cover
Contact Name
Noneng Siti Rosidah
Contact Email
noneng.strosidah@uika-bogor.ac.id
Phone
+6281384417091
Journal Mail Official
bahrum.subagiya@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jalan K. H. Sholeh Iskandar KM. 2, Kedung Badak, Tanah Sereal, RT.03/RW.10, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prophetic Guidance and Counseling Journal
ISSN : -     EISSN : 27227936     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/pro-gcj
Core Subject : Education,
The scope of the Pro-GCJ Journal is Islamic Guidance and Counseling, Child and Youth Counseling, Adult and Elderly Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, School Counseling, Higher Education Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Work Counseling, Cyber Counseling, Educational Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Counseling Rehabilitation, Use of technology in Counseling, Counseling and Guidance for Special Education, and Counselor Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Telaah Kritis Worldview Psikologi dan Konseling Kontemporer Rizka Nur Hamidah; Rusdi Kasman
Prophetic guidance and counseling journal Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v3i1.11483

Abstract

The hegemonization of Western Psychology in the Modern Psychology and Counseling scene cannot be denied. This situation can certainly have a negative impact on a Muslim, because the development of western counseling is static and is strongly influenced by the western worldview. Syed Naquib Al Attas is a Muslim scholarship who has a deep view of the current Western concept of counseling. One of the concepts developed by Syed Naquib Al Attas is the Islamic worldview. In this study, the researcher used a library research method using a qualitative approach. The results of the study show that the worldview in modern psychology that is currently developing is undeniably full of the dominance of subjective western psychologists' thoughts, which are influenced by their socio-cultural background. In the scientific study of counseling, there is a strong influence from the worldview of psychology and western counseling on the currently developing science of counseling, namely the worldview that is not yet Islamic. Abstrak Hegemonisasi Psikologi Barat dalam kencah pemikiran Psikologi dan konseling Modern  tidak dapat dipungkiri. Situasi ini tentunya bisa berdampak buruk bagi seorang Muslim, sebab perkembangan konseling barat bersifat statis dan sangat dipengaruhi worldview barat itu sendiri. Pengaruh worldview barat pada ilmu psikologi dan konseling kontemporer perlu ditelaah kembali agar dapat diterapkan secara proporsional dalam pengembangan ilmu psikologi dan konseling Islami. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa Cara pandang alam (worldview) pada psikologi dan konseling modern mendominasi pemikiran psikolog barat yang subjektif, yang terpengaruh latar sosio-kulturalnya. Dalam kajian keilmuan konseling terdapat pengaruh yang kuat dari worldview psikologi dan konseling barat yang terhadapat ilmu konseling yang berkembang saat ini adalah worldview barat.
Pemberian Konseling Islam Terhadap Penurunan Kecemasan Anniez Rachmawati Musslifah; Faqih Purnomosid; Dhian Riskiana Putri; Sri Ernawati
Prophetic guidance and counseling journal Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v3i1.14283

Abstract

Islamic counselling plays an important role in anticipating various potential problems in the world of education. This paper aims to determine the effect of providing Islamic counselling on reducing anxiety in Sahid University Surakarta students. This study uses a quantitative approach with the Quasi Experiment Non Equivalent Control Group method. The population was 28 students who were divided into 2 (two) classes. The research instrument in this study used an observation sheet. Normality test; homogeneity test; and hypothesis testing were conducted in data analysis. The results showed that there was a significant effect of using Islamic counselling with reduced anxiety. Abstrak Konseling Islam memegang peran penting dalam mengantisipasi berbagai potensi problematika di dunia pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling Islam terhadap penurunan kecemasan pada mahasiswa Universitas Sahid Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experiment Non Equivalent Control Group. Populasi sebanyak 28 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 (dua) kelas. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunkan lembar observasi. Uji normalitas; uji homogenitas; dan uji hipotesis dilakukan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan konseling Islam dengan penurunan kecemasan.
Regulasi Emosi pada Korban Bullying di SMP Batik Surakarta Aufi Rahma Fahrunisa
Prophetic guidance and counseling journal Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out about how the form of emotional regulation shown in victims of bullying and the causes that can be accepted in victims of bullying to not respond to bullying. This research is a qualitative research with descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The subjects involved in this study amounted to seven students of 7, 8 and 9 grade of SMP Batik Surakarta. The results are in accordance with the aspects of emotional regulation that cause victims to adjust to the bullying experienced, among others: (1) the ability to monitor emotions, namely the belief of individuals to understand the whole process that occurs in a problem, such as realizing the bullying actions that victims get and choose to respond calmly, (2) the ability to evaluate emotions, namely the ability of individuals to manage emotions experienced, such as choosing to play with other friends as a diversion of emotions felt, (3) the ability to modify emotions is the ability of individuals to change emotions into self-motivation, the victim has the motivation to focus on studies that are being pursued and improve academic achievement to be able to make the victim's parents happy. Based on the results of the study concluded that the high level of emotional regulation possessed by the victim makes the victim does not respond to the actions of the perpetrator, so that the victim is quite able to limit the impact of bullying so as not to reach too far into the victim's life and assume that the act of bullying experienced is only temporary. The form of attitude that is carried out on the victim of bullying so as not to retaliate for the bullying committed by the perpetrator is the existence of supporting factors such as victim awareness to focus on school in order to get satisfactory grades and graduate well, as well as the belief in the victim that the characteristics and properties of different people. Bullying victims get bullying actions also caused by low interpersonal skills. The victim's inability to interact causes the victim to be less able to blend in with the school environment so that the victim is considered a quiet individual and becomes an easy target for bullies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana bentuk regulasi emosi yang ditunjukkan pada korban bullying serta penyebab yang dapat diterima pada korban bullying hingga tidak membalas tindakan bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 SMP Batik Surakarta. Adapun hasil yang sesuai dengan aspek regulasi emosi yang menyebabkan korban dapat menyesuaikan diri terhadap bullying yang dialaminya antara lain: (1) Kemampuan memonitor emosi yaitu keyakinan individu untuk memahami keseluruhan proses yang terjadi pada suatu masalah, seperti menyadari tindakan bullying yang korban dapatkan serta memilih untuk menyikapi dengan tenang, (2) Kemampuan mengevaluasi emosi yaitu kemampuan individu untuk mengelola emosi yang dialami, seperti memilih bermain dengan teman lain sebagai pengalihan emosi yang dirasakan, (3) Kemampuan memodifikasi emosi yaitu kemampuan individu untuk merubah emosi menjadi motivasi diri, korban memiliki motivasi untuk memfokuskan diri pada studi yang sedang ditempuh dan meningkatkan prestasi akademik untuk dapat membahagiakan orang tua korban. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingginya tingkat regulasi emosi yang dimiliki oleh korban membuat korban tidak membalas tindakan pelaku, sehingga korban cukup mampu membatasi dampak bullying agar tidak terlalu jauh menjangkau kehidupan korban dan menganggap bahwa tindakan bullying yang dialami hanya sementara. Bentuk sikap yang dilakukan pada korban bullying sehingga tidak membalas perbuatan bullying yang dilakukan pelaku yaitu adanya faktor pendukung seperti kesadaran korban untuk fokus pada sekolah agar mendapatkan nilai yang memuaskan dan lulus dengan baik, juga keyakinan dalam diri korban bahwasanya karakteristik dan sifat orang yang berbeda-beda. Korban bullying mendapatkan tindakan bullying juga disebabkan karena rendahnya kemampuan interpersonal yang dimiliki. Ketidakmampuan korban untuk berinteraksi menyebabkan korban kurang mampu untuk membaur dengan lingkungan sekolah sehingga korban dianggap sebagai individu yang pendiam dan menjadi target yang mudah bagi para pelaku bullying.
Dorongan Bawah Sadar dan Pengendalian Emosi Menurut Alquran Mirawati
Prophetic guidance and counseling journal Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v3i1.14658

Abstract

A person's ability to control his emotions shows that humans are able to maintain self-confidence. humans are also a mirror of one's maturity in dealing with any circumstances and subconscious drives have a role in moving humans to fulfill their own activities controlling emotional forms, the purpose of this writing is to find out emotional impulses based on the Koran and how to overcome them. The research approach used is qualitative with the method of literature review or library research. This research focuses on the study of subconscious drives related to emotions in the Qur'an. Library sources come from the Qur'an and the interpretations of expert tafsir scholars. about and secondary sources, namely writing in books or journals related to discussion variables. The analysis used includes collecting data, content analysis and conclusions. The Qur'an contains emotional drives such as anger, forgiveness, sadness, empathy, love and compassion. In addition, the Qur'an teaches about managing emotions. Abstrak Kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya menunjukkan bahwa manusia mampu menjaga kepercayaan diri. manusia juga merupakan cermin kedewasaan seseorang dalam menghadapi keadaan apa pun dan dorongan bawah sadar memiliki peran dalam menggerakkan manusia memenuhi aktivitas diri mengendalikan bentuk emosi, tujuan penulisan ini untuk mengetahui dorongan emosi berdasarkan Alquran dan cara mengatasinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode kajian literatur atau library research. Penelitian ini berfokus pada kajian dorongan alam bawah sadar terkait emosi dalam Alquran. Sumber Pustaka berasal dari Alquran dan tafsir ulama ahli tafsir. Sumber sekunder yaitu tulisan pada buku atau jurnal terkait variabel pembahasan. Analisis yang digunakan meliputi mengumpulkan data, analisis isi dan kesimpulan. Alquran berisi dorongan emosi seperti marah, memaafkan, kesedihan, empati, cinta dan kasih sayang. Selain itu, Alquran mengajarkan tentang pengelolaan emosi.
Guidance of Sex Education for Pre-Puberty Children: Study at Darul Muttaqein Bogor Norhayati Binti Khalil; Imas Kania Rahman
Prophetic guidance and counseling journal Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro-gcj.v3i1.7402

Abstract

Sex education is a comprehensive education that needs to be disclosed publicly to pre-puberty-children aged between 7 to 10 years old. To ensure that they understood the meaning of life and are not being affected by western ideology. Providing sex education in Islam is very important to find their true identity and understand the concept of life as a Muslim when they reached puberty. This article aims to find out knowledge taught to pre-puberty age children about sex education. This research used qualitative methods, combining library researched (pedagogies aspect) and field researched (psychologist aspect). The results showed that the guidance of sex education about the body anatomy and their relevance to faith, worship, and sharia is to ensure that the child understands their responsibility and to adopt good morals in life. Abstrak         Pendidikan seks merupakan pendidikan komprehensif yang perlu didedahkan kepada anak pra-akil baligh berumur antara 7 hingga 10 tahun. Ini memastikan mereka memahami erti kehidupan dan tidak terpengaruh dengan ideologi Barat. Menyediakan pendidikan seks dalam Islam adalah penting untuk mencari identitas kebenaran mereka dan memahami konsep kehidupan sebagai seorang Muslim apabila mereka mencapai usia akil baligh. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui apa yang diajar kepada kanak-kanak umur pra-akil baligh tentang pendidikan seks. Kaedah kualitatif digunakan dalam penyelidikan ini dengan menggabungkan penelitian perpustakaan (aspek paedegogis) dan penyelidikan lapangan (aspek psikologi). Hasil kajian menunjukkan bimbingan pendidikan seks mengenai anatomi tubuh dan kaitannya dengan iman, ibadah dan syariat adalah untuk memastikan anak memahami tanggungjawab mereka dan menyesuaikan akhlak yang baik dalam kehidupan

Page 1 of 1 | Total Record : 5