cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
educoretax.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
educoretax.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Educoretax
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28088271     DOI : -
Educoretax is a place for disseminating research results in the field of taxation, including, but not limited to, topics on central taxes, customs, excise, local taxes, regional levies, tax accounting, tax law, tax administration, tax information systems, public policies, and other taxes.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2023)" : 10 Documents clear
Moderasi Keterbukaan Perdagangan Pada Pendapatan Per Kapita Dan Foreign Direct Investment Terhadap Penerimaan Pajak Di ASEAN-5 Dian Irsalina Listikarini; Suparna Wijaya
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.471

Abstract

Kinerja perpajakan di wilayah Asia Tenggara, khususnya ASEAN-5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, masih relatif rendah di bawah “titik kritis” menurut Bank Dunia dengan rata-rata penerimaan pajak hanya sebesar 13%. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari konsep kinerja perpajakan secara lebih mendalam. Penelitian ini dilakukan untuk menguji moderasi keterbukaan perdagangan pada pendapatan per kapita dan Foreign Direct Investment terhadap penerimaan pajak. Penelitian ini menggunakan data panel terhadap negara ASEAN-5 pada periode 2008-2018. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan regresi linier berganda. Berdasarkan pengujian model panel, Pooled Least Square merupakan model yang terbaik. Secara simultan seluruh variabel berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Secara parsial, pendapatan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak dan setelah dimoderasi dengan variabel keterbukaan perdagangan ternyata memperlemah hubungan positif antara pendapatan per kapita dengan peneriman pajak. Sementara itu, FDI baik secara parsial maupun setelah dimoderasi dengan variabel keterbukaan perdagangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan pajak. Berdasarkan hasil penelitian ini diperlukan kebijakan yang komprehensif dan tepat oleh setiap negara di ASEAN-5 agar keterbukaan perdagangan dapat meningkatkan penerimaan pajak dan memperkuat hubungan antara pendapatan per kapita dan FDI terhadap penerimaan pajak.
Pengaruh Sektor Jasa Dan Pendapatan Per Kapita Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Variabel Pengendalian Korupsi Evan Harlan; Suparna Wijaya
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.472

Abstract

Pajak merupakan salah satu komponen yang penting dan berkontribusi besar dalam pendapatan pemerintah. Oleh karena itu, dirasa penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pajak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kontribusi sektor jasa dan pendapatan per kapita terhadap penerimaan pajak dengan moderasi variabel tingkat pengendalian korupsi. Penelitian dilakukan terhadap negara-negara Eropa dan Asia Tengah. Data yang digunakan bersumber dari World Bank periode 2010-2019. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan regresi linier berganda. Jenis data yang digunakan merupakan kombinasi data cross section dan data panel. Dari proses pengujian model, didapatkan hasil bahwa model regresi random-effect dipilih sebagai model yang paling sesuai. Bersama-sama, variabel-variabel independen berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerimaan pajak. Secara terpisah, kontribusi sektor jasa berpengaruh negatif signifikan. Namun setelah dimoderasi pengaruhnya menjadi positif signifikan. Pendapatan per kapita berpengaruh positif signifikan dan setelah dimoderasi tetap berpengaruh positif signifikan namun koefisien pengaruhnya mengalami pelemahan. Sementara itu, tingkat pengendalian korupsi secara parsial berpengaruh negatif signifikan. Disarankan agar pemerintah dan pihak-pihak terkait senantiasa melakukan upaya penguatan sektor jasa, peningkatan kesejahteraan serta pengendalian korupsi.
Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terkait Wacana Pengenaan Pajak Penghasilan Terhadap Objek Natura/Kenikmatan Fayiz Arif Raharjo; Hasnawati Hasnawati
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari wajib pajak orang pribadi dengan melakukan survey dan analisis dari persepsi wajib pajak tersebut terkait adanya suatu perubahan regulasi didalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang mengkaji terkait natura dijadikan sebagai suatu objek pajak penghasilan. Sampel dan populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang berada di wilayah jabodetabek dengan berbagai jenis pekerjaan dan latar belakang yang berbeda-beda. Hasil penelitian dari penelitian ini wp op telah memahami atas pemahaman umum dari pengertian natura/kenikmatan dan memiliki persepsi tidak setuju jika natura dijadikan sebagai objek pajak penghasilan, wp op memiliki persepsi tidak setuju terhadap asas keadilan pemungutan pajak didalam wacana pengenaan pajak penghasilan atas natura/kenikmatan yang dinilai belum dapat mencerminkan asas keadilan didalam pemungutan pajak, wp op memiliki persepsi setuju atas asas manfaat didalam wacana pengenaan pajak penghasilan terhadap natura/kenikmatan.
Faktor Demografi Terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Norma Sosial Sebagai Variabel Intervening Nora Hilmia Primasari
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.527

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh demografi terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak dengan norma sosial sebagai variabel intervening. Gender, usia dan tingkat pendidikan sebagai faktor demografi yang diuji dalam penelitian ini. Wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas di wilayah Jakarta Selatan merupakan populasi dalam penelitian ini. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer (primary data). Metode penelitian menggunakan pengujian hipotesis (Hypotheses testing). Hasil pengujian secara langsung menunjukkan bahwa usia berpengaruh positif terhadap norma sosial, dan norma sosial berpengaruh negatif terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak. Hasil pengujian tidak langsung menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak dengan norma sosial sebagai variabel intervening. Sedangkan gender dan usia tidak memiliki pengaruh tidak langsung terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak dengan norma sosial sebagai variabel intervening. Implikasi dari penelitian ini diharapkan semua pihak terutama pemerintah menjadikan pendidikan dan lingkungan sosial yang kondusif sebagai salah satu prioritas utama demi meningkatkan penerimaan pajak.
Analisis Faktor Internal Dan Ekternal Terhadap Tax Compliance Penyetoran SPT Masa: Studi Empiris Pada Pengusaha Kena Pajak Yang Terdaftar Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram Lalu Takdir Jumaidi; Iman Waskito; Baiq Anggun Hilendri L
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.529

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk memprediksi faktor internal dan eksternal terhadap tax compliance penyetoran SPT Masa. Penelitian ini merupakat jenis penelitian asosiatif dengan pendekatan kauntitaif. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik sampling insidental. Alat analisis data yang digunakan adalah Partical Least Square (PLS) versi 3.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sikap, kewajiban moral berpengaruh postif terhadap niat untuk patuh dan berpengaruh postif terhadap kepatuhan pajak dengan variabel moderating niat untuk patuh. Sedangkan Norma subyektif dan kontrol prilaku yang dipersepsikan berpengaruh negatif terhadap niat untuk patuh dan berpengaruh negatif terhadap kepatuhan pajak dengan variabel moderating niat untuk patuh. Hasil penelitian ini juga menunjukan Niat untuk patuh dan sangsi hukum perpajakan berpengaruh postif terhadap kepatuhan pajak. Sedangkan pengatuhan dan pemahaman tentang peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan perpajakan berpengaruh negatif terhadap kepatuhan pajak. Secara simultan (F-Square) untuk pengujian variabel internal (sikap dan kewajiban moral) dalam mempengaruhi kepatuhan pajak secara simultan tergolong kecil. Sedangkan variabel internal (norma subyektif dan kontrol prilaku yang diapresiasikan) dalam mempengaruhi kepatuhan pajak tergolong besar. Pengujian variabel eksternal (pengetahuan dan pemahaman tentang pp) dalam mempengaruhi kepatuhan pajak secara simultan tergolong kecil. Sedangkan variabel eksternal (kualitas pelayanan perpajakan dan sangsi hukum perpajakan) dalam mempengaruhi kepatuhan pajak secara simultan tergolong besar.
The Moderating Role Of Sustainability Disclosure: Tax Avoidance And Firm Value Ardian Azmi Hasibuan; Amrie Firmansyah
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.543

Abstract

A company's performance is very important because it will impact the decision-making of shareholders and investors. As reflected in increased share prices, companies with good performance tend to increase company value. One factor that can influence company value is tax avoidance. This research examines the effect of avoidance on company value with sustainability report disclosure as a moderating variable. This research uses quantitative data from financial and sustainability reports of banking sub-sector companies from 2020 to 2022. Data was obtained from the websites of each company. Using purposive sampling, 41 samples were obtained and tested using multiple regression analysis for cross-section data. This research concludes that tax avoidance has a negative effect on company value. Meanwhile, sustainability disclosures do not mediate. This research contributes to providing capital market-based financial accounting research literature from the perspective of company policy as reflected in the financial information of banking companies in Indonesia.
Pemanfaatan Data Eksternal SIUPAL Dalam Penelitian Kepatuhan Material Wajib Pajak (Studi Kasus Kantor Wilayah DJP ABC) Waidatin Nur Azizah
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.557

Abstract

Peran Direktorat Jenderal Pajak sangat diperlukan dalam pengawasan kepatuhan Wajib Pajak. Hal tersebut menjadi konsekuensi penerapan self-assessment system. Pengawasan kepatuhan Wajib Pajak dapat dipicu dari data eksternal (data trigger). Pemanfaatan data eksternal sebagai data pemicu berguna dalam hal penelitian kepatuhan material Wajib Pajak dan penggalian potensi pajak secara sektoral. Salah satu data eksternal yang dapat dimanfaatkan sebagai data pemicu adalah data SIUPAL. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemanfaatan data SIUPAL dalam penelitian kepatuhan Wajib Pajak dan penggalian potensi pajak sektoral. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari data internal Direktorat Jenderal Pajak dan data eksternal Kementerian Perhubungan yang dapat diakses oleh publik melalui internet. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap Wajib Pajak pemilik SIUPAL dan pemilik kapal, terdapat indikasi ketidakpatuhan yang dilakukan oleh Wajib Pajak, salah satunya adalah Surat Pemberitahuan tidak diisi dengan benar, lengkap, dan jelas. Indikasi ketidakpatuhan tersebut harus ditindaklanjuti oleh Account Representative dengan penelitian kepatuhan material secara menyeluruh dan komprehensif serta kunjungan/visit. Selain itu, terdapat potensi pajak berupa Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang harus digali secara optimal.
Examining The Relationship Between Economic, Demographic, Legal And Institutional Variables Towards Tax Evasion : A Case Study In West Kalimantan Felicia Kiki Simanjaya; Elok Heniwati
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.558

Abstract

Tax evasion, one of the most common crimes in the world. There are so many cases of tax evasion that are not known by the public, in fact there are many cases of tax evasion that are closed and only revealed a few years later. This is also happened in Indonesia. Without exception, Indonesia is also one of the countries with the most tax evasion practices. To examine which factor, affect the tax evasion practice the most, this problem needs to be studied further. This research aims to examine and reveals how the economic variable, demographic variable, and legal and institutional variable affect tax evasion practice with West Kalimantan, Indonesia as the studied area. This research uses the multiple regression analysis as its research method. Questionnaire was used for the data collection where the questionnaire succeeded to obtain 120 respondents as research population, then 100 sample gained after screening process . The result of this research is that the economic variable and the legal and institutional variable has a positive effect on tax evasion practice and the demographic variable has a negative effect on tax evasion practice.
Effectiveness And Contribution Of The Hotel Tax Revenue In Optimization Of Original Local Government Revenue In Banyuwangi Regency Galih Wicaksono; Yeni Puspita; Lilis Setyaningsih; Boedijono Boedijono
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.559

Abstract

The Covid-19 pandemic has resulted in a decrease in domestic and foreign tourist arrivals in Banyuwangi Regency, this is due to one of the government's policies, namely Large-Scale Social Restrictions (PSBB). This has resulted in the tourism sector tax being threatened not optimally, especially the hotel tax. This study aims to determine the level of effectiveness and contribution of Hotel Tax to Regional Original Income (PAD) in Banyuwangi Regency, and to find out what strategies are carried out in optimizing hotel tax revenues to optimize Original Local Government Revenue (PAD). The population of this study is local taxpayers in Banyuwangi Regency, by taking samples from restaurant taxpayers. Data collection techniques are through interviews with the Regional Revenue Agency (BAPENDA) and literature studies of data obtained from BAPENDA and BPS, especially regarding restaurant tax data, PAD, tourists, and strategies in restaurant tax policies. This study resulted in the finding that when the number of victims exposed to Covid-19 was relatively high, it had an impact on the decrease in the number of hotel room occupants, as a result, hotel revenue decreased and affected Hotel Tax Revenue which decreased. The effectiveness of hotel tax revenue is always in the very effective category, because it always meets the set targets. The hotel tax contribution to PAD is always in the very low category because the PAD increase is very significant, not followed by a significant increase in hotel tax. The strategy in optimizing hotel tax revenue is by providing a policy in the form of eliminating fines for late reporting or payments which aims to provide relief to taxpayers so that they are not burdened with their tax obligations so that they continue to carry out their tax obligations.
Manager's Income Smoothing Actions Due to Debt Policy: The Moderating Role of Tax Avoidance Amrie Firmansyah; Muchamad Rizal Pua Geno; Dani Kharismawan Prakosa; Pria Aji Pamungkas; Adhitya Jati Purwaka
Educoretax Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i3.566

Abstract

The manager carries out income-smoothing actions to guard the stability of profit. Stability and high profits are considered an indicator of a low-risk company. The manager made this effort to increase investor belief in providing the company with source funds. This study aims to test the effect of debt policy on action income smoothing. This research also includes tax avoidance as a moderating variable in this association. This study employs data derived from financial statements of listed manufacturing companies on the Indonesian Stock Exchange from 2016 until 2021—research data sourced from www.idnfinancials.com. Samples employed in this study totaled 564 observations (firm-year). Testing hypothesis is using analysis of multiple linear regression for panel data. This study finds that debt policy is positively associated with income smoothing. However, tax avoidance has no role in moderating the association between debt policy and income smoothing. This study contributes to developing literature on income smoothing in financial accounting research frameworks using different proxies in the Indonesian context.

Page 1 of 1 | Total Record : 10