cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
educoretax.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
educoretax.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Educoretax
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28088271     DOI : -
Educoretax is a place for disseminating research results in the field of taxation, including, but not limited to, topics on central taxes, customs, excise, local taxes, regional levies, tax accounting, tax law, tax administration, tax information systems, public policies, and other taxes.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Strategi Penyuluhan Perpajakan Yang Efektif Dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara I) Tendi Aristo; Hotmal Jafar; Muhammad Ilham
Educoretax Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i1.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan perpajakan dan merumuskan strategi penyuluhan perpajakan yang efektif berbasis kepatuhan pelaporan SPT Tahunan sesuai dengan karakteristik wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diambil melalui teknik wawancara terstruktur. Teknik pemilihan sampel yaitu teknik purposive sampling di mana narasumber dipilih berdasarkan sebuah kriteria yaitu berstatus Aparatur Sipil Negara di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I yang terlibat langsung dalam proses bisnis penyuluhan perpajakan. Data sekunder yang digunakan adalah tabulasi data laporan tahunan sepanjang 2015 – 2019 yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan perpajakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor PER-03/PJ/2013 tentang Pedoman Penyuluhan Perpajakan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-05/PJ/2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Perpajakan. Kebutuhan standardisasi penyuluhan pajak yang lebih khusus muncul dalam rangka peningkatan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan yang melibatkan kolaborasi antara penyuluhan pajak dan proses bisnis internal lainnya (pengawasan dan penegakan hukum) serta kerja sama pihak ketiga. Kepatuhan pajak di masa depan ditentukan oleh penanaman kesadaran pajak sejak dini yang dilakukan melalui penyuluhan pajak.
Pembayaran Pajak Pada Kanal Non-Loket MPN G3: Lebih Bermanfaat Untuk Penyetor Dan Mempercepat Penguatan Keuangan Negara Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Maichel Silas Salipadang
Educoretax Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i1.371

Abstract

Salah satu faktor yang memperkuat keuangan negara adalah penerimaan pajak yang disetor melalui mekanisme billing pada sistem Modul Penerimaan Negara Generasi ke-3 (MPN G3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu yang dibutuhkan oleh penyetor mulai dari penerbitan kode billing hingga mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) pada kanal loket dan kanal non-loket serta kaitannya dengan penguatan keuangan negara yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk analisis data waktu, dapat diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh penyetor mulai dari penerbitan kode billing hingga mendapatkan NTPN 20% lebih cepat dengan menggunakan kanal non-loket daripada dengan kanal loket. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk analisis dampak, dapat diketahui bahwa pembayaran dengan kanal non-loket lebih bermanfaat bagi penyetor karena pembayaran dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun, tidak perlu membawa uang tunai, hingga Bukti Penerimaan Negara (BPN) yang tersimpan pada sistem di beberapa kanal non-loket.
Analisis Benchmarking Pajak PT Kalbe Farma TBK Sebelum Dan Saat Pandemi Royan Muhammad Devi Prasetyo; Via Sarsadilla; Zidni Hudan Said Purnomo; Suparna Wijaya
Educoretax Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i1.349

Abstract

Analisis benchmarking pajak PT Kalbe Farma Tbk sebelum pandemi (2018-2019) dan saat pandemi (2020-2021) bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dengan mengukur hubungan antar unsur laporan keuangan dan perubahannya dari tahun ke tahun. Dalam melakukan benchmarking pajak, Direktorat Jenderal Pajak menggunakan rasio-rasio terkait dengan tingkat laba perusahaan dan input dalam kegiatan usaha lainnya yang disebut dengan rasio total benchmarking. Analisis ini juga dilakukan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan serta perbandingannya dengan perusahaan sejenis dan apabila terdapat temuan yang tidak wajar dapat menjadi indikator awal dalam proses pemeriksaan pajak. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode kuantitatif deskriptif. Kuantitatif deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam situasi tertentu. Penelitian kualitatif deskriptif umumnya bertujuan memberikan penggambaran aspek yang relevan dengan fenomena dari perspektif seseorang atau orientasi industri. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari laporan keuangan PT Kalbe Farma Tbk yang berasal dari situs Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perusahaan telah menunjukkan kinerja yang semakin baik karena perusahaan telah melakukan efisiensi biaya yang dikeluarkan untuk operasional dan dapat meningkatkan penerimaan pajak.
Potensi Kepatuhan Pajak UMKM Setelah Kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai: Sebuah Pendekatan Teori Atribusi Sessa Tiara Maretaniandini; Radhitiya Wicaksana; Zalfa Aura Tsabita; Amrie Firmansyah
Educoretax Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i1.372

Abstract

A global recession is predicted to occur in 2023. In facing this condition, MSMEs have a key role in maintaining economic growth in Indonesia. Despite the significant potential to contribute to the Indonesian economy, many MSMEs still do not register as taxpayers. As a result, tax revenues in Indonesia have not been optimal. In addition, the phenomenon of MSME tax non-compliance has the potential to increase with the existence of regulations governing VAT rate increases. This study aims to review the potential for MSME tax compliance after the increase in VAT rates. This study uses a qualitative method using a content analysis approach. The data used in this study is MSME data sourced from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises website. In addition, this panel research data also uses MSME tax compliance data from the Directorate General of Taxes website. A review of data sourced from the content analysis is further elaborated using scoping review. This study concludes that there is potential for an increase in MSME tax compliance following an increase in the VAT rate. The increase in MSME tax compliance is projected to increase Indonesia's overall tax revenue. Thus, MSMEs have a significant role in facing a recession. Resesi global diprediksi terjadi di tahun 2023. Dalam menghadapi kondisi ini, UMKM memiliki peran kunci dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Meskipun memiliki potensi yang besar dalam memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia, masih banyak UMKM yang tidak mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak. Akibatnya, penerimaan pajak di Indonesia belum optimal. Selain itu, fenomena ketidakpatuhan pajak UMKM berpotensi menjadi meningkat dengan adanya regulasi yang mengatur kenaikan tarif PPN. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas potensi kepatuhan pajak UMKM setelah kenaikan tarif PPN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan content analysis. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data UMKM yang bersumber dari website Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Selain itu, data panelitian ini juga menggunakan data kepatuhan pajak UMKM dari website Direktorat Jenderal Pajak. Ulasan atas data yang bersumber dari content analysis selanjutnya dielaborasi dengan menggunakan scoping review Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat potensi peningkatan kepatuhan pajak UMKM setelah dilakukannya kenaikan tarif PPN. Peningkatan kepatuhan pajak UMKM ini diproyeksikan mampu meningkatkan penerimaan pajak Indonesia secara keseluruhan. Dengan demikian, UMKM memiliki peran signifikan dalam menghadapi resesi.
Urgensi Penerapan Windfall Profit Tax Atas Komoditas Batu Bara Di Indonesia Khoirun Arifbillah; Rizky Aji Santoso; Veren Yolanda; Suparna Wijaya
Educoretax Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i1.374

Abstract

The hike in world coal prices that occurred in 2021 is a breath of fresh air for coal mining companies around the world, including Indonesia. This hike is called windfall profit because the hike is influenced by other factors beyond the control of the coal mining entrepreneur. On the other hand, along with this fresh breeze, the Indonesian people's economy has been declining due to the Covid-19 pandemic. The occurrence of this imbalance prompted this research to be conducted to find out whether the windfall profits experienced by coal mining companies in Indonesia can be subject to windfall tax. This research uses qualitative methods with literature study techniques. By looking at the condition of coal mining companies in Indonesia, the application of the windfall tax in other countries, and studying the taxation regulations for coal companies currently in effect in Indonesia, this research results that the application of the windfall tax on coal exports can act as an instrument for a source of state revenue as well as an automatic stabilizer instrument of domestic coal commodities availability. The scheme that can be applied based on this research is taxation of additional income which is temporary for short term purposes and permanent taxation for long term purposes. Kenaikan harga batu bara dunia yang terjadi pada tahun 2021 merupakan angin segar untuk perusahaan tambang batu bara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kenaikan ini disebut dengan windfall profit karena penyebab kenaikan tersebut dipengaruhi oleh faktor lain di luar kendali pengusaha tambang batu bara. Di sisi lain, berbarengan dengan angin segar tersebut, perekonomian masyarakat Indonesia mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Terjadinya ketimpangan ini mendorong penelitian ini dibuat untuk mengetahui apakah atas windfall profit yang dialami oleh perusahaan tambang batu bara di Indonesia dapat dikenai windfall tax. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi literatur. Dengan melihat kondisi perusahaan tambang batu bara di Indonesia, penerapan windfall tax di negara lain, dan mendalami peraturan pemajakan perusahaan batu bara yang sedang berlaku di Indonesia, penelitian ini menghasilkan bahwa penerapan windfall tax atas ekspor batu bara dapat berperan sebagai instrumen sumber penerimaan negara sekaligus instrumen automatic stabilizer ketersediaan komoditas batu bara domestik. Skema yang dapat diterapkan berdasar penelitian ini adalah pemajakan atas tambahan penghasilan yang bersifat sementara untuk tujuan jangka pendek dan pemajakan bersifat permanen untuk tujuan jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5