarjo district regional regulation number 4 of 2010 regarding Elderly Welfare, The government is obliged to provide services and social protection for the elderly so that they can actualize and enjoy a decent standard of living.Keywoards : Theraupetic, Elderly, Dementia Abstrak. Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang dikategorikan dalam usia yang mencapai usia 60 tahun atau lebih. Dengan seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik dan kemampuan motorik seseorang juga menurun. Dilansir dari data dispenduk kabupaten sidoarjo November 2019, jumlah penduduk lansia mencapai 270.881 jiwa. Dengan bertambahnya usia, tingkat memori dalam otak akan semakin menurun yang mengakibatkan kepikunan (demensia). Umumnya, lansia ditempatkan pada sebuah panti jompo yang mana kegiatan sehari-harinya dibatasi sehingga banyak lansia yang berada di dalam panti jompo mengalami stress dan menyebabkan penyakit demensia semakin memburuk. Kepikunan dianggap hal lazim pada sebagian besar masyarakat, sehingga penderita demensia tidak terdeteksi sejak dini. Demensia dibagi menjadi 4 jenis, yaitu : Alzheimer, Lewy Body, Vaskuler dan Parkinson. Setiap jenis demensia memiliki penanganan yang berbeda agar proses terapi bisa berjalan dengan efektif. Pada proses perencanaan dan perancangan kompleks therapeutic untuk lansia demensia di kabupaten sidoarjo menerapkan kaidah-kaidah tema arsitektur perilaku dimana pada setiap kompleks demensia memiliki fasilitas yang berbeda dan dikaji berdasarkan pengguna. Serta, membantu program pemerintah yang tertulis berdasarkan peraturan daerah kabupaten Sidoarjo Nomor 4 Tahun 2010 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi lansia agar mereka dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang layak.Kata Kunci : Theraupetic, Lansia, Demensia
Konsep Desain Kantor Bupati Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutai Tengah Hidayat, Al Priyadi; Sulistyo, Broto Wahyono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.888

Abstract

Abstract. To carry out a "new autonomous region" expansion program or abbreviated as DOB Central Kutai requires administrative preparations and physically covers areas that will be part of the government, sufficient population, and buildings which will later become places for government management led by government The Regent with all his ownership belongs to the state. The regent's office building is an absolute necessity as a place of work or a symbol of the area, buildings with floating architectural systems that are designed in swampy areas with a certain time will experience very high floods and long flooding duration even up to 2 months which can result in the cessation of activities the economy and activities of the local community, indirectly the function and impact of the building in a sustainable manner. The organizational pattern in the building is a centralized formation to clarify the circulation of officials in the office building of the regent, the people who carry out the administration process and the guest of honor. In the building will also apply a dynamic design friendly to visitors.Keywords: Center Kutai, Dynamic, Floating, Sustainable, Swampy, The Regent. Abstrak. Untuk menjalankan sebuah program pemekaran daerah otonomi baru atau disingkat menjadi DOB Kutai Tengah memerlukan persiapan dari segi administratif dan secara fisik mencakup daerah yang akan menjadi bagian dari pemerintahan, jumlah penduduk yang mencukupi, maupun bangunan yang nantinya akan menjadi tempat kepengurusan pemerintah yang dipimpin oleh Bupati dengan segala kepemilikannya adalah milik negara. Bangunan kantor bupati merupakan hal mutlak yang diperlukan sebagai tempat bekerja maupun menjadi simbol dari daerah tersebut, bangunan dengan sistem arsitektur terapung yang didesain pada daerah rawa dengan waktu tertentu akan mengalami banjir yang sangat tinggi dan durasi banjir lama bahkan hingga 2 bulan yang dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan perekonomian dan kegiatan masyarakat setempat, secara tidak langsung fungsi dan dampak dari bangunan dengan berkelanjutan. Pola organisasi pada bangunan yaitu bentukan terpusat untuk memperjelas sirkulasi pejabat pada bangunan kantor bupati, masyarakat yang melakukan proses administrasi maupun tamu kehormatan. Pada bangunan juga akan menerapkan bentukan dinamis yang ramah kepada pengunjung.Kata Kunci: Berkelanjutan, Dinamis, Kantor Bupati, Kutai Tengah, Rawa, Terapung.
Tema Post-Modern pada Perencanaan Desain Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit) Joyoboyo sebagai Local Icon di Surabaya Arminda, Dian; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.884

Abstract

Abstract. As we know, Surabaya occupies the second position as a city that has the most populous vehicle volume after Jakarta. Lack of public transportation services makes people choose to use private vehicles and even online transportation which of course will just cause traffic jams. Some things that make people less use public transportation include low levels of comfort, safety, punctuality, and discipline in driving, as well as inadequate transportation. Congestion is triggered by the increasing number of vehicles and is not comparable with the development of existing infrastructure. Of the many problems that have arisen, the central government and regional governments plan for an adequate and mass-based transportation infrastructure namely LRT (Light Rail Transit) that is able to transport passengers in large numbers, fast, and rail-based that is able to give the impression of being safe, comfortable, and clean. Comfort for passengers is not only when riding the LRT train, but at the station. The station is made as comfortable as possible so that it can attract visitors to prefer using public transportation rather than private vehicles or online transportation by providing facilities in the form of commercial areas and other supporting facilities. Macro concept on LRT Station design carries a concept of "Transit in Leisure" and "Iconic". This concept was raised so that visitors feel comfortable when using public transportation such as LRT. So, it can attract the interest of the public to want to move transportation facilities from private transportation and online transportation to public transportation. With the existence of several supporting facilities, it is expected to be a special attraction for the transportation user community. Of course this is done to attract the interest of people in all circles to use public transportation such as LRT. The facilities provided are the presence of green open space, retail, cafeteria, food court, health and spa, playground, and roof garden. This is expected to be able to change the mindset of station users where usually people who are mobile are always as if being chased by time so they feel pressured. With the facilities mentioned above, it is hoped that users can enjoy their mobility more. Creating LRT Station building design with elevated station characteristics requires the main structure that can be used to prioritize reinforcement and sturdiness in LRT Station buildings that are attractively packaged and make LRT Station buildings an icon in Surbaya City is an embodiment of a form to display something new and different from other buildings, but still pay attention to the surrounding environment. So the building has its own charm and becomes a local icon in Surabaya.Keywords: Intermodal Station LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, post modern architecture Abstrak. Seperti yg kita tau, Surabaya menduduki posisi kedua sebagai kota yang memiliki volume kendaraan terpadat setelah Jakarta. Kurangnya layanan transportasi umum membuat masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi bahkan transportasi online yang tentunya sama saja akan menimbulkan kemacetan. Beberapa hal yang membuat masyarakat kurang menggunakan kendaraan umum antara lain rendahnya tingkat kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, dan kedisiplinan dalam berkendara, serta transporasi yang ada belum memadai. Kemacetan dipicu dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat dan tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur yang ada. Dari banyaknya permasalah yang muncul, pemerintah pusat dan pemerintah daerah merencanakan adanya infrastruktur transportasi yang memadai dan berbasis massal yaitu LRT (Light Rail Transit) yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak, cepat, dan berbasis rel yang mampu memberikan kesan aman, nyaman, dan bersih. Kenyaman bagi para penumpang tidak hanya saat menaiki kereta LRT saja, namun pada stasiun. Stasiun dibuat senyaman mungkin sehingga mampu menarik minat pengunjung untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi atau transportasi online dengan menyediakan fasillitas berupa area komersil dan fasilitas penunjang lainnya. Konsep makro pada desain Stasiun LRT mengusung sebuah konsep “Transit In Leisure” dan “Iconic”. Konsep ini diangkat agar para pengunjung merasa nyaman saat menggunakan transportasi umum seperti LRT. Sehingga, dapat menarik minat masyarakat untuk mau berpindah sarana transportasi dari transportasi pribadi dan transportasi online ke transportasi umum. Instalasi beberapa fasilitas penunjang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pengguna transportasi. Tentunya hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam semua kalangan agar menggunakan transportasi umum seperti LRT. Fasilitas yang disediakan yaitu adanya fasilitas ruang terbuka hijau, retail, cafeteria, food court, helat and spa, taman bermain, dan roof garden. Hal ini diharapkan mampu merubah pola pikir pengguna stasiun dimana biasanya orang yang bermobilitas selalu seakan-akan dikejar oleh waktu sehingga merasa tertekan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah disebutkan diatas, diharapkan pengguna dapat lebih menikmati mobilitas mereka. Menciptakan desain bangunan Stasiun LRT dengan memiliki karakteristik stasiun layang membutuhkan struktur utama yang mampu digunakan untuk mengutamakan perkuatan dan kekokohan pada bangunan Stasiun LRT yang dikemas secara menarik dan menjadikan bangunan Stasiun LRT menjadi icon di Kota Surbaya merupakan perwujudan bentuk untuk menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda dari bagunan lainnya, namun tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sehingga bangunan memiliki daya tarik sendiri dan menjadi local icon di Surabaya. Kata Kunci: Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, Arsitektur Post Modern
Penerapan Arsitektur Modern pada Aspek Tatanan Lahan dan Aspek Bangunan di Campus Da Fiocruz Ceara dan Bangkok International Preparatory & Secondary School Rahayu, Dewi Syahputri; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.889

Abstract

Abstract. According to news, the city of Surabaya has issued around 20 athletes in swimming. Swimming has many benefits for the body such as reducing chronic diseases, heart health, etc. The number of water sports facilities built in the city of Surabaya is one of the containers with the aim to further popularize water sports and as a training center for swimming athletes in East Java. There are several categories of pools that have been available in the city of Surabaya such as water polo, beautiful jumping, fin swimming, etc. This facility is equipped with international standards based on the provisions of the Federation International de Natation (FINA) so that it can accommodate international swimming competition activities. However, of the many facilities that are available, almost all do not have special care on the building so that it looks less manicured as the age of the building. The use of methodologies with descriptive and case studies. Taking Literature case studies in Campus Da Fiocruz Ceara which has a land area of 103,683.00 m2 with a building area of 18,550.00 m2 and 43,147.00 m2. Having facilities such as Teaching & Management Building, Research & Laboratory Building, Infrastructure Building, Service Building, Auditorium, Service Kiosk, Security Cabin, Amphitheater, Bicycle Rack, Main Square and Parking Lot. In the second case study, the Bangkok International Preparatory & Secondary School which has an area of 19,200 m2. It has facilities like in the first building there is an administration building that is connected with sports facilities (soccer field, athletic field 300 lines 4 lanes and 100 lines 4 straight lanes, tennis court, swimming pool 50 lanes 8 lanes, 2 indoor basketball courts, large sports hall , gymnastics room, local park), the second building has creative arts facilities (black box theater, music recording studio, ceramic room), and the third building has a 6-storey educational building facility (class room, library).Keywoards: Water Sport, Educational Facility, Training Abstrak. Menurut kabar berita, Kota Surabaya telah mengeluarkan atlit cabang olahraga renang sebanyak kurang lebih 20 orang. Olahraga renang memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti meredam penyakit kronis, menyehatkan jantung, dll. Banyaknya fasilitas olahraga air yang terbangun di Kota Surabaya merupakan salah satu wadah dengan tujuan untuk lebih mempopulerkan olahraga air serta sebagai wadah pelatihan atlit renang Jawa Timur. Terdapat beberapa kategori kolam yang telah tersedia di Kota Surabaya seperti polo air, loncat indah, fin swimming, dsb. Fasilitas ini dilengkapi dengan standar internasional berdasarkan ketentuan dari Federation International de Natation (FINA) sehingga mampu mewadahi kegiatan kompetisi renang tingkat internasional. Namun dari sekian banyak fasilitas yang tersedia hampir seluruh tidak memiliki perawatan khusus pada bangunan sehingga terlihat kurang terawat seiring berjalannya umur bangunan. Penggunaan metodologi dengan deskriptif dan studi kasus. Pengambilan Studi kasus literatur yang ada di Campus Da Fiocruz Ceara yang memiliki luas tanah 103.683,00 m2 dengan luas bangunan 18.550,00 m2 dan 43.147,00 m2 . Memiliki fasilitas seperti Gedung Pengajaran & Manajemen, Gedung Pene litian & Laboratorium, Gedung Infrastruktur, Gedung Layanan, Auditorium, Kios Layanan, Kabin Keamanan, Amphitheater, Rak Sepeda, Lapangan Utama dan Tempat Parkir. Pada studi kasus kedua yaitu Bangkok International Preparatory & Secondary School yang memiliki luas area 19.200 m2. Memiliki fasilitas seperti pada bangunan pertama ada gedung administrasi yang terhubung dengan fasilitas olahraga (lapangan sepak bola, lapangan atletik 300 lajur 4 lajur dan 100 lajur 4 lintasan lurus, lapangan tenis, kolam renang 50 lajur 8 jalur, 2 lapangan basket indoor, aula olahraga besar, ruang senam, taman lokal), bangunan kedua ada fasilitas seni kreatif (Teater kotak hitam, studio rekaman music, ruang keramik), dan bangunan ketiga ada fasilitas bangunan pendidikan 6 lantai (ruang kelas, perpustakaan).Kata Kunci: Olah raga Air, Fasilitas Pendidikan, Pelatihan
Hygiene Mental pada Konsep Perencanaan Klinik dan Fasilitas Edukasi untuk Ibu dan Anak di Surabaya Shabrina, Merin Eka; Herman, Failasuf
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.885

Abstract

Abstract. Planning and designing clinics and educational facilities for mothers and children are objects that aim as a means of health and education services for the care of pregnant women to childbirth and children in their growth based on restoring the conditions experienced. It is very possible to influence the mental condition of pregnant women and childbirth. Mental condition of children can also be disrupted if the parenting provided by parents is less able to encourage or support aspects of growing so as to cause the child to experience growth retardation and will affect when children go into adolescence to adulthood.To create a healthy environment both psychologically and physically, the selection of architectural themes with environmental insight is able to help create an environment that not only configurated the relationship with the surrounding environment but also setting the environment within the site which creates a healthy environment for observers, users of all residents but in specifically for patients namely mother and child. This design also uses a mental hygiene based approach to the context of the environment (healing environtment) as a means of healing and recovery.Keywords: Mother and Child Clinic, Educational Facilities, Mental Hygiene Abstrak.Perencanaan dan perancangan klinik dan fasilitas edukasi untuk ibu dan anak merupakan objek yang bertujuan sebagai sarana pelayanan kesehatan dan edukasi untuk ibu hamil hingga melahirkan dan anak dalam masa perkembangannya yang berbasis memulihkan kondisi yang dialami. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental dari ibu hamil dan pasca melahirkan. Kondisi mental anak juga bisa terganggu jika pola asuh yang di berikan oleh orang tua kurang mampu mendorong atau mendukung aspek perkembangan sehingga menyebabkan anak mengalami keterlambatan pertumbuhan dan akan berpengaruh ketika anak beranjak remaja hingga dewasa.Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat baik secara psikis dan fisik pemilihan tema arsitektur berwawasan lingkungan diharapkan mampu membantu menciptakan lingkungan yang tidak hanya mengatur adanya keterkaitan bangunan dengan lingkungan sekitar namun juga mengatur lingkungan dalam tapak guna menciptakan lingkungan dengan suasana yang sehat baik bagi pengamat, pengguna dan semua penghuni, khususnya untuk pasien yaitu ibu dan anak. Perancangan ini juga menggunakan pendekatan berbasis higiene mental dengan konteks lingkungan (healing environtment) sebagai sarana penyembuhan dan pemulihan.Kata Kunci: Klinik Ibu dan Anak, Fasilitas Edukasi, Higiene Mental
Tiny House Village sebagai Solusi Minimnya Lahan di Surabaya dan sebagai Solusi Pola Hidup Sederhana Pratiwi, Inggrit Eka; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.886

Abstract

Abstract. Surabaya is the second largest metropolis city in Indonesia. This makes Surabaya has a lot of jobs, causing many people from out of town to move and settle in Surabaya. The number of residents who move and settle in Surabaya is not proportional to the amount of land available as a place to live. The Micro House is designed using a modern tropical concept to suit the climatic conditions in Surabaya. using descriptive research methods by conducting observations and comparative studies both in the field and literature with a comparative study in the field of akanoma studio, bandung and royal caravan trawas. Besides a comparative study of literature using the slow town tiny house, South Korea and the UN & Yale University tiny house in New York. From the observations, data on land arrangements, shapes and spaces can be used as a reference for designing Tiny House Village. Site analysis can be determined macro concepts tropical architecture and the micro concept of land structure; “dynamic”, shape: “natural” and space: “effective”. This house is thought to be a solution to the lack of land and the increasing need for housing and can be used for people who want a simple lifestyle, with a smaller size but have complete facilities like a house in general. Keywords: Concept, Lamd, Tiny And Small House, Surabaya, Tropical Abstrak. Surabaya merupakan kota metropolis terbesar kedua di Indonesia.hal ini menjadikan Surabaya memiliki banyak lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan banyak orang dari luar kota pindah dan menetap di Surabaya banyaknya penduduk yang pindah dan menetap di Surabaya tidak sebanding dengan jumlah lahan yang tersedia sebagai tempat tinggal. Rumah Mikro ini dirancang menggunakan konsep modern tropis agar sesuai dengan kondisi iklim yang ada di Surabaya. menggunakan metode penelitian dekriptif dengan melakukan observasi dan studi banding baik secara lapngan maupun literaturr dengan studi banding lapngan di studio akanoma bandung dan royal caravan trawas. Juga studi banding literature menggunakan slow town tiny house, korea selatan dan un & yale university tiny house di new york. Dari hasil observasi didapatkan data mengenai tatanan lahan, bentuk dan ruang yang dapat diguanakan sebagai acuan untuk mendesain Tiny House Village, dengan analisis program ruang dan analisis tapak dapat ditentukan konsep makro yaitu arsitektur tropis dan konsep mikro tatanan lahan: “dinamis”, bentuk: “natural” dan ruang: “efektif” yang digunakan dalam merancang. Tiny house ini dirasa mampu menjadi solusi kurangnya lahan dan semakin menigkatnya kebutuhan akan rumah tinggal dan dapat digunakan untuk orang-orang yang menginginkan pola hidup sederhana.dengan ukuran yang ebih kecil namun memiliki fasilitas yang lengkap layaknya rumah pada umumnya. Kata Kunci: Konsep, Lahan, Rumah Mikro, Surabaya, Tropis.
Konsep Desain Eko-Wisata Bahari Tlocor di Sidoarjo, Jawa Timur Nur Wahyu Adelia Ratih; Wiwik Widyo Widjajanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.882

Abstract

Abstract. Tourism is one of the largest industrial sectors and is the fastest growing economic sector in the world. Based on this, many developed and developing countries competed in developing tourism objects because they could have a wide-ranging impact, including Indonesia. Indonesia is an archipelago surrounded by territorial waters that has the potential to be developed into a coastal tourism object area. Tourism objects in the coastal area can be an attraction because of its natural beauty. One of them is located in Sidoarjo. Maritime tourism is the main attraction in Sidoarjo not only because of its natural beauty but also quite unique. Where one of them is Wisata Bahari Tlocor, which is located in Telocor, Tanjungsari, Kupang, Jabon Sub-District, Sidoarjo District. Wisata Bahari Tlocor has an island or what is commonly known, Pulau Lusi. Pulau Lusi is an artificial island formed from the Sidoarjo mud deposit which is discharged into the sea by direct disposal through the Sungai Porong. Thus, the title of Tlocor Marine Ecotourism Concept Design was drawn, in Sidoarjo, East Java. In its planning, this Marine Eco-Tourism Design will later use environmental-oriented architectural themes with the concept of creative architecture. The concept of micro ecology which will be applied to land use. The adaptive micro concept of river waters will be used as a concept of building shape, and the concept of micro pragmatic for spatial planning, which will later be the answer to the problems that exist in the building and make visitors more comfortable.Keywords : Maritime, Tourism, Tlocor, a Tour Abstrak. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri terbesar dan menjadi sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat di dunia. Berdasarkan hal tersebut banyak negara maju dan berkembang berlombalomba dalam mengembangkan obyek pariwisata karena dapat memberikan dampak yang bersifat luas termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dikelilingi wilayah perairan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan objek pariwisata pesisir. Obyek pariwisata di kawasan pesisir dapat menjadi daya tarik karena keindahan alamnya.  Salah satunya yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Wisata bahari yang menjadi daya tarik di Sidoarjo bukan hanya karena keindahan alamnya saja tetapi terbilang juga cukup unik. Dimana salah satunya adalah Wisata Bahari Tlocor, yang berlokasi di Telocor, Tanjungsari, Kupang, Kecamatan Jabon Sidoarjo. Wisata Bahari Tlocor ini didalamnya terdapat pulau atau yang biasa dikenal, Pulau Lusi, Pulau Lusi merupakan pulau buatan yang terbentuk dari endapan lumpur Sidoarjo yang dibuang ke laut dengan proses pembuangan langsung melalui sungai porong. Maka, ditariklah judul Konsep Desain Eko-wisata Bahari Tlocor, di Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam perencanaannya, Desain Eko-Wisata Bahari ini nantinya akan menggunakan tema arsitektur berwawasan lingkungan dengan konsep berupa arsitektur rekreatif. Konsep mikro ekologi yang dimana akan diterapkan pada tata lahan. Konsep mikro adaptif dari perairan sungai akan digunakan sebagai konsep bentuk bangunan, dan konsep mikro pragmatik untuk tata ruang, dimana nantinya akan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada pada bangunan dan membuat pengunjung lebih nyaman.Kata Kunci : Bahari, Pariwisata, Tlocor, Wisata
Konsep Desain Arsitektur Vernakular untuk Terminal Tipe-B di Sidoarjo Sri Rama Santoso; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.887

Abstract

Abstract. Terminal is a place to drop and pick passengers up and also arrange for the arrival and departure of public transport. The problem that arises is that Sidoarjo Regency is one of the cities  in  East  Java  Province  which  is  beginning  to  experience  the  development  of  social activities  but  does  not  yet  have  the  availability  of  adequate  transportation  facilities  and infrastructure. Sidoarjo Regency currently has only one terminal (Larangan Terminal) in the city.  Terminal  access  is  no  longer  in  a  strategic  area  for  urban  transport  transportation. Facilities and capacity of the existing terminal is inadequate and even looks stalled and not maintained. Many fleets do not meet the standards and not many operate. The method used in  the  preparation  of  this  architectural  concept  is  analysis  through  comparative  studies  of literature, field, interviews and documentation. The lack of quality of existing facilities at the terminal  is  currently  the  reason  and  my  motivation  to  aim  at  planning  and  designing  the Sidoarjo b-type terminal. The benefit is the object can increase the attractiveness of the people of Sidoarjo to use mass transportation so that it can indirectly reduce the volume of congestion due to the increasing use of private vehicles. Keywords: Terminal, Transportation, Vehicle, Sidoarjo. Abstrak.Terminal  angkutan  penumpang  merupakan  tempat  untuk  menurunkan  dan  menaikkan penumpang  serta  mengatur  kedatangan  dan  keberangkatan  kendaraan  umum. Permasalahan yang timbul adalah Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang mulai mengalami perkembangan aktivitas kemasyarakatan namun belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai. Kabupaten Sidoarjo  saat  ini  hanya  memiliki  satu  terminal  (Terminal  Larangan)  di  dalam  kota.  Akses terminal sudah tidak lagi berada di area yang strategis untuk alur transportasi angkutan kota. Fasilitas dan kapasitas terminal yang ada tidak memadai bahkan terlihat mangkrak dan tidak terawat.  Armada  banyak  yang  tidak  memenuhi  standar  dan  tidak  banyak  yang  beroperasi. Metode yang di lakukan dalam penyusunan konsep arsitektur ini adalah analisis melalui studi banding literatur, lapangan, interview dan dokumentasi. Minimnya kualitas fasilitas yang ada pada terminal saat ini menjadi alasan serta motivasi saya untuk bertujuan merencanakan dan merancang terminal tipe-b Sidoarjo. Manfaatnya agar objek tersebut mampu meningkatkan daya  tarik  masyarakat  Sidoarjo  untuk  menggunakan  transportasi  massal  sehingga  secara tidak langsung dapat mengurangi volume kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat.Kata Kunci: Terminal, Transportasi, Kendaraan, Sidoarjo.

Page 1 of 2 | Total Record : 16