cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Tekstur" : 22 Documents clear
Penerapan Tema Arsitektur Analogi Pada Perancangan Wahana Apresiasi Seni Kontemporer Di Surabaya Rahmawati, Fitria Wulan; Azizah, Siti; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.148 KB) | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1087

Abstract

Potensi dan peluang bagi Surabaya untuk menjadi kiblat seni baru di Indonesia sangat besar. Hanya saja wadah penuangan seni tidak sebanding dengan potensi dan peluang yang dimiliki. Untuk meningkatkan pasar seni kontemporer di Indonesia, khususnya Kota Surabaya, perlu adanya sebuah bangunan sebagai wahana atau wadah apresiasi masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya, terhadap kesenian kontemporer. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis data. Fungsi bangunan ditujukan sebagai fasilitas hiburan dan edukasi. Program ruang terbagi atas beberapa fasilitas, diantaranya, fasilitas utama (fasilitas pengenalan, pelatihan, pembelian, komunitas), fasilitas penunjang, servis, dan fasilitas pengelola. Pada perancangan ini, tema yang diusung yaitu arsitektur analogi, dimana juga menerapkan unsur kontemporer sebagai ekspresi wujud dan fungsi bangunan. Serta konsep makro kontemporer sebagai representasi fungsi bangunan sebagai wahana apresiasi seni kontemporer. Perwujudan analogi pada penataan lahan diwujudkan dengan penggunaan konsep mikro terintegrasi. Sedangkan pada bentuk bangunan, perwujudan analogi diterapkan menggunakan konsep mikro dinamis dimana menganalogikan sifat seni kontemporer yang bebas. Dan penerapan analogi pada ruang diwujudkan dengan konsep mikro ruang yang fleksibel, dimaksudkan agar ruang seni yang ada dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan dan tidak tetap, sehingga dapat menampilkan perwujudan karya seni dengan maksimal.
Penerapan Arsitektur Berwawasan Perilaku Islami pada Wisata Pantai Pasir Putih Trenggalek Fahrezi, Ahmad Vicky; Widjajanti, Wiwik Widyo; Sulistyo, Broto Wahyono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1119

Abstract

Pantai pasir putih karanggoso merupakan sebuah wilayah yang berada di kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Pantai ini memiliki keindahan pasir putih dan pemandangan alam yang indah, karakter ombak yang tenang serta garis pantai yang panjang, sehingga pantai ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata islami pertama di Jawa Timur. Selain potensi keindahan alam yang ada, meningkatya jumlah wisatawan muslim dan mudahnya aksesbilitas menuju lokasi menjadi latar belakang dalam perancangan. Permasalahan dalam perancangan adalah bagimana meciptakan bentuk, ruang dan tatanan lahan yang mampu menjadi wadah dan mampu menunjang aktivitas muslim dalam berwisata. Pendekatan Arsitektur Berwawasan Perilaku yang di aplikasikan pada wisata ini berupa penataan masa dan orientasi tiap bangunan yang mengarah pada masjid, memperhatikan jalur pedestrian untuk akses tiap bangunan ke masjid, meninjau aktivitas wisata yang diperbolehkan secara syar’i, mengatur zona yang lebih privat pada fasilitas akomodasi dan junga memperhatikan taman-taman pada daerah wisata yang menerapkan konsep taman islami. objek wisata ini mengaplikasikan Orientasi Terarah sebagai konsep mikro tatanan lahan, Tropis Modern sebagai konsep mikro bentuk dan Menjaga Privasi sebagai konsep mikro ruang. Sehingga diperoleh konsep makro Adaptif Islami sebagai pedoman rancangan Bentuk, Ruang dan Tatanan Lahan. Hasil desain diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi dari sektor bawah sampai atas, serta menjadi ikon wisata ramah muslim pertama di Jawa Timur.
Arsitektur High Tech pada Rancangan Gedung Futura Mega Electric Automobile di Surabaya Awayna, Afif; Hendra, Failasuf Herman; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1089

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan membutuhkan solusi permasalahan polusi udara. Penggunaan transportasi listrik sangat mempengaruhi upaya mengurangi polusi udara akibat transportasi konvensional sehingga memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Terkait upaya pengurangan polusi udara akibat transportasi konvensional, maka Perancangan Gedung Futura Mega Electric Automobile di Surabaya yang merupakan bangunan dengan fungsi bisnis, edukasi dan rekreasi sebagai persiapan untuk menyambut kemajuan teknologi transportasi masa depan dan sebagai langkah awal untuk memperkenalkan teknologi transportasi listrik merupakan salah satu gagasan yang sangat menarik. Rancangan High Tech Architecture pada bangunan ini terinspirasi dari bangun mobil listrik yang berorientasi ke masa depan. Perancangan arsitektur bangunan dilakukan melalui serangkaian tahapan mulai dari identifikasi proyek, studi preseden, program rancangan, konsep hingga pengembangan rancangan.   Makro konsep future oriented dipilih berdasarkan korelasi antara judul, fungsi bangunan dan tema sehingga diharapkan dapat memberikan citra bangunan yang berorientasi ke masa depan, selaras dengan fungsi bangunan dan juga tema high tech architecture. Konsep mikro tata lahan menggunakan karakter supporting yang bertujuan untuk menciptakan tatanan lahan yang mendukung fungsi bangunan. Konsep mikro bentuk menggunakan karakter iconic yang bertujuan untuk menciptakan bentukan yang dapat menjadi ikon penanda suatu wilayah dan bervisi ke masa depan. Konsep ruang menggunakan karakter split level yang bertujuan untuk menciptakan ruang kontinyu yang seperti tanpa batas, dan memberikan akses yang mudah dan fleksibel, dikarenakan bangunan memiliki fungsi ruang yang bermacam-macam. Semua hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan penyelesaian terhadap permasalahan yang ada dan merujuk kepada kebutuhan untuk memberikan citra bangunan masa depan.
Rancangan Futuristik pada Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Desain Digital di Surabaya Viollita, Yosika Greace; Ratniarsih, Ika; Sulistyo, Broto Wahyono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1124

Abstract

Perkembangan industri desain digital meningkat dengan adanya fenomena ekonomi digital yang terimplementasi dengan baik dalam industri kreatif. Dilihat dari  data statistik Badan Ekonomi Kreatif 2017, permasalahan akan kurangnya riset dan pengembangan, edukasi, insfrastruktur fisik, hingga pemasaran dalam negeri menjadi kendala utama perkembangannya, oleh karena itu diperlukan suatu wadah yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya dibidang desain digital. metodologi penelitian deskriptif, studi banding lapangan di Galaxy Mall 3 Surabaya dan  studi literatur dari website, buku, jurnal, pengamatan langsung ke lapangan dan survei obyek yang akan dirancang. Lokasi proyek di Jalan Mayjen Yono Suwoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur, luas lahan 45.300m2. Fasilitas utama : fasilitas edukasi digital desain, fasilitas riset dan pengembangan software desain digital, dan fasilitas penunjang : perpustakaan, toko buku, museum, co-working space, rental alat digital desain, percetakan, dan pameran. Tema arsitektur futuristik, diterapkan pada bentuk : tampilan yang dinamis garis lengkung dan sudut tumpul pada kepala, badan, kaki dengan material beton, kaca dan alumunium, warna putih dan biru, pada ruang : bentuk ruang mengikuti bentuk bangunan yang melengkung, menggunakan material kaca, alumunium, dan PVC, suasana kecanggihan teknologi dengan pintu jendela otomatis dan warna putih, biru, hitam. Laporan ini bermanfaat memberikan gagasan pengembangan industri kreatif digital dan arsitektur masa depan serta menjadi wujud dukungan perkembangan digital desain di Surabaya.
Pengaruh Arsitektur Organik terhadap Bentuk Bangunan Sirkuit Motocross di Mojokerto Putra, Bayu Pratama; Salisnanda, Randy P.; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1094

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang memiliki topografi cekung ditengah-tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Dengan kondisi daerah yang sedemikian rupa maka muncullah di Kabupaten Mojokerto ini penggemar offroad, khususnya roda dua. Seperti halnya yang dilansir oleh MOJOKERTO, FaktualNews.co pada tahun 2017 tepatnya pada hari minggu tanggal 16 Juli event yang dilaksanakan  di Desa  Ketapanrame  Kecamatan  Trawas  diikuti oleh sedikitnya 1500 crosser menjajal medan yang ada didaerah  tersebut walapun bukan sebuah kompetisi. Terkait dengan balap motocross terutama sirkuit yang ditempati, sebuah tema yang berhubungan dengan   aspek tersebut haruslah diperhatikan. Untuk menciptakan bangunan yang sesuai dengan fungsi dan kondisi dari kawasan ini maka penulis mengusung tema arsitektur organik yang menjadikan bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Metode yang dipilih untuk perencanaan dan perancangan ini adalah metode deskriptif dan analisa  yang mana  dalam  pelaksanaannya segala bentuk studi yang telah dilakukan baik itu lapangan  dan literatur  memberikan output berupa analisa,antara lain yaitu analisa studi banding dan tapak yang digunakan untuk perancangan. Untuk konsep rancangan bangunan motocross ini mengambil konsep makro metafora dari bentuk daun yang selanjutnya dikaitkan dengan  prinsip arsitektur organik antara lain building as nature.
Rancangan Fasilitas Pusat Komunitas Film Indie di Surabaya Aisyah, Rinda Amalia; Rachim, Amir Mukmin; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1128

Abstract

Berkembangnya kota Surabaya di bidang perfilman salah satunya film Indie dengan acara festival perfilman yang pernah diadakan di kota menunjukkan potensi yang dimiliki kota Surabaya. Di satu sisi fasilitas untuk film Indie dan komunitas film Indie yang ada di kota Surabaya saat ini masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat  orang yang tertarik dengan film Indie mengalami kesulitan untuk mengenal lebih jauh tentang film Indie. Permasalahannya adalah, Bagaimana membuat rancangan fasilitas pusat komunitas  film Indie. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Rancangan fasilitas ini diharapkan dapat memberi fasilitas yang memadai bagi para kreator film Indie dan penggemar film Indie untuk lebih bebas berkarya sehingga dapat menambah minat bagi penggemar film. 
Pusat Edukasi dan Geleri Seni Rupa Kontemporer di Surakarta Rianti, Nigel Dwi; Laksono, Sigit Hadi; Laksmiyanti, Dian P. E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1097

Abstract

Surakarta merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah yang kental dengan budaya seni setelah Yogyakarta. Banyak even pameran seni yang di gelar di kota solo mulai kesenian tradisional hingga kesenian kontemporer tempat yang sering menggelar even adalah Taman budaya, Taman Balekambang, juga di pusat perbelajaan di Surakarta. Seringnya even yang di gelar di surakarta juga banyak seniman, kelompok atau organisasi seni, sanggar kesenian formal maupun non formal. Pusat Edukasi dan Galeri Seni Rupa Kontemporer Di Surakarta akan direncanakan di Jl.  Ring Road Surakarta.  Perancangan ini menggunakan metode deskriptif dan berpedoman pada standar objek dan daya tarik galeri seni. Fungsi bangunan ditujukan sebagai galeri seni dan pusat edukasi yang berlokasi di Jl. Ring Road Surakarta. Program ruang memakai sistem sirkulasi linier aksis, dari entrance menuju gedung galeri seni,gedung pendukung dan gedung pengelola, area pameran outdoor. Dengan menggunakan tema arsitektur kontemporer dapat menciptakan ruang berkembangnya untuk seni rupa kontemporer untuk wilayah Jawa Tengah. Dengan Merancang Pusat Edukasi dan galeri seni rupa kontemporer yang menampilkan bentuk, ruang dan tatanan lahan dengan menerapkan tema arsitektur kontemporer di harapkan dapat menjadi bangunan yang berbeda dengan yang lainya Arsitektur kontemporer menampilkan bentuk unik, dan atraktif.  
Arsitektur Neo Vernakular sebagai Salah Satu Aspek Penunjang Pelestarian Kebudayaan Lamaholot S.T.H., Anastasia Eka; Laksono, Sigit Hadi; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1152

Abstract

Di zaman yang terus berkembang ini, ada banyak aspek dalam tatanan kehidupan yang mulai berubah, hilang ataupun terlupakan, salah satunya adalah kebudayaan, yang merupakan identitas dan kebanggaan bagi setiap suku bangsa di dunia. Lamaholot merupakan salah satu suku dalam kebudayaan yang ada di Nusa Tenggara Timur, yang mulai mengalami kekagetan dan pergeseran budaya, terkhusus yang berada di kabupaten Lembata. Dari permasalahan itu Neo Vernakular dirasa memiliki peran yang besar guna mendukung keberlangsungan pelestarian kebudayaan Lamaholot, khususnya bidang arsitektural, hal tersebut dapat diimplementasikan kedalam bentuk fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosofi, tata ruang) dalam proyek Perencanaan dan Perancangan Pusat Edukasi Kebudayaan Lamaholot di Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Peran Arsitektur Neo Vernakular yaitu mengemas kebudayaan Lamaholot ke dalam bentuk arsitektural yang dapat dilihat, dinikmati dan digunakan dengan baik, tanpa harus meninggalkan kaidah-kaidah normative yang berlaku. Prinsip-prinsip arsitektur lokal Lamaholot yang diterapkan berupa penggubahan dan pola tatanan lahan yang memiliki area kumpul pada bagian tengahnya atau “namang” dalam peyebutan kampung adat, penerapan bumbungan atap “kote mane” pada seluruh bangunan yang ada pada rancangan serta pengaplikasian aspek-aspek kebudayaan seperti motif kain tenun yang diwujudkan menjadi ornamen dan dekorasi pada bentuk dan ruang pada rancangan. Metode kajian yang digunakan yaitu kualitatif dengan tahap pengolahan data yang melalui proses pengelompokkan dan penstrukturan baik hasil dari studi teori pustaka, literatur, survei lapangan, dan observasi sesuai kategori dan klasifikasi yang dilanjutkan dengan analisa data dan perancangan.
Pusat Pelatihan E-Sport Mobile dan Personal Computer Bertema Arsitektur Futuristik di Surabaya Mahesa, Reno Rizky; Ramadhani, Suci; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1086

Abstract

E-Sport yang kini menjadi fenomena global, bermula dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh suatu komunitas. E-Sport sendiri adalah kependekan dari electronic sport, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional. Beberapa waktu lalu, E-Sport tidak dikenal di Surabaya maupun Indonesia. Namun sekarang seiring waktu fenomena E-Sport terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan. E-Sport bukan sekedar bermain game untuk mengisi waktu, seperti yang dipersepsikan selama ini. E-Sport sama halnya dengan olahraga mental dan pikiran lainnya, seperti catur yang sudah termasuk dalam kategori olahraga dan diperlombakan pada olimpiade. Untuk bisa menjadi lebih lihai dalam bermain game dalam industri E-Sport, seorang pemain harus sering melakukan latihan dan meningkatkan kemampuannya. Namun latihan dalam video game bukan berarti sekedar bermain sebanyak, sesering, dan selama mungkin. Karena itu, Proyek ini akan merancang pusat pelatihan E-Sport. Karena diperlukan sebagai wadah bagi para gamer E-Sport, mengingat perkembangan E-Sport saat ini cukup pesat dan menjanjikan di Indonesia. Untuk menentukan suatu tempat bisa jadi pelatihan itu bukan hanya didasari computer yang dipakai kencang. Melainkan ada hal lain yang menunjang para gamer seperti ruang yang begitu nyaman untuk aktifitas bermain game dan memiliki berbagai fasilitas untuk latihan fisik para gamer.
MICE sebagai Wadah Kreatifitas Supporter Bonek pada Rancangan Pusat Bisnis Gelora Bung Tomo Aziz, Abdul; Poedjioetami, Esty; Hendra, Failasuf Herman
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1101

Abstract

MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) dipertimbangkan dari beberapa aspek yang belum terpenuhi di Kawasan Gelora Bung Tomo, yaitu membeludaknya supporter di luar stadion yang kehabisan tiket, minimnya tenant penjual sehingga Pedagang berkeliaran di sepanjang jalan, dan agenda rutinan oleh Official Persebaya yang belum terwadahi sehingga meminjam tempat lain yang sangat jauh. Dengan adanya daya tarik Pusat Bisnis, supporter dapat memiliki tempat nobar dekat stadion walau kehabisan tiket, Tenants yang tertata demi kelangsungan ekonomi pedagang, serta wadah untuk berkreatifitas antara supporter dengan pihak Official Persebaya dalam bentuk MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Metode penelitian kasus dan lapangan dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk merencanakan wadah kreatifitas Pusat Bisnis di Kawasan Gelora Bung Tomo. MICE dirancang dengan makro konsep spirit sehingga dihasilkan ruh bangunanyang mendukung sustainable architecture. Makro-konsep Spirit memiliki 3 mikro-konsep, yakni; Interaktif sebagai tatanan lahan sehingga dihasilkan wadah banyak interaksi, Simbolis sebagai tatanan bentuk sehingga dihasilkan ikonik ekor buaya dan Komunikatif sebagai tatanan ruang sehingga dihasilkan lahan yang luas untuk mengkomunikasikan kratifitas supporter Bonek.

Page 1 of 3 | Total Record : 22