cover
Contact Name
Karmila Pare Allo
Contact Email
karmila.pare.allo@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285395126062
Journal Mail Official
literatify@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/literatify/about/editorialTeam
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Literatify : Trends in Library Development
ISSN : 27221571     EISSN : 27230953     DOI : 10.24252/literatify
Core Subject : Science, Social,
Literatify : Trends in Library Developments is an academic journal that publishes the current issues regarding library developments. The journal is a bi-annual publication that is officially organized and published by UPT Perpustakaan in collaboration with Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. The journal is provided for librarians, subject analysts, library science students, information specialists, information managers, researchers who need or are interested in keeping up to date with the most recent issues and developments in libraries. We regularly publish the issues in March and September. The journal only accepts research-based papers. All submitted papers will initially review by journal editors and if it was matched with the journal scope, the paper will be then sent to our peer-reviewers. We only accept manuscripts written in Bahasa Indonesia or English.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER" : 7 Documents clear
WhatsApp as an Online Learning Tool for Library Science Students Ramadayanti Ramadayanti
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.269 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.15917

Abstract

Whatsapp sebagai salah satu media sosial paling berpengaruh dan banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Para mahasiswa di Indonesia pada era digital saat ini sudah menggunakan gawai dalam aktivitas keseharian mereka baik di kampus maupun di luar kampus. Namun, sebagian besar pelajar menggunakan aplikasi media sosial, khususnya Whatsapp, hanya untuk bermedia sosial saja, padahal di dalam aplikasi tersebut, terdapat manfaat yang bisa meningkatkan kemampuan literasi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Peran Media Sosial (Whatsapp) Dalam Proses Belajar Online (Daring) Di Kelas Ap.3/4 Jurusan Ilmu Perpustakaan Uin Alauddin Makassar dan 2) manfaat Media Sosial (Whatsapp) Dalam Proses Belajar Online (Daring) Di Kelas Ap.3/4 Jurusan Ilmu Perpustakaan Uin Alauddin Makassar.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simak, catat, dan wawancara online,kajian pustaka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu,1).peran  media sosial whatsapp sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar  secara online    ( daring) dan 2). Manfaat media sosial whatsapp WhatsApp sebagai Media Literasi digital, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menggunakan fitur voice note atau video call, Berbagi materi melalui Whatsapp Story. Whatsapp memudahkan dalam percakapan melalui menu chat, bisa meng-copy, men-delete, atau memforward pesan. Gambar yang terkirim bisa di-forward, Selain itu juga dapat mengirim pesan suara maupun share lokasi keberadaan pengguna.ABSTRACTWhatsApp as one of the most influential social media and is widely used by Indonesia. Students in Indonesia in the digital era are currently using gadgets in their daily activities. However, many students have use social media applications, especially WhatsApp, only for social media, not improve digital literacy skills. The purposes of the study were to determine: 1) the role of in online learning Process,and 2) the benefits of (WhatsApp) in online learning process for Library Sciences students at UIN Alauddin Makassar. The data were gathered through listening, , taking notes, online interviews, literature review. The results of this study showed that 1) the role of WhatsApp really helps students in learning process,and 2). the benefits of WhatsApp as digital literacy mediain distance learning (PJJ) may use voice note or video call feature, sharing material, an so on. WhatsApp makes it easy to have conversations through the chat, it can copy, delete, or forward messages. Images that are sent can be forwarded. In addition, students can also send voice messages and share the their location.
An Analysis on How Hoax News Spread through Social Media A. Musdalifah Arif; Andi Miswar
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.178 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.14964

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana penyebaran informasi hoax melalui media sosial dan apa dampak penyebaran informasi hoax tersebut pada masyarakat. Sumber data dari jenis penelitian deskriptif kualitatif ini diperoleh dari beberapa literatur dan media online yang melaporkan beberapa informasi hoax di akhir-akhir ini sering terjadi. Sementara untuk mengetahui dampaknya, beberapa individu yang punya pengalaman menerima berita hoax menjadi informan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi hoax, dimulai dengan pembuatan informasi yang diadopsi dari opini masyarakat kemudian dikembangkan menjadi artikel, dibumbui kalimat bohong, disebarkan melalui media sosial menggunakan akun anonim, sehingga masyarakat yang membacanya menyebarkan kembali ke masyarakat lain dan seperti itu seterusnya. Sedangkan dampaknya, berakibat pada interaksi sosial masyarakat, mulanya hubungan mereka baik-baik saja sebagai keluarga, tetangga maupun sahabat. Tetapi karena mereka kerap kali mengonsumsi hoax, maka perdebatan hingga persiteruan terjadi di antara mereka.ABSTRACTThis article discusses the dissemination of hoax information via social media. The purpose of this study was to determine the flow of hoax information dissemination through social media and to determine the impact of hoax information dissemination in the community. This qualitative research used online media and literature review as its resources of the data. The results of this study provide an understanding of the flow of hoax information dissemination, starting with making information that is adopted from public opinion and then developed into articles, spiced with lies, spread through social media using anonymized accounts, so that people who read it redistribute other communities and so on. While the impact, results in social interaction of the community, initially their relationship was fine as family, neighbors or friends. But because they often consume hoaxes, the the problems  occurred among them.
Challenges of Online Learning for Library Science Students Marni Marni
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.069 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.15824

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed various aspects of life such as working at home, studying at home, to break the chain of spreading Covid-19. The purpose of this study was to determine how to use online learning tools for library science students and to find out the obstacles faced during learning process. This qualitative research uses descriptive approach. The data were collected from library science students of UIN Alauddin Makassar through Interview and observation. To support learning during the Covid-19, integration of technology and various kinds of learning technology tools such as Google Classroom, WhatsApp, E-learning, Lentera, Zoom, Youtube were used. WhatsApp is the most used because it is easier to understand and easier to access from villages.ABSTRAKPandemi covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan seperti mahasiswa belajar di rumah dan bekerja di rumah, ini merupakan salah satu solusi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana pemanfaatan daring dalam proses belajar mengajar jurusan Ilmu Perpustakaan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar menggunakan daring (jaringan internet). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, dan yang mejadi informan adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selama masa pandemi Covid-19 pembelajaran di rumah atau daring sebagai cara melanjutkan perkuliahan. Untuk menunjang pembelajaran selama pandemi Covid-19, integrasi teknologi dan macam inovasi selain itu kesiapan pendidik dan peserta didik. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran melalui daring secara gratis melalui berbagai ruang diskusi seperti Google Classroom, WhatsApp, E-learning, Lentera, Zoom, Youtube. Dari sekian banyak fasilitas yang disediakan, mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan lebih banyak menggunakan WhatsApp karena penggunaan lebih mudah dipahami dan lebih gampang diakses dari kampung yang terkendala dengan layanan internet, seperti penyediaan layanan internet di daerah yang tidak merata kadang mengalami kelambatan layanan, peningkatan biaya kuota, dan kondisi alam yang tidak mendukung seperti hujan yang bisa melambatkan layanan internet. 
Instagram as a Promotion Media at the Katakerja Library Muslihatul Inayah HR; Gustia Tahir; Saenal Abidin
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.403 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.15806

Abstract

Peluang media sosial yang begitu besar menjangkau audiens membuat perpustakaan tidak ingin menyia-yiakan peluang yang ada. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi Perpustakaan Katakerja di Kota Makassar dan apa kendala Perpustakaan Katakerja di Kota Makassar dalam pemanfaatan Instagram. Adapun jenis penelitian ini yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dan diolah dengan metode reduksi data, penyajian data secara tertulis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi Perpustakaan Katakerja di Kota Makassar dinilai sudah maksimal karena sejauh ini semua fitur-fiturnya dimanfaatkan oleh Perpustakaan Katakerja yang menggunakan nama pengguna @katakerja dengan konten yang dibagikan berupa segala kegiatan yang terkait dengan Perpustakaan Katakerja semacam layanan perpustakaan, kegiatan diskusi atau kelas, keanggotaan, koleksi, merchandise, sudut-sudut ruangan, dan kunjungan pemustaka yang dibagikan ke pengikut Instagram Perpustakaan Katakerja. Adapun kendala yang dihadapi Perpustakaan Katakerja yakni kurangnya koordinasi tim sehingga berdampak pada pengunggahan yang tidak berjalan lancar dan tidak adanya biaya pengelolaan media sosial Instagram dalam promosi Perpustakaan Katakerja.ABSTRACTThe opportunity for social media to reach an audience is so great that libraries do not want to waste existing opportunities. This research discusses how the use of Instagram as a means of promoting the Katakerja Library in Makassar City and what are the obstacles obstacles faced by its library. The type of this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The data were analyzed and processed using data reduction methods, written data presentation, and documentation. The results show that the use of Instagram is fully conclutions as a means of promoting the Katakerja Library in Makassar City is considered to be maximal because its features have been utilized by the Katakerja Library (@katakerja) to promote library services, discussion or class activities, memberships, collections, merchandise, room corners, and visitor fot its library followers. Meanwehile  There are obstacles faced by the library, namely the lack of team coordination so that it has an impact on uploads that do not run smoothly and there is no budgat for managing Instagram in promoting the library.
Map of the Utilization of Social Media in Forming Student Literation Culture in Makassar Himayah Himayah
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.5 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.19713

Abstract

ABSTRACTThis study aims to see a map of social media use in shaping a literacy culture among students in Makassar. The ease of accessing information sources, copying and pasting information to other places, or sharing information with other parties, has changed students' literacy habits. Using a quantitative approach, this study distributes questionnaires to students via the google docs link. A total of 200 students who have been willing to fill out and return this research questionnaire. The result of this research found that social media has become a necessity for students, especially used for chatting with their friends. Apart from communicating, social media is also used for education, literacy, and fun. Regarding reading and writing literacy habits, social media provides easy access to information providers, so that students use it to meet their needs without having to bother, especially to re-read and check reading material. The variety of information changes rapidly, making students feel that they are sufficient to read news headlines without having to read the entire contents of the information. Likewise, regarding the credibility of news sources, it is not an important thing for students to pay attention to. This shows that the habit of using social media has not been able to help improve literacy skills among students.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan melihat peta pemanfaatan media sosial dalam membentuk budaya literasi di kalangan mahasiswa di Makassar. Kemudahan dalam mengakses sumber informasi, menyalin dan menempel informasi ke tempat lain, atau membagikan informasi kepada pihak lain, telah mengubah kebiasaan mahasiswa dalam berliterasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menyebarkan angket kepada mahasiswa melalui link google docs. Sebanyak 200 mahasiswa yang telah bersedia mengisi dan mengembalikan angket penelitian ini. Hasik penelitian ini menemukan bahwa media sosial sudah menjadi kebutuhan mahasiswa, terutama digunakan untuk mengobrol dengan teman-teman mereka. Selain berkomunikasi, media sosial juga digunakan untuk pendidikan, literasi dan kesenangan. Terkait kebiasaan literasi baca tulis, media sosial dengan memberikan kemudahan dalam melakukan akses ke penyedia informasi, sehingga mahasiswa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus bersusah payah, terutama untuk membaca ulang dan memeriksa bahan bacaan. Ragam informasi yang terus berubah dengan cepat, membuat mahasiswa merasa cukup membaca judul-judul berita tanpa harus membaca keseluruhan isi informasi yang ada. Demikian pula mengenai kredibilitas sumber berita, tidak menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan media sosial, belum dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi di kalangan mahasiswa..
Analysis of the Implementation INLISlite (Integrated Library System) Pira Yuniar; Taufiq Mathar
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.171 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.16007

Abstract

Sistem otomasi perpustakaan telah banyak diterapkan di berbagai macam perpustakaan karena manfaatnya yang sangat besar. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bantaeng telah menggunakan INLISlite sejak tahun 2015 lalu. Penelitian deskriptif ini akan menggambarkan bagaimana penerapan dan hambatan yang dialami perpustakaan tersebut. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara kepada pustakawan dan staf perpustakaan yang mengoperasikan INLISlite di perpustakaan tersebut. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif; reduksi, display, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INLISlite di perpustakaan ini telah diterapkan dengan baik meskipun tetap menyisakan hambatan-hambatan yang cukup berarti. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi perpustakaan lainnya yang telah menerapkan sistem otomasi perpustakaan.ABSTRACTLibrary automation systems have been widely implemented in various libraries because of its benefits. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) District of Bantaeng has been using INLISlite since 2015. This descriptive research will describe how the application and the obstacles experienced by the library. The sources of data were obtained through interviews with librarians and library staff who operate INLISlites in the library. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques; reduction, display, verification, and conclusion. The results showed that INLISlite has been implemented well even though it still remains significant obstacles. This research can be a reference for other libraries that have implemented a library automation system or integrated library system
Planning and Implementation of the "Library of Dipanegara" at STMIK Library" Muhammad Syaiful S; Irvan Muliyadi
Literatify: Trends in Library Developments Vol 1 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.191 KB) | DOI: 10.24252/literatify.v1i2.15779

Abstract

Kegiatan yang dilakukan di perpustakaan mulai dari penginputan, pendataan, hingga pelayanan ketika itu dilakukan secara manual tentu akan menimbulkan beberapa hambatan serta membutuhkan banyak waktu. Perpustakaan sebagai wadah yang dalam aktivitasnya menghimpun, mengatur, ataupun merawat bahan pustaka, harus didukung dengan penyajian informasi yang cepat dan akurat. Oleh karena itu perlu adanya sistem informasi di perpustakaan.Rancangan sistem informasi ini bertujuan untuk memudahkan pustakawan dan pemustaka dalam proses sirkulasi di perpustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengambilan data secara kualitatif. Sedangkan instrumen untuk pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi literatur. Sistem ini memiliki beberapa fitur seperti penginputan buku, data buku, data anggota, peminjaman dan pengembalian buku. Sistem informasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL untuk basis datanya. Sistem ini mengggunakan  metode pengujian Blackbox. Dari hasil penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi yang dapat memudahkan pustakawan dalam pelayanan sirkulasi di perpustakaan.ABSTRACTActivities carried out in the library, starting from inputting, collecting data, to services when it is done manually, will certainly cause several obstacles and require a lot of time. Libraries as a media that in their activities to collect, to organize, or to maintain library materials, must be supported by the present of fast and accurate information. Therefore, it is necessary to have an information system in the library. This information system is aims to facilitate librarians in the circulation area. This system has several features such as book entry, book data, member data, book borrowing and return. This information system is created using the PHP programming language and MySQL for its database. This system uses the Blackbox testing method. The results of this study showed that an information system is needed so that can facilitate  librarian in circulation services in the library.

Page 1 of 1 | Total Record : 7