Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2020)"
:
10 Documents
clear
MODEL PETRI NET DARI ANTRIAN KLINIK KECANTIKAN SERTA APLIKASINYA PADA ALJABAR MAXPLUS
Pertiwi, Ruvita Iffahtur;
Tridiana M., Liza
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.685 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1637
Permasalahan kulit sering dialami oleh sebagian orang khususnya kaum wanita, untuk mengatasi hal tersebut biasanya masyarakat mendatangi sebuah klinik kecantikan untuk melakukan perawatan atau pun pengobatan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Hal tersebut membuat klinik tersebut diminati masyarakat khususnya wanita hingga rela mengantri. Antrian pada klinik kecantikan bisa saja terjadi apabila beberapa pengunjung membutuhkan waktu yang lama untuk konsultasi dengan dokter atau menjalani beberapa perawatan sekaligus. Agar dapat mengetahui waktu tunggu maupun waktu disetiap sistem pada antrian klinik kecantikan ini dibuat model petri net yang kemudian diaplikasikan dengan aljabar maxplus sehingga dapat diperoleh waktu antrian yang dibutuhkan setiap proses.AbstractSkin problems are often experienced by some people, especially women, to overcome this problem, people usually come to a beauty clinic to perform treatments in accordance with the problems faced. This makes the health beauty clinic attractive to the public, especially women, who are willing to queue up. Queues at the clinic can occur if some visitors need a long time to consult with a doctor or undergo several treatments at once. In order to find out the waiting time and the time in each system in this beauty clinic queue, a petri net model was created which was then applied to maxplus algebra so that the average time needed for each process can be obtained.
PENERAPAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA DALAM MEREDUKSI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DIARE DI PROVINSI MALUKU
Haumahu, Gabriella;
Lewaherilla, Norisca
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1009.458 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1638
Analisis komponen utama merupakan suatu analisis untuk menjelaskan struktur varians-kovarians melalui sejumlah kecil kombnasi linier dari segugus variabel asal. Tujuan umumnya adalah untuk reduksi data dan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi faktor-faktor penyebab diare di Provinsi Maluku. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah penduduk miskin (X1), jumlah rumah sakit umum (X2), jumlah puskesmas (X3), jumlah apotek (X4), jumlah rumah tangga yang menggunakan fasilitas tempat buang air sendiri/not shared (X5), jumlah rumah tangga yang tidak menggunakan dan tidak mempunyai fasilitas tempat buang air besar (X6), dan jumlah rumah tangga yang memiliki akses sumber air minum layak (X7). Hasil penelitian menunjukkan variabel-variabel direduksi menjadi satu komponen utama dengan proporsi varians kumulatifnya sebesar 82%.AbstractPrincipal component analysis is an analysis to explain the structure of variance-covariance through a small number of linear combinations of a set of original variables. The general purpose is to reduce data and interpretation. This study aims to reduce the causes of diarrhea in Maluku Province. The variables used in this study are the number of poor people (X1), the number of public hospitals (X2), the number of Puskesmas (X3), the number of pharmacies (X4), the number of households that use their own not shared toilet facilities (X5) , the number of households that do not use and do not have defecation facilities (X6), and the number of households that have access to improved drinking water sources (X7). The results showed the variables were reduced to one main component with a cumulative proportion of 82%.
S-RING KELAS INTERVAL NATURAL
Patty, Dyana;
W. M. Patty, Henry
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.947 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1633
Artikel ini memperkenalkan kelas baru interval yang disebut kelas interval natural. Perlu dijelaskan bahwa kelas dalam artikel ini bukanlah kelas yang terbentuk karena relasi ekuivalensi dan kata natural tidak merujuk pada himpunan bilangan asli. Diberikan [x,y] adalah interval tutup dari Z atau Q atau R atau Z_n dengan n<∞. Interval tutup [x,y] disebut interval naik jika xy dan interval tutup [x,y] disebut interval merosot jika x=y. Hal yang sama juga berlaku untuk interval buka, interval buka tutup dan interval tutup buka. Koleksi interval naik, interval turun dan interval merosot selanjutnya disebut kelas interval natural. Dalam artikel ini akan dibahas struktur ring yang dibangun oleh kelas interval natural beserta sifat-sifatnya. Lebih lanjut akan diberikan syarat cukup agar suatu ring kelas interval natural merupakan -ring kelas interval natural.AbstractThis paper introduces a new class of interval called the natural class of interval. Throughout this paper, the word class does not refer to class that formed by equivalence relation, and the word natural does not refer to the set of natural numbers. Let [x,y] be a closed interval from Z or Q or R or Z_n where n<∞. If xy then [x,y] is decreasing closed intervals and if x=y then [x,y] define  as degenerate closed interval. The same thing applied to an open interval, half open and half closed interval. Let the collection of all increasing intervals, decreasing intervals and degenerate intervals defined as natural class of interval. This paper discuss about structure of ring generated by natural class of interval and their properties. Furthermore  we also give several conditions of ring of natural class of interval to be -ring of natural class of interval.
PEMODELAN STATISTICAL DOWNSCALING REGRESI KUANTIL LASSO DAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA UNTUK PENDUGAAN CURAH HUJAN EKSTRIM
Santri, Dewi;
Hanike, Yusrianti
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.01 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1639
Curah hujan ekstrim yang sering terjadi di Indonesia menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat. Terdapat banyak pemodelan curah hujan yang telah dilakukan untuk meminimumkan dampak yang terjadi. Global circulation model (GCM) diyakini menjadi metode terbaik untuk meramalkan data curah hujan ekstrim. Kelemahan dari data GCM adalah masih bersifat global sehingga akan sulit untuk menjelaskan keragaman dalam skala lokal yang lebih rinci. Statistical Downscaling (SD) hadir untuk menangani permasalahan tersebut. SD menghubungkan antara data luaran GCM dan curah hujan untuk menduga perubahan pada skala lokal dengan menggunakan metode regresi. Untuk mengakap nilai ekstrim dari curah hujan maka digunakan metode regresi kuantil. Data luaran GCM yang memiliki multikolinearitas tidak dapat langsung diterapkan dalam model SD. Metode-metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah multikolinearitas dalam SD antara lain metode analisis komponen utama (AKU) dan metode shrinkage seperti Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO). Metode AKU paling sering digunakan dalam mereduksi dimensi data luaran GCM dan menangani masalah multikolinearitas. Metode shringkage selain dapat menghilangkan multikolinearitas juga dapat meminimumkan ragam penduga parameter dari model regresi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model curah hujan ekstrim di Kabupaten Indramayu dengan pendekatan SD menggunakan metode regresi kuantil dengan LASSO dan AKU serta memilih model SD terbaik dari kedua metode yang digunakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan curah hujan ekstrim di kabupaten Indramayu dengan model SD menggunakan regresi kuantil dengan LASSO menghasilkan prediksi yang lebih konsisten terhadap berbagai selang waktu dugaan dibandingkan model yang menggunakan metode AKU.AbstractExtreme rainfall that frequently occurs in Indonesia has negative impact to society. there are several methods that required to minimize the damage that may occur. So far, Global circulation models (GCM) are the best method to forecast global climate changes include extreme rainfall. GCM data has global scale and unable to provide reliable information at local scale. Statistical Downscaling (SD) has been developed in an attempt to bridge this scale gap. SD uses regression models to represent the link between GCM data and local rainfall. Quantile regression is used to catch the extreme rainfall.  GCM data which has multicolinearity can not be directly applied in SD model. The methods that can be used to overcome multicollinearity are principal component analysis (PCA) and shrinkage methods such as Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) and ridge. PCA is the most commonly used in SD modeling. PCA can reduce the dimension of GCM data and multicollinearity. Shringkage method can eliminate multicolinearity and minimize variance. The objectives of this study are modeling SD using quantile regression with LASSO and PCA to predict extreme rainfall in Indramayu and to choose the best SD model of both methods. The result shows that the prediction of extreme rainfall in Indramayu with SD models using quantile regression with LASSO is more consistent at any time prediction compared to models using PCA.
ANALISIS NUMERIK PENYEBARAN PANAS PADA KONSTRUKSI BETON MENGGUNAKAN SKEMA BEDA HINGGA
El Maghfiroh, Rofila;
Zaman, Muhammad Badaruz
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1122.743 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1634
Beton sangat sering digunakan dalam bidang konstruksi. Ketahanan panas pada konstruksi beton sangat penting sebagai ketahanan struktur bangunan terhadap kebakaran. Salah satu cara untuk mengamati ketahanan panas pada konstruksi beton adalah dengan analisis numerik. Skema beda hingga merupakan salah satu metode numerik terbaik yang dapat digunakan untuk analisis penyebaran panas guna mengetahui ketahanan panas suatu bahan. Skema beda hingga pada metode Crank-Nicolson memberikan solusi numerik dengan tingkat ketelitian yang sangat baik.AbstractConcrete is used extensively in the building industry. The heat resistance of concrete construction is very important as the structure of a building against fire. One way to observe concrete construction’s heat resistance is by numerical analysis. Finite difference schemes are one of the best numerical methods that can be used to evaluate heat dispersion of material’s heat resistance. Finite difference schemes with Crank-Nicolson method provides an excellent level of accuracy.
LEFT INVERTIBLE SEMIGRUP PADA RUANG HILBERT
Asfa’ani, Ezhari;
Hasibuan, Lilis Harianti;
Jannah, Miftahul;
Putri, Darvi Mailisa
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.093 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1640
Analisis Fungsional merupakan salah satu cabang dari ilmu Matematika yang membahas tentang ruang vektor serta pemetaan di antara ruang - ruang tersebut. Pada artikel ini membahas tentang semigrup pada ruang Hilbert yang dapat dibalik dan mempunyai balikan. Untuk Semigrup yang sangat kontinu pada Ruang Hilbert, disini disajikan bukti singkat dari fakta-fakta bahwa inverse kiri dari semigrup yang dapat dibalik dan dapat dipilih menjadi semigrup juga. Lebih jauh pada tulisan ini akan ditunjukkan pula bahwa semigrup ini tidak perlu unik.AbstractFunctional Analysis is one branch of Mathematics that deals with vector spaces and mapping between these spaces This article to discuss about semigroups on Hilbert Space. For strongly continous semigroups on Hilbert space, we present a short proof of the fact that the left inverse of a left invertible semigroup can be chosen to be a semigroups as well. Furthermore, we show that this semigroups need not to be unique.Keywords: three-five word(s) or phrase(s), that it’s representative for the article.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN OLI MESIN MENGGUNAKAN MODEL RE-ORDER POINT (ROP) DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Rahma, Ade Novia;
Rielsa, Risca Amelya;
Safitri, Elfira
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1011.324 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1635
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh manajemen persediaan yang memiliki arti penting dalam perusahaan untuk menunjang kelancaran proses produksi. Hasil peneitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan di PT. Nusantara Berlian Motor masih belum optimal yang disebabkan kebijakan manajemen yang masih menggunakan ilmu perkiraan atau belum ada pencatatan secara rinci serta belum ada perencanaan dalam pengendalian persediaan. Pada pehitungan ROP (Re-Order Point) pada perusahaan adalah sebanyak 780 unit. Perbedaan kebijakan persediaan yang telah diterapkan sebelumnya pada perusahaan yaitu tidak mencatat secara pasti kapan harus mengadakan pemesanan kembali. Tetapi menurut metode EOQ perusahaan harus melakukan pemesanan ulang kembali saat persediaan tinggal 780 unit agar kegiatan jual beli tidak terhambat. Maka dengan demikian ROP (Re-Order Point) dapat menjadi penentu untuk kelancaran proses jual beli.AbstractThis research is motivated by inventory management which has an important meaning in the company to support the smooth production process. The results showed that the inventory control system at PT. Nusantara Berlian Motor is still not optimal due to management policies that still use the science of estimation or there is no detailed recording and there is no proven planning in controlling inventory. In the calculation of ROP (Re-Order Points) in the company is 780 units. Differences in inventory policies that have been previously applied to the company that is not recording exactly when to reorder. But according to the EOQ method the company must reorder when there are only 780 units left so that the buying and selling activities are not hampered. So thus the ROP (Re-Order Point) can be a determinant for the smooth buying and selling process.
MENENTUKAN BESARNYA OMSET PEGADAIAN MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM DENGAN METODE FUZZY TSUKAMOTO
Rahmawati, Rahmawati;
Rahma, Ade Novia;
Basriati, Sri;
Andriani, Novi
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (877.375 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1641
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah omset berdasarkan jumlah nasabah, inflasi dan kurs di Pegadaian Syariah Cabang Subrantas Unit Sidomulyo Pekanbaru. Teknik analisa yang digunakan studi ini adalah Metode Fuzzy Tsukamoto yang merupakan salah satu Fuzzy Inference System. Penelitian diawali dengan pembentukan aturan dan himpunan fuzzy, lalu dicari nilai z untuk setiap aturan dengan menggunakan fungsi MIN pada aplikas fungsi implikasinya, kemudian dicari nilai keakuratan atau Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dari omset. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi jumlah omset dengan nilai keakuratan mencapai 84,4098%.AbstractThis study aims to determine the amount of turnover based on the number of customers, inflation and the exchange rates at the Pegadaian Syariah Branch Subrantas Sidomulyo Unit Pekanbaru. The analysis technique used in this study is the Tsukamoto Fuzzy Method which is one of the Fuzzy Inference Systems. The research begins with the formation of fuzzy rules and sets, then looks for the z value for each rule by using the MIN function in the application of the implication function, then looks for the accuracy value or Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of the turnover. The results of this study indicate that the prediction of turnover with accuracy reaches 84.4098%.
ANALISIS FAKTOR UNTUK MENGANALISIS VARIABEL PENDUDUK MISKIN
Anggraini, Dian;
Al Mahkya, Dani;
Fitriawati, Andi;
Siahaan, Radot MH
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.631 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1636
Data kemiskinan Indonesia umumnya menggunakan pengukuran basic needs approach. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun, BPS membagi kriteria kesejahteraan masyarakat menjadi tiga kelompok berdasarkan kelompok pengeluaran, yaitu 40% kebawah, 40% tengah dan 20% keatas. Kelompok pengeluaran 40% kebawah bisa dikatakan sebagai penduduk miskin. Kelompok inilah yang akan diamati dan dilakukan analisis. Data BPS 10 tahun terakhir menyebutkan bahwa kemiskinan Provinsi Lampung terus mengalami penurunan setiap tahunnya dari tahun 2008 sebesar 22,19% sampai tahun 2018 menjadi 13,14%. Analisis faktor merupakan salah satu teknik untuk mengombinasikan variabel dengan tujuan menciptakan kelompok variabel baru. Analisis faktor sendiri dibagi menjadi dua, yaitu analisis faktor eksploratori dan konfirmatori. Informasi yang diperoleh dari data SUSENAS 2018 akan digunakan dalam analisis dan harapannya variabel baru yang didapatkan dengan analisis faktor eksploratori bisa menyederhanakan variabel yang selama ini digunakan oleh BPS. Berdasarkan hasil analisis faktor eksploratori yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa faktor baru yaitu faktor kebutuhan tambahan dan faktor kebutuhan utama yang terbentuk dari 5 variabel awal bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi kelompok masyarakat dengan kelompok pengeluaran 40% kebawah. Faktor kebutuhan tambahan terdiri dari status kepemilikan rumah sendiri, memakai BPJS dan bisa baca tulis. Sedangkan faktor kebutuhan utama terdiri dari sumber air bersih yang digunakan dan pengeluaran untuk makan.AbstractThe Poverty data Indonesia usually use the basic needs approach. Based on the national socio economic data (SUSENAS) conducted by the Central Bureau of Statistics (BPS) every year. BPS divide criteria community welfare into three groups based on the expenditure, namely 40% down, 40% middle and 20% above. Level Expenditure group 40 % down can be as poor group. These groups are the ones to be observed and analysis. BPS data for the last 10 years states that poverty in Lampung Province continues to decrease every year from 2008 by 22.19% until 2018 to 13.14%. Factor analysis is one technique for combining variables with the aim of creating a new group of variables. Factor analysis itself is divided exploratory and confirmatory factor analysis. Information obtained from the 2018 SUSENAS data will be used in the analysis and it is hoped that new variables obtained by exploratory factor analysis can simplify the variables that have been used by BPS. Based on the results of exploratory factor analysis that has been carried out, it can be concluded that the new factors, namely the additional needs factor and the main needs factor formed from the 5 initial variables, can be used to describe the condition of community groups with expenditure groups 40% down. The additional needs factor consists of the ownership status of the house itself, using BPJS and being able to read and write. While the main needs factor consists of the source of clean water used and expenditure for food.
KESTABILAN TITIK KESEIMBANGAN MODEL DUA PEMANGSA SATU MANGSA DENGAN KRITERIA ROUTH-HURWITZH
Susanto, Andi;
Rudianto, Budi
MAp (Mathematics and Applications) Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1044.079 KB)
|
DOI: 10.15548/map.v2i1.1642
Tulisan ini membahas kestabilan titik equilibrium model dua pemangsa satu mangsa dengan mengunakan kriteria kestabilan Routh-Hurtwizt. Simbiosis komensalisme diasumsikan berlaku di antara dua pemangsa. Studi kepustakaan adalah metode yang digunakan dalam menghasilkan tulisan ini. Model dua pemangsa satu mangsa mempunyai dua titik equilibrium yaitutidak stabil danyang stabil lokal.AbstractThis paper discusses the stability of the equilibrium point of two predator one prey model using the Routh-Hurtwizt criteria. Commensalism symbiosis is assumed to apply to predators. The findings in this study resulted from a literature review.This model is known to have two equilibrium points, namely unstable and local stable .