cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): Tekstur" : 26 Documents clear
Model Rancangan Way Finding Masjid Al – Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya Ari Pranata, Muhammad Deriel; Zuraida, Zuraida; Dharmawan, Vippy
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2305

Abstract

Fungsi dari sebuah lingkungan buatan akan berjalan secara optimal apabila sistem way finding yang ada dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna lingkungan tersebut. Way finding adalah proses perpindahan pengguna dari lokasi yang lama menuju lokasi yang baru dengan bantuan elemen – elemen yang ada disekitarnya. Masjid yang merupakan sebuah lingkungan buatan yang difungsikan untuk tempat beribadah umat muslim haruslah terletak di lokasi yang strategis, agar mudah terlihat dan dijangkau oleh muat muslim ketika ingin beribadah. Tidak sejalan dengan hal tersebut, ternyata letak Masjid Al-Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya, kurang strategis dan membuat pengguna masjid khususnya pengguna baru kebingungan untuk menemuka lokasi Masjid Al-Khoory Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hal tersebut dibuktikan dari jawaban responden yang menyetujui letak masjid kurang strategis sehingga membuat kebingungan untuk menemukan lokasi masjid tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan skala likert. Model rancangan way finding merupakan solusi yang tepat bagi permasalahan lingkungan buatan ketika tidak memiliki lokasi yang strategis, elemen – elemen arsitektur yang berwujud aspek way finding dapat membantu pengguna untuk menemukan lokasi yang diinginkan tanpa mengalami dis-orientsasi.
Perancangan Komplek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sepakbola di Kabupaten Gresik dengan Tema Tropis Modern Bahtiar, Sahrul Fahmi; Ramadhani, Annisa Nur; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.557 KB) | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1910

Abstract

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang paling popular pada saat ini. Beberapa wilayah di Indonesia membentuk pemain-pemain sepakbola dimulai dari usia dini, dengan mendirikan akademi sepakbola dan juga pusat-pusat pelatihan sepakbola. Gresik, seperti halnya beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam perkembangan sepakbola. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat dikatakan bahwa masyarakatnya banyak yang memiliki antusiasme luar biasa pada olahraga ini, sehingga perlu adanya fasilitas latihan sepakbola yang menyediakan sarana lebih lengkap. Pada penerapan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola yang dirancang di Kabupaten Gresik ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yaitu tempat pelatihan, pendidikan, pembinaan, dan penelitian tentang sepakbola sehingga dapat menunjang ekspresi bangunan yang mewadahi adanya sarana-sarana pendidikan agar dapat digunakan oleh para pemain sepakbola untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian bermain sepakbola sehingga mampu meningkatkan prestasi khususnya masyarakat di Kabupaten Gresik dalam bidang sepakbola. Artikel ini dimaksudkan untuk memahami tentang penerapan tema Arsitektur Tropis Modern yang mencakup tatanan lahan, bentuk, ruang dan elemen lainnya pada perancangan pusat pendidikan dan pelatihan sepakbola di Kabupaten Gresik yang dapat beradaptasi dengan kondisi iklim, lingkungan serta desain modern masa kini untuk menyediakan sarana dan fasilitas lengkap sehingga dapat mengakomodasi semua angan-angan mengenai pembinaan dan pengembangan sepakbola khususnya di kabupeten Gresik dan Indonesia.
Arsitektur Neo Vernakular pada Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Samarinda Syah, Fauzi; Ramadhani, Suci; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2049

Abstract

Kota Samarinda merupakan Ibukota provinsi Kalimantan Timur dimana terdapat banyaknya ragam budaya di antaranya ada seni tari tradisional yaitu tari khas suku dayak.. Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Kota Samarinda dengan menggunakan tema aritektur Neo-Vernakular bertujuan untuk mengembangkan kesenian tari khas dari Kalimantan Timur. Dengan pendekatan tema arsitektur Neo Vernakular dan menerapkan makro konsep (Develop Culture) yang menciptakan desain dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian mangalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat. Mikro KonsepTatanan Lahan (Cultural Realm) Menciptakan desain tatanan lahan dengan menerapkan sebuah kawasan yang memiliki suasana nyaman dan asri serta menerapkan nilai-nilai budaya suku dayak pada kawsan. Mikro Konsep Bentuk (Forward Culture) Menciptakan desain bentuk bangunan dengan konsep budaya yang maju, agar dapat memberikan semangat untuk mengembangkan kebudayaaan khas daeerah. Mikro Konsep Ruang (Adaptive) Konsep “Adaptive” dalam Arsitektur menciptakan desain ruang secara langsung maupun tak langsung berhubungan dengan ruang, ruang yang berfungsi sebagai wadah kegiatan. Hasil rancangan ini diharapkan menjadi pusat kesenian tari khas suku dayak yang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat serta dapat menjadi obyek wisata bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik tentang kesenian tari asli Kalimantan Timur di Kota Samarinda.
Aplikasi Konsep Representatif terhadap Bentuk Bangunan Pusat Pengembangan Produk Kreatif di Menganti Kabupaten Gresik Arjiyanti, Dwi Kresita; Ratniarsih, Ika; Laksmiyanti, Dian P. E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2052

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri dan pendidikan yang ada di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas seperti kriya, fashion yang menjadi warisan budaya dan wadah bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain, serta menjadi ikon di Kabupaten Gresik. Lokasi Objek rancangan yaitu berada di Jl. Raya Morowudi 185, Moro Putat Lor, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61171. Tema yang digunakan untuk rancangan ini adalah Kontemporer, Menurut L. Hilberseimer, Comtemporary Architects 2 (1964) “Arsitektur Kontemporer adalah suatu style aliran arsitektur terntentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda, dan merupakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya, sehingga cocok untuk gedung kreatif yang mengingat kreatif menggunakan bentukan bangunan yang cukup unik. Konsep makro Representatif bertujuan untuk menciptakan sebuah rancangan yang memiliki karateristik mudah di kenal dan dapat mengkomunikasikan ide desain. Penerapan konsep makro representatif pada tatanan lahan yaitu sirkulasi dan penataan massa dengan mempertimbangkan eksisting yang berupa mengetahui kondisi fisik tapak, keadaan lingkungan pada tapak, batas-batas tapak, dan potensi yang ada pada tapak, Penerapan konsep makro representatif pada bentuk adalah penggabungan bentuk simetris pada fasad dan tumpukan pada atap. Penerapan konsep makro representatif pada ruang adalah penyesuaian dan penekanan unsur warna pastel dan unsur kayu. Manfaat dari Perancangan Objek ini yaitu agar Gresik memiliki sebuah wadah bagi para pelaku produksi kreatif untuk mengembangkan diri dan saling terhubung antara satu sama lain diantara sub sektor sub sektor produk-produk kreatif tersebut.
Perancangan Pusat Seni dan Budaya Jawa Pasca Pandemi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Agustina, Yulia; Hendra, Failasuf Herman; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1917

Abstract

Budaya menjadi penting bagi keberadaan suatu kelompok, karena dapat menjadi identitas dari kelompok tersebut, terutama di Indonesia. Namun, seiring perkembangan zaman, budaya tersebut mulai ditinggalkan, bahkan dilupakan. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan degradasi budaya, termasuk budaya Rembang pada saat ini. Adanya fasilitas untuk mewadahi para seniman terkait hal ini sangat diperlukan sebagai sarana edukasi dan informasi seni budaya Jawa di Kabupaten Rembang. Era new normal akibat pandemi wabah virus COVID-19, mau tidak mau akan mempengaruhi desain, seperti pertimbangan terkait protokol kesehatan dan sebagainya. Pendekatan tema yang dipakai adalah Arsitektur Hijau dengan tujuan menanggapi beberapa aspek yang timbul pasca era new normal. Lokasi obyek perancangan yaitu berada di Jl. Gajah Mada, Banyudono, Kec. Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Luas Lahan pada tapak mencapai ±17.458,3 m2 (1.7 Hektar). Tema rancangan yaitu Arsitektur Hijau yang dimaksudkan untuk menciptakan arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami dan pembangunan berkelanjutan. Konsep makro rancangan ramah lingkungan, tatanan lahan responsif, bentuk ekspresif dan ruang representatif, diharapkan dapat memberikan arahan perancangan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Pusat Busana Adat Dayak Kalbar, Dikota Pontianak Noberti, Modesta; Rachim, Amir Mukmin; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2053

Abstract

Abstrak. Kalimantan Barat merupakan salah satu Pulau yang memiliki Suku Adat Dayak Terbesar Selain Kalimantan timur,selatan dan utara. selain itu Pulau Borneo terkenal dengan Penduduk Aslinya adalah Suku Adat Dayak. Busana Adat Dayak berperan Penting Dipulau Borneo dan khususnya pada desain rancangan berlokasi di kota Pontianak yang belum memiliki wadah pusat Busana adat khusus busana Dayak kalimantan barat untuk di jual lagi ke sanggar-sanggar seni Dayak maupun took-toko lainnya, tentunya denga ada Pusat Busana Adat Dayak Di kota Pontianak ini mempermudah Toko busana Adat Dayak lainnya dan Sanggar budaya untuk mendapatkan Busana adat Dayak dengan desain yang sesuai yg mereka butuhkan dan kualitas yang terbaik lakan diberikan langsung dari Pusatnya. tentunya penerapan semua ini sudah di pertimbangkan apa saja yang di butuhkan di dalam desain tersebut hingga menjadi suatu bangunan yang bermanfaat bagi Kalimantan Barat Khususnya di kota Pontianak. Alasan dibuatnya pusat busana Dayak ini untuk mengembangkan busana Adat lebih modern dan lebih menarik lagi, dengan mengikuti jaman Busana terkini dengan syarat tidak menghilangkan aksesoris pada baju adat dan bahan asli pada baju adat Tersebut, Hasil akhir dari Perencanaan dan Perancangan Pusat Busana Adat Dayak Kalbar Di Kota Pontianak ini mengaplikasikan 3 konsep mikro yakni Tropis pada Lahan, Kontemporer pada Bentuk dan Ekologi Pada Ruang yang di terapkan dengan tema Arsitektur Neo-vernakular. Penerapan desain mengusung pendekatan konsep makro “Simbolik” yang dibungkus dengan kesatuan dari mulai judul, tema, Makro dan Mikro konsep. Di desain dengan kesatuan dari semuanya dalam kebudayaan adat suku Dayak setempat.
Cover & Daftar Isi issue Oktober 2021 Team, Editorial
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ini adalah lembar judul dan daftar isi
Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya Rahayu, Dewi Syahputri; Sulistyo, Broto Wahyono; Laksmiyanti, Dian P. E
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1922

Abstract

Beberapa komunitas, pertunjukan, workshop dari Seniman atau Komunitas Seni Teater Boneka terdapat di Kota Surabaya. Selain dikenal dengan banyak komunitas dan kegiatan seni, Surabaya juga dikenal sebagai Kota Pusat Pendidikan di Jawa Timur. Seperti halnya dengan fungsi daripada Seni Teater Boneka yang dapat berperan dalam hal pendidikan karena merupakan media komunikasi paling baik untuk segala usia. Namun kegiatan tersebut kurang terekspos sehingga kurang mendapatkan minat dari masyarakat. Perancangan Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya, Tema arsitektur Neo Vernakular diharapkan dapat menjadi wadah untuk para seniman atau komunitas dan masyarakat untuk berkolaborasi dan mengembangkan serta menjadi wadah atau media edukasi baru untuk masyarakat Kota Surabaya, yang mampu tetap mengangkat esensi lokal yang bersanding dengan gaya kekinian. Konsep mikro tatanan lahan “Memusat pada area pertunjukan” dengan sirkulasi linear yang dapat mengalirkan pengunjung dari titik awal dimana merupakan sajian awal mula Seni Teater Boneka hingga titik akhir yang merupakan sajian lebih terkini. Mikro bentuk “Joglo Jawa Kastil” didapatkan dari ikon Seni Teater Boneka bentuk kastil yang direpresentasikan menggunakan gubahan dari Joglo yang dikombinasikan dengan material lokal. Mikro Ruang “Natural Modern” digunakan untuk dapat mencerminkan sifat serta perkembangan Seni Teater Boneka serta implementasi dari Arsitektur Tradisional Jawa.
Rancangan Pusat Industri Kreatif dengan Tema Neo-Vernakular di Kabupaten Kutai Kartanegara Khalalya, Salsadilla Rizky Nur; Poedjioetami, Esty; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2181

Abstract

. Masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki ciri khas dan kreatifitas yang berpotensi besar untuk perkembangan seni budayanya yang cukup kental terutama di bidang seni pertunjukkan. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki 18 kecamatan yang memiliki berbagai macam kesenian pertunjukan sebagai potensi kreatifnya. Pusat Industri Kreatif Di Kabupaten Kutai Kartanegara akan menjadi sebuah wadah terpusat dan terintegrasi bagi para penggerak seni di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pusat Industri Keatif Di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular yang menciptakan desain dengan tujuan mengembalikan unsur-unsur budaya lokal khas Kalimantan Timur dengan mengalami pembaruan untuk menuju suatu karya yang lebih modern dengan tidak mengurangi kaidah-kaidah nilai tradisi. Konsep mikro tatanan lahan Terpusat, menjadikan tatanan lahan mengarah pada satu sisi atau pusat utama kegiatan industry kreatif. Konsep mikro bentuk (Attractive Culture), menciptakan bentuk bangunan dengan konse atraktif diangkat karena mampu mewakili esensi objek sebagai bangunan wisata kebudayaan. Konsep mikro ruang (Adaptive Culture), menciptakan desain ruang yang berfungsi dan dapat menampung segala kegiatan industri kreatif, mendesain ruang dimulai dari mengangkan unsur dan suasana kebudayaannya, lalu menyesuaikan dengan fungsi tiap ruang yang di desain.
Arsitektur Eco-Technology Sebagai Tema Desain Robotics Center di Surabaya Jawa Timur Ulumiddin, Muhammad Ihya; Widjajanti, Wiwik Widyo; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki antusiasme masyarakat di bidang robotik yang dapat mendorong terwujudnya sebuah rancangan baru pusat robotika yang menjadi tempat untuk melakukan aktifitas dan pembelajaran maupun ajang berkompetisi terkait dengan hal robotika dan teknologi. Kota Surabaya merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur yang memiliki penggemar robotik berjumlah ± 875 orang, dengan kegiatan KRAI atau kontes robot ABU Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia setahun sekali, juga banyaknya lembaga pendidikan yang memiliki kegiatan robotik. Perancangan Robotics Center mengangkat tema Arsitektur Eco Technology merupakan gabungan dari dua prinsip antara prinsip dalam merancang bentuk arsitektur yaitu pembangunan berkelanjutan dan teknologi mengambil tempat di Surabaya Barat karena banyaknya sekolah yang memiliki kegiatan robotik. Perancangan “Robotics Center” mengangkat konsep makro “kontemporer” agar tidak lekang oleh waktu. Konsep mikro tatanan lahan terkait analisa tapak memiliki konsep “community service”. Konsep mikro terkait bentuk mengambil konsep “dinamis” karena akan menghasilkan bentukan yang tidak kaku. Konsep mikro terkait dengan ruang mengambil konsep interaktif yang akan menghasilkan ruang-ruang sehat karena memiliki keterkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Hasil rancangan ini diharapkan dapat memberikan wadah yang bermanfaat dan membantu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususya di bidang robotika serta memberikan suatu hal baru dalam dunia arsitektur.

Page 1 of 3 | Total Record : 26