cover
Contact Name
Sofie Yunida Putri
Contact Email
sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, 60294, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Behavioral Accounting Journal
ISSN : -     EISSN : 26157004     DOI : https://doi.org/10.33005/baj.v4i2
An objective of Behavioral Accounting Journal (BAJ) is to publish the high quality articles of behavioral accounting research from various paradigm, both mainstream or non mainstream. Specifically, BAJ accepts the articles of behavioral research in the areas: - Financial Accounting - Taxation - Accounting Information System - Accounting for Public Sector or Non-Profit Organizations - Auditing - Managerial Accounting - Capital Market The audiences of BAJ is not only the academicians, but also the graduate students, practitioners, and others interested in business research. This journal accepts the articles in English and Bahasa Indonesia, and published twice in a year, June and December. The primary criterion for publication in BAJ is the significance of the article’s contribution to the literature in behavioral accounting area. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023" : 5 Documents clear
Pengaruh Fraud Heptagon terhadap Tingkat Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Daerah: Peran Whistleblowing System di DPPKAD Jawa Timur Prayogi, Gusti Dian
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.368

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komponen Fraud heptagon terhadap tingkat kecurangan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertimbangkan pengaruh moderasi whistleblowing system. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Jawa Timur yang memiliki 38 unit kerja menjadi lokasi penelitian. Sebanyak 150 pegawai dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan faktor jabatan, pengalaman kerja, dan keterlibatan dalam pengelolaan keuangan daerah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil analisis menggunakan SPSS 26. Analisis regresi linier berganda, uji interaksi moderasi, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik digunakan untuk mengevaluasi pengaruh whistleblowing system terhadap hubungan variabel Fraud heptagon dengan tingkat kecurangan. Tekanan finansial, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, kesombongan, egoisme, dan keadaan eksternal merupakan tujuh komponen dari Fraud heptagon, dan hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor ini berdampak signifikan terhadap tingkat penipuan dalam pengelolaan keuangan daerah. Lebih jauh, hubungan antara penipuan dalam pengelolaan keuangan daerah dan penipuan di Heptagon telah terbukti dimoderasi oleh sistem pengungkapan pelanggaran, yang melemahkannya. Menurut kesimpulan penelitian, meningkatkan keterbukaan, memperkuat sistem pengendalian internal, dan memperbaiki sistem pengungkapan pelanggaran semuanya dapat menjadi taktik yang berguna untuk menghentikan penipuan sektor publik. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengelolaan dan akuntabilitas keuangan.   The purpose of this study was to examine the effect of Fraud heptagon components on the level of fraud in regional financial management by considering the moderating effect of the whistleblowing system. The East Java Province Revenue, Financial Management, and Regional Asset Service (DPPKAD) which has 38 work units was the location of the study. A total of 150 employees were selected using a purposive sampling method based on factors of position, work experience, and involvement in regional financial management. Data were collected using a questionnaire and the results were analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26. Multiple linear regression analysis, moderation interaction test, validity and reliability test, and classical assumption test were used to evaluate the effect of the whistleblowing system on the relationship between the Fraud heptagon variables and the level of fraud. Financial pressure, opportunity, rationalization, ability, arrogance, egoism, and external circumstances are the seven components of the Fraud heptagon, and the results show that these factors have a significant impact on the level of fraud in regional financial management. Furthermore, the relationship between fraud in regional financial management and fraud in Heptagon has been shown to be moderated by the violation disclosure system, which weakens it. According to the study's conclusion, increasing transparency, strengthening internal control systems, and improving disclosure systems can all be useful tactics to stop public sector fraud. It is hoped that this study will provide useful information for local governments to improve financial management and accountability.
Dampak Sistem Pembayaran QRIS terhadap Peningkatan Akuntabilitas Dimediasi Pencatatan Laporan Keuangan Hidayati, Laelly Wahyu; Nafidah, Lina Nasehatun
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.367

Abstract

Pencatatan laporan keuangan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji sistem pembayaran QRIS berpengaruh langsung pada akuntabilitas serta pengaruh tidak langsungnya pada akuntabilitas dimediasi pencatatan laporan keuangan. Pendekatan kuantitatif dengan Partial Last Square Model (Smart PLS) diterapkan dalam penelitian ini, data diperoleh melalui kuesioner dari populasi 537 UMKM dan ukuran sampel 85 responden. Hasil penelitian menjelaskan terkait sistem pembayaran QRIS berpengaruh langsung terhadap akuntabilitas. Tinngginya akuntabilitas diakibatkan oleh penggunaan sistem pembayaran QRIS yang tinnggi pula oleh pelaku UMKM. Karena ketersediaan QRIS, yang dapat dipantau dan dicatat berdasarkan jumlah transaksi dalam sistem secara otomatis menghasilkan data terkait transaksi dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Pencatatan laporan keuangan berpengaruh terhadap sistem pembayaran QRIS secara tidak langsung pada akuntabilitas, hal mana semakin tinggi penerapan sistem pembayaran QRIS dengan dimediasi oleh pencatatan laporan keuangan menghasilkan akuntabilitas pelaku UMKM semakin tinggi, karena semua transaksi bisa dijabarkan secara rinci dan dijadikan komponen informasi pengelolaan dan dukungan bagi pemangku kepentingan.   Recording financial statements provides many benefits for business operators. The aim of this research is to examine how the QRIS payment system has a direct effect on accountability and its indirect effect on accountability mediated by the recording of financial statements. A quantitative approach using the Partial Least Squares Model (Smart PLS) was applied in this study, with data obtained through a questionnaire from a population of 537 SMEs and a sample size of 85 respondents. The results of the study indicated that the QRIS payment system has a direct effect on accountability. The high level of accountability is due to the extensive use of the QRIS payment system by MSME actors. Because of the availability of QRIS, which can be monitored and recorded based on the number of transactions in the system, it automatically generates transaction-related data with a high level of accountability. The recording of financial statements indirectly influences the QRIS payment system regarding accountability, wherein a higher implementation of the QRIS payment system, mediated by the recording of financial statements, leads to greater accountability among MSME actors, because all transactions can be detailed and serve as a component of management information and support for stakeholders. 
Tata Kelola dan Strategi Hijau dalam Optimalisasi Kualitas Pengungkapan Emisi Karbon Ikbal Rizky; Evinda Nur Aini
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.397

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi peran tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) dan strategi hijau dalam upaya pengungkapan emisi karbon perusahaan. Berkaitan dengan upaya menanggapi tantangan perubahan iklim dan tuntutan pemangku kepentingan, perusahaan harus meningkatkan transparansi melalui pelaporan emisi karbon yang bertanggung jawab. Penelitian ini mengadopsi pendekatan literature review sebagai metode penelitiannya. Data sekunder sebagai sumber data yang digunakan dalam penelitian dengan jumlah 16 artikel yang mendukung dari database Google Scholar yang telah disaring berdasarkan kriteria tertentu.Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG, seperti: peran dewan direksi, komite audit dan kepemilikan institusional memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap kualitas pengungkapan emisi karbon. Selain itu, strategi hijau yang memasukkan pertimbangan lingkungan ke dalam perencanaan dan operasi perusahaan mendorong perusahaan untuk lebih proaktif dalam melaporkan aktivitas pengurangan emisi karbon. Perusahaan yang menerapkan strategi hijau umumnya mengindikasikan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam laporan keberlanjutan dan pelaporan emisi karbon dan dicirikan oleh inisiatif perlindungan lingkungan dan efisiensi sumber daya.   This study is intended to analyze the influence of good corporate governance (GCG) and green strategy on corporate carbon emission disclosure. In response to the challenges of climate change and stakeholder demands, companies must increase transparency through responsible reporting of carbon emissions. This research adopts the literature review approach as its research method. The data source used is secondary data, with a total of 16 supporting articles from the Google Scholar database that have been filtered based on certain criteria. The results of the literature review show that the application of Good Corporate Governance principles such as: the role of the board of directors, audit committee and institutional ownership contributes positively and significantly to the quality of carbon emission disclosure. In addition, green strategies that incorporate environmental considerations into corporate planning and operations encourage companies to be more proactive in reporting carbon emission reduction activities. Companies that implement green strategies generally exhibit higher levels of transparency in sustainability reports and carbon emissions reporting and are characterized by environmental protection and resource efficiency initiatives.
Sinergi Strategis ESG, Modal Intelektual, dan Kualitas Audit dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan: Kajian Literatur Terkini Alifah Arum Trisnawati; Siti Sundari
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penerapan ESG (Environmental, Social, dan Governance), intellectual capital, dan kualitas audit terhadap kinerja keuangan perusahaan melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Data diperoleh dari publikasi ilmiah bereputasi yang terindeks Scopus, Emerald, dan Google Scholar selama periode 2022–2025. Proses penelusuran dilakukan dengan bantuan software Publish or Perish versi 8 menggunakan kata kunci “ESG”, “Intellectual Capital”, “Audit Quality”, dan “Financial Performance” dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Dari hasil pencarian, sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Temuan studi literatur menunjukkan bahwa ESG dan intellectual capital memiliki kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, terutama pada sektor yang sensitif terhadap isu lingkungan dan sosial. Kualitas audit, khususnya oleh firma Big 4, berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut dengan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan strategis ESG dan capital intelektual yang didukung oleh audit berkualitas tinggi guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi akademisi dan praktisi dalam memahami dinamika keterkaitan antara keberlanjutan, tata kelola, dan kinerja keuangan perusahaan.   This study aims to examine the relationship between the implementation of Environmental, Social, and Governance (ESG), intellectual capital, and audit quality on corporate financial performance through a qualitative literature review approach. Data were obtained from reputable scientific publications indexed in Scopus, Emerald, and Google Scholar for the period 2022–2025. The article search process was conducted using Publish or Perish version 8 software with keywords “ESG,” “Intellectual Capital,” “Audit Quality,” and “Financial Performance” in both English and Indonesian. A total of 15 relevant articles were selected for in-depth analysis. The findings reveal that ESG implementation and intellectual capital positively contribute to corporate financial performance, particularly in sectors sensitive to environmental and social issues. Audit quality—especially by Big 4 firms—acts as a moderating variable that strengthens the relationship by enhancing stakeholder trust. This study emphasizes the importance of strategically managing ESG initiatives and intellectual capital, supported by high-quality audits, to improve corporate competitiveness and long-term sustainability. The results provide valuable insights for both academics and practitioners in understanding the interplay between sustainability, governance, and financial outcomes.
Literasi Keuangan dan Minat Menggunakan Pinjaman Online: Kajian Literatur pada Generasi Digital Putrila Maya Jannata; Dwi Suhartini
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak literasi keuangan terhadap minat individu dalam menggunakan layanan pinjaman online. Fenomena meningkatnya pengguna pinjaman online di Indonesia terjadi secara masif tanpa diiringi dengan peningkatan pemahaman finansial yang memadai, menciptakan paradoks antara kemudahan akses dan ketidaksiapan dalam mengelola risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tinjauan pustaka terhadap lima jurnal nasional terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung lebih berhati-hati, kritis, dan memiliki kecenderungan lebih rendah dalam menggunakan pinjaman online. Sebaliknya, persepsi positif terhadap kemudahan akses, kecepatan layanan, dan fleksibilitas pembayaran menjadi faktor yang mendorong minat, terutama pada kelompok dengan literasi keuangan rendah. Literasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku pengambilan keputusan finansial yang rasional, termasuk dalam mempertimbangkan manfaat dan risiko dari pinjaman digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi keuangan yang menyeluruh, khususnya bagi kelompok rentan seperti mahasiswa dan generasi milenial, guna meningkatkan kesadaran terhadap risiko utang digital dan mendorong penggunaan layanan keuangan yang lebih bijak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dan institusi pendidikan dalam merancang strategi peningkatan literasi keuangan di era digital.   This study aims to examine the impact of financial literacy on individuals’ interest in using online lending services. The rapid growth of online loan users in Indonesia has occurred without a corresponding increase in financial understanding, creating a paradox between accessibility and the lack of risk management preparedness. This research adopts a qualitative approach through a literature review method, analyzing five recent and relevant national journals. The findings indicate that individuals with high financial literacy tend to be more cautious, critical, and less inclined to use online loans. Conversely, positive perceptions of easy access, service speed, and flexible repayment options are factors that increase interest, especially among those with low financial literacy. Financial literacy plays a crucial role in shaping rational financial decision-making behavior, particularly in weighing the benefits and risks of digital lending. The study recommends comprehensive financial education, especially for vulnerable groups such as students and millennials, to raise awareness of digital debt risks and encourage more prudent use of financial services. These findings are expected to serve as a foundation for policymakers and educational institutions in designing strategies to enhance financial literacy in the digital era.

Page 1 of 1 | Total Record : 5