cover
Contact Name
Khaidarulloh
Contact Email
khaidarulloh@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285645745080
Journal Mail Official
inej@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
InEJ: Indonesian Engagement Journal
ISSN : 2723018X     EISSN : 27230244     DOI : http://dx.doi.org/10.21154/inej
InEJ: Indonesian Engagement Journal is a biannual journal that published in June and December by the Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The journal is focus on the result of community services and activities by empowering the society through a participatory approach to reach the sustainable development.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS THINKING ANALYSIS DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA Asri Bekti Pratiwi
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.807 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.2876

Abstract

AbstrakMenyiapkan tenaga kerja yang mampu berpikir analitis menjadi salah satu tugas institusi pendidikan, baik perguruan tinggi maupun sekolah menengah atas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan ini untuk meningkatkan kompetensi guru Matematika SMA dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran berbasis Thinking Analysis, yaitu penyusunan soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS).Kegiatan ini bekerjasama dengan mitra yaitu MGMP Matematika SMA/MA se-Kabupaten Tuban. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penugasan awal untuk peserta berupa penyusunan soal HOTS. Kegiatan berikutnya yang merupakan kegiatan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan penyusunan soal kategori HOTS dan penelaahan seluruh soal HOTS yang telah dikumpulkan oleh peserta yang diikuti oleh 30 peserta guru Matematika SMA di Kabupaten Tuban didampingi oleh tim instruktur. Selanjutnya kegiatan telaah soal oleh tim reviewer terhadap soal yang telah disusun oleh setiap peserta. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan evaluasi atas keseluruhan pelaksanaan kegiatan serta hasil penyusunan soal. Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan tampak bahwa kompetensi peserta dalam penyusunan soal HOTS mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum mendapatkan pelatihan. Disamping itu, peserta lebih percaya diri dalam menyusun soal kategori HOTS. Luaran kegiatan ini salah satunya berupa e-book yang merupakan kumpulan seluruh soal yang telah disusun oleh peserta sebagai referensi bagi guru SMA Matematika se-Kabupaten Tuban guna penyusunan soal selanjutnya. Kata kunci: HOTS, Kompetensi, Instrumen evaluasi pembelajaran, Matematika
TANAM BUAH DALAM POT (TABULAMPOT) SEBAGAI PENGUATAN EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKATDESA CALUK, DUSUN GUPIT, KECAMATAN SLAHUNG, PONOROGO Niswatul Hidayati
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.069 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.2699

Abstract

ABSTRAKEkonomiadalah salah satufaktor dan unsur yang sangatpentingdalampembangunanperadabanmanusia. Jika kondisiekonomikuat dan sejahteramakaelemen-elemen yang lain dalammasyarakatakanikutkuat dan kondusif.Dalamrangkapemberdayaanekonomiitu pula pendampingandilakukanmelaluiprogram tanambuahdalam pot atautabulampotyang dipilihsebagaibentukpengabdiankepadamasyarakatdesaCaluk.KondisigeografisdesaCalukberupatanah yang tandusmenjadiasetsekaligustantangandalampendampingan kali ini. Disisi yang lain, meskipunkondisitanahnyatandusnamunmayoritasmasyarakatCalukadalahpetani. Maka, program tanambuahdalam pot menjadipilihankarenasedikitmembutuhkan air sertalahan yang tidakluas. PendekatandalampendampinganmasyarakatinimenggunakanmetodeAsset Based Community – Driven Development (ABCD) denganmenggaliasetsebagaikekuatanmasyarakatdesaCaluk. Pendampingandilakukanmulaidarimencangkoksebagaibibittanaman, membuat media tanaman, sampaitanamanberbuah dan memilikinilaiekonomisehinggabisadijual.Kata kunci: peningkatanekonomi, tanambuahdalam pot, aset. ABSTRACTEconomy is one of important factor and elements in developing human civilization. If the economy is stable and strong, then other element of life of the community will be strong and conducive. One of the way to develop the economy of a community is by giving them guidance or mentoring how to grow plant using a pot. The mentoring is chosen as the devotion form to the society especially in Caluk village. In one side, the majority of the lands in Caluk village are barren which is considered not only as a challenge but also as an asset. In another side, most of people in Caluk village are farmer. Therefore, growing plant in a pot is a practical one because it does not need a vast area. This mentoring will be conducted by using ABCD (Asset Based Community – Driven Development) approach. This approach will stress on digging the asset of community as the main power. This mentoring will begin with grafting as a method to gain seed, then making the plant media, until the plant bare its fruit and ready to sell.  Keywords: economic development, growing plant in a pot, asset.
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN Mayrina Eka Prasetya Budi
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.261 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3104

Abstract

Mayoritas warga Desa Kediren bermata pencaharian sebagai petani jagung. Selain bertani, terkadang masyarakat juga membuat batik sebagai mata pencaharian tambahan. Industri batik tulis Desa Kediren Kabupaten Magetan baru berjalan enam bulan. Industri batik tulis motif jagung sebagai ikon kebanggan Desa Kediren belum berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan membuat batik. Tujuan pengabdian yang kami lakukan adalah meningkatkan life skills membuat batik tulis motif jagung bagi warga. Metode yang digunakan dalam pengabdian iniadalah Asset Based Communities Development (ABCD) yaitu melakukan pelatihan dengan praktik membuat batik tulis motif jagung bersama warga dengan fasilitator salah satu warga yang sudah lebih kompeten dalam membuat batik tulis motif jagung. Hasil dari pengabdian masyarakat menunjukkan meningkatnya kemampuan warga dalam membuat batik tulis motif jagung. Mereka lebih terampil dan batik yang dihasilkan lebih bagus dari sebelumnya.Jadi pelatihan ini penting guna meningkatkan life skills dalam membuat batik tulis motif jagung warga Desa Kediren Kabupaten Magetan. The majority of Kediren Village residents work as corn farmers. Apart from farming, sometimes people also make batik as an additional source of income. The batik industry in Kediren Village, Magetan Regency, has only been running for six months. The batik industry, with corn motifs as the proud icon of Kediren Village, has not been running well due to limited human resources who have the ability to make batiks. The goal of our dedication is to improve life skills by making batik with corn motifs for the residents. The method used in this service is Asset Based Communities Development (ABCD), which is training by practicing making written batik with corn motifs together with the community with the facilitator, one of the residents who is more competent at making batik with corn motifs. The results of community service show the increasing ability of residents to make batik with a corn motif. They are more skilled and the batik they produce is better than before. So, this training is important in order to improve life skills in making written batik with corn motifs in Kediren Village, Magetan Regency.
PELATIHAN PENGOLAHAN KUNYIT MENJADI SERBUK MINUMAN SIAP SEDUH UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EKONOMI MASYARAKAT DUSUN GEMBES DESA SLAHUNG KECAMATAN SLAHUNG Zeni Murtafiani; Yayuk Wahyuni; Herry Suprajitno
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.463 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3038

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan keterampilan masyarakat Dusun Gembes, Desa Slahung Kec. Slahung, Kabupaten Ponorogo untuk mengolah kunyit menjadi menjadi minuman siap seduh. Kegiatan dilaksanakan dua kali bertempat di rumah Bapak Kasun dan di rumah Bapak Kepala Desa dengan melibatkan 20 orang pada tahap pertama, dan 40 orang pada tahap kedua. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi dengan melalui tiga tahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sasaran tentang kunyit serta pengolahannya menjadi minuman siap seduh. Sasaran juga tertarik untuk mengonsumsi dan memproduksi sendiri minuman rempah yang didemonstrasikan, dan akan mempraktekkan penjualan bubuk kunyit siap seduh untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Masyarakat juga antusias untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain di Dusun Gembes.This community service activity aims to increase the knowledge, creativity and skills of the people of Gembes Hamlet, Slahung Village, Kec. Slahung, Ponorogo Regency to process turmeric into a ready-brewed drink. The activity was carried out twice at the house of Mr. Kasun and at the house of the Village Head, involving 20 people in the first stage, and 40 people in the second stage. In this activity, interactive counseling and demonstration methods are used through three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the implementation of the activity showed an increase in target knowledge about turmeric and its processing into a brewed drink. are also interested in consuming and producing their own spice drinks which are demonstrated, and will practice selling turmeric powder ready to brew to improve the economic level of the community. The Gembes Village community is also enthusiastic about passing on their knowledge to others.
STRATEGI ADAPTASI DI ERA PANDEMI COVID 19 BAGI UMKM KALICARI PEDURUNGAN SEMARANG Ratna Wijayanti; Suratman Suratman; Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v2i1.2536

Abstract

Berdasarkan pra survey yang telah dilakukan sebelumnya diketahui bahwa UMKM Kelurahan Kalicari mengalami penurunan omset penjualan sebagai dampak kondisi pandemi Covid 19. Hal ini menjadi alasan pentingnya sebuah startegi diterapkan untuk bertahan dan beradaptasi di era pandemic. Pengabdian ini berfokus pada penyuluhan mengenai strategi bertahan UMKM pada masa pandemi Covid 19. Penyuluhan yang diberikan berupa pemaparan tentang berbagai strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha ditengah daya beli masyarakat yang menurun. Hasil pengabdian kepada masayarkat ini berupa peningkatan pengetahuan UMKM tentang berbagai bentuk startegi yang dapat diterapkan untuk mempertahankan usahanya di era pandemic. Hasil evaluasi juga menunjukkan mayoritas UMKM berpendapat dapat dengan mudah mengaplikasikan strategi yang telah diajarkan.
PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN ADMINISTRASI MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI WOTSOGO JATIROGO TUBAN Ahmad Hariyadi; Masnuatul Hawa; Sutrimah Sutrimah; Siti Aniqoh Sofwani; Endah Yuliani
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.713 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.3058

Abstract

Pemerintahan Desa merupakan garda terdepan dalam penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. Hal itu bisa berjalan dengan baik kalau di dukung dengan SDM perangkat desa dan pemuda karang taruna yang mampu melaksanakan perannya dengan baik. Perangkat desa dan pemuda merupakan SDM di pemerintahan paling bawah yang memiliki andil besar terhadap pembangunan di negeri ini. Peran  mereka dibutuhkan terutama di desa sebagai penggerak pemerintahan desa. Kemampuan manajemen administrasi pemerintahan desa harus dikuasai oleh perangkat desa dan pemuda di suatu desa untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal baik dari aspek tata kelola maupun dokumentasi. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pelatihan terhadap manajemen pengelolaan administrasi Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Metode yang dipakai dalam pelatihan adalah metode Demonstrasi berbasis audio visual. Melalui metode Demonstrasi diharapkan dapat melatih dan memahami manajemen administrasi pemerintahan. Sasaran pelatihan ini adalah perangkat desa dan  unsur  pemerintahan Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo. Village apparatus is the front guard in the administration of government and public services in Indonesia. It needs to be supported by the human resources of the village, especially youth organization. Village apparatus and youth as the human resources are at the bottom position of the government have many contributions in the development of the country. Their role is needed as the driving force in the village governance. The village apparatus and youth organization must capable in administration manajement to give good services to the public both in terms of administration and documentation. The purpose of this activity is to provide understanding and training on the administrative manajement of Wotsogo Village, Jatirogo District, Tuban Regency. The method used in the training is the audio-visual based demonstration method. Through the Demonstration method, it is hoped that it can train and understand the government administration manajement. The targets of this training are village apparatus and also the element of the Wotsogo Village government in Jatirogo District.
PELATIHAN PENULISAN OPINI UNTUK GURU BAHASA INDONESIA MA NU TASYWIQUTH THULLAB SALAFIYYAH KUDUS Muhammad Noor Ahsin; Eko Widianto
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.454 KB) | DOI: 10.21154/inej.v2i1.2130

Abstract

Writing opinions for teachers is very important. To improve the competence of teachers, it is necessary to write popular writing such as writing articles or opinions. Therefore, teachers in high school / MA equivalent schools are required to be able to create interactive learning media, including teachers at MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus. The problem is, not all teachers can write well. There are many Indonesian language teachers in the school. However, not many who have good writing skills. In other words there is still much to learn and practice writing directly. Based on interviews, Indonesian language teachers at MA NU TBS, writing for them is very important. Moreover, the demands of the 2013 curriculum. However, in these schools, teachers still have difficulty making good opinion writing. Based on this greeting, community service was carried out in the form of mentoring and training to write opinions for Indonesian language teachers at MA NU TBS Kudus. This community service is carried out using the asset based community development (ABCD) approach. This activity was carried out well. After training and mentoring the teacher's ability to write opinions becomes better. Other indicators of community coding are the results of the assisted subjects, most of whom stated that the teacher's writing ability was improved and the training was very useful. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7